eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Di Pedesaan Kabupaten Simeulue
Indonesia's current electrification ratio is 87%, this shows that 8.5 million Indonesians or the equivalent of 2500 villages do not have electricity. Indonesia's geographical location is one reason why there are still many areas that have not been reached by the State Electricity Company (PLN), such as Siumat Island. Siumat Island is an area located on Simeulue Island, Simeulue Regency, East Simeulue District, is one of the areas where people have never experienced the use of electrical energy like other areas in big cities on the island of Sumatra. The electricity network in this area has not yet been entered because the reach of the PLN network to enter remote areas such as Pulau Siumat Village is complicated. After all, getting to Siumat Island from Simeulue Island takes approximately 3 hours by sea. The purpose of this study is to analyze from an economic perspective the construction of a solar power plant for the area. From the results of the discussion using the Calculation method, the Planning, Design and Needs Analysis approach, it was found that planning a solar power plant in Pulau Siumat Village was necessary. As a result, with a total of 62 housing units, 3 public facilities and public lighting, the total power required is 38.675 kW. To meet this need, 320 units of solar panels are needed, 372 units of batteries with a capacity of 12 V 250 Ah, 16 units of charge controllers with a total of 300 Ampere and 3 units of inverters with a capacity of 15 kW with the power to be generated is 40kW or 50 kVA. For the needs mentioned above, a budget of IDR 3,946,184,500 is needed
Inovasi Mesin Pencuci Telur Bertenaga Motor LIstrik Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Produktifitas UKM Telur Asin
Telur asin adalah hasil olahan dari telur itik mentah dengan menggunakan campuran adonan batu bata merah, garam dan abu gosok yang diperam selama beberapa hari, kemudian menghasilkan telur asin matang. Proses pengasinan dengan adonan meliputi beberapa hal seperti sortasi telur itik mentah, pencucian, membuat adonan pemeraman telur asin, pemberian garam, melumuri telur dengan adonan pemeraman, telur diperam selama beberapa hari, pengupasan adonan, mencuci telur kembali, merebus telur, penirisan, memberikan cap pada telur kemudian dilakukan pengemasan. Tahap pencucian telur ini sangat penting karena menentukan kualitas telur asin, pencucian telur asin secara manual dilakukan dua kali sebelum diasinkan dan setelah diasinkan. proses pencucian telur asin secara manual membutuhkan waktu yang cukup lama dan membutuhkan banyak tenaga karena harus menggosok kulit telur dengan spon kasar atau sikat, sampai pori-pori kulit telur membuka dan bersih agar memperoleh hasil yang baik. Oleh karena itu diperlukan inovasi agar proses pencucian telor asin menjadi lebih efisien sehingga produktifitas bisa ditingkatkan. Mesin pencuci telur yang dibuat menggunakan motor listrik 2 phase, hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan daya listrik rumahan agar pengoprasianya lebih mudah dan perawatan relatif murah dan terjangkau. Dari hasil pengujian diperoleh selisih waktu sebesar 22.42 detik antara proses pencucian dengan menggunakan mesin dan dengan proses secara manual. Ada kenaikan prosuktifitas sebesar 44.70% dan hanya memerlukan satu orang tenaga kerja untuk mengoperasikan mesin ini
Teknik Penilaian dan Pembuatan Soal Berdasarkan Level Kognitif di SMP Negeri 3 Ingin Jaya
Penilaian termasuk komponen penting yang terdapat dalam sistem pendidikan untuk menganalisis perkembangan dan tingkat pencapaian dari hasil pembelajaran. Pengukuran melalui tes prestasi akademik merupakan salah satu penilaian Pendidikan yang dilakukan. Maka perancangan kisi-kisi soal perlu melihat kesesuaian dengan level kognitif yang ditetapkan kementrian Pendidikan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kreatifitas guru sekolah SMP Negeri 3 Ingin Jaya dalam membuat soal berdasarkan level kognitif. Metode yang digunakan adalah tutorial, tanya jawab dan demonstrasi. Dalam kegiatan seminar peserta menunjukkan sikap yang aktif dan antusias dalam bertanya terkait kriteria soal berdasarkan level kognitif, sehingga diketahui bahwa guru SMP Negeri 3 Ingin Jaya telah merancang soal berdasarkan level kognitif yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan, Namun masih perlu ditingkatkan lagi karena perancangan soal belum sempurna yaitu berada pada level kognitif 1 dan 2, dengan kata lain mengacu pada kriteria C1, C2 dan C3. Sedangkan untuk menuju level kognitif 3 yaitu berbasis HOTS yang mengacu pada kriteria soal C4, C5 dan C6 masih dalam tahap penjajakan
BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF DITINJAU DARI FILSAFAT KONSTRUKTIVISME PADA PENDIDIKAN DASAR
Kajian ini membahas tentang berpikir kritis dan berpikir kreatif dalam konteks filsafat konstruktivisme pada pendidikan dasar. Filsafat konstruktivisme melihat belajar sebagai proses aktif di mana individu membangun dan menciptakan pengetahuan mereka sendiri berdasarkan pengalaman mereka. Dalam konteks ini, berpikir kritis dan berpikir kreatif menjadi dua komponen penting. Berpikir kritis dalam konstruktivisme melibatkan kemampuan untuk melihat di luar apa yang tampak, membedakan antara informasi yang relevan dan tidak relevan, dan mengembangkan kemampuan untuk menjadi pemikir yang mandiri. Ini bukan hanya tentang mengetahui apa yang tampak atau aktual, tetapi juga tentang memahami konsep dan ide yang mendasarinya. Di sisi lain, berpikir kreatif dalam konstruktivisme adalah tentang berpikir dengan imajinasi. Ini sering disalahpahami sebagai kemampuan berpikir yang hanya dibutuhkan untuk bidang tertentu saja, seperti seni. Namun, berpikir kreatif juga dibutuhkan dalam bidang lain seperti sains dan teknologi. Berpikir kreatif adalah berpikir out of the box, mencari solusi baru dan inovatif untuk masalah, dan menciptakan ide-ide yang baru. Untuk itu, keterampilan berpikir baik berpikir kritis maupun berpikir kreatif adalah keterampilan penting yang perlu dikuasai oleh siswa pada jenjang pendidikan dasar di era modern ini. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran pada filsafat konstruktivisme, yang mendorong kedua jenis pemikiran ini merupakan hal yang penting dalam pendidikan dasar
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis Pada Jenis Pupuk Kandang Dan Jarak Tanam
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada berbagai jenis pupuk kandang dan jarak tanam, interaksinya serta faktor mandiri dari masing-masing perlakuan yang dilaksanakan di Gampong Aceh, Saree Kecamatan Lembah Selawah, Kabupaten Aceh. Dengan ketinggian tempat 450 m di atas permukaan laut (dpl). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Ada dua faktor yang diteliti yaitu pupuk kandang (K) yang terdiri dari tiga taraf perlakuan; K1 (pupuk kandang sapi 20 ton/ha), K2 (pupuk kandang kambing 20 ton/ha), dan K3 (pupuk kandang ayam 20 ton/ha) dan jarak tanam (J) yang terdiri dari 3 taraf: J1(70 cm x 20 cm), J2 (70 cm x 30 cm), dan J3 (70 cm cm x 40 cm). Peubah yang diamati adalah : tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam (hst), panjang tongkol, diameter tongkol, dan berat tongkol tanpa klobot tanaman jagung manis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jenis pupuk kandang dan jarak tanam dengan berbagai ukuran terhadap semua peubah yang diamati, yaitu : tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 15, 30, dan 45 hst, serta panjang tongkol, diameter tongkol, dan berat tongkol tanpa klobot jagung manis. Jenis pupuk kandang berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati, yaitu : tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 15, 30, dan 45 hst, panjang tongkol, diameter tongkol, dan berat tongkol tanpa klobot jagung manis. Jarak tanam dengan berbagai ukuran berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati, yaitu : tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 15, 30, dan 45 hst, panjang tongkol, diameter tongkol, dan berat tongkol tanpa klobot jagung manis
The Effectiveness of Using Animated Video Learning Media on Students' Pronunciation Mastery at SMP Negeri 11 Banda Aceh
This research aimed to determine the effectiveness of animated video learning media on students' pronunciation mastery at SMP Negeri 11 Banda Aceh. The researcher used quasi-experimental research where the data was gained from oral tests. The study population was the ninth-grade students of SMP Negeri 11 Banda Aceh in the academic year 2022/2023. The sample was taken by using a purposive sampling technique. There were 226 students as population and 42 students as sample, the total number of students from the experimental and control classes. The results showed that the mean score of students' pronunciation mastery in the practical class was 36.66, becoming 82.05, with a 124% improvement. Then, the mean score of students' pronunciation mastery in the control class was 44.86, becoming 55, with a 23% improvement. Both classes have the same initial classification: poor (36-55). In the experimental class, there was an improvement in qualifications from poor (36-55) to good (76-85), while in the control class, there was no improvement in capabilities which was still in poor (36-55). The t-test analysis was presented by applying a 0.05 level of significance with the 20 degrees freedom (df=21-1); the t-test value in the experimental class was more significant than the t-table (14.63>2.080), and in the control class, the t-test value was also greater than t-table (5.61>2.080). Based on the results, animated video learning media significantly affects students' pronunciation mastery
PEMBELAJARAN MATERI STATISTIKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING SISWA KELAS X SMAN 1 UNGGUL BAITUSSALAM
This study raises the issue of whether student learning outcomes with the PBL learning model are better than conventional learning in class XI statistics at SMAN 1 Unggul Baitussalam?. This study aims to find out whether or not the learning outcomes of students who are taught using the Problem Based Learning model are better or not with the learning outcomes of students who are taught with conventional learning in statistics material in class XI SMAN 1 Unggul Baitussalam. The approach in this research is quantitative with this type of research being experimental. Data collection was carried out using test techniques, namely pre-test and post-test. Data analysis was performed using one party t-test statistics at a significant level ? = 0.05, from the calculation results obtained t = 0.92 and t_((1-?)(n1+n2-2)) = 1.71 or t< t_((1-?)(n1+n2-2)) ie 0.92< 1.71. Thus Ho is accepted, this means that there is no difference in student learning outcomes taught by using the PBL model and student learning outcomes by conventional learning in class XI statistics at SMAN 1 Unggul Baitussalam
Penilaian Kinerja Dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) Daerah Irigasi (D.I) Jeuram Kabupaten Nagan Raya
Saat melakukan suatu kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) terhadap jaringan irigasi tidak bisa dipisahkan dari kegiatan seperti usaha mengatur kebutuhan air, menjaga kondisi bendung dan jaringan irigasi agar tetap pada fungsinya, kegiatan pemeliharaan juga harus dilakukan secara sistematis. Penyusunan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) ialah langkah perencanaan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (OP) yang tersusun secara sistematis yang didasarkan pada keadaan infrastruktur saaat ini hingga pengeluarannya bisa dijadikan acuan untuk kegiatan OP. Daerah irigasi Jeuram memiliki luas 12.685 ha, Permasalahan yang akan diidentifikasi adalah seperti apa kinerja dari sistem irigasi Jeuram saat ini dan berapakah rencana anggaran biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan operasi dan pemeliharaannya. Studi ini menggunakan metode observasi, Indeks kinerja D.I Jeuram masuk kedalam kategori sedang dengan besaran indeks adalah 69,64%. dengan wawancara melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) operasi dan pemeliharaan pada D.I Jeuram memerlukan biaya sebesar Rp.682.400.000 (Enam Ratus Delapan Puluh Juta Empat Ratus Ribu Rupiah)
Analisis Kontribusi Anggaran Dana Daerah Kecamatan Darul Makmur Terhadap Pembangunan Infrastruktur 2022
Pembangunan infrastruktur menjadi hal yang paling krusial bagi suatu daerah karena pembangunan sebuah infrastruktur dapat berdampak terhadap peningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut dengan tersedianya sarana dan perasarana infrastruktur yang baik. Demi mencapai tujuan tersebut setiap daerah mendapat anggaran dana yang besar disetiap tahunnya dan dana tersebut digunakan untuk pelaksanan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi anggaran dana daerah Kecamatan Darul Makmur dalam pembangunan infrastruktur 2022.Jenis penelitian ini adalah statistika deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi lapangan yaitu melakukan penelitian ke kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Nagan Raya. Presentase kontribusi anggaran dana daerah kecamatan Darul Makmur terhadap pembangunan infrastruktur sebesar 37.04% nilai ini didapatkan dari hasil perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan teknik analisis kontribusi yang diadopsi dari model perhitungan Devy Putri Milanda (2018) sehingga dalam hal ini menunjukan kontribusi anggaran dana daerah kecamatan Darul Makmur terhadap pembangunan infrastruktur tergolong kurang berkontribusi karena analisis sekala kontribusinya dibawah 50%
Analisis kinerja Geser pada Gedung U2C Universitas Teuku Umar (Studi analisis menggunakan software Stera 3d)
Perencanaan infrasruktur di daerah Indonesia harus di rencanakan dengan sangat baik karena ada beberapa bagian wilayah Indonesia yang rawan terjadinya bencana alam misalnya gempa bumi, dan tsunami. Salah satu provinsi Indonesia yang telah terjandinya bencana alam tsunami adalah nagroe aceh darusalam. Maka sebelum mendirikan bangunan dilakukan analisis terlebih dahulu, analisis ini dilakukan bertujuan untuk evaluasi kinerja sruktur terhadap perencanaa untuk tes daya tahan konstruksi dengan metode menganalisis gaya geser yang terjadi pada bangunan saat terjadinya gempa. Dengan mengunakan software stera 3d dengan metode nonlinear earthquake respons analysis ( respon spekturm ) kita dapat melihat besarnya tingakatan bahaya yang akan timbul pada bangunan yang kita analisis tersebut. Spectrum respons dugunakan untuk memnentukan gaya horizontal atau simpangan struktur MDOF. spektrum respons di buat antara periode getaran struktur T, biasanya dalam bentuk grafik atau bagan. Tanggapan terbesar mungkin juga merupakan keberangkatan terbesar. (spectrum displacement, SD ) kecepatan maksimum ( spectrum colocity, SV ) massa struktur. Analisis mengunakan software stera 3d Ini dilakukan dengan cukup indah. bangunan lokasi konstruksi yang mau dibangun ataupun yang sudah di bangun. Dalam analisis ini penulis menganalisis gaya geser pada gedung terintegrasi u2a universitas teuku umar yang memiliki luas ±5025.0084 dan memiliki empat lantai yang berlokasi di jl. Alue penyareng, gunong kleng, kabupaten aceh barat. Software stera ini dekembangkan untuk maganalisis struktur bangunan terhadap bencana alam gempa bumi