Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
The Influence of Johnny’s Communication Center YouTube Vlogs on English Learning Interest Among NCTzen in Indonesia
This study aims to determine whether Johnny's Communication Center YouTube vlogs have an influence on English learning interest among NCTzen in Indonesia. This article uses a quantitative approach and survey research method. The data collection technique used a questionnaire distributed through social media X (Twitter) to approximately 100 NCTzen community who are still in high school and watch Johnny's Communication Center vlogs on YouTube. This study found that Johnny's Communication Center YouTube vlogs significantly enhance interest in learning English among NCTzens in Indonesia, with a positive regression coefficient of 1.391. The results highlight the potential of leveraging social media and K-pop idols to develop effective educational strategies for young learners
Analisis Kesiapan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Kun Karima Pandeglang
SMA Kun Karima selaku sekolah penggerak Angkatan 2 yang mengimplementasikan kurikulum merdeka sehabis pandemic Covid 19, perihal tersebut dipengarui oleh pertumbuhan teknologi yang sangat pesat sehingga pengaruhi pergantian kebijakan pemerintah spesialnya di bidang Pembelajaran dengan merubah kurikulum 2013 jadi Kurikulum Merdeka, buat itu hendak terjalin pergantian serta tantangan guru dalam melaksanakan Kurikulum baru tersebut, makalah ini bertujuan menganalisa serta mengevaluasi kegiapan guru Pembelajaran Agama Islam di SMA Kun Karima Pandeglang dalam mempraktikkan Kurikulum Merdeka di kelas X serta XII, Fokusnya merupakan Perencanaan Pendidikan, Penerapan Pendidikan serta Asesmen Pendidikan. Dengan riset mengunakan tata cara kualitatif dengan pendekatan study deskriptif dengan satu responden, hasil merumuskan dalam perencanaan guru sanggup membuat materi ajar serta tujuan pendidikan cocok dengan ciri area SMA Kun Karima, serta guru sanggup mempraktikkan langka- langka pendidikan cocok dengan Materi Ajar yang dibuatnya, terakhir guru melaksanakan asesmen formatif serta sumatif cocok dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Dalam riset ini teruji guru guru Pembelajaran Agama Islam di SMA Kun Karima memiliki kesiapan serta kematangan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Buat mengoptimalkan pencapaian tujuan Pembelajaran yang di harapkan riset ini menggarisbawahi menyesuaikan diri guru dalam implementasi Kurikulum baru serta tingkatkan mutu pengajaran buat kesinambungan pertumbuhan Pembelajaran
Adaptasi Karakter “Maleficent: Mistress of Evil” Pada Busana Pesta Malam
Maleficent adalah tokoh utama Protagonis, yang pada akhirnya diceritakan dengan menarik tentang alasan mengapa Maleficent berakhir sebagai tokoh Antagonis. Perubahan karakter tersebut dapat mengubah aspek-aspek pendukungnya, salah satunya adalah aspek visual termasuk kostum yang digunakan. Perubahan dari karakter Antagonis menjadi Protagonis yang dimasukkan dengan unsur gaun malam dan kostum yang digunakan oleh Maleficent dalam film "Maleficent: Mistress of Evil", diadaptasi menjadi gaun malam dengan model ball gown. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakter Maleficent dapat diinterpretasikan ke dalam desain busana, serta bagaimana elemen-elemen spesifik seperti aksesoris dan material dapat mempengaruhi hasil akhir gaun. Metode yang digunakan adalah Three-stage design process, yang terdiri dari 3 tahap: Definisi & Riset Masalah, Eksplorasi Kreatif, dan Implementasi. Hasil dari pengembangan desain pada karakter adaptasi "Maleficent: Mistress of Evil" pada gaun malam dengan model ball gown yang diciptakan memenuhi unsur kostum Maleficent dan karakteristik gaun malam dengan model ball gown dengan menggunakan warna hitam dan korsase berwarna emas, serta aksesoris headpiece berbentuk tanduk Maleficent merupakan penggambaran karakter Maleficent yang memiliki sifat yang kuat, tegas, dan penyayang
Inovasi Hybrid Kurikulum Sekolah Dan Pondok Pesantren Pada Era Teknologi Informasi
Pesantren, sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang menuntut adaptasi, meskipun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya. Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di pesantren terbentur pada keterbatasan akses teknologi karena aturan internal yang membatasi penggunaan perangkat elektronik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep inovasi hybrid kurikulum yang menggabungkan metode pembelajaran konvensional dan digital, untuk menjawab tantangan modern tanpa mengabaikan nilai-nilai inti pesantren. Metode yang digunakan adalah studi pustaka atau **literature review**, yang menganalisis berbagai literatur terkait kurikulum hybrid dan implementasinya di lingkungan pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa hybrid kurikulum dapat menjembatani kebutuhan modernisasi pendidikan dengan nilai-nilai pesantren, meskipun terdapat kendala akses teknologi dan resistensi terhadap perubahan. Pendekatan berbasis proyek dan kolaboratif meningkatkan keterampilan digital santri, tanpa melanggar aturan pesantren terkait teknologi. Dengan demikian, hybrid kurikulum menawarkan solusi adaptif bagi pesantren untuk tetap relevan di era digital, sambil mempertahankan identitas tradisionalnya dan menghasilkan santri yang berkompeten dalam ilmu agama dan teknologi
Konsep Etika Bermasyarakat Dalam Al-Qur'an Perspektif Surat Al-Hujurat Ayat 13 Dan Relevansinya Di Era Digital
Penelitian ini menganalisis relevansi Surat al-Hujurat ayat 13 dalam konteks perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial. Ditemukan bahwa di tengah maraknya interaksi sosial online, muncul berbagai tantangan seperti diskriminasi dan ujaran kebencian. Ayat ini menawarkan solusi dengan menekankan pentingnya kesetaraan, saling menghormati, dan ketakwaan dalam berinteraksi. Penelitian juga menunjukkan adanya korelasi antara intensitas penggunaan media sosial dengan penurunan praktik keagamaan. Oleh karena itu, perlu adanya keseimbangan antara aktivitas digital dan nilai-nilai spiritual untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-interpretatif, penelitian ini menganalisis bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ayat tersebut dapat diterapkan dalam konteks interaksi sosial di dunia digital yang sering kali dipengaruhi oleh polarisasi, disinformasi, dan pelanggaran etika komunikasi. Telaah literatur dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel, digunakan untuk menggali makna dari ayat tersebut dan menghubungkannya dengan tantangan etika bermasyarakat di era digital. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa prinsip-prinsip etika yang termaktub dalam Q.S. al-Hujurat ayat 13 memiliki korelasi yang signifikan dengan pembentukan masyarakat digital yang lebih harmonis. Ayat ini menyajikan kerangka etika yang komprehensif, mencakup nilai-nilai seperti kesetaraan, toleransi, dan saling menghormati, yang tidak hanya relevan dalam konteks interaksi tatap muka, namun juga dapat diaplikasikan dalam ruang digital
Kinerja Polisi Perairan Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung Dalam Menciptakan Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat Nelayan Di Kota Pangkalpinang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Polisi Perairan Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat nelayan di Kota Pangkalpinang. Latar belakang penelitian ini mencakup tantangan yang dihadapi Polri dalam menjalankan fungsi pemerintahan, termasuk penegakan hukum dan perlindungan terhadap nelayan dari aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat kinerja kepolisian serta mengevaluasi efektivitas tindakan yang diambil untuk menjaga stabilitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya signifikan oleh kepolisian, masih ada tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kinerja mereka dalam melindungi hak-hak masyarakat nelayan
Problematika Koordinat Tanah Untuk Peralihan Hak Atas Tanah
Koordinat suatu bidang tanah sebagai penentu untuk pensertifikatan tanah, juga untuk peralihan hak. Koordinat tanah berinti pada data fisik tanah. Tanpa diketahui di mana letak dan batasnya maka titik koordinat tanah tidak diketahui. Ketika tidak diketahui letak bidang tanah tersebut maka tidak memberikan kepastian hukum atas suatu obyek sehingga menimbulkan keraguan bidang tanah tersebut di mana letaknya. Manfaat lebih lanjut koordinat tanah ini adalah untuk menentukan nilai pajak suatu bidang tanah. 10% lahan di desa penelitian koordinat tanahnya tidak bisa ditentukan karena para pemiliknya tidak mengetahui letak tanah yang dibelinya. Berakibat terjadi kemandekan atas bidang tanah tersebut dari aspek ekonomi, tidak bisa dialihkan, tidak bisa baliknama meski telah bersertifikat. Akibat lebih lanjut tanah tersebut tidak terkelola, tidak bisa diberi tanda batas tanah sebagai milik seseoran
Revitalisasi Pengembangan Desa Wisata Yehembang Kangin, Mendoyo, Jembrana, Bali Pasca Pandemi
Desa Wisata Yehembang Kangin memiliki potensi dalam bidang wisata alam dan budaya yang beragam, tetapi menghadapi beberapa tantangan yang memerlukan penanganan. Potensi wisata tersebut mencakup Green Cliff dengan pemandangan alam yang memukau, River Tubing Taman Legon Samatra, Hiking Track melintasi hutan hujan, camping ground dengan nuansa asri, Batu Relief dan Batu Gong di tepi sungai Yeh Sumbul, Air Terjun Bangli, Offroad Adventure, Cycling Tour, Pura Rambut Siwi, dan Anjungan Cerdas Rambut Siwi sebagai Minapolitan pariwisata. Selain itu, seni dan budaya juga menjadi daya tarik, seperti Jegog (alat musik bambu), Barong Dance, dan atraksi membajak sawah yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Buana Kanti, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali yang diketuai oleh I Gede Sidentra yang memberikan informasi terkait beberapa kendala yang perlu diatasi dan memerlukan bantuan dari Dr. I Gusti Putu Bagus Sasrawan Mananda, S.ST.Par., M.M yang memiliki kompetensi dalam bidang kepemanduan wisata, homestay dan digital marketing. Kendala yang dihadapi oleh Pokdarwis Buana Kanti antara lain: perlu dilakukan sosialisasi kembali tentang pentingnya mengembangkan desa wisata pasca pandemi, dengan menghidupkan kembali usaha-usaha pariwisata sebelumnya. Pembinaan berkelanjutan diperlukan bagi pemandu wisata guna meningkatkan kualitas layanan dan informasi kepada wisatawan. Ketersediaan homestay yang terbatas perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan penginapan wisatawan, begitu juga dengan perlengkapan kamar dan dapur guna meningkatkan kenyamanan dan fasilitas kuliner. Terbatasnya dana menjadi hambatan, sehingga perlu perencanaan keuangan yang lebih baik atau pencarian sumber pendanaan tambahan. Kurangnya promosi melalui media digital menunjukkan perlunya strategi pemasaran online yang lebih agresif guna meningkatkan popularitas Desa Wisata Yehembang Kangi
Upaya Peningkatan Mutu Pembelajaran Melalui Supervisi Akademik Di MTs Assalafiyah Sitanggal Semester Gasal Tahun Pelajaran 2022/2023
Keberhasilan pendidikan pada satuan pendidikan sangat dipengaruhi oleh peran kepala madrasah sebagai peneliti dalam kepemimpinan pembelajaran terhadap para guru
. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan mutu pembelajaran siswa,meningkatkan minat belajar siswa, meningkatkan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga sesuai dengan standar yang telah ditetapakan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat peningkatan yang terjadi dari siklus ke siklus. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subjek penelitian seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya.
Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap sepuluh RPP yang dibuat guru (khusus pada siklus 1), diperoleh data bahwa masih ada guru yang tidak melengkapi RPP-nya dengan komponen dan sub-sub komponen RPP penerapan model pembelajaran tertentu, misalnya komponen indikator dan penilaian hasil belajar (pedoman penskoran dan kunci jawaban). Rumusan kegiatan siswa pada komponen langkah-langkah kegiatan pembelajaran masih kurang interaktif, inspiratif, dan sistematis
Inovasi Pembelajaran Matematika Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di SMKN 1 Surakarta Sebagai Sekolah Pusat Keunggulan
Sebagai pendidik, guru memiliki tanggung jawab besar terkait dengan kegiatan pembelajaran dan hasil belajar siswa terhadap materi yang disampaikan mengingat kemampuan dasar siswa terhadap materi belajar. Siswa Indonesia membutuhkan penguatan literasi dan numerasi. Hal ini berangkat dari fakta bahwa beragam survei di tingkat nasional dan internasional secara konsisten, dari tahun ke tahun, menunjukkan kedua bidang tersebut tidak mengalami peningkatan signifikan bahkan cenderung menurun. Kondisi ini terjadi karena proses pembelajaran di satuan pendidikan mengabaikan literasi dan numerasi sebagai dasar berpikir. Kondisi ini diperparah dengan pandemi Covid-19 yang memaksa siswa belajar dari rumah. Ketidaksiapan guru dalam mengajar dan minimnya sarana-prasarana pendukung mengakibatkan kegiatan pembelajaran terganggu. Survei Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengungkap bahwa 67,11% guru mengalami kendala dalam mengoperasikan perangkat digital. Di lain sisi, 88,7% siswa kekurangan fasilitas pendukung seperti laptop, listrik, jaringan internet, dan gawai. Dampaknya, siswa tidak konsentrasi dalam belajar (51,1%). Menurut survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia, 76,7% siswa tidak suka belajar dari rumah. Sebab, menurut pengakuan 37,1% siswa, mereka merasa kurang istirahat dan kelelahan karena mengerjakan tugas semua mata pelajaran. Dampak fatal akhirnya terjadi: siswa mengalami penurunan kemampuan belajar (learning loss).