Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Kurikulum Terpadu Di SMA Plus Al-Aqsha Jatinangor: Studi Analisis Keterpaduan Nilai-Nilai Islam
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya penerapan nilai-nilai Islam dalam penggunaan kurikulum di sekolah. Kurikulum sendiri merupakan seperangkat rancangan pembelajaran yang dibuat guna mencapai tujuan dalam sebuah pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang ditelusuri melalui wawancara dan studi dokumen guna mendapatkan data penelitian. Informan yang terlibat dalam wawancara ini adalah kepala sekolah, wakasek kurikulum uum dan pesantren, guru Bahasa Indonesia dan juga guru Bahas Sunda dari SMA Plus Al- Aqsha Jatinangor. Berdasarkan hasil penelitian SMA Plus Al-Aqsha merupakan sekolah berbasis pesantren atau boarding school yang memadukan 4 kurikulum diantaranya kurikulum umum ,kurikulum KMMI (Kuliyyatul Mualimin wal Mualimat al-Islamiyah), kurikulum salafi, dan kurikulum tahfidz. Dalam menjalankan kegiatan di SMA Plus Al-Aqsha tidak terlepas dari nilai-nilai Islam seperti niali aqidah, nilai syariah dan nilai akhlak. Meskipun terbilang memadukan kurikulum yang tidak sedikit namun itu bukan sebuah kendala karena pembelajaran yang berlangsung tidak hanya mengandalkan pembelajaran secara formal di dalam kelas saja. Dengan penggunaan kurikulum yang terpadu seperti ini justru nilai yang menjadi nilai plus di sekolah ini sehingga para siswanya dapat menerapkan nilai-nilai Islam secara lebih mendalam dalam kegiatan sehari-harinya. Hasil dari penggunaan kurikulum yang terpadu atau terintegrasi ini terlihat dan terasa terdapat perubahan dari para siswa ke arah yang lebih baik terutama dalam segi ibadah dan juga karakter
Pelatihan Komunikasi Publik dalam Konteks Psikologi: Pengenalan Karakter Siswa-Siswi dan Guru SMA Cinta Kasih Tzu Chi
Kegiatan berkomunikasi selalu terjadi dalam keseharian manusia. Namun, pengenalan diri sendiri maupun khalayak saat berkomunikasi kerap dilupakan sebagai salah satu faktor utama untuk mencapai keberhasilan komunikasi. Pelatihan komunikasi publik yang dikemas dengan interaktif dengan turut mempelajari keilmuan komunikasi psikologi, dberikan kepada siswa-siswi dan guru SMA Cinta Kasih Tzu Chi. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan panduan kepada para peserta pelatihan tentang bagaimana mengenal karakter diri mereka secara pribadi maupun mengenal khalayak yang akan menjadi penerima pesan dalam proses berkomunikasi. Oleh karena ini, tema yang diangkat pada kegiatan pelatihan ini adalah “Kenali Diriku & Lawan Bicaraku”. Metode yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa pemaparan materi yang dikolaborasikan dengan kegiatan interaktif seperti tanya-jawab dan latihan praktis kepada siswa-siswi dan guru SMA. Hasil dari kegiatan ini menunjukan umpan balik positif dari para peserta. Pelatihan berjalan dengan baik dan telah memberi pengetahuan teoretis dan praktis tidak hanya kepada para siswa-siswi, melainkan para guru SMA Cinta Kasih Tzu Chi. Adapun temuan terkait pentingnya pembelajaran dan hubungan antara aplikasi komunikasi publik dan pengenalan karakter untuk meningkatkan efisiensi komunikasi
Hubungan antara Budaya Organisasi dan Mindfulness terhadap Work Life Balance pada Karyawan Generasi Z
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara budaya organisasi dan mindfulness terhadap work life balance pada karyawan generasi Z. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel karyawan generasi Z atau yang lahir pada tahun 1997 sampai 2012 sebanyak 150 orang. Penelitian ini menggunakan analisis regresi dua prediktor dengan satu variabel terikat yaitu work life balance dan dua variabel bebas yaitu budaya organisasi dan mindfulness. Berdasarkan hasil analisis regresi dua prediktor dan pembahasan yang telah dijelaskan oleh peneliti pada bab sebelumnya mengenai work life balance ditinjau dari budaya organisasi dan mindfulness pada karyawan generasi Z, maka dapat diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara budaya organisasi (X1) dan mindfulness (X2) terhadap work life balance (Y)
Metodologi Penelitian dan Analisa Hukum sebagai Instrumen Memecahkan Permasalahan Hukum Kontemporer untuk Penyediaan Mobile Plant di PT PLN (Persero)
Permasalahan hukum dalam bisnis di PT PLN (Persero) dalam bidang ketenaglistrikan semakin hari semakin berkembang, hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Diperlukan adanya suatu analisa hukum sebagai instrumen untuk menjelaskan dan meneliti permasalahan hukum yang semakin hari semakin berkembang tersebut. Analisa hukum ini akan menjelaskan berbagai suatu analisa dalam melakukan analisa hukum guna mengurai permasalahan hukum kontemporer. Analisa hukum ini dilakukan dengan survey dilapangan, kuisioner dan penelusuran bahan-bahan kepustakaan untuk selanjutnya digunakan sebagai landasan dalam menganalisis permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan ada 3 (tiga) jenis metode penelitian hukum yaitu Metode penelitian hukum normatif, metode penelitian hukum empiris, dan metode penelitian socio legal. Masing-masing jenis metode penelitian inilah yang bisa digunakan sebagai instrumen dalam mengurai permasalahan hukum kontemporer, tentu disesuaikan dengan kecocokan permasalahan hukum dan karakteristik masing-masing metodologi penelitian hukum yang digunakan
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Video Animasi dalam Meningkatkan Sikap Toleransi Pada Materi Multikultural di SDN Cengkareng Timur 19
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh media video animasi dalam meningkatkan sikap toleransi siswa pada materi multikultural di SDN Cengkareng Timur 19. Toleransi merupakan sikap penting yang harus dikembangkan dalam pendidikan dasar untuk menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis di tengah keberagaman budaya. Metode PBL dipilih karena mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif dalam memecahkan masalah yang terkait dengan situasi nyata, sedangkan video animasi digunakan untuk meningkatkan daya tarik dan pemahaman siswa terhadap konsep multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada sikap toleransi siswa di kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang ditunjukkan oleh hasil pre-test dan post-test. Penggunaan model PBL yang dipadukan dengan media video animasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap pentingnya toleransi dan menghargai perbedaan budaya. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan penerapan metode pembelajaran yang inovatif, seperti PBL berorientasi media interaktif, sebagai upaya untuk mengembangkan nilai-nilai toleransi di sekolah dasar
Strategi Inovatif Dalam Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Strategi inovatif dalam pengembangan evaluasi pembelajaran PAI menjadi suatu keharusan di era pendidikan modern. Inovasi ini tidak hanya mencakup penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan paradigma dalam cara menilai dan mengukur hasil belajar. Dengan mengadopsi strategi inovatif dalam evaluasi pembelajaran PAI, dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang terkhsusunya dalam aspek evaluasi pembelajaran PAI. Penulisan artikel ini bertujuan untuk membahas aspek apa saja yang terkait dengan strategi inovatif dalam pengembangan evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi pustaka. metode library research atau studi pustaka adalah salah satu metode dalam penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi melalui studi literatur atau kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat aspek penting dalam strategi inovatif dalam pengembangan evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagai berikut: (1) strategi inovatif dalam pengembangan evaluasi pembelajaran, meliputi; evaluasi formatif dan sumatif, penilaian berbasis kinerja, penggunaan teknologi dalam evaluasi, evaluasi diri dan peer assessment, rubrik penilaian, keterlibatan siswa dalam proses evaluasi dan analisis data evaluasi. (2) macam-macam bentuk strategi inovatif dalam pengembangan evaluasi pembelajaran, meliputi; penilaian berbasis proyek, kerangka pedagogis berbasis desain gramatikal, evaluasi formatif, evaluasi pembelajaran online, evaluasi perkembangan, evaluasi pembelajaran berkelanjutan, penggunaan kuesioner proses studi dan skema pengajaran dan pembelajaran inovatif. (3) penerapan pada pembelajaran PAI untuk meningkatkan kualitas pendidikan, meliputi; evaluasi berbasis daring, metode pembelajaran inovatif di era new normal, strategi pembelajaran model, evaluasi harian untuk meningkatkan motivasi belajar, metode demonstrasi, dan strategi pembelajaran kooperatif untuk generasi alpha. (4) peluang dan tantangan, meliputi; peluang diantaranya penggunaan teknologi, pendekatan otentik dan holistik, evaluasi berbasis proyek dan pembelajaran berpusat pada siswa. Sementara tantangannya yaitu kesiapan guru dan siswa, keterbatas infrastruktur, pengembangan instrument evaluasi yang tepat, penyesuaian dengan kurikulum dan resitensi terhadap perubahan. Kesimpulannya, pengembangan evaluasi yang inovatif dalam pembelajaran PAI merupakan kunci penting untuk mewujudkan pendidikan yang lebih bermutu, relevan, dan kontekstual
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Dengan Kualitas Hidup pada Pasien di Rumah Sakit Royal Prima Medan
Diabetes mellitus merupakan salah satu gangguan pada sistem endokrin. Kualitas hidup yang kurang baik pada pasien diabetes melitus akan menyebabkan terjadinya penurunan dalam selfcare yang merusak kontrol glikemik, meningkatkan risiko komplikasi, dan memperburuk keadaan dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama menderita diabetes melitus dengan kualitas hidup pada pasien di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Jenis penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita diabetes melitus yang melakukan chek up rutin di Rumah Sakit Royal Prima. Besar sampel sebanyak 50 orang penderita diabetes melitus menggunakan consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa ada hubungan usia (p=0,026), jenis kelamin (p=0,005), status pernikahan (p=0,046), pekerjaan (p=0,036), penghasilan (p=0,016), dan lama menderita diabetes melitus (p=0,001) terhadap kualitas hidup pasien yang signifikan di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Disarankan pada petugas kesehatan agar melakukan penyuluhan mengenai pentingnya aktivitas fisik untuk mencegah diabetes melitus, dan mengadakan kegiatan untuk mengajak masyarakat aktif beraktivitas fisik seperti senam sehat prolanis di setiap mingg
Effectiveness of Direct Village Fund Cash Assistance in Pulau Tiga Village, Pulau Tiga Barat District, Natuna Regency, 2020
Direct Cash Assistance (BLT) is a social assistance program from the government which aims to provide direct financial assistance to people in need. This research aims to find out and assess the effectiveness of Direct Village Fund Cash Assistance (BLT-DD), analyze the impact of Direct Village Fund Cash Assistance on the community receiving aid and analyze the Government's policy regarding Direct Village Fund Cash Assistance (BLT-DD) in Pulau Tiga Village, Pulau Tiga Barat District, Natuna Regency. This research uses qualitative methods with data collection methods of observation, interviews and documentation. The informants in this research consisted of 12 people. The results of the research show that (1) The Government's policy regarding Direct Village Fund Cash Assistance (BLT-DD) in Pulau Tiga Village, Pulau Tiga Barat District, Natuna Regency is to implement strengthening public outreach and communication, increasing transparency and accountability, optimizing the use of resources, and strengthening monitoring and evaluation. (2) The effectiveness of direct cash assistance from Village Funds in Pulau Tiga Village, Pulau Tiga Barat District, Natuna Regency in 2020 can be measured by several aspects, namely accuracy in timing, accuracy in calculating costs, accuracy in measurements, accuracy in making choices, accuracy in thinking, accuracy in carrying out orders, accuracy in determining goals and accuracy of targets. (3) The impact of direct cash assistance from village funds on aid recipient communities in Pulau Tiga Village, Pulau Tiga Barat District, Natuna Regency refers to the speed of distribution and direct benefits, reducing financial burdens and increasing skills and economic opportunities
Hubungan Kualitas Peraturan Perundang-undangan dengan Pembangunan Karakter Bangsa dalam Kebijakan Umum Pertahanan Negara (Jakumhanneg)
Latar Belakang: Pentingnya kualitas peraturan perundang-undangan sebagai instrumen dalam mendukung pembangunan karakter bangsa dan sistem pertahanan negara, yang diatur dalam Kebijakan Umum Pertahanan Negara. Tujuan: Kajian ini akan meneliti dua pokok permasalahan yaitu bagaimana kualitas peraturan perundang-undangan di Indonesia dan bagaimana hubungan kualitas peraturan perundang-undangan dengan pembangunan karakter bangsa dalam Kebijakan Umum Pertahanan Negara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian hukum normative. Dalam penelitian ini, studi kepustakaan dilakukan untuk menemukan makna sesuai tema tersebut. Hasil: Sistem peraturan perundang-undangan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 dan perubahannya, yang mencakup hierarki dan jenis peraturan yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga. Meskipun banyak jenis peraturan yang ada, hal ini juga menyebabkan tumpang tindih regulasi dan obesitas regulasi, yang dapat menghambat pembangunan ekonomi dan memperburuk ego sektoral antar lembaga. Upaya perbaikan regulasi melalui kebijakan seperti revitalisasi hukum dan omnibus law diharapkan dapat mengatasi masalah ini, meningkatkan kualitas peraturan, serta menciptakan ketertiban dan stabilitas nasional yang lebih baik. Kesimpulan: Meskipun sistem peraturan perundang-undangan di Indonesia telah diatur secara rinci, masih terdapat masalah tumpang tindih dan obesitas regulasi yang dapat menghambat pembangunan serta menurunkan kesadaran hukum masyarakat
Kepastian Hukum Atas Tanah Bekas Milik Adat Ditinjau Berdasarkan Peraturan yang Berlaku
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui terkait kepastian hukum atas tanah bekas milik dat ditinjau berdasarkan peraturan yang berlaku. Dalam penulisan ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian dengan cara mengkaji dan meneliti perundang-undanan yang berlaku dan diterapkan terhadap permasalahan tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneletian ini melalui pendekatan studi kepustakaan Penelitian ini hanya dibatasi melalui pendekatan studi dokumen atau bahan Pustaka saja yaitu pada data hukum sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perlindungan hukum atas tanah bekas hak milik adat (girik) berdasarkan Peraturan yang berlaku adalah alat bukti tertulis tanah bekas milik adat (girik) diberikan waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal 2 Februari 2021 dan berakhir tanggal 1 Februari 2026 untuk dilakukan pendaftaran tanah dengan diberikan hak atas tanah dengan diberikan alat bukti kepemilikan yaitu sertifikat hak atas tanah. Apabila lewatnya jangka waktu tersebut tidak dilakukan pendaftaran tanah dan dimaknai tidak dapat digunakan sebagai alat pembuktian hak atas tanah dan hanya sebagai petunjuk dalam rangka pendaftaran tanah dan statusnya girik tetap tanah bekas milik adat, serta pendaftaran tanah dilakukan dengan mekanisme pengakuan hak dengan dilengkapi dengan surat pernyataan penguasaan fisik dari pemohon dan bertanggung jawab secara perdata dan pidana. Kedudukan tanah bekas hak milik adat (girik) dalam rangka pendaftaran tanah di Indonesia adalah sejak berlakunya UUPA, maka girik (bukti penerimaan PBB) bukan surat tanda bukti kepemilikan hak atas tanah, melainkan hanya merupakan bukti tanda pajak tanah. Hal ini juga ditinjau berdasarkan penjelasan Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 1985, disebutkan bahwa tanda pembayaran/pelunasan pajak bukan merupakan bukti kepemilikan hak atas tanah dan juga berdasarkan yurisprudensi pada Putusan MARI Nomor 34/K/Sip/1960, tanggal 10 Februari 196, menyatakan pula bahwa bukti petok pajak (Petok D) bukan merupakan bukti pemilikan hak atas tanah. Begitu juga terkait peraturan yang mengatur larangan penerbitan Gik sebagaimana dapat dipelajari berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE - 15/PJ.6/1993, tertanggal 27 Maret 1993, Tentang Larangan Penerbitan Girik, Petuk D, Kekitir, Keterangan Obyek Pajak, Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE - 32/PJ.6/1993, tertanggal 10 Juni 1993, Tentang Tindak Lanjut Larangan Penerbitan Girik, Kekitir, Petuk D, Keterangan Obyek Pajak dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE - 44/PJ.6/1998, tertanggal Tentang Penegasan Larangan Penerbitan Girik /Petuk D/Kekitir/Keterangan Objek Paja