Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Implementasi Kebijakan Naskah Dinas Elektronik (Nadine) Dalam Proses Penyelesaian Keberatan Wajib Pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara I
Menanggapi dorongan pemerintah Indonesia untuk transformasi digital dalam administrasi publik, penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan Electronic Service Script (NADINE) dalam proses penyelesaian keberatan wajib pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara I. Menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen, studi ini mengadopsi Model Empat Kunci Edwards III — komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur organisasi — sebagai lensa analitis. Temuan ini mengungkapkan bahwa NADINE telah meningkatkan efisiensi administrasi, meningkatkan transparansi, dan meminimalkan kesalahan manusia. Namun, dua langkah kritis—penerbitan surat panggilan (SPUH) dan surat penugasan—masih mengandalkan proses manual karena keterbatasan sistem. Kesiapan sumber daya manusia dan tingkat literasi digital yang bervariasi juga mempengaruhi efektivitas implementasi. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya komunikasi terstruktur, infrastruktur yang memadai, dan pelatihan berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan adopsi kebijakan digital. Ini menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan fitur NADINE dan mengintegrasikan semua tahap keberatan ke dalam sistem. Studi ini berkontribusi pada bidang kebijakan publik dengan memberikan pemahaman yang membumi tentang implementasi sistem digital dalam lingkungan pemerintahan yang sangat diatur
A Case Study on Teaching and Learning Writing Recount Text on Merdeka Curriculum at The Tenth Grade of The Students of TKJ 2 SMKN 1 Bantul in The Academic Year 2023/2024
Writing is vital in English education, particularly for vocational school students who need practical communication abilities. This study explores the teaching and learning of recount text writing under the Merdeka Curriculum at SMKN 1 Bantul, where recount texts are used to enhance students’ narrative and linguistic skills. The research aims to investigate instructional strategies, student engagement, and curriculum implementation challenges in recount writing lessons. Using a qualitative case study design, data were collected through classroom observations, teacher and student interviews, and document analysis of lesson plans and syllabi. The findings reveal that the teacher employed structured guidance, multimedia resources, and collaborative tasks to facilitate learning. Although students participated actively, many struggled with grammar and vocabulary, which affected their writing proficiency. Instructional media like PowerPoint and videos enhanced understanding, yet individualized feedback and differentiated instruction were limited. Assessment relied primarily on group tasks and observation, lacking personalized evaluation mechanisms. These results suggest that while current strategies align with Merdeka Curriculum principles, improvements are needed in language support, feedback systems, and assessment frameworks. The study implies that integrating interactive, student-centered approaches with targeted grammar instruction and more individualized assessment can enhance the effectiveness of writing instruction in vocational settings. Future research is recommended to compare practices across schools to identify broader trends and best practices in implementing writing pedagogy under the Merdeka Curriculum
Rekonstruksi Politik Hukum sebagai Perlindungan terhadap Para Pihak Akibat Kejahatan Mafia Tanah Dikaitkan dengan Asas Kepastian Hukum
Sengketa lahan dan munculnya mafia tanah menimbulkan ancaman serius bagi tatanan hukum Indonesia dan menghambat pembangunan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran rekonstruksi politik hukum dalam mengurangi praktik mafia pertanahan, dengan penekanan khusus pada memastikan kepastian hukum dalam administrasi pertanahan. Pendekatan yuridis normatif diterapkan dalam penelitian ini dengan menitikberatkan pada kajian hukum positif, penelitian ini memanfaatkan data sekunder untuk menilai regulasi dan praktik mediasi yang ada. Temuan ini mengungkapkan bahwa sementara mediasi berfungsi sebagai alat penyelesaian sengketa alternatif yang efektif menawarkan posisi yang seimbang dan potensi untuk solusi yang saling menguntungkan efektivitasnya terbatas tanpa kerangka hukum yang jelas. Penyalahgunaan Tanah Kas Desa umumnya dilakukan oleh pejabat desa, yang terlihat dalam kasus Yogyakarta yang terkenal, menggarisbawahi urgensi reformasi hukum. Studi ini berpendapat bahwa rekonstruksi hukum-politik harus mengatasi kesenjangan regulasi dan memperkuat hukum dengan mekanisme yang dapat ditegakkan di tingkat lokal. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya sinergi mediasi dan rekonstruksi hukum untuk memastikan keadilan, mencegah praktik mafia, dan menjunjung tinggi kepastian hukum dalam urusan pertanahan
Korelasi Karakteristik Individu dan Pemahaman Literasi Keuangan Serta Pengaruhnya Terhadap Profil Risiko Individu Dalam Berinvestasi
Tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih menunjukkan kesenjangan yang signifikan dibandingkan dengan tingkat inklusi keuangan, berpotensi menyebabkan keputusan investasi yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik individu—seperti usia, pendidikan, dan penghasilan—dengan pemahaman literasi keuangan serta pengaruhnya terhadap profil risiko investasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 111 responden investor di Indonesia yang dipilih secara purposive. Instrumen kuesioner dikembangkan berdasarkan indikator literasi keuangan dari Remund (2010) dan Widayat (2010), kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan menggunakan korelasi Pearson dan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan tingkat pendidikan tidak memiliki korelasi signifikan terhadap literasi keuangan, sedangkan penghasilan menunjukkan korelasi positif signifikan (r = 0,2194; p < 0,05). Literasi keuangan juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap profil risiko investasi individu (r = 0,416; p < 0,01). Temuan ini menegaskan bahwa faktor ekonomi, bukan demografis, lebih menentukan tingkat pemahaman literasi keuangan dan strategi investasi individu. Implikasi praktisnya, perlu adanya program literasi keuangan yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat, serta integrasi pendidikan finansial dalam kurikulum formal dan layanan edukasi oleh lembaga keuangan. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam pemetaan hubungan literasi keuangan dengan profil risiko investor di pasar modal Indonesia
Business Pivoting Strategy in the Mining Industry (Case Study: PT Membara Bersama Abadi, East Kalimantan, Indonesia)
PT Membara Bersama Abadi (MBA), a coal mining company in East Kalimantan, Indonesia, is facing a critical business challenge due to the impending expiration of its mining license in 2029 and increasing pressure from global energy transition trends. The company risks significant revenue loss unless it finds a sustainable business model beyond coal. This research aims to evaluate the financial feasibility and strategic viability of converting MBA’s existing coal hauling road into a commercial logistics corridor. The study employs a quantitative approach, analyzing project cash flows, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, and Weighted Average Cost of Capital (WACC) using different financing models. The results indicate strong financial performance with a positive NPV ranging from IDR 37.1 to 46.2 billion and IRR exceeding 40%, ensuring payback within 1–2 years. Sensitivity analysis reveals volume risk and regulatory delays as the main threats. The study concludes that infrastructure monetization is a viable strategic pivot for PT MBA, offering long-term financial stability while aligning with Indonesia’s sustainable development goals. The findings provide a model for similar firms navigating post-mining economic uncertainty
Mematangkan Tahap Awal Inovasi Model Bisnis Menggunakan Business Model DNA Melalui Pendekatan Market Centric
Tahap awal inovasi model bisnis memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan dan keberlanjutan jangka panjang, terutama dalam industri yang dinamis dan kompetitif seperti kedai kopi. Studi ini mengeksplorasi pematangan inovasi model bisnis menggunakan kerangka kerja Business Model DNA (BMDNA) melalui pendekatan yang market centric (berpusat pada pasar). Dengan mengintegrasikan elemen-elemen utama seperti segmentasi pelanggan, proposisi nilai, dan strategi distribusi omni-channel, bisnis dapat menciptakan model yang adaptif dan berkelanjutan yang selaras dengan preferensi konsumen yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang menggabungkan K-Means Clustering untuk segmentasi pelanggan, Conjoint Analysis untuk mengevaluasi preferensi konsumen, dan strategi Pemasaran Omni-channel untuk menentukan saluran digital yang paling efektif untuk keterlibatan pelanggan. Sebuah survei terhadap 550 responden mengungkapkan tiga segmen pelanggan utama: The Trendsetters, The Value Explorers, dan The Premium Seekers, masing-masing dengan perilaku pembelian dan preferensi saluran yang berbeda. Temuan tersebut menyoroti bahwa inovasi model bisnis yang digerakkan oleh konsumen secara signifikan meningkatkan ketahanan bisnis, daya saing, dan keberlanjutan jangka panjang. Dengan mematangkan tahap awal inovasi model bisnis melalui perspektif yang berpusat pada pasar menggunakan Model Bisnis DNA, pengusaha kedai kopi dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, mengurangi risiko kegagalan, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk menavigasi kondisi pasar yang berubah. Penelitian di masa mendatang harus mengeksplorasi skalabilitas pendekatan ini di berbagai industri dan lingkungan pasar
Peran dan Sikap Tenaga Kesehatan Rs Terhadap Praktek Penanganan Limbah Medis di Rs Kabupaten Pemalang
Pengelolaan limbah medis yang efektif di rumah sakit merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta sikap tenaga kesehatan terhadap praktik penanganan limbah medis di beberapa rumah sakit di Kabupaten Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei dan wawancara terhadap tenaga kesehatan, termasuk dokter, perawat, dan petugas sanitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki pemahaman yang cukup mengenai prosedur penanganan limbah medis, namun masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan implementasi di lapangan. Faktor yang memengaruhi sikap dan peran tenaga kesehatan meliputi pelatihan yang terbatas, kurangnya fasilitas pendukung, serta lemahnya pengawasan internal. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kesadaran tenaga kesehatan guna memastikan pengelolaan limbah medis yang aman, sesuai standar, dan berkelanjutan
Resiliensi perempuan setelah kematian pasangan: Sebuah kajian gender
The death of a partner is portrayed as a painful reality, especially for single mothers in Indonesia. Gender inequality is identified as the root cause of the challenges faced by single mothers, leading to the creation of stigma, stereotypes, and marginalization against them. In this context, single mothers require resilience to confront various challenges and overcome adversity. This research aims to explore the dialogue between gender roles and the resilience of women after the loss of their partners. Through a literature review method, data was gathered from previous studies, resulting in the identification of nine articles that met the search criteria. The review findings indicate that, despite facing obstacles in developing resilience based on societal norms and expectations rooted in a patriarchal culture, single mothers are capable of achieving resilience.
Tinjauan Hukum dan Perlindungan Korban terhadap Pertangung Jawaban Pidana terhadap Pelaku Pencabulan Anak Disabilitas
Penelitian ini membahas pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku pencabulan anak disabilitas serta efektivitas perlindungan hukum bagi korban dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Anak penyandang disabilitas merupakan kelompok rentan yang sering mengalami kekerasan seksual akibat keterbatasan fisik maupun mental mereka. Meskipun regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Penyandang Disabilitas telah memberikan dasar hukum yang kuat, implementasi perlindungan hukum bagi korban masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian yuridis normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku dapat dianalisis melalui teori retribusi, preventif, dan rehabilitatif. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat hambatan seperti keterbatasan akses keadilan bagi korban, kurangnya pemahaman aparat penegak hukum terhadap kebutuhan khusus anak disabilitas, serta stigma sosial yang menyebabkan banyak kasus tidak terungkap. Analisis terhadap beberapa kasus menunjukkan bahwa hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku tidak selalu mencerminkan keadilan bagi korban. Penelitian ini menyarankan reformasi kebijakan untuk memperkuat regulasi, meningkatkan kapasitas aparat penegak hukum, serta menyediakan fasilitas pendampingan bagi korban. Reformasi ini diharapkan dapat membuat sistem peradilan pidana di Indonesia lebih responsif terhadap perlindungan anak disabilitas dan memberikan keadilan yang lebih baik bagi mereka
Analisis Perbandingan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Bangunan Bertingkat Metode Alumunium Formwork dengan Metode Konvesional
Penelitian ini membahas perbandingan waktu pelaksanaan pekerjaan struktur bangunan bertingkat antara dua metode bekisting yang berbeda, yaitu metode aluminium formwork dan metode konvensional pada proyek konstruksi Tower Rusun ASN 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan durasi pelaksanaan antara kedua metode tersebut, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi waktu dalam pembangunan gedung bertingkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan dan dokumentasi proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode konvensional memiliki durasi pekerjaan yang lebih singkat dibandingkan dengan metode aluminium formwork. Rata-rata durasi per lantai pada metode konvensional berkisar antara 9 hingga 13 hari, sedangkan pada metode aluminium formwork mencapai 14 hingga 21 hari per lantai. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun aluminium formwork lebih efisien dalam hal kualitas dan jangka panjang, metode konvensional lebih unggul dalam hal waktu pelaksanaan