E-journal Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Not a member yet
    982 research outputs found

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Diskursus Multi Representasi (DMR) Berorientasi Masalah Kontekstual terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Siompu

    No full text
    The aim of this research is to determine the effect of the contextual problem-oriented DMR learning model on the mathematical communication abilities of grade VIII students at SMP Negeri 4 Siompu. Thi research is a quantitative research with a quasi-experimental method using a post-test only control group design. The population in this study were all students in grade VIII of SMP Negeri 4 Siompu. The research sample consisted of 2 classes, namely class = 24 students (experimental class) and class = 23 students (control class). The research instrument is in the form of essay questions. The results of the research obtained an average learning outcome for experimental class students of 78.33 and an average learning outcome for control class students of 69.78. Based on the results, = 2.179 with df = 45 and significant (2-tailed) = 0.035 < (  (0.05) so it can be concluded that (H0) is rejected and (H1) is accepted. This means that there is an influence between students who are taught using the contextual problem-oriented DMR learning model and conventional learning models on the mathematical communication abilities of grade VIII students at SMP Negeri 4 Siompu.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Diskursus Multi Representasi (DMR) berorientasi masalah kontekstual terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Siompu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Siompu. Sampel penelitian ini terdiri dari 2 kelas yaitu kelas  = 24 siswa (kelas eksperimen) dan kelas  = 23 siswa (kelas kontrol). Instrumen penelitian berupa soal essay. Hasil penelitian  memperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 78,33 dan rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol sebesar 69,78. Berdasarkan hasil uji tersebut bahwa = 2,179 dengan df = 45 dan signifikan (2-tailed) = 0,035 < ( (0,05) sehingga disimpulkan (  (  diterima. Hal ini berarti bahwa ada pengaruh antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Diskursus Multi Representasi (DMR) berorientasi masalah kontekstual dan  model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Siompu

    Pengembangan Proses Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Materi Bangun Datar Segi Empat Dikelas VII SMP Negeri 12 Baubau

    No full text
    This research was conducted to determine the validity, practicality and effectiveness of the method for developing a differentiated learning process on quadrilateral shape Material at SMP Negeri 12 Baubau. This research used a development research with the steps: design, development, implementation and evaluation (ADDIE). This research had a population of 114 students and the sample wa 29 student for experimental class, and 29 students for control. The instruments used in this research were instruments in the form of student response questionnaires, teacher response questionnaires, student activity observation sheets, and differentiated learning ability tests. The data was collected by giving questionnaires, observing student activities and giving ability test sheets. The results of this research show that, the differentiated learning process on quadrilateral shape material in class VII.B, the level of validity obtained from the validator is 4.9, including being declared valid, practical because the average percentage of student responses is 93.10% and teacher responses are 97.5% is in the positive and effective category because the average percentage of student activity is 82.75% which is in the very good category and the student ability test obtained from the analysis of the mean difference between the experimental and control classes is at a significant 0.000 < 0,05 which means that the learning process effective differentiation in improving students’ abilities.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui valid, praktis dan efektifan dari metode pengembangan proses pembelajaran berdiferensiasi pada materi bangun datar segiempat di SMP Negeri 12 Baubau. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan 5 (lima) tahap: analysis, design, development, implementation, dan evaluation (ADDIE). Populasi penelitian sebanyak 114 siswa dan sampel yang digunakan sebanyak 29 untuk kelas eksperimen dan 29 siswa untuk kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrumen berbentuk angket respon siswa, angket respon guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan tes kemampuan pembelajaran berdiferensiasi. Teknik pengumpulan datanya yaitu pemberian angket, observasi aktivitas siswa, dan pemberialn lembar tes kemampuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran berdiferensiasi pada materi bangun datar segiempat dikelas VII.B, tingkat kevalidan yang diperoleh dari validator yaitu 4,9 dari nilai maksimal 5 (dinyatakan valid), praktis karena presentase rata-rata respon siswa 93,10% dan respon guru 97,5% berada pada kategori positif dan efektif karena persentase rata-rata aktivitas siswa 82,75% berada pada kategori sangat baik dan tes kemampuan siswa diperoleh hasil analisis uji beda rerata kelas eksperimen dan kontrol berada pada taraf signifikan 0,000<0,05 yang berarti bahwa proses pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan kemampuan matematika siswa

    THE EFFECT OF TEACHING STYLE ON STUDENTS’ ENGLISH PROFICIENCY AT SMA NEGERI 5 BAUBAU

    No full text
    Problem statement of this research was whether there is any positive and significant effect of teaching style on students' English proficiency at SMA Negeri 5 Baubau. Objective of this research was to find out the effect of teaching style on students' English proficiency at SMA Negeri 5 Baubau. This research used a quantitative approach applying ex post facto method. Population in this research was all grade eleven students of SMA Negei 5 Baubau consisted of 192 students. The sample was taken by using simple random sampling technique namely 50 students at grade eleven of SMA Negeri 5 Baubau. Instrument of this research were questionnaire and test. Research outcomes indicate that score of F count was 0.050 with the significant value was 0.825. Because score of F count was greater than F table and score of significant was greater than α (0.05). It means that there was not any positive and significant effect of teaching style on students’ English proficiency at SMA Negeri 5 BaubauRumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah ada pengaruh positif dan signifikan antara gaya mengajar terhadap kemampuan bahasa Inggris siswa di SMA Negeri 5 Baubau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya mengajar terhadap kemampuan bahasa Inggris siswa di SMA Negeri 5 Baubau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas sebelas SMA Negeri 5 Baubau yang berjumlah 192 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling yaitu 50 siswa kelas XI SMA Negeri 5 Baubau. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F count adalah 0,050 dengan nilai signifikan sebesar 0,825. Karena nilai F count lebih kecil dari F tabel dan nilai signifikan lebih besar dari α (0,05). Ini berarti bahwa tidak ada pengaruh positif dan signifikan dari gaya mengajar terhadap kemampuan bahasa Inggris siswa di SMA Negeri 5 Baubau

    SECONDARY ENGLISH LANGUAGE TEACHER’S PERCEPTIONS OF STUDENTS DIFFICULTIES IN LEARNING VOCABULARY FACED BY INDONESIAN EFL STUDENTS

    No full text
    Many EFL (English as a Foreign Language) students are aware of the importance of having good English language proficiency. Yet, many have not had much success in learning the vocabularies. Vocabularies is one of the most important aspects in learning English. Why do students have difficulties in learning English vocabulary? What efforts do they need to solve the problem in learning English vocabularies? The purpose of this study is to investigate the difficulties that hinder secondary school EFL students from mastering English vocabularies based on secondary English language teachers’ perceptions. The respondents of this study are four English subject teachers who teach English at SMP N 1 Buton. The English teachers were chosen as respondents because they had the most insight into their students' performance and the difficulties, they encountered in learning English vocabulary. The questionnaire, which served as the primary research tool, was employed to gather data on the EFL teachers' perceptions regarding the difficulties faced by their secondary EFL students in learning English vocabulary, and what efforts these EFL teachers should make in teaching vocabulary learning effectively to students. The results showed that the main difficulties or problems for students in learning vocabulary were related to students’ lack of motivation, limited teaching materials, lack of English exposure, and inadequate learning facilities. Regarding the EFL teacher's efforts in improving students’ English vocabulary was done by approaching interactive learning variations using the help of digital learning media that adapts to the development of the current era to improve students English vocabulary. This highlights that students’ motivation is the main problems for EFL students, with teaching material and English exposure also showed other factors that hinders them from mastering English vocabulary. Therefore, it suggests that new teaching and learning strategies should be introduced to address these challenges in English vocabulary learning.Banyak siswa EFL (English as a Foreign Language) menyadari pentingnya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Namun, banyak dari mereka yang belum berhasil dalam mempelajari kosakata. Kosakata merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam belajar bahasa Inggris. Mengapa siswa kesulitan dalam mempelajari kosakata bahasa Inggris? Upaya apa yang perlu mereka lakukan untuk mengatasi masalah dalam mempelajari kosakata bahasa Inggris? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kesulitan-kesulitan yang menghambat siswa EFL di sekolah menengah dalam menguasai kosakata bahasa Inggris berdasarkan persepsi guru bahasa Inggris sekolah menengah. Responden dalam penelitian ini adalah empat guru mata pelajaran bahasa Inggris yang mengajar di SMP N 1 Buton. Para guru bahasa Inggris dipilih sebagai responden karena mereka memiliki wawasan yang paling mendalam mengenai kinerja siswa mereka dan kesulitan yang mereka hadapi dalam mempelajari kosakata bahasa Inggris. Kuesioner yang digunakan sebagai alat penelitian utama digunakan untuk mengumpulkan data mengenai persepsi guru EFL mengenai kesulitan yang dihadapi oleh siswa EFL mereka dalam mempelajari kosakata bahasa Inggris, serta upaya yang harus dilakukan oleh guru EFL dalam mengajarkan pembelajaran kosakata secara efektif kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama yang dihadapi siswa dalam mempelajari kosakata terkait dengan kurangnya motivasi siswa, keterbatasan bahan ajar, kurangnya paparan bahasa Inggris, dan fasilitas pembelajaran yang tidak memadai. Mengenai upaya guru EFL dalam meningkatkan kosakata bahasa Inggris siswa dilakukan dengan pendekatan variasi pembelajaran interaktif menggunakan bantuan media pembelajaran digital yang disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini untuk meningkatkan kosakata bahasa Inggris siswa. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi siswa adalah masalah utama bagi siswa EFL, dengan bahan ajar dan paparan bahasa Inggris juga menunjukkan faktor lain yang menghambat mereka dalam menguasai kosakata bahasa Inggris. Oleh karena itu, disarankan bahwa strategi pengajaran dan pembelajaran baru harus diperkenalkan untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dalam pembelajaran kosakata bahasa Inggris

    UPAYA BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA MONEY POLITIC

    No full text
    This research aims to understand the efforts of the Election Supervisory Agency (Bawaslu) in preventing money politics, especially in Tarafu Village, Batupoaro Subdistrict, Baubau City, and the inhibiting factors faced by the Election  Supervisory Agency in  eradicating  money politics in  Tarafu  Village, Batupoaro Subdistrict, Baubau City. The research method employed is literature review and field study with the principles approach using Law Number 7 of 2017 and the Constitution of the Republic of Indonesia. The research specification is descriptive.  Data  sources  involve  direct  question  and  answer  sessions  with election organizers including the General Election Commission (KPU), the Election Supervisory Agency (Bawaslu), involved legislative candidates, and the residents of Tarafu Village, Batupoaro Subdistrict, Baubau City, as well as books and internet articles related to the researched title. The data collection method is literature review. The data presentation method is in the form of narrative text, systematically outlined. Data analysis is qualitative. Based on the results of the research and discussion in this thesis, it can be concluded that the efforts of the Election Supervisory Agency in preventing money politics, especially in Tarafu Village, Batupoaro Subdistrict, Baubau City, are through  intensive  socialization,   direct  enforcement  against  violations,  and internal  capacity  building.  Although  there  are  reports  from  the  Subdistrict Election Supervisory Committee (Panwascam), most do not meet the material criteria for further action. Overall, these efforts by Bawaslu have succeeded in reducing the practice of money politics, although there are still challenges in collecting  evidence and  handling  reports.  The inhibiting factors faced  by the Election Supervisory Agency in combating Money Politics in Tarafu Village, Batupoaro Subdistrict, Baubau City are as follows: Economic Factors, Cultural Factors, and Lack of Public Knowledge About Politics.Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya Bawaslu dalam mencegah terjadinya politik uang   khususnya  di Kelurahan Tarafu kecamatan Batupoaro Kota Baubau dan faktor penghambat Badan Pengawas Pemilihan Umum dalam memberantas money politic di Kelurahan Tarafu Kecamatan Batupoaro  Kota Baubau. Metode penelitian studi kepustakaan dan studi lapangan dengan pendekatan prinsip-rinsip dengan pendekatan Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Metode  pengumpulan  data  adalah  studi  kepustakaan.  Metode  penyajian  data dalam bentuk teks naratif yakni uraian secara sistematis.  Analisis data secara kualitatif. Berdasarkan hasil  menunjukan bahwa Upaya  Bawaslu  Dalam  Mencegah  Terjadinya Politik Uang melalui sosialisasi intensif, penindakan langsung terhadap pelanggaran, dan peningkatan kemampuan internal, meskipun terdapat laporan dari Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam), kebanyakan tidak memenuhi kriteria materil untuk tindakan lebih lanjut. Secara keseluruhan, upaya Bawaslu ini  berhasil  mengurangi  praktik  politik  uang,  meskipun  masih  ada  tantangan dalam pengumpulan bukti dan penanganan laporan.  Faktor yang menghambat Badan Pengawas Pemilihan Umum dalam memberantas Money Politic di Kelurahan Tarafu  Kecamatan Batupoaro  Kota Baubau  yaitu faktor ekonomi, faktor budaya dan faktor kurangnya Pengetahuan Masyarakat Tentang Politi

    Manajemen Tata Kelola Sampah Dalam Upaya Mewujudkan Kelurahan Sehat, Kelurahan Bone-Bone Kecamatan Batupoaro Kota Baubau

    No full text
    Pengelolaan sampah menjadi tantangan bagi kota-kota di dunia, termasuk Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen tata kelola sampah di Kelurahan Bone-Bone dalam upaya menciptakan lingkungan sehat. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan telah dilakukan melalui penetapan jadwal pembuangan sampah, meskipun masih terdapat keterbatasan fasilitas bak sampah. Pengorganisasian melibatkan RT, RW, dan Pokja Sehat, namun mekanisme piket belum berjalan optimal. Pelaksanaan program kebersihan cukup efektif dalam sosialisasi, tetapi pelatihan daur ulang sampah belum terealisasi. Pengawasan dilakukan melalui pembagian tugas piket, namun masih perlu penguatan dalam implementasiny

    INCORPORATING FREE WRITING TECHNIQUE IN ENGLISH CLASS: A CLASS ROOM ACTION RESEARCH TO IMPROVE STUDENTS’ WRITING ABILITY

    Full text link
    This classroom action research aims to assist students overcome their writing problems and enhance the quality of their writing using freewriting technique. Specifically, the research aimed to address two research questions: (1) Is there any improvement on students’ writing quality through the implementation of free writing technique? (2) How is students’ perception toward the implementation of free writing technique? The research was carried out at SMPN 48 Buton during the even semester of academic-year 2023/2024 with 25 participants. The study was conducted in two cycles, with three steps in each cycle: preparation, implementation, and observation.  Writing tests were applied to collect data on students’ writing performance, and students’ perceptions toward the application of freewriting technique were gathered through interview. The data were analyzed quantitatively and qualitatively. The results of the research shows that: (1) students’ writing quality is successful to be improved in two cycles of the implementation of freewriting technique, and (2)  in general, students regard that their writing quality improve since freewriting technique is motivated, and the techique is also effective to reduce their writing anxiety. This implies that freewriting technique is significantly effective to improve students’ writing quality.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk membantu mengatasi kesulitan siswa dalam menulis melalui  penerapan teknik freewriting. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan penelitian: (1) Apakah ada peningkatan kualitas tulisan siswa melalui penerapan teknik freewriting? (2) Bagaimana persepsi siswa terhadap penerapan teknik freewriting? Penelitian ini dilakukan di SMPN 48 Buton pada semester genap tahun ajaran 2023/2024 dengan peserta kelas VIII yang berjumlah 25 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan tiga langkah dalam setiap siklus: persiapan, pelaksanaan, dan observasi. Tes menulis diterapkan untuk mengumpulkan data tentang kinerja menulis siswa, dan persepsi siswa terhadap penerapan teknik menulis bebas dikumpulkan melalui wawancara. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas tulisan siswa berhasil ditingkatkan dalam dua siklus, dan (2) secara umum, siswa menganggap bahwa kualitas tulisan mereka meningkat karena teknik freewriting tersebut memotivasi juga efektif untuk mengurangi kecemasan menulis mereka

    Analisis Literasi Numerasi Siswa melalui Pull Out Photo Math Box dengan Teknologi Augmented Reality sebagai Media Visual

    Full text link
    The numeracy literacy level of Indonesian students remains low, as indicated by the 2022 PISA results, highlighting the urgent need to improve mathematics teaching methods. This low literacy level affects students' readiness to adapt to technological developments and future labor market demands. This study aims to analyze students’ numeracy literacy in solving problems related to measures of central tendency using the Pull out photo math box integrated with augmented reality technology as an interactive and engaging visual learning medium. This study employed a qualitative approach. Data collection techniques included a numeracy literacy test administered to 29 eighth-grade students from class VIII-B at SMP N 1 Trangkil, as well as interviews with two students each from high, medium, and low numeracy literacy categories. Data analysis was carried out in four stages: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings revealed that in solving statistical problems, particularly those involving measures of central tendency, students with high numeracy literacy were able to meet all indicators of numeracy literacy. Students in the medium category were able to use numbers and interpret necessary data, were fairly competent in using mathematical symbols, and reasonably fluent in solving problems, but were not yet able to draw complete and accurate conclusions. Meanwhile, students with low numeracy literacy could use numbers and identify required data, but had difficulty using symbols correctly, were not fluent in problem-solving, and were unable to make complete and accurate conclusions.Tingkat literasi numerasi siswa Indonesia masih tergolong rendah menurut hasil PISA 2022, yang menunjukkan perlunya perbaikan signifikan dalam metode pengajaran matematika. Rendahnya literasi ini berdampak pada kesiapan siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi serta dunia kerja yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa dalam menyelesaikan soal matematika menggunakan media pull out photo math box berbasis augmented reality sebagai salah satu solusi pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi pelaksanaan tes literasi numerasi terhadap 29 siswa kelas VIII-B di SMP N 1 Trangkil, serta wawancara yang dilakukan kepada 1 perwakilan siswa dari kategori literasi numerasi kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Analisis data dilakukan melalui empat tahap utama, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan soal statistika, khususnya ukuran pemusatan data, siswa dengan literasi numerasi tinggi dapat memenuhi seluruh indikator literasi numerasi. Siswa dengan kategori sedang mampu menggunakan angka dan menguraikan data, cukup baik dalam penggunaan simbol, namun belum dapat menarik kesimpulan dengan lengkap dan tepat. Siswa dengan literasi numerasi rendah dapat menggunakan angka dan menyebutkan data, namun kurang tepat dalam penggunaan simbol, tidak lancar dalam menyelesaikan soal, dan tidak mampu menyimpulkan dengan lengkap dan tepat.     &nbsp

    LINGUISTIC FEATURES OF INDONESIAN ENGLISH: EVIDENCE FROM PEDIATRICIANS, TVRI BROADCASTERS, AND WAITRESSES

    Full text link
    This research investigates the linguistic features of English variety used by Indonesian speakers in professional settings, specifically among pediatricians, South Sulawesi TVRI broadcasters, and waitresses. The research addresses how occupational background and first language influence the use of English in spoken interactions. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through recorded interviews with seven participants from the three professions. The analysis focused on phonological, lexical, and syntactic features, revealing a range of linguistic phenomena such as vowel shifts, glottal stops, and code-switching, which reflect both regional accents and the speakers' social contexts. Notably, pediatricians showed phonological transfer from regional languages like Butonese and Buginese, while broadcasters demonstrated lexical borrowing and occasional formal register inconsistency. Waitresses exhibited simpler sentence structures with noticeable pronunciation influences from their vernaculars. The findings highlight how English spoken by Indonesian professionals is shaped not only by linguistic competence but also by sociolinguistic variables such as occupation, regional origin, and communicative purpose. This research contributes to the understanding of World Englishes and emphasizes the importance of sociolinguistic awareness in teaching and evaluating English proficiency in multilingual societies.Penelitian ini mengkaji fitur linguistik varietas bahasa Inggris yang digunakan oleh penutur Indonesia dalam konteks profesional, khususnya di kalangan dokter anak, penyiar TVRI Sulawesi Selatan, dan pelayan restoran. Penelitian ini membahas bagaimana latar belakang pekerjaan dan bahasa ibu memengaruhi penggunaan bahasa Inggris dalam interaksi lisan. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara tercatat dengan tujuh peserta dari ketiga profesi tersebut. Analisis difokuskan pada fitur fonologis, leksikal, dan sintaksis, yang mengungkapkan berbagai fenomena linguistik seperti pergeseran vokal, hentian glotal, dan pergantian kode, yang mencerminkan aksen regional dan konteks sosial penutur. Secara menonjol, dokter anak menunjukkan transfer fonologis dari bahasa daerah seperti suku Buton dan suku Bugis, sementara penyiar menunjukkan peminjaman leksikal dan ketidakkonsistenan register formal sesekali. Pelayan restoran menunjukkan struktur kalimat yang lebih sederhana dengan pengaruh pengucapan yang jelas dari bahasa daerah mereka. Temuan ini menyoroti bagaimana bahasa Inggris yang digunakan oleh profesional Indonesia dibentuk tidak hanya oleh kompetensi linguistik tetapi juga oleh variabel sosiolinguistik seperti profesi, asal daerah, dan tujuan komunikasi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang varietas bahasa Inggris di dunia dan menekankan pentingnya kesadaran sosio-linguistik dalam pengajaran dan penilaian kemahiran bahasa Inggris di masyarakat multilingual

    Instrumentasi Alat DCP Untuk Menilai Kekuatan Tanah Terhadap Subbase Jalan Poros Kabupaten Buton Utara – Kabupaten Buton

    Full text link
    Uji Penetrasi Kerucut Dinamis (DCP) digunakan untuk memperkirakan nilai CBR lapangnan pada sub base jalan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk  menentukan nilai kepadatan tanah serta  korelasi antara CBR-DDT . Pengujian alat DCP dilakukan setiap interval 100 m sepanjang 1000 m. Nilai Daya dukung tanah (Sub base)  Pada Perkerasan Jalan Poros Kabupaten Buton Utara – Kabupaten Buton ,  CBR rata -rata adalah  26,87 % dan nilai CBR-DDT adalah 7,45. nilai daya dukung yang disyaratkan perkerasan sub base minimal 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas daya dukung perkerasan tanah pada STA 62+000 – STA 63+000 adalah 26,87 % cukup rendah

    458

    full texts

    982

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-journal Universitas Dayanu Ikhsanuddin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇