eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Kolonial Pada Fasad Pendopo Gubernur Aceh
Pendopo Gubernur Aceh yang dibangun pada tahun 1880 M sekarang menjadi Rumah Dinas Gubernur Aceh. Pendopo ini memiliki luas 7.150 meter persegi yang menghadap ke arah utara dan memiliki panjang 20 meter serta lebar 7 meter. Bahan kayu yang digunakan oleh Belanda untuk membangun bangunan ini dibawa langsung dari Kalimantan. Letnan Jenderal K. Vander Heijden diangkat menjadi gubernur pada tahun 1877 dan juga bertugas sebagai panglima militer dan sipil untuk merencanakan ekspansi Belanda di Aceh. Dia juga menjadi panglima militer dan sipil pertama untuk Aceh, dan dia adalah penghuni pertama pendopo ini. Orang Aceh menyebut letnan ini "Jenderal Bermata Sebelah" karena cedera tertembus peluru di sebelah bola matanya saat bertempur di Samalanga. Bangunan ini menampung total dua puluh dua petinggi Belanda. Bangunan ini secara keseluruhan menunjukkan perpaduan antara arsitektur tradisional dan arsitektur Eropa, seperti yang ditunjukkan oleh penggunaan ornamen hias pada setiap bangunan dan penggunaan elemen arsitektur Eropa. Bahan dasar bangunan yang didominasi oleh kayu. Gaya arsitekturnya terlihat dari gerbang pintu dan jendelanya yang tinggi dan lebar serta kelengkapan interiornya yang dihiasi dengan kaca-kaca yang inda
Perancangan Food Court Eco-Friendly di Pantai Ujong Blang Kota Lhokseumawe
Kota Lhokseumawe, sebuah kota di provinsi Aceh, Indonesia, terletak di jalur timur Sumatera dan dikelilingi oleh pantai, rentan terhadap perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat, terutama di kawasan Pantai Ujong Blang. Pantai ini berfungsi sebagai tempat hiburan dan kuliner, di mana pedagang dan nelayan menjajakan berbagai hasil tangkapan dan makanan khas. Namun perubahan iklim, seperti angin kencang dan pasang surut, dapat berdampak negatif pada usaha kuliner yang bergantung pada kondisi cuaca. Pertumbuhan pesat perdagangan kuliner di Kota Lhokseumawe, yang menawarkan beragam makanan dan minuman, menjadi peluang bagi para pedagang untuk menarik wisatawan. Oleh karena itu, perancangan Food Court-Eco Friendly di kawasan Pantai Ujong Blang diusulkan dengan pendekatan arsitektur hijau, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan kuliner tetapi juga memberikan rasa aman bagi pengguna. Desain ini bertujuan untuk mendukung para pelaku usaha dan nelayan, serta melestarikan kuliner lokal dan non-lokal. Dengan menerapkan prinsip arsitektur hijau, perancangan ini diharapkan dapat menciptakan kawasan pariwisata dan kuliner yang berkelanjutan, menguntungkan bagi pengguna, dan tidak merugikan lingkungan sekitar
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen terhadap Keputusan Pemilihan PBM Yufie
Praktek Mandiri Bidan (PMB) Yufie merupakan salah satu tempat pelayanan di bidang kebidanan yang mengalami persaingan yang ketat. PMB Yufie menjalankan praktiknya memberikan jasa pelayanan kesehatan ibu, jasa pelayanan kesehatan anak serta jasa pelayanan kesehatan reproduksi dan sangat banyak pasiennya. Namun, banyaknya kunjungan untuk mendapatkan pelayanan di PMB Yufie tidak diikuti oleh ramainya jumlah pengunjung untuk pelayanan reproduksi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen terhadap keputusan pemilihan PMB. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini pengunjung atau pasien yang datang menjalani pemeriksaan terkait pelayanan reproduksi di PMB Yufie pada Bulan Oktober 2024 sebanyak 280. Teknik atau proses pengambilan sampel di penelitian ini menerapkan purposive sampling dimana pengambilan sampel dari populasi dilakukan dengan pertimbangan tertentu pada pelayanan reproduksi yang memenuhi kriteria inklusi yakni akseptor KB Suntik satu bulan di PMB Yufie yakni sebesar 93 orang. Hasil penelitian ini yaitu harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen memilih PMB Yufie dengan nilai t-hitung sebesar 5,35 dan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen memilih PMB Yufie dengan nilai t-hitung sebesar 4,50 sedangkan budaya berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen memilih PMB Yufie dengan nilai t-hitung sebesar 8,13
Analisa Terjadinya Kecelakaan Kerja Pada Proses Pembuatan Map Kancing Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process
Kecelakaan kerja merupakan masalah serius yang dihadapi oleh berbagai industri di seluruh dunia. Meskipun terdapat berbagai upaya untuk meningkatkan keselamatan kerja, insiden kecelakaan kerja masih sering terjadi dan menimbulkan kerugian baik bagi pekerja maupun perusahaan. Dari beberapa penelitian para ahli memberikan indikasi bahwa suatu kecelakaan kerja tidak dapat terjadi dengan sendirinya, akan tetapi terjadi oleh satu atau beberapa faktor penyebab kecelakaan sekaligus dalam suatu kejadian. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan kerja dan mencari solusi agar tidak ada lagi kecelakaan kerja serta untuk melakukan pencegahan kecelakaan kerja di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah mencari faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada proses pemasangan kancing dan memberikan solusi sebagai upaya tindakan preventif agar tidak ada lagi kecelakaan kerja di masa mendatang. Analisa keputusan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP adalah metode pengambilan keputusan yang banyak digunakan di berbagai bidang, dan memungkinkan dilakukannya penilaian sistematis dan kuantitatif terhadap berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan kerja. Dari analisa yang dilakukan dengan menggunakan metode AHP, diperoleh nilai Eigen Value dari kelima faktor penyebab kecelakaan kerja adalah sebagai berikut: Man (1,111), Material (0,931), Machine (1,145), Methods (1,099), dan Environment (1.082). Dari nilai Eigen Value tersebut faktor mesin dan manusia merupakan dua faktor utama terjadinya kecelakaan kerja
Evaluasi Penempatan Rambu-Rambu Lalu Lintas Di Kecamatan Idi Rayeuk Aceh Timur Ditinjau Dari Aspek Kenyamanan Bagi Para Pengguna Jalan
Rekayasa lalu lintas adalah suatu penanganan yang berkaitan dengan perencanaan perancangan operasi lalu lintas jalan raya serta jaringannya. Kecamatan Idi Rayeuk juga merupakan sebuah Kecamatan yang sedang berkembang,. Di Kecamatan Idi Reyeuk terdapat beberapa rambu-rambu lalu lintas yang tidak memadai, baik dari segi jumlah rambu-rambu dan juga penempatan rambu rambu yang mengganggu pejalan kaki atau pengendara. Ada beberapa rambu yang harus di tambahkan seperti Rambu Petunjuk di Rumah Sekolah, SPBU dan Masjid Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka di perlukan studi dan evaluasi penerapan rambu-rambu Lalu lintas dijalan Arteri kecamatan Idi Rayeuk Aceh Timur mulai dari titik Sta awal jalur dua sampai titik akhir pusat perkantoran Kecamatan Idi Rayeuk Aceh Timur yang berjarak 4 km. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting rambu rambu lalu lintas dijalan arteri Kecamatan Idi Rayeuk Aceh Timur Kemudian Mengetahui kesesuaian antara ketentuan dan kebutuhan pada lokasi yang ada serta lokasi yang belum memiliki rambu rambu lalu lintas. Metode penelitian ini Melakukan pengumpulan data dengan melakukan survey langsung ke lokasi penelitian dan data – data yang di perlukan seperti data inventarisasi rambu, peta lokasi. Hasil dari penelitian ini berupa tabel evaluasi rambu dan peta evaluasi penambahan rambu Seperti rambu petunjuk dan Rambu Larangan
POTRET KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI KOTA BANDA ACEH
Leadership is an ability possessed by a person to influence a group of people or subordinates who aim to achieve previously set organizational goals. If in an organization, the portrait of a leader's leadership is problematic, it will cause the institution he leads to have problems. Therefore, the leader of the institution and his portrait of leadership are central things that must be fixed so that they are able to move all the subordinates he leads. The formulation of the problem in this study is How does the Portrait of Leadership Influence the Performance of State Civil Apparatus at the Human Resources Development and Personnel Agency in Banda Aceh City and what factors influence the Performance of State Civil Apparatus at the Human Resources Development and Personnel Agency in Banda Aceh City. This study uses a descriptive Qualitative method, the results of the study show that the Portrait of Leadership applied by the Human Resources Development and Personnel Agency in Banda Aceh City is a Democratic style whose role in organizational life can be said to be in accordance with the expectations of subordinates towards it. Furthermore, the factors that influence the Portrait of Leadership on the Performance of State Civil Apparatus at the Human Resources Development and Personnel Agency in Banda Aceh City based on work quality are that each employee carries out tasks according to their respective duties so that there is no overlapping of authority, whereas when viewed from the quantity of work, some jobs are not completed as they should be
Analisis Pengaruh Serbuk Cangkang Kerang Hijau (Perna Viridis) Sebagai Agregat Terhadap Kuat Tekan Campuran Beton
Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan dan lain lainnya. Karna banyaknya limbah disekitar lingkungan penelitian ini memanfaatkan limbah cangkang kerang hijau berasal dari Desa Serang Jaya Hilir Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingkan kuat tekan beton pada tiap variasi serbuk cangkang kerang terhadap agregat halus yaitu 0%, 5%,10% dan 15% dan mengetahui kuat tekan beton dengan campuran serbuk cangkang kerang hijau dari tiap variasi campuran pada umur 14 hari dan 28 hari. Setelah penelitian didapatkan hasil bahwa; [1] kuat tekan beton umur 14 hari pada campuran beton campuran 0% serbuk cangkang kerang hijau terhadap berat agregat halus yaitu 12,00 Mpa,5% yaitu 12,34 Mpa,10% yaitu 11,88 Mpa dan 15% sebesar 12,17 Mpa. Sedangkan hasil rata-rata nilai kuat tekan beton umur 28 hari pada campuran beton 0% serbuk cangkang kerang hijau terhadap berat agregat halus yaitu 26,30 Mpa,5% yaitu 27,17 Mpa,10% yaitu 24,75 Mpa dan 15% sebesar 26,53 Mpa. [2] kuat tekan beton tertinggi terjadi pada persentase campuran serbuk cangkang kerang 5% yaitu 27,17 Mpa dan persentasi terendah terjadi pada campuran serbuk cangkang kerang 10% yaitu 24,75%
The Implementation of STAD in Improving Students' Reading Skill
In the process of teaching, teachers must employ various strategies to ensure that students grasp and understand the subjects they are learning. One effective strategy for teaching reading is the Student Team Achievement Division (STAD) approach. The objective of this study was to investigate the impact of the STAD technique on improving the reading comprehension scores of students at SMK Kesehatan Assyifa School in Banda Aceh. The sample for this research comprised of twenty-six second-semester grade XI students. The research involved conducting pre-tests and post-tests. The pretest was administered before implementing the STAD strategy and the posttest was conducted after four sessions of STAD treatment. The reading tests encompassed five aspects that aid in enhancing students' reading comprehension; identifying topic sentences, main ideas, details, inferences, synonyms/antonyms, and conclusions. The findings of the study revealed that students improved their reading comprehension through the STAD technique by engaging in discussions with their peers about the issues presented in the reading texts. A comparison of the pretest and posttest results demonstrated that the average score in the posttest was higher than in the pretest. Specifically, the students achieved an average score of 80.19% in the posttest, meeting the criteria for completing the minimum competency standard (KKM) set at 73%. Moreover, the students collaborated in heterogeneous teams to maximize their improvement in each cycle, which fostered a competitive atmosphere in the classroom and heightened students’ motivation to comprehend the reading texts
the RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH TERHADAP JARAK TANAM DAN PEREMPELAN TUNAS AIR: cabe merah, jarak tanam dan perempelan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman cabai merah terhadap perlakuan jaraktanam yang berbeda dan perempelan tunas air, interaksinya serta faktor mandiri dari masing masingperlakuan yang dilaksanakan di Dusun Pelita Desa Suka Damai Kecamatan Lembah SeulawahKabupaten Aceh Besar dengan ketinggian tempat 450 m dpl. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 2 x 3 dan 4 ulangan. Ada dua faktor yangditeliti, yaitu : jarak tanam (J) yang terdiri perlakuan, yaitu : J1 (50 x 50 cm), J2 (60 x 50 cm), J3 (70x 50 cm) dan faktor yang ke dua adalah perempelan tunas air (R) yang terdiri dari dua perlakuan,yaitu R0 (tanpa perempelan tunas air) dan R1 (dengan perempelan tunas air), dengan demikian ada 6kombinasi perlakuan yang diulang 4 kali, maka diperoleh 24 satuan unit percobaan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan jarak tanam danperempelan tunas air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Jarak tanamberpengaruh sangat nyata terhadap panjang buah dan berat buah cabai merah, berpengaruh nyataterhadap jumlah buah, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30, dan 45hst, serta jumlah cabang produktif cabai merah. Perempelan tunas air berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah dan berat buah, berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif dan panjang buah, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman cabai merah pada umur 15, 30, dan 45 hst. R1 (perempelan tunas air) merupakan perlakuan yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan R0 (tanpa perempelan tunas air).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman cabai merah terhadap perlakuan jaraktanam yang berbeda dan perempelan tunas air, interaksinya serta faktor mandiri dari masing masingperlakuan yang dilaksanakan di Dusun Pelita Desa Suka Damai Kecamatan Lembah SeulawahKabupaten Aceh Besar dengan ketinggian tempat 450 m dpl. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 2 x 3 dan 4 ulangan. Ada dua faktor yangditeliti, yaitu : jarak tanam (J) yang terdiri perlakuan, yaitu : J1 (50 x 50 cm), J2 (60 x 50 cm), J3 (70x 50 cm) dan faktor yang ke dua adalah perempelan tunas air (R) yang terdiri dari dua perlakuan,yaitu R0 (tanpa perempelan tunas air) dan R1 (dengan perempelan tunas air), dengan demikian ada 6kombinasi perlakuan yang diulang 4 kali, maka diperoleh 24 satuan unit percobaan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan jarak tanam danperempelan tunas air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Jarak tanamberpengaruh sangat nyata terhadap panjang buah dan berat buah cabai merah, berpengaruh nyataterhadap jumlah buah, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30, dan 45hst, serta jumlah cabang produktif cabai merah. Perempelan tunas air berpengaruh sangat nyataterhadap jumlah buah dan berat buah, berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif danpanjang buah, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman cabai merah pada umur 15,30, dan 45 hst. R1 (perempelan tunas air) merupakan perlakuan yang lebih baik bila dibandingkandengan perlakuan R0 (tanpa perempelan tunas air)
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS)BERBASIS KONTEKSTUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI PERKALIAN
Abstract: The purpose of this study was to develop a contextual-based mathematics Student Worksheet (LKS) that could improve SD/MIN students' conceptual understanding of class II multiplication material. This research is a type of research and development which aims to produce products that are suitable for use in learning mathematics. This study used a development procedure adapted from EDDIE, according to the development procedure recommended by the Ministry of National Education. The steps in the development procedure include product analysis, initial product development, original validation and revision, small-scale field trials and product revision, and evaluation. In this study, the instruments used included LKS assessment questionnaires, test questions, and validation sheets. The data obtained were analyzed using descriptive statistical techniques. The results showed that the developed contextual-based mathematics worksheets met the eligibility criteria, such as being valid, effective, and practical. Valid based on an expert's assessment which shows that the quality of the LKS is in the valid and unrevised category with a percentage by media experts of 83% and material experts 87% and the LKS is in the very practical category with an average value of 4.4. In addition, the effectiveness of using worksheets on students' understanding of concepts has a good impact with an average student score of 80.4 and is categorized as complete in multiplication material. So that it can be concluded that the development of contextually based LKS is valid, feasible, practical and effective for use in learning at MIN 7 city of Banda Aceh.
Keywords: Student Worksheets (LKS), Understanding Concepts, Multiplication.
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan Lembar Kerja Siswa (LKS) matematika berbasis kontekstual yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa SD/MIN pada materi perkalian kelas II. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (research and development) yang bertujuan untuk menghasilkan produk yang layak digunakan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan yang diadaptasi dari EDDIE, sesuai dengan prosedur pengembangan yang direkomendasikan oleh Depdiknas. Langkah-langkah dalam prosedur pengembangan tersebut mencakup analisis produk, pengembangan produk awal, validasi asli dan revisi, uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk, dan evaluasi. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan mencakup lembar angket penilaian LKS, soal tes, dan lembar validasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS matematika berbasis kontekstual yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan, seperti valid, efektif, dan praktis. Valid berdasarkan penilaian dari ahli yang menunjukan bahwa kualitas LKS termasuk kategori valid dan tidak direvisi dengan perentase oleh ahli media 83% dan ahli materi 87% serta LKS berkategori sangat praktis dengan nilai rata-rata 4,4. Selain itu, keefektifan penggunaan LKS terhadap pemahaman konsep siswa berdampak baik dengan capaian rata-rata nilai siswa 80,4 dan dikategorikan tuntas pada materi perkalian. Sehingga dapat dismpulkan bahwa pengembangan LKS berbasis kontekstual sudah valid, layak, praktis dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran. MIN 7 kota Banda Aceh.
Kata kunci: Lembar Kerja Siswa ( LKS ), Pemahaman Konsep, Perkalian