Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Keefektifan PowerPoint pada Kemampuan Berhitung dan Mengenalkan Geometri Anak Usia 5-6 tahun
Keterampilan berhitung dan mengenal bentuk geometri merupakan bidang studi yang memfokuskan pada angka, bentuk, dan konsep-konsep dari yang nyata hingga yang abstrak. Studi ini bertujuan untuk merangsang kemampuan berpikir anak usia dini, memungkinkan mereka mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berhitung dan mengenal geometri anak juga bisa mengenal literasi angka dasar untuk mempersiapkan anak ke jenjang yang berikutnya. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk; menganalisis sejauh mana efektivitas penerapan media pembelajaran berupa presentasi Power point terhadap perkembangan kemampuan berhitung dan memperkenalkan konsep geometri kepada anak. Hasil penelitian ini mengalami peningkatan kemampuan mengenalkan konsep berhitung dan bentuk geometri pada anak. Anak-anak kini dapat mengingat kembali pelajaran yang diberikan guru dengan mengungkapkan ide-ide kreatif melalui aktivitas bermain game. Bagi Peneliti Berikutnya, Temuan penelitian ini diinginkan dapat berfungsi sebagai motivasi untuk peneliti berikutnya agar melakukan kajian mendalam terhadap materi pembelajaran berbasis Power point yang menjawab permasalahan tantangan dalam kerangka pendidikan bagi anak-anak usia dini
Analisis Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Penggerak SMP Negeri 11 Tual
Pembelajaran agama Islam di sekolah menengah pertama menghadapi tantangan dalam mengakomodasi perbedaan belajar siswa. Dalam konteks ini, penerapan pembelajaran berdiferensiasi menjadi penting untuk memastikan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada pengembangan karakter siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 11 Tual, termasuk langkah konkret yang diambil oleh guru-guru PAI, metode, strategi, dan alat pembelajaran yang digunakan, serta hambatan yang mungkin dihadapi dalam penerapannya. Metode penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research) dengan analisis deskriptif kualitatif. Adapun lokasi penelitian berada di SMP Negeri 11 Tual, Desa Ohoitahit, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual. Waktu penelitian dilakukan dari tanggal 17 Januari sampai dengan 17 Februari 2024. Analisis data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi pendidikan agama Islam di SMPN 11 Tual telah berjalan sejak tahun 2021 yang menunjukkan adanya komitmen Kepala Sekolah beserta semua guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan tingkat pengetahuan, bakat dan minat, serta gaya belajar murid. Selanjutnya pembelajaran berdiferensiasi dapat dikatakan berjalan dengan lancar apabila memenuhi indikator yaitu diferensiasi konten, proses, produk dan lingkungan belajar. Adapun dampak dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pendidikan agama Islam di Sekolah Penggerak SMPN 11 Tual mencakup 3 aspek yaitu peningkatan pemahaman ajaran agama Islam, peningkatan hasil belajar murid, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif
Bentuk-Bentuk Kesalahan Penulisan Bahasa Baku pada Makalah Mahasiswa
Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi nasional Republik Indonesia. Bahasa Indonesia digunakan oleh warga negara Indonesia dalam berkomunikasi sehari-hari, baik lisan maupun tulisan untuk tujuan tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yang merupakan cara untuk menyelidiki gagasan atau produk pemikiran manusia dalam bentuk media cetak dengan kritis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa bentuk kesalahan penulisan bahasa baku dalam makalah, seperti penggunaan huruf kapital dan penggunaan tanda baca. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman yang baik tentang aturan penulisan bahasa baku bagi mahasiswa, khususnya dalam konteks penulisan makalah ilmiah
Pola Pemilihan Bahasa Kelompok Masyarakat Madura Pendatang Di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo: Kajian Etnososiolinguistik
Munculnya variasi bahasa di tengah masyarakat multi etnis mengharuskan penuturnya mampu menentukan pilihan variasi bahasa yang digunakan dalam kegiatan komunikasi, agar kegiatan komunikasi dapat berjalan dengan lebih komunikatif. Dalam penelitian ini juga dibahas tentang pemilihan variasi bahasa yang menghasilkan pola pemilihan bahasa tertentu dalam masyarakat multi etnis, yaitu pada masyarakat Madura pendatang yang hidup di lingkungan Jawa Tengger. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pemilihan bahasa pada kelompok masyarakat Madura pendatang di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang menggambarkan pola pemilihan bahasa yang terdapat dalam tiga ranah komunikasi, yaitu pada ranah keluarga, pergaulan, dan pekerjaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik observasi, wawancara, dan kuisioner. Model analisis yang digunakan adalah etnometodologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pada ranah keluarga pola pemilihan bahasa yang dominan digunakan adalah BM-BM, namun kode BJT-BJT juga masih sering muncul ketika subjek penelitian berkomunikasi dengan G3 dan generasi selanjutnya. (2) pada ranah pergaulan muncul dua pola pemilihan bahasa yaitu BM-BM dan BJT-BJT. Penggunaan BJT pada ranah pergaulan merupakan bentuk penyesuaian terhadap lawan tutur yang merupakan masyarakat asli suku Jawa Tengger. (3) pada ranah pekerjaan pola bahasa yang dominan digunakan adalah BI-BI, hal ini karena BI sebagai bahasa Nasional dianggap lebih tepat digunakan karena akan lebih mudah dimengerti oleh siapapun lawan tuturnya, yang tidak menutup kemungkinan akan berasal dari berbagai etnis. Kode BM juga masih sering kali muncul sebagai penunjuk identitas bahwa antara penutur dan mitra tutur berasal dari etnis yang sama, yaitu etnis Madura
Childfree Sebagai Pilihan Hidup dalam Perkawinan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan serta dampak apa yang dialami seorang individu atau pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak (childfree family). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi pada beberapa pasangan Childfree. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara secara online dengan para partisipan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semua responden memiliki pemahaman yang baik tentang childfree dan memilih dengan bebas apa yang mereka pahami. Penelitian juga menunjukkan bahwa motivasi para pasangan memilih untuk tidak memiliki anak adalah untuk menghindari tanggung jawab yang besar sebagai orang tua. Para penganut childfree juga mengalami bahwa masyarakat sekitar sebagian memiliki pandangan negatif terhadap keputusan mereka menjalani childfree family. Meski demikian pilihan menjalani childfree family juga membawa dampak yang positif bagi pasangan. Mereka mengungkapkan beberapa konsekuensi positif diantaranya: pasangan dapat mengunjungi tempat-tempat yang ingin dikunjungi, menghabiskan waktu lebih intim bersama pasangan, dan lebih menikmati hidup. Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan metode wawancara langsung dengan pasangan childfree family dan orang-orang yang mengenal mereka untuk memperdalam tema ini
Learning English is benefit to the students easily to get job after end of their study from University in Timor-Leste and foreign countries
This article is describing the result of Learning English has it benefit to the finalist students easily to get job after end of their study from University in Timor-Leste and foreign countries. The purpose of this writing to know and identify the result of the University students after they end of their academic study at the University in Timor-Leste and international organization companies in the foreign countries. The method of this research is qualitative and quantitative or mixed method approach to describe, count the result of the students’ capacity in enhancing the English language skills in the classroom. The characteristics of the students are measured with the evaluation and assessment test to identify highest capacity, medium, low, and lowest level of the skills. Some students are identified as: (i) talk too much, ask questions and has low capacity (ii) the students who has own behavior in stay calm and not talk much shows he or she is a good capacity (iii). The students who do not talk much he or she has normal capacity; (iv) the students who has own characteristic speak in high levels and good skills and knowledge present. This means that every personality of the students are not the same in getting the study activity in teaching and learning processes. The teachers as an educator must mostly use the digital library for affecting and influencing the students during they run their job as teaching staff in the classroom. This aim to help and support the students in getting the foreign language easily and reduce the manual teaching including grammar translation methods is more effective in teaching a foreign language
Klasifikasi Shellcode Dengan Machine Learning Berbasis Klasifikasi Biner
Internet dapat menghubungkan satu orang dengan orang lain dengan menggunakan perangkat masing-masing. Internet sendiri memiliki dampak positif dan negatif. Salah satu contoh dampak negatif dari internet adalah adanya malware yang dapat mengganggu atau bahkan merusak perangkat atau penggunanya; itulah mengapa keamanan siber diperlukan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mendeteksi malware. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknik machine learning. Dataset pelatihan dan pengujian untuk eksperimen ini berasal dari dataset UNSW_NB15. K-Nearest Neighbour (KNN), Decision Tree, dan Naïve Bayes diimplementasikan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah record pada data testing merupakan serangan Shellcode atau non-Shellcode. Classifier KNN, Decision Tree, dan Naïve Bayes mencapai tingkat akurasi masing-masing sebesar 96.82%, 97.08%, dan 63.43%. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai penggunaan machine learning dalam mendeteksi atau mengklasifikasikan malwares atau jenis serangan siber lainny
Implementasi Manajemen Kurikulum Merdeka Belajar Di TK Ananda 1 Kabupaten Semarang
Pendidikan merupakan faktor kunci dalam menentukan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan sebuah bangsa. Manajemen kurikulum, sebagai bagian integral dari pendidikan, memainkan peran penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi manajemen kurikulum merdeka belajar di TK Ananda 1 Kabupaten Semarang dan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat dari keberhasilan pelaksanaan manajemen kurikulum merdeka di TK Ananda 1 Kabupaten Semarang. Metode penelitian yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data kepala sekolah dan guru kelas TK Ananda 1 Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik triagulasi. Hasil Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman implementasi manajemen kurikulum merdeka belajar di tingkat PAUD dan memberikan arahan bagi lembaga pendidikan lain yang ingin menerapkan kurikulum merdeka belajar. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi telah mengikuti fungsi manajemen kurikulum secara komprehensif. Dengan melibatkan seluruh stackholder, seperti yayasan, komite sekolah, kepala sekolah, guru, dan perwakilan orang tua, fokus perencanaan terletak pada peningkatan kualitas lembaga pendidikan
Peran Guru Dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pancasila Pada Siswa Kelas 2 SD IT Ibnu Khaldun
Penelitian ini mengeksplorasi peran guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas 2 di SD IT Ibnu Khaldun. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus, guru dan siswa diidentifikasi sebagai subjek penelitian. Hasil menunjukkan pemahaman mendalam guru terhadap Pancasila, yang diimplementasikan melalui metode pengajaran kreatif dan interaktif. Peran guru melibatkan pembinaan karakter dan sikap positif siswa, sementara keterlibatan orang tua dianggap kunci. Evaluasi berkala dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa, dengan umpan balik konstruktif sebagai sarana perbaikan. Kesimpulannya, peran guru di SD IT Ibnu Khaldun dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pembina karakter dan kolaborator dengan orang tua, menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini dapat menjadi acuan untuk memperkuat peran guru dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah-sekolah lainnya
Metode Bernyanyi Asyik Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bagi Anak Usia 5-6 Tahun di Tk Al Fairuz Cikarang
Kemampuan berbicara anak usia dini berkembang secara bertahap. Pada usia 2-3 tahun, anak mulai belajar mengucapkan kata-kata pertama mereka. Pada usia 3-4 tahun, anak mulai belajar merangkai kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Metode Bernyanyi ASYIK (Aman, Senang, Yakin, Inovatif, Kreatif) dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada anak usia 5-6 tahun di TK Al Fairuz, Cikarang. Metode ini dirancang khusus untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan keterampilan berbicara melalui penggunaan lagu-lagu interaktif, kegiatan kreatif, dan interaksi aktif antara guru dan siswa. Penelitian ini melibatkan 30 anak usia 5-6 tahun sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mengalami peningkatan kemampuan berbicara dengan implementasi Metode Bernyani ASYIK. Hal ini terlihat dari peningkatan keterampilan berbicara, penggunaan kosakata, dan keberanian berkomunikasi. Metodenya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan empat tahap yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan dan Refleksi. Metode bernyanyi ASYIK ini membuat anak-anak dapat mengawali kegiatan pembelajaran dengan semangat dan pendidik dapat merangsang respon anak dengan cepat. Kesimpulan dari penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan tiga siklus yaitu siklus I dikategorikan 30%, Siklus II 60% dan Siklus III 90%