eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
Male Gaze In Charlotte Brontë’s Jane Eyre and Sutan Takdir Alisjahbana’s Layar Terkembang
This paper aims to discuss how the female body has been an object for male sexual pleasure in patriarchal culture. Female body is considered as the focus of the male gaze. This research uses a feminist theory by Laura Mulvey that focuses on sexual objectification of women. Data analysis was performed through qualitative descriptive techniques by interpreting the data found in Jane Eyre by Charlotte Brontë and Layar Terkembang by Sutan Takdir Alisjahbana. This paper aims to expose how smart, independent, and strong women still cannot break free from the male gaze. Women see themselves through the eyes of the men. Consciously and unconsciously, women do not only shape their physical appearance but also their ideology based on the male gaze Despite the fact that these novels were written at different times and places, Brontë and Alisjahbana raised the same theme about women empowerment through the main female characters. The result of this study shows that both authors have failed to fully create strong and independent female characters since both of the characters were still confined by the male gaze
The Implementation of Problem Based Learning Models to Improve Understanding of Fantasy Story Texts
Numerous pupils are still unable to convey their thoughts and ideas in order to think more critically about an issue. As a result, individuals require another method of learning for the purpose of enhancing their capabilities. Problem Based Learning is a learning style in which students are required to solve real-world situations. Using a problem-based learning method, this study aims to explain the increasing in students' understanding of fantasy story texts. The study population consisted of 29 students from class VII Bilingual B SMP Al-Azhar Medan. The examination was carried out randomly using a random sampling inspection procedure. This study adopted a quasi-experimental design with one-group pretest and one-group posttest. The pretest is carried out before the problem-based learning model is applied. The results of the pretest will be evaluated as a benchmark for building values and developing arrangements through problem-based learning. The post-test is given after the learning has been completed. The assignment-based written test serves as research instruments. The data was assessed by describing the pre and post test results. The results showed that students achieved an average score of 90.79% in the complete KKM 88 category after using a problem-based learning model with fantasy story text
Analisis Pemasangan Arrester Pada Gardu Distribusi Penyulang Johan Pahlawan ULP Meulaboh Kota
Pada sistem pembangkit tenaga listrik PT. PLN (Persero) Area Meulaboh memiliki elemen penting dalam menyuplai tenaga listrik, yaitu sistem jaringan distribusi. Komponen yang paling rentan terkena gangguan petir pada jaringan distribusi adalah trafo, maka diperlukan penangkal petir, yaitu arrester. Arrester pada trafo distribusi PT. PLN (Persero) ULP Meulaboh Kota berfungsi untuk menangkap dan mengamankan trafo dari gangguan surja petir dan memberikan proteksi pada trafo dari tegangan lebih. Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini adalah berapa jarak pemasangan arrester dengan peralatan yang terdapat pada gardu distribusi penyulang Johan Pahlawan ULP Meulaboh, dan bagamaina karakteristik kerja arrester dalam memproteksi trafo pada gardu distribusi penyulang Johan Pahlawan ULP Meulaboh Kota. Yang menjadi tujuan utama dari penelitian ini adalah, untuk mendapatkan jarak pemasangan arrester dengan peralatan yang terdapat pada gardu distribusi penyulang Johan Pahlawan ULP Meulaboh Kota, dan untuk mengetahui karakteristik kerja arrester dalam memproteksi trafo pada gardu distribusi penyulang Johan Pahlawan ULP Meulaboh. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi lansung kelapangan dan pengumpulan data, serta melakukan perhitungan dengan formula sistematis. Hasilnya jarak maksimum arrester terhadap transformator sesuai dengan karakteristik kerja arrester 0,66 meter dengan jarak perlindungan dari peralatan yang dilindungi adalah 4,86 meter, 12,36 meter, 21,36 meter, 27,36 meter, 34,86 meter. Jarak penempatan arrester terhadap trafo 0,99 meter. Dengan jarak perlindungan dari peralatan yang dilindungi adalah 3,54 meter, 11,04 meter, 20,04 meter, 2,595 meter, 33,54 meter, sehingga penempatan dan penyambungan arrester masih dalam kondisi yang baik. Faktor perlindungan arrester sampai dipengaruhi oleh besar kesilnya tegangan kerja trafo dimana faktor perlndungan arrester terhadap trafo yang baik minimal 20% dari TID
MOTIVASI BELAJAR DAN PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA FILM DENGAN METODE DUBBING DAN SUBTITLING DI SMAN 6 BANDA ACEH
Salah satu tujuan utama pembelajaran bahasa Inggris di era globalisasi saat ini adalah kemahiran dalam percakapan bahasa Inggris. Namun keterampilan percakapan bahasa Inggris masih dianggap sebagai salah satu keterampilan yang sulit bagi siswa. Solusi untuk memotivasi siswa belajar dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris adalah dengan menyediakan media pengajaran yang menarik dan metode pembelajaran yang efektif. Salah satu media pengajaran yang menarik adalah penggunaan film. Film menyajikan cerita yang menarik dalam bentuk animasi bergambar dan dilengkapi dengan audio sehingga dapat melibatkan siswa untuk tertarik mempelajari bahasa Inggris. Selain itu, metode pembelajaran yang efektif juga dapat membantu siswa dalam memahami informasi yang diajarkan. Sasaran pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah siswa Kelas X SMA Negeri 6 Banda Aceh. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Mei s/d 23 Juni 2023 dan bertempat di SMA Negeri 6 Banda Aceh yang diikuti oleh 40 siswa SMA Negeri 6 Banda Aceh. Dari hasil evaluasi diperoleh hasil dan manfaat dari kegiatan pengabdian ini, antara lain memberikan pengetahuan tentang media pembelajaran percakapan bahasa Inggris dan metodenya berupa tips dan strategi untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris
Analisis Kinerja Recloser Pada Penyulang MK04 dan MK06 di ULP Meulaboh Kota
Sistem distribusi tenaga listrik merupakan bagian terpenting dalam menyalurkan energi listrik ke konsumen. Seiring berkembangnya zaman, pertumbuhan jumlah konsumen akan terus bertambah, maka dari itu harus dilakukannya perkembangan di jaringan distribusi listrik, Dalam jarigan distribusi sering terjadi gangguan yang dapat merugikan pengguna. Faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan ada berbagai macam, baik faktor internal maupun eksternal. Sistem distribusi pada jaringan banyak terjadi gangguan diantaranya gangguan arus hubung singkat. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan peralatan proteksi seperti recloser. Recloser merupakan suatu peralatan yang bekerja ketika ada arus gangguan dan memerintahkan operasi membuka atau menutup kepada pemutus aliran listrik secara otomatis sesuai waktu yang telah diatur. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui setting waktu dan arus serta untuk mengetahui kinerja pada recloser saat terjadi arus gangguan. Hasilnya pada saat terjadi gangguan arus hubung singkat sebesar 1847 A maka setting waktu tunda recloser akan semakin lama dan berbeda untuk kedua penyulang yaitu 0,3462 detik pada MK04 dan 0,3356 detik pada MK06 yang berarti selisih 0,0107 detik di antara kedua penyulang. Dan untuk setting waktu recloser tercepat yaitu 0,2800 detik pada MK04 dan 0,2720 detik pada MK06 dengan arus gangguan sebesar 4510 A yang berarti selisih 0,0080 detik di antara kedua penyulang. Kinerja recloser berdasarkan hasil perbandingan antara kedua penyulang dan nilai existing tidak berbeda jauh. Pada MK04 hanya berbeda 0,0044 detik, sedangkan pada MK06 yaitu berbeda 0,0165 detik
Evaluasi Tingkat Kenyamanan Jalur Pedestrian Sebagai Fasilitas Pejalan Kaki Di Kota Medan
Jalur pedestrian dalam konteks perkotaan biasanya dimaksudkan sebagai ruang untuk pejalan kaki yang berfungsi sebagai sarana pencapaian yang dapat melindungi pejalan kaki dari bahaya yang datang dari kendaraan bermotor. Menurut (Abdillah, 2014). Koridor jalan Balai Kota di Kota Medan merupakan salah satu pusat perniagaan skala kota yang memiliki aktivitas cukup tinggi setiap harinya. Tingginya aktivitas pada jalur pejalan kaki di jalan Balai Kota ini tidak didukung dengan ketersediaan ruang bagi pejalan kaki yang nyaman dan aman. Penggunaan lahan di jalan Balai Kota didominasi oleh penggunaan lahan berupa perdagangan dan jasa. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja jalur pejalan kaki di jalan Balai Kota berdasarkan PERMEN PU No: 03/PRT/M/2014 dan PUPR No.02/SE/M (2018) Pd 03 - 2017 – B. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis kinerja jalur pejalan kaki. Dari hasil penelitian ini di peroleh hasil pada beberapa segmen pada jalur pedestrian memiliki tingkat pelayanan B dan C di hari Minggu (Weekend) dan Senin (Weekday)
Analisis Pertimbangan Hakim Menjatuhkan ‘Uqubat Terhadap Anak sebagai Pelaku Jarimah Pemerkosaan dalam Putusan Nomor 1/JN ANAK/2022/MS.Skm
This research aims to uncover the sanctions imposed in cases of rape committed by minors in accordance with Law No. 11 of 2012 on the juvenile criminal justice system and Aceh Qanun No. 6 of 2014 on Islamic criminal law. Furthermore, the study also seeks to explore the considerations taken by judges in determining sanctions for cases of rape involving minors, as specified in Decision No. 1/JN Anak/2022/MS.Skm, which addresses cases of rape by minors. The research methodology employed is a qualitative descriptive approach, involving data collection through interviews, observations, and documentation. The findings of this study reveal that in the juvenile criminal justice system, the sanctions for rape cases involve serving half of the adult criminal sentence. In contrast, under the Qanun Jinayat, sanctions for rape by minors under the age of consent encompass one-third of the adult sentence, which may include corporal punishment, fines, or imprisonment. Furthermore, judges take into consideration the demands of the public prosecutor, defense arguments presented by legal counsel, community reports, and recommendations from guardians or parents of the minor, all while not disregarding the psychological well-being of the victim
Potensi Penambahan Pasir Bentonit Pada Tanah Lempung Untuk Stabilisasi Tanah
In civil engineering projects, soil must possess adequate bearing capacity to be utilized as a building material and as a construction material for soil-based structures. One effective approach for enhancing the load-bearing capacity of soil is the utilization of soil stabilization techniques. The improvement of the load-bearing capacity of clay soils can be achieved through the application of chemical stabilization techniques such as by using bentonite sand. The objective of this research is to investigate the effect of using bentonite sand as a stabilizing agent on the compaction parameter of clay soil. The experimental testing conducted in this study follows the guidelines outlined by the ASTM standard. Additional modifications were implemented on bentonite sand at concentrations of 2%, 4%, and 6%. The results of incorporating bentonite sand into the clay soil were evaluated in terms of the maximum dry density (MDD) and optimum moisture content (OMC) values. In general, the addition of bentonite sand to clay soil results in an increase in the maximum dry density (MDD) and optimum moisture content (OMC) values
Analisa Produktivitas Dan Efektivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Peningkatan Jalan Irigasi Kr. Jreu Kec. Indrapuri
Proyek pembangunan jalan bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas dengan melakukan pengaspalan yang tentunya menggunakan peralatan berat sehingga diperlukan perencanaan yang akurat dan optimal. Oleh karena itu diperlukan suatu analisa produktivitas dan efektivitas alat berat pada pekerjaan peningkatan jalan Irigasi Kr. Jreu Kec. Indrapuri, dengan menggunakan data gambar kerja, gambar proyek, data alat berat dan time schedule dengan ketentuan Bina Marga 2018, yang bertujuan untuk menghitung kapasitas produksi alat yang akan digunakan dan waktu kerja yang diperlukan pada proyek tersebut. Adapun hasil yang didapatkan yaitu produktivitas pada pekerjaan base dan perkerasan aspal untuk excavator dengan nilai produktivitas per jam sebesar 189,71 Jam/m3 dalam satu hari 1328,00 m3/hari. Dump truck per jam adalah 31,96 Jam/m3 dalam satu hari 223,71 m3/hari, tandem roller perjam 128,97 m3/jam dan per hari 902,79 m3/hari. motor grader perjam adalah 188,30 m3/jam dan perhari sebesar 1318,14 m3/hari. water tank perjam 124,50 m3/jam dan perhari 871,50 m3/hari. Asphalt Finisher perjam yaitu 125,93 m3/jam dan perhari sebesar 871,50 m3/hari. jumlah excavator, tandem roller, motor grader dan water tank sebanyak 1 unit, dan dump truck 6 unit, Sedangkan dump truck yang ada dilapangan hanya ada 4 unit. Durasi dari tiap alat berat yang digunakan pada pekerjaan base memiliki durasi 2 hari, sedangkan untuk pekerjaan perkerasan aspal memiliki durasi 1 hari
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) MELALUI MEDIA GAMBAR DAN METODE TANYA JAWAB PADA MATERI JENIS SUMBERDAYA ALAM PADA SISWA KELAS IV SDN PAMIJAHAN BOGOR
Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik dan masih rendahnya dalam memahami materi yang telah disampaikan guru, masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana menggunakan media gambar dan metode tanya jawab untuk mencapai hasil belajar IPA siswa kelas empat pada materi Jenis Sumber Daya Alam. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas empat pada mata pelajaran IPA tentang berbagai jenis sumber daya alam. Siswa di kelas empat dijadikan sebagai sumber data penelitian. SDN Pamijahan 01 Kecamatan Pamijahan yang berjumlah 24 siswa. Penelitian dilakukan pada semester kedua tahun ajaran 2022/2023. Ada dua siklus untuk penelitian. Baik data kuantitatif maupun kualitatif dikumpulkan. Data kuantitatif adalah informasi yang diperoleh dari hasil tes formatif setiap siklus. Sedangkan observasi yang dilakukan selama setiap siklus pembelajaran memberikan data kualitatif. Untuk menetapkan hasil belajar siswa, data yang dikumpulkan kemudian digabungkan dengan standar keberhasilan. Hasil Belajar Siswa Hanya 18 siswa (atau 75%) pada siklus I yang mendapat nilai sempurna. Jumlah siswa meningkat menjadi 22 pada siklus II (90%) dan nilai rata-rata siklus II adalah 81,75. Kesimpulan penelitian ini adalah anak-anak kelas IV dapat belajar lebih banyak tentang sains dengan menggunakan media gambar dan metode tanya jawab