eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
Plastik Biodegradable Bahan Dasar Pati Singkong (Manihot esculenta) dengan Campuran Selulosa
Plastik merupakan bahan pengemas yang banyak digunakan dan berkembang luas di seluruh negeri, tidak hanya di bidang industri, kemasan plastik juga banyak digunakan oleh retail, pedagang tradisional, dan rumah tangga. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah sampah plastik yaitu dengan membuat plastik yang dapat didegradasi oleh alam atau yang lebih dikenal dengan plastik biodegradable yang dapat terurai oleh aktivitas mikro organisme menjadi air dan karbon dioksida setelah habis terpakai dan dibuang ke lingkungan. Plastik biodegradable biasanya terbuat berbahan dasar pati yang merupakan karbohidrat sederhana polimer glukosa yang terdiri dari amilosa dan amilopektin. Sedangkan bahan tambahan lainnya yaitu selulosa yang dihasilkan dari Nata de Coco. Campuran pati dan selulosa diduga dapat meningkatkan karakteristik dari plastik biodegradable yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapakan plastik biodegradable yang optimal dengan penambahan selulosa dari nata de coco. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yang diteliti. Faktor pertama adalah rasio pati singkong dan nata de coco yang terdiri dari 3 taraf yaitu S1=6%, S2=8%, S3=10%. Faktor kedua adalah persentase selulosa nata de coco yang terdiri dari 3 taraf yaitu N1= 2%, N2=4%, N3=6%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaaan. Pengamatan yang dilakukan terdiri uji kadar air, uji daya serap air, uji kuat tarik dan elongasi serta uji biodegrasi. Perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi pati singkong 8% dengan konsentrasi nata de coco 4% (P2N2) yang menghasilkan plastik biodegradable yaitu kadar air 27,41%, daya serap air 23,23 %, kuat tarik 8.04 Mpa
An Analysis of Grammatical Errors from Indonesian into English in Translating Descriptive Texts
Translating is such a difficult activity and needs some efforts to master this skill, particularly when it is done by students. This research examines the analysis of grammatical errors in translating texts from Indonesian to English with the aim of being able to answer the following questions: What types of grammar are often misinterpreted by students in interpreting a language? In this field, the method used is descriptive qualitative method and text translation. The data was token from 15 students in one class. The results of the analysis found several errors such as 35 (63.63%) word replacement errors, 15 (27.28%) word omissions, 4 (7.28%) word additions and word rearrangement 1 (100%). In which all errors are found are 261. The most common mistake that occurs is substitution. The use of Past Tenses is one of the causes of students' difficulties in translating descriptive texts. From the results it can be suggested that should be able to teach students how students how to translate texts correctly and provide time or opportunity for students to practice focusing on grammar, especially in using tenses, verbs, articles, auxiliary verbs, noun phrases and pronouns
EFEKTIVITAS JARAK TANAM EFEKTIVITAS JARAK TANAM SERTA DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT: EFEKTIVITAS JARAK TANAM SERTA DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT
This study aims to determine the growth and yield of cayenne pepper due to spacing treatment and liquid organic fertilizer dosage. This study used a factorial (RBD) pattern which consisted of two factors, the first factor was the spacing (T) which consisted of 3 (three) levels, namely: T1 = 70 x 50 cm, T2 = 70 x 60 cm and T3 = 70 x 70 cm, the second factor is the concentration of liquid organic fertilizer (P) which consists of 3 (three) levels, namely: P1 = 2 l cc/l water, P2 = 4 l cc/l water and P3 = 6 liters cc/l water. The results showed that spacing had a very significant effect on plant height at 15 days after planting, stem diameters at 15, 30 and 45 days after planting, number of productive branches at 45 days old and significantly different at plant heights at 30 and 45 days after planting, not significantly different on fruit weight per plant and net perlot fruit weight. The best spacing was found in treatment T3 = 70 x70 cm. The concentration of liquid fertilizer had a very significant effect on plant height at 30 and 45 dap, stem diameter at 30 and 45 dap, number of productive branches, fruit weight per plant and fruit weight per net plot. The best concentration was found P3 = 6 cc/liter of water. There was no significant interaction between plant spacing and liquid organic fertilizer concentration on all observed growth and yield variables of cayenne pepper plants.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit akibat perlakuan jarak tanam dan dosis pupuk organik cair. Penelitian ini menggunakan (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah jarak tanam (T) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu : T1 = 70 x 50 cm, T2 = 70 x 60 cm dan T3 = 70 x 70 cm, faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair (P) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu: P1= 2 l cc/l air, P2= 4 l cc/l air dan P3= 6 liter cc/l air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada 15 hst, diameter batang 15, 30 dan 45 hst, jumlah cabang produktif umur 45 hst dan berbeda nyata pada tinggi tanaman 30 dan 45 hst, tidak berbeda nyata terhadap berat buah per tanaman dan berat buah perlot netto. Jarak tanam terbaik dijumpai pada perlakuan T3 = 70 x70 cm. Konsentrasi pupuk cair berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada 30 dan 45 hst, diameter batang 30 dan 45 hst, jumlah cabang produktif, berat buah per tanaman dan berat buah perplot netto. Konsentrasi terbaik dijumpai P3= 6 cc/liter air. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara jarak tanam dan konsentrasi pupuk organik cair terhadap semua peubah pertumbuhan dan hasil tanaman cabe rawit yang diamati. 
Analisis Aktualisasi Penggunaan Material Plesteran Terhadap Koefisien AHSP Pada Proyek Pembangunan Rumah Maguwoharjo
Penggunaan material dan pengaplikasian yang tidak sesuai dengan koefisien AHSP yang sudah ditetapkan, merupakan salah satu faktor yang menjadi kendala dalam pengerjaan plesteran dinding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan ketebalan plesteran yang direalisasikan di lapangan dengan jumlah yang seharusnya terpakai sesuai koefisien AHSP 2016 pada proyek pembangunan rumah Maguwoharjo. Pengumpulan data adalah metode sistematis untuk mengumpulkan dan mengukur data yang dikumpulkan dari berbagai sumber informasi untuk mencapai tujuan penelitian. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pekerjaan pembangunan Rumah Maguwoharjo ketebalan plesteran yang direalisasikan tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya terpakai sesuai koefisien AHSP 2016. Plesteran yang terealisasi memiliki ketebalan yang lebih tebal dan ada juga yang lebih rendah. Material semen dan pasir yang digunakan untuk pengerjaan plesteran Rumah Maguwoharjo adalah sebanyak 3.465,19 kg dan 28.53m3 , sedangkan menurut AHSP 2016 material semen dan pasir yang harusnya terpakai adalah sebanyak 3.036,76 kg dan 11.68m3 . Selisih material yang pada pengerjaan plesteran Rumah Maguwoharjo adalah sebanyak 12% semen dan 59% pasir
Peran Lembaga FLower Aceh Terhadap Perlindungan Perempuan dan Anak Sebagai Korban Kekerasan Seksual
Perlindungan hukum terhadap perempuan dan anak menjadi fokus utama dan tanggungjawab pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa peran Flower Aceh terhadap perlindungan perempuan dan anak sebagai korban kekerasan seksual, hambatan Flower Aceh dalam mendampingi kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, dan untuk mengetahui dan menganalisis tanggapan Flower Aceh terhadap penerapan hukuman kebiri kimia yang diatur dalam peraturan pemerintah No. 70 tahun 2020 tentang tata cara pelaksanaan tindakan kebiri kimia, pemasangan alat pendekteksi elektronik, rehabilitasi, dan penguguman identitas pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian normatif-empiris. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Tehnik pengumpulan data dilakukan secara observasi dan wawancara dengan direktur lembaga Flower Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Flower Aceh berperan terhadap perlindungan perempuan dan anak yang fokus terhadap isu-isu pemberdayaan dan pemenuhan hak-hak perempuan. Flower Aceh dalam mendampingi kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak adalah: korban kekerasan masih dianggap aib bagi keluarga, keterbatasan anggaran untuk penanganan kasus kesulitan mendapatkan rumah aman untuk para korban, pemahaman masyarakat semangat untuk melindungi bersama masih kurang, sistem perlindungan yang belum terbangun dengan baik di tingkat desa, dan kebutuhan pemulihan korban. Flower Aceh dan sejumlah elemen sipil di Aceh menolak adanya hukuman kebiri. Flower Aceh lebih setuju hukuman penjara yang mana si pelaku tidak bisa keluar sama sekali atau hukuman penjara seumur hidup tampah ada remisi atau pengurangan-pengurangan hukuman
Analisis Pengaruh Geometrik Jalan Dengan Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Jamin Ginting Km 16 – Km 29 Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang
Jalan Jamin Ginting yang merupakan jalan yang berada di Pancur Batu yang merupakan kecamatan di Kabupaten Deli Serdang menuju Kabupaten Karo, jalan ini bisa dikatakan ramai arus lalu lintasnya. Arus lalu lintas yang ramai ini menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data laka jumlah kecelakaan yang terjadi pada daerah penelitian adalah sebanyak 219 kecelakaan sepanjang 2020 2022. Dari hasil perhitungan diketahui untuk tingkat kecelakaan pada ruas jalan Jamin Ginting KM 16 – KM 29 Kecamatan Pancur Batu, mulai dari simpang Tuntungan sampai dengan simpang jalan Tiang Layar depan GJAI adalah 5 kecelakaan/km.tahun. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan batas kontrol dengan metode UCL, teridentifikasi ruas jalan dengan nilai EAN terbesar adalah Km 16 dan KM 18 dengan nilai masing-masing EAN adalah 414 (UCL = 152) dan 144 (UCL = 137) lebih besar dari nilai batas kontrolnya dan titik blackspot tersebut berada pada KM 16 dan KM 18. Dan faktor pengaruh penyebab terjadinya kecelakaan berdasarkan kondisi geometrik jalan yang dibawah standar adalah segmen 9 pada KM 18 sebanyak 6 kecelakaan dari tahun 2020-2022. Maka untuk mewujudkan jalan yang berkeselamatan (Road Safety) serta orang yang berkeselamatan (safer people) sebagaimana Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) merekomendasikan sebagai berikut Penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar
Analisa Perbandingan Tebal Perkerasan Jalan Dengan Menggunakan Metode Aastho 2004 Dan Bina Marga 2017 Jalan Maduma Kecamatan Sorkam Barat Tapanuli Tengah Sta 0+000 S/D 4+800
Keberadaan jalan raya sangat diperlukan untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya kebutuhan sarana transportasi yang dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang merupakan sentral produksi. Pesatnya perumbuhan suatu daerah menyebabkan jumlah kendaraan semakin meningkat. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi peningkatan jumlah kendaraan 5% pertahunnya. Umumnya kontruksi perkerasan jalan terbagi atas dua jenis yaitu perkerasan lentur (flexible pavement) dan perkerasan kaku (rigid pavement). Tahap Identifikasi Masalah merupakan upaya untuk mengenali permasalahan yang timbul bagaimana melakukan perancangan struktur jalan. Dalam melakukan perancangan struktur jalan penulis melakukan perhitungan tebal perkerasan lentur dengan menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan No. 04/SE/Db/2017 dan Metode AASHTO 1993. Adapun tahap bagan alir penelitian merupakan suatu kerangka dasar yang membentuk alur kerja dan berfungsi sebagai pedoman umum untuk membantu proses penyusunan Tugas Akhir. Desain tebal perkerasan pada manual desain perkerasan jalan Bina Marga 2017 terbagi atas tiga alternatif desain. Pada pemilihan jenis perkerasan maka didapat jenis perkerasan AC. Berdasarkan jenis perkerasan yang dipilih tersebut maka bagan desain tebal perkerasan jalan yang digunakan adalah bagan desain 3B. Hasil tebal perkerasan dengan nilai : Lapisan Permukaan 4,78 cm , Lapis Pondasi Kelas A 14,7 cm, Lapis Pondasi Kelas B (-), Timbunan Pilihan 10 cm. Dari hasil analisa atau perhitungan dengan data yang diperoleh maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut 1. Faktor yang mempengaruhi perencanaan tebal perkerasan jalan adalah umur rencana, daya dukung tanah dasar jenis perkerasan dan jenis material perkerasan, volume lalu lintas, pertumbuhan lalu litas, beban sumbu dan tanah dasar
PENGARUH METODE OUTDOOR STUDY BERBASIS INKUIRI TERHADAP HAIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKsSISTEM TEMA 5 SUBTEMA 1 KELAS V SDN 12 BANDA ACEH
Abstract: Teacher-centered learning affects student learning outcomes. If the learning outcomes achieved by students do not reach the KBM. The formulation of the problem is "Is there an effect of using the Inquiry-Based Outdoor Study Method on Student Learning Outcomes in Ecosystem Material Theme 5 Sub-theme 1 Class V SDN 12 Banda Aceh?". This study aims to determine the effect of using the Inquiry-based Outdoor Study method on student learning outcomes in Ecosystem material. The approach taken is quantitative with the type of research namely "True Experimental". The place was held at SDN 12 Banda Aceh. The sample is all students in class VA and VB totaling 50 students. Data collection was carried out using pre-test and post-test techniques, then data analysis was assisted by SPSS Statistics. The results of the hypothesis test with the statistical independent t-test obtained a sig (2-tailed) value of 0.000 <0.05. So that the decision criteria ???????? are accepted and ????0 are rejected. So it can be concluded that there is an effect of using the Inquiry-Based Outdoor Study Method on Student Learning Outcomes in Ecosystem Material Theme 5 Sub-theme 1 Class V SDN 12 Banda Aceh.
Keywords: Outdoor Study, Inquiry, Ecosystem Material.
Abstrak: Pembelajaran yang berpusat pada guru mempengaruhi hasil belajar siswa. Sehingga hasil belajar yang didapatkan siswa tidak mencapai KBM. Rumusan masalahnya yakni “Apakah terdapat pengaruh penggunaan Metode Outdoor Study Berbasis Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Ekosistem Tema 5 Subtema 1 Kelas V SDN 12 Banda Aceh?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Outdoor Study berbasis Inkuiri terhadap hasil belajar peserta didik pada materi Ekosistem. Pendekatan yang diambil kuantitatif dengan jenisnya penelitian yakni “True Experimental”. Tempat dilaksanakan di SDN 12 Banda Aceh. Sampelnya yakni seluruh siswa kelas VA dan VB berjumlah 50 siswa. Pengumpulan data dengan teknik tes pre-test serta post-test, kemudiaan analisis data dibantu dengan SPSS Statistics. Hasil uji hipotesis dengan statistik independent t-test didapatkan nilai sig (2-tailed) 0,000<0,05. Sehingga kriteria keputusan ???????? diterima sera ????0 ditolak. Maka bisa diambil kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan Metode Outdoor Study Berbasis Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Ekosistem Tema 5 Subtema 1 Kelas V SDN 12 Banda Aceh.
Kata kunci : Outdoor Study, Inkuiri, Materi Ekosistem
PENGGUNAAN METODE JARIMATIKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN
Abstract: This study aims to determine the increase in students' numeracy skills towards the use of the jarimatics method. From March 7 to April 7 2023, a study was performed at SD Negeri 65 Banda Aceh using the pre-experimental method, specifically utilizing pretest and posttest designs. The samples in this study were grade 1 students. Pretest and posttest data analysis was carried out to find out the ability to calculate the sum of students towards the jarimatics method. The results of the pretest and posttest gain values ??for the addition material are 0.75 (high category) which means that the use of the jarimatics method can increase the ability to count additions. The conclusion of this study is that learning mathematics to add and subtract numbers 1-99 using the jarimatics method can improve the numeracy skills of grade 1 students at SD Negeri 65 Banda Aceh
Keywords: Jarimatika Method, Counting Ability, Addition.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berhitung penjumlahan peserta didik setelah menggunakan metode jarimatika dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini didesain dengan mengambil observasi pre-test dan post-test, dan akan dihitung gain ternormalisasi untuk menentukan peningkatan kemampuan berhitung peserta didik setelah diterapkan metode jarimatika yang dilaksanakan di SD Negeri 65 Banda Aceh mulai dari tanggal 07 Maret hingga 7 April 2023. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1. Analisa data pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui kemampuan berhitung penjumlahan peserta didik terhaadap metode jarimatika. Hasil nilai gain pretest dan posstest untuk materi penjumlahan sebesar 0,75 (kategori tinggi) Ini berarti bahwa penggunaan metode jarimatika memiliki dampak positif pada peningkatan kemampuan berhitung penjumlahan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa metode jarimatika efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung penjumlahan bilangan 1-99 pada peserta didik kelas 1 SD Negeri 65 Banda Aceh.
Kata kunci: Metode Jarimatika,Kemampuan Berhitung, Penjumlahan
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Roti Dengan Metode Statistical Quality Control di IRT. Jauharoh
Kualitas merupakan aspek yang sangat penting untuk kepuasan pelanggan, dalam memproduksi suatu barang pastinya perusahaan wajib mencermati mutu dengan tujuan keinginan pelanggan bisa terpenuhi oleh perusahaan. IRT. Jauharoh merupakan salah satu usaha yang bergerak dalam bidang pembuatan roti. Permasalahan yang ada di IRT. Jauharoh yaitu tidak adanya metode pengendalian kualitas sehingga menyebabkan produk roti sisir mengalami kecacatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kecacatan dalam upaya mengendalikan kualitas produk roti sisir yang ada di IRT. Jauharoh. Metode analisis yang digunakan adalah Statistical Quality Control (SQC) dan 5W + 1H. Adapun instrument pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi lapangan di IRT. Jauharoh. Tahapan analisis data dimulai dengan membuat check sheet, histogram, peta kendali P, diagram pareto, fishbone diagram dan analisis menggunakan 5W + 1H. Dari penelitian ini jenis kecacatan yang ditemukan ada 3 jenis yakni cacat gosong sebanyak 494 pcs, kulit terkelupas sebanyak 307 pcs dan isian keluar sebanyak 384 pcs . Hasil analisis menggunakan peta kendali P menunjukkan bahwa proporsi kecacatan selama masa produksi masih dalam batas kendali yakni dengan nilai CL 0,0762, UCL 0,1081 dan LCL 0,0443. Diagram pareto memperlihatkan jenis kerusakan pada produk roti sisir yang paling dominan adalah pada jenis cacat gosong dengan persentase kecacatan sebesar 41,7%. Fishbone diagram menunjukkan penyebab kecacatan berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material dan lingkungan. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi produk cacat yakni melakukan perbaikan mesin secara berkala dan membuat SOP yang sesuai dengan kebutuhan pembuatan roti sisir serta memonitoring dan mengevaluasi terkait SOP yang sudah dibuat serta melakukan training/pelatihan kepada para karyawan.