Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Business Judgment Rule dan Pertanggungjawaban Direksi Dalam Kejahatan Korporasi Tindak Pidana Korupsi: Studi Perbandingan Indonesia–Amerika Serikat
Penelitian ini membahas penerapan Business Judgment Rule (BJR) dalam konteks pertanggungjawaban direksi terhadap tindak pidana korupsi di Indonesia dan membandingkannya dengan penerapannya di Amerika Serikat. BJR adalah doktrin yang memberikan perlindungan kepada direksi perusahaan terhadap keputusan bisnis yang diambil dengan itikad baik, kehati-hatian, dan tanpa konflik kepentingan. Di Indonesia, BJR diatur dalam Pasal 97 ayat 5 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, tetapi penerapannya sering kali terbentur dengan hukum pidana, khususnya dalam kasus korupsi yang melibatkan perusahaan negara. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi batas perlindungan BJR di Indonesia serta menganalisis perbandingannya dengan standar yang berlaku di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan hukum (comparative approach) dan analisis kasus untuk mengidentifikasi batas perlindungan BJR di Indonesia serta menganalisis perbandingannya dengan standar yang berlaku di Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia, BJR cenderung dikesampingkan dalam kasus korupsi BUMN karena fokus pada kerugian negara, dengan tingkat kriminalisasi keputusan bisnis mencapai sekitar 60-70% dari total kasus direksi BUMN yang diproses. Sebaliknya, di Amerika Serikat, BJR memberikan perlindungan lebih kuat melalui mekanisme presumption of validity dan enhanced scrutiny yang lebih terukur, dengan hanya sekitar 15-20% kasus direksi yang berujung pada pertanggungjawaban pidana. Penelitian ini juga menawarkan rekomendasi mengenai reformulasi kebijakan hukum untuk menciptakan keseimbangan antara perlindungan terhadap direksi dan penegakan hukum yang efektif terhadap tindak pidana korupsi
Kewenangan Konstitusional Pemerintah dalam Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional
PSN merupakan instrumen percepatan pembangunan yang diatur melalui berbagai regulasi, termasuk UUD 1945, UU Pemerintahan Daerah, serta Peraturan Presiden tentang PSN. Namun, perlu ditinjau sejauh mana kewenangan konstitusional pemerintah dapat digunakan tanpa melampaui prinsip checks and balances. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan konstitusional Pemerintah dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan meninjau dasar hukum, cakupan kewenangan eksekutif, serta implikasinya terhadap tata kelola pembangunan nasional. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan melalui analisis konstitusi, peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta literatur akademik terkait kewenangan eksekutif dan hukum administrasi. Temuan menunjukkan bahwa pemerintah memiliki legitimasi konstitusional untuk menjalankan PSN berdasarkan fungsi eksekutif dan mandat pembangunan nasional. Namun, kewenangan tersebut dibatasi oleh prinsip otonomi daerah, akuntabilitas publik, dan pengawasan yudisial. Pelaksanaan PSN efektif ketika didukung koordinasi lintas lembaga dan penegakan prinsip good governance. Namun, potensi konflik kewenangan, sentralisasi keputusan, dan kurangnya partisipasi publik dapat menimbulkan persoalan implementatif. Studi ini menegaskan pentingnya harmonisasi kewenangan pusat-daerah, transparansi prosedural, serta penguatan mekanisme pengawasan agar pelaksanaan PSN tetap sejalan dengan prinsip negara hukum
Pertanggungjawaban Hukum Notaris Terhadap Konsumen Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen
Notaris sebagai pejabat publik memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat, termasuk konsumen. Dalam pelaksanaan tugasnya, notaris wajib menjamin bahwa akta dan dokumen yang dibuat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Namun, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana notaris bertanggung jawab jika terjadi kerugian bagi konsumen akibat kesalahan atau kelalaian dalam pembuatan akta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban hukum notaris terhadap konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa notaris dapat dikenai pertanggungjawaban hukum jika terbukti melanggar kewajiban profesinya, terutama apabila terjadi kesalahan yang merugikan konsumen. Undang-Undang Perlindungan Konsumen memberikan dasar bagi konsumen untuk menuntut ganti rugi, termasuk hak atas keamanan, informasi yang benar, dan perlakuan yang jujur dari penyedia jasa, termasuk notaris. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya kolaborasi antara Undang-Undang Jabatan Notaris dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dalam memastikan akuntabilitas dan perlindungan hukum bagi konsumen. Penelitian ini merekomendasikan agar notaris meningkatkan kepatuhan terhadap kode etik dan standar profesional dalam memberikan layanan kepada konsumen. Selain itu, konsumen perlu lebih memahami hak-haknya dan jalur hukum yang tersedia jika mengalami kerugian akibat tindakan notaris. Dengan demikian, hubungan yang adil dan seimbang antara notaris dan konsumen dapat tercipta, sejalan dengan prinsip perlindungan konsumen
Pendekatan Holistik Dalam Penciptaan Logo Produk Melalui Integrasi Socio-Technical Systems dan Design Thinking
Penelitian ini mengintegrasikan pendekatan Socio-Technical Systems (STS) dan Design Thinking untuk menciptakan logo produk minuman herbal yang holistik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Proses desain dimulai dengan tahap Empathize untuk memahami preferensi visual, nilai-nilai konsumen, dan kebutuhan informasi tentang produk alami. Tahap berikutnya melibatkan pengembangan konsep kreatif melalui brainstorming di tahap Ideate, diikuti dengan pembuatan prototipe yang diuji dalam berbagai media pada tahap Prototype. Pengujian logo dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS) untuk mengukur kegunaan dan kepuasan pengguna terhadap logo yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi STS dan Design Thinking secara efektif menghasilkan logo yang relevan secara estetika, fungsional, dan diterima oleh audiens target. Pendekatan ini dapat digunakan dalam proyek desain lain yang memerlukan keseimbangan antara elemen sosial dan teknis
The Feasibility Of Diversification Strategies On The Transformation Of Coal Mining Companies Into Mineral Mining Companies In Indonesia
Following the global commitment on net zero emissions during the Paris Agreement in 2016, Indonesia is fulfilling its commitment by focusing their strategy on electric vehicles batteries investment and decreasing the coal-based power generation. One of the company groups in Indonesia that mainly operating on coal starts to look at green minerals that would increase in demand as a diversification strategy. This study aims to investigate which green mineral options that would be the most feasible strategy for the company through decision-making method. Based on the literature review on business strategy and decision-making method decision tree analysis, a questionnaire was distributed across the internal team of the target company that works on the diversification attempt. The respondents were asked on their confidence on the proposed green mineral options. Analysis on the responses shows that there is a strong, if not perfect, relationship between the confidence scores and all the calculated expected monetary values (EMV) of the proposed green minerals. The analysis also shows that the highest EMV compared to other green mineral option, is gold. On this basis, it is recommended for the company to choose gold as their diversification strategy on green minerals. Further research is needed to investigate other factors that has not been covered in this dissertation, or to investigate through other decision-making method
Pengaruh Pembelajaran Etnomatemtika Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas Tinggi Sekolah Dasar
Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan apakah pembelajaran etnomatematika lebih berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas tinggi sekolah dasar dibandingkan dengan pembelajaran kovensinal. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan membagi kelas menajdi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diajar dengan pembelajaran etnomatematika permainan yeye (lompat karet) dan kelompok kontrol yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis matematis yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan (pretest dan posttest), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan angket. Hasil analisis uji-t / independent sample t-Test pada nilai posttest siswa adalah 0,000 yang berarti t hitung > t tabel, maka terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Kemudian pada hasil rata-rata nilai post test siswa kelas eksperimen mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar 85,70 sedangkan kelas kontrol hanya sebesar 69,05. Penelitian ini juga membukatikan bahwa pembelajaran etnomatematika lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas tinggi sekolah dasar dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Pada uji deskriptif presentase angket membuktikan bahwa siswa memiliki sikap dan ketertarikan yang baik pada pembelajaran etnomatematika. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini membuktikan pembelajaran etnomatematika jauh lebih berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada 4 indikator, yaitu menginterpretasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menginferensi. Siswa lebih mampu memahami suatu permasalahan dengan menyebutkan apa yang mereka ketahui dalam soal dan apa yang ditanyakan untuk menganalisis dan mengidentifikasi model matematika atau rumus yang akan digunakan sehingga siswa bisa melakukkan evaluasi terhadap perhitungan dengan benar dan membuat kesimpulan atau menginferensi dengan tepat. Sedangkan dengan pembelajaran konvensional, siswa hanya terpaku pada rumus tanpa menginterpretasi, menganalisis, dan mengevaluasi, sehingga tidak mampu menginferensi atau membuat kesimpulan yang tidak tepa
Manajemen Pembelajaran Seni Berbasis Proyek : Studi Kasus Pada Pameran Seni Lukis di SMP Negeri 2 Bondowoso
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pembelajaran seni berbasis proyek dalam konteks pameran seni lukis di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru seni budaya dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pameran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dalam seni lukis mampu meningkatkan kreativitas, kerja sama, dan rasa tanggung jawab siswa. Proses pembelajaran melibatkan beberapa tahapan, yaitu perencanaan proyek, pelaksanaan, evaluasi, dan pameran karya seni sebagai produk akhir. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam mengembangkan ide, teknik melukis, dan manajemen waktu. Kegiatan pameran memberikan pengalaman autentik kepada siswa dalam mempresentasikan hasil karya mereka kepada khalayak, sekaligus membangun rasa percaya diri. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, fasilitas, dan anggaran, namun dapat diatasi melalui kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah. Dengan demikian, manajemen pembelajaran seni berbasis proyek efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Studi ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran seni lainnya untuk mendorong pengalaman belajar yang lebih bermakna
Phishing Detection on Ethereum Network menggunakan Metode Machine Learning
This study discusses phishing detection on the Ethereum network using machine learning methods, specifically Graph Convolutional Networks (GCNs) and Enhanced Graph Attention Networks (EGAT). The background of this research is based on the increasing number of phishing attacks in the blockchain ecosystem that can threaten the financial security of users. The research aims to analyze the incidence rate of phishing attacks and develop effective and efficient detection methods. The methodology includes data collection from Ethereum transactions and phishing activities, followed by feature extraction, machine learning model training, and evaluation using metrics such as accuracy, precision, recall, and F-score. The identified research gap is the lack of focus on early-stage phishing detection in the Ethereum network and the suboptimal performance of existing methods in recognizing complex transaction patterns. The results indicate that EGAT achieves an accuracy of 93.6%, outperforming GCNs, which reach 91.2%. The conclusion of this research is that the EGAT method is superior in detecting phishing activities, providing significant contributions to security in the Ethereum network
Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan dan Kepercayaan Terhadap Penggunaan E-Commerce Pada Website Halodoc dengan Persepsi Manfaat Sebagai Mediasi
Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan membahas pengaruh persepsi kemudahan penggunaan, kepercayaan, dan persepsi manfaat sebagai mediator terhadap penggunaan e-commerce. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner menggunakan Google Form. Penelitian ini menggunakan metode SEM (Structural Equation Model) dengan pendekatan PLS (Partial Least Square) versi 3.0. Jumlah sampel yang diuji 102 responden dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling. Temuan ini mengungkapkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan, kepercayaan dan persepsi manfaat berpengaruh signifikan terhadap penggunaan e-commerce, kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap persepsi manfaat, persepsi manfaat berpengaruh signifikan terhadap penggunaan e-commerce, persepsi manfaat memediasi hubungan kepercayaan terhadap penggunaan e-commerce, namun persepsi kemudahan penggunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi manfaat dan persepsi manfaat tidak memediasi hubungan persepsi kemudahan penggunaan terhadap penggunaan e-commerc
Pengaruh Kultur Organisasi Terhadap Kualitas Output Sistem Informasi Akuntansi
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi (Keterlibatan, Kemampuan Beradaptasi, Misi, dan Konsistensi) terhadap kualitas output sistem informasi akuntansi pada perusahaan-perusahaan yang berada di Indonesia (Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya). Penelitian ini menggunakan 96 responden karyaan yang bekerja sebagai finance / accounting / tax / procurement / IT / auditor di perusahaan yang menggunakan sistem informasi akuntansi. Metode pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Keterlibatan, Kemampuan Beradaptasi, Misi, dan Konsistensi berpengaruh terhadap kualitas output sistem informasi akuntans