eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
Pengaruh Suhu Terhadap Kinerja Panel Surya: Literature Review
Kajian ini menyajikan studi komprehensif pengaruh suhu terhadap kinerja panel surya. Efisiensi panel surya terbukti dipengaruhi secara signifikan oleh kenaikan suhu operasional. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa peningkatan suhu menyebabkan penurunan tegangan keluaran dan efisiensi konversi daya, meskipun terjadi sedikit peningkatan arus. Kajian ini menganalisis berbagai parameter termal yang mempengaruhi performa panel surya, termasuk koefisien suhu, resistansi termal, dan metode pendinginan yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi efek negatif suhu tinggi. Berbagai teknik mitigasi termal juga dibahas, termasuk sistem pendinginan aktif dan pasif, modifikasi desain, serta material inovatif untuk meningkatkan disipasi panas. Hasil kajian ini dapat menjadi rujukan bagi peneliti dan praktisi dalam pengembangan sistem fotovoltaik yang lebih efisien pada berbagai kondisi iklim
Optimasi Pengoperasian Reaktor Biodiesel Melalui Desain Human Machine Interface (HMI) Menggunakan NB-Designer
Sistem kontrol dan pemantauan manual pada produksi biodiesel seringkali menyebabkan inefisiensi, rentan terhadap kesalahan manusia, dan kurangnya visibilitas waktu nyata. Penelitian ini mengembangkan solusi terintegrasi berupa Human Machine Interface (HMI) untuk mengoptimalkan pengoperasian reaktor biodiesel. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras Omron, di mana Programmable Logic Controller (PLC) CP2E berfungsi sebagai unit kendali dan HMI NB7W-TW01B sebagai pusat visualisasi dan antarmuka operator. Perancangan antarmuka dilakukan menggunakan perangkat lunak NB-Designer, yang memungkinkan pemantauan status mesin, suhu kritis, dan laju alir secara real-time, serta kontrol suhu yang adaptif. Hasil pengujian pada semua fase proses (pemanasan, filtrasi, pencampuran katalis, dan pencampuran akhir) menunjukkan bahwa sistem berfungsi andal dengan delay respons rata-rata 1 detik untuk semua indikator komponen, yang disebabkan oleh delay komunikasi antara HMI dan PLC. Implementasi HMI ini berhasil meningkatkan efisiensi operasional, akurasi kontrol, dan kemudahan pemantauan dalam produksi biodiesel
Desain Trainer Phase Sequence Protector Untuk Praktikum Dasar Energi Listrik
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain trainer Phase Sequence Protector sebagai media pembelajaran pada praktikum Dasar Energi Listrik. Alat ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami prinsip pendeteksian urutan fasa pada sistem tiga fasa, mengingat masih terbatasnya media praktik yang dapat mensimulasikan kondisi urutan fasa secara nyata dan aman. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D, yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Pada tahap validasi, instrumen penilaian skala Likert digunakan untuk memperoleh gambaran kuantitatif mengenai tingkat kelayakan produk. Validasi dilakukan oleh dua ahli media dan dua ahli desain. Hasil validasi menunjukkan bahwa trainer memperoleh persentase kelayakan 90,5% pada aspek media dan 91,65% pada aspek desain, yang keduanya berada pada kategori Sangat Layak. Secara fungsional, trainer mampu mendeteksi variasi urutan fasa dengan baik dan memberikan respon indikator yang sesuai. Kesimpulannya, trainer Phase Sequence Protector ini dinilai layak digunakan sebagai media pembelajaran dan efektif dalam membantu mahasiswa memahami konsep urutan fasa secara lebih konkret dan aplikatif. Produk ini juga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai media pendukung pembelajaran pada bidang kelistrikan tiga fasa
Konfigurasi Seri Paralel dan Honey Combination Pada Kondisi Mismatch I-V Modul Surya
Dalam kondisi ini, sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) masih menggunakan jenis modul surya yang memiliki karakteristik arus dan tegangan yang sama. Namun, situasi ini dapat berubah apabila modul yang digunakan tidak lagi tersedia untuk dibeli. Saat terjadi kerusakan atau gangguan pada sistem, seperti retakan pada lempengan modul, penggantian akan memakan waktu yang lama. Dalam situasi seperti ini, penyaluran daya ke beban yang dilayani oleh modul surya dapat terhambat. Untuk memastikan sistem modul surya tetap berfungsi sepenuhnya, diperlukan alternatif atau metode untuk menemukan modul pengganti yang serupa. Modul pengganti diharapkan memiliki karakteristik arus dan tegangan yang sebanding dengan modul sebelumnya, sehingga dapat membantu mempertahankan kelangsungan kesediaan energi sistem modul surya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana ketidakseragaman karakteristik arus (I) dan tegangan (V) yang terjadi selama instalasi modul surya mempengaruhi daya output. Sistem modul surya yang akan dirancang akan menggunakan dua puluh modul surya yang masing-masing memiliki kapasitas daya 250 W dan disimulasikan menggunakan Simulink. Metode yang digunakan adalah menggabungkan modul surya dengan berbagai karakteristik arus (I) dan tegangan (V) dalam konfigurasi seri paralel (SP) dan kombinasi madu (HC). Ini dilakukan dengan menggantikan modul surya utama dengan modul surya pengganti dari 5% hingga 100% jumlah modul. Arus Isc yang dipilih dianggap sebanding dengan arus yang mengalir pada rangkaian seri paralel. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem modul surya tetap dapat beroperasi dalam kondisi mismatch dan menghasilkan jumlah daya tertinggi. Di kondisi STC, konfigurasi seri paralel (SP) menghasilkan jumlah daya tertinggi dan 40% dari modul yang digantikan dapat dipertahankan oleh konfigurasi ini
ANALISIS VISKOSITAS PADA SISTEM PELUMASAN TOTOYA HARDTOP: perbandingan temperatur minyak pelumas dan nilai viskositas dari penggunaan minyak pelumas
Teknologi pada bidang otomotif khususnya motor pembakaran dalam, sirkulasi oli pada mesin berperan sebagai pelumas. Sistem pelumasan adalah suatu zat kimia yang umumnya berupa cairan yang diberikan di antara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dimana tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar perbandingan temperatur minyak pelumas dan nilai viskositas dari penggunaan minyak pelumas drum dan minyak pelumas MesranSuper. Pengujian ini dilakukan pada jarak 10 km, 20 km, 30 km, 40 km, 50 km. Data penelitian akan diolah dengan menggunakan rumus perbandingan persentase. Dari hasil penelitian diperoleh temperatur minyak pelumas drum sebesar 44,5˚C, 49,3˚C, 56,5˚C, 63,7˚C, dan 69,1˚C. Penelitian dengan minyak pelumas Mesran Super diperoleh suhu 43,5˚C, 47,9˚C, 54,5˚C, 59,7˚C, dan 62,1˚C. Dari hasil penelitian diketahui nilai kekentalan minyak pelumas drum adalah 7,1 Pa.s, 6,71 Pa.s, 6,32 Pa.s, 6,00 Pa.s, 5,68 Pa.s. Penelitian dengan minyak pelumas Mesran Super diperoleh nilai viskositas sebesar 8,13 Pa.s, 7,86 Pa.s, 6,71 Pa.s, 6,19 Pa.s, 5,81 Pa.s. Temperatur yang tinggi dapat mengubah nilai kekentalan oli, selain temperatur yang tinggi, faktor lain yang mempengaruhi kekentalan adalah kecepatan putaran mesin dan tekanan pada mesin
Optimalisasi Bukaan Median dan Dampaknya terhadap Arus Lalu Lintas di Jalan Teuku Umar - Banda Aceh
Untuk mengakomodir pergerakan lalu lintas, pada ruas jalan dimungkinkan memiliki beberapa titik bukaan median yang memungkinkan kendaraan merubah arah perjalanan berupa gerakan putar balik arah atau diistilahkan sebagai gerakan U-Turn. Kendaraan saat melakukan gerak U-Turn pada bukaan median membutuhkan lebih banyak waktu, sehingga berakibat tertundanya pengguna jalan baik yang searah maupun berlawanan arah. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pengaruh Gerak U-Turn pada bukaan median terhadap karakteristik arus lalu lintas Di Ruang Jalan Teuku Umar Banda Aceh (Studi Kasus Depan Pasar Seutui). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa waktu tempuh rata-rata kendaraan yang akan melakukan U-Turn, panjang antrian saat melakukan U-Turn, serta waktu tempuh rata-rata kendaraan yang terganggu dan tidak terganggu akibat U-Turn dan untuk mengetahui tingkat pelayanan pada jalan Teuku Umar. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memperkaya pengalaman dan dapat dijadikan tambahan referensi untuk melakukan studi mengenai kemacetan lalu lintas, khususnya pada area bukaan median jalan Di Ruang Jalan Teuku Umar Banda Aceh. Metode yang digunakan pada peneleitian ini adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini jumlah volume arus lalu lintas kendaraan (Qtotal) dari arah Sp. Tiga menuju Sp. Jam 1546 smp/jam sedangkan arah Sp. jam menuju Sp. Tiga 1685 smp/jam. Dengan nilai derajat kejenuhan (DS) Sp. Tiga – Sp. Jam 0,43 dan arah Sp. Jam – Sp. Tiga 0,47 sehingga dikategorikan tingkat pelayanan level of service (LOS) C maka kondisi jalan tersebut memiliki arus yang stabil, kecepatan dipengaruhi oleh lalu lintas dan volume pelayanan jalan sesuai untuk perencanaan jalan kota. Nilai Kapasitas jalan di dalam kondisi aman serta sanggup menampung arus pada jalan tersebut dikarenakan nilai kapasitas perhitungan diperoleh sebesar 3607 smp/jam belum melebihi dari nilai kapasitas dasar yaitu sebesar 4950 smp/jam
Analysis Probability Of Public Transportation Mode Choice Between Bus And Hiace Minibus On The Lhokseumawe - Banda Aceh Route
Transportasi memegang peran penting dalam mendukung pembangunan nasional, berfungsi sebagai penggerak, fasilitator, dan penghubung antarwilayah. Dalam perencanaan transportasi, pemodelan pemilihan moda menjadi aspek krusial mengingat peran strategis angkutan umum dalam membentuk kebijakan transportasi. Pada rute Lhokseumawe–Banda Aceh, penumpang dihadapkan pada pilihan antara dua jenis transportasi umum berbasis jalan: bus antar kota Putra Pelangi dan minibus HiAce. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pengguna transportasi umum, faktor yang memengaruhi pemilihan moda, serta probabilitas pemilihan bus Putra Pelangi atau minibus HiAce pada rute tersebut. Metode stated preference digunakan, dengan analisis data mengacu pada model binary logit melalui perangkat lunak SPSS. Hasil survei menunjukkan kecenderungan responden: 38 orang memilih bus Putra Pelangi, sedangkan 62 orang memilih minibus HiAce. Mayoritas penumpang berusia 20–30 tahun. Responden laki-laki cenderung memilih bus, sementara perempuan lebih memilih minibus HiAce. Dari segi pendapatan, penumpang dengan penghasilan Rp500.000–Rp1.000.000 per bulan cenderung memilih bus, sedangkan yang berpenghasilan di atas Rp3.000.000 lebih memilih minibus HiAce. Faktor-faktor tersebut terbukti signifikan memengaruhi pemilihan moda, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,963 atau 96,3%, menunjukkan kekuatan penjelas model yang tinggi. Fungsi utilitas yang diperoleh dari model binary logit adalah: Ubus-UHiace = 0.569 + 0.022X₁ + 0.108X₂ + 0.019X₃ + 0.129X₄ + 0.018X₅ Analisis probabilitas menunjukkan bahwa jika kedua moda transportasi ditawarkan dengan tarif yang sama, kemungkinan pemilihan bus Putra Pelangi hanya 4%, sedangkan minibus HiAce dipilih oleh 96% responden. Namun, jika tarif bus Putra Pelangi diturunkan sekitar Rp90.000, probabilitas pemilihan kedua moda akan setara, masing-masing dipilih oleh 50% penumpang
Pemodelan Pemilihan Moda Transportasi Udara Dan Darat Rute Lhokseumawe-Medan
The choice of transportation mode is influenced by various travel characteristics and individuals’ socio-economic factors. This study employed an observational method followed by multiple linear regression analysis to identify the factors affecting mode choice, as well as a binary logit model to estimate the probability of selecting each mode. Data were collected through a questionnaire survey of 296 respondents. The results indicate that land transportation modes (public buses and minibuses) were more commonly chosen by female respondents, aged ≤30 years, with a high school education, who were students, had a monthly income of ≤Rp3,000,000, travel costs of ≤Rp300,000, and travel times of ≥3 hours. In contrast, air transportation tended to be chosen by male respondents, aged >30 years, holding a bachelor's degree, employed as civil servants, and earning more than Rp3,000,000, with the main reason being comfort despite the higher travel cost (>Rp300,000). The regression analysis showed that gender, education level, monthly income, travel cost, and travel time significantly influenced transportation mode choice. The binary logit model estimated a 60% probability for choosing air transportation and 40% for land transportation. These findings provide valuable input for transportation planners in formulating policies to improve accessibility and the quality of transportation services
Analisis Efisiensi Biaya Produksi Batako, Batu Bata Merah dan Hebel Dengan Penerapan Metode Target Costing
This research is driven by the importance of cost efficiency in the local building material industry in Aceh, especially in addressing fluctuations in raw material prices, high labor costs, and limited production technology. The study aims to analyze the cost efficiency of producing three types of construction materials batako (concrete blocks), red bricks, and lightweight bricks (hebel) using the target costing method. The research was conducted at three local business units in Aceh: Usaha Aneka Lobang Angin (batako), Sentral Batu Bata (red bricks), and BUMG Pulo Kemiro (hebel). A descriptive quantitative approach was used, with data collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The analysis showed that the cost efficiency levels of each product were 93.33% for batako, 92.96% for hebel, and 90.00% for red bricks. These figures were calculated by comparing the target cost with actual production costs, based on a 25% profit margin. Factors affecting efficiency include raw material prices, production methods, daily productivity, and overhead costs. Among the three, batu bata merah was identified as the most efficient and suitable product for development by small and medium enterprises (SMEs) in Aceh. The application of the target costing method helps business actors control costs, improve production efficiency, and support sustainable business growth
Pemodelan Kecelakaan Sepeda Motor di Kota Banda Aceh Dengan Regresi Poisson dan Regresi Binomial Negatif
This research analyzes the frequency of motorcycle traffic accidents occurring on national roads in Banda Aceh City. Its primary aim is to determine the variables that contribute to motorcycle accidents and to establish the most appropriate predictive model for explaining how these variables relate to accident occurrences. Accident data from 2018–2020 were collected from 14 road segments and classified into 27 observation points, complemented by traffic flow and geometric road characteristics. The analysis included multicollinearity testing (VIF < 10), Poisson regression modeling, overdispersion testing, negative binomial modeling, and model selection using the Akaike Information Criterion (AIC). The Poisson model exhibited overdispersion (Deviance/df = 5.86), leading to the use of the negative binomial model, which reduced the ratio to 1.16 and yielded a lower AIC value (191.49) compared to the Poisson model (253.73). Results indicated three significant variables at α = 0.05: traffic volume, lane width, and the presence of U-turns. A 1% increase in traffic volume raised accident expectations by 1.0694 times, while a 1-meter lane width increase reduced accident expectations to 0.413 times; conversely, U-turn presence increased accidents by 2.217 times. These findings highlight the importance of improving road capacity through lane widening, regulating U-turn locations, and managing driving behavior on high-volume roads to reduce accident risk