Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Model Kepemimpinan di Klinik Kesehatan: Pengaruh Pendidikan dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan yang Dimoderasi dengan Kepuasan Kerja di Kota Bandung
Kinerja karyawan pada sektor klinik kesehatan berperan penting dalam mendukung efektivitas dan kualitas layanan medis sebagai garda terdepan sistem kesehatan nasional. Variasi kinerja antar-klinik di Kota Bandung masih menjadi tantangan, terutama terkait dengan rendahnya kepuasan kerja dan ketidakmerataan kualitas kepemimpinan pimpinan klinik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, serta menguji peran moderasi kepuasan kerja pada klinik kesehatan di Kota Bandung. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif eksplanatori dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Sampel penelitian terdiri dari 150 responden tenaga kesehatan dan non-medis yang bekerja di klinik pratama dan main clinic. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 1–5 dengan indikator yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan gaya kepemimpinan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui peningkatan kepuasan kerja. Selain itu, kepuasan kerja terbukti menjadi variabel moderator yang memperkuat hubungan pendidikan dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya program peningkatan kompetensi pimpinan klinik serta penerapan gaya kepemimpinan transformasional dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas tenaga kesehatan. Rekomendasi praktis mencakup pengembangan pelatihan kepemimpinan berkelanjutan bagi pimpinan klinik guna meningkatkan mutu pelayanan dan keberlanjutan organisasi kesehatan di Kota Bandung
Konservasi dan Pengelolaan Garam Gunung Berkelanjutan di Kecamatan Krayan Selatan: Perspektif Ekologi Dan Keanekaragaman Hayati
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan dan konservasi sumber daya garam gunung di Kecamatan Krayan Selatan, Kalimantan Utara, dengan pendekatan ekologi dan keanekaragaman hayati. Garam gunung di wilayah ini memiliki peran penting dalam ekonomi lokal dan budaya masyarakat adat Lundayeh yang mengelola garam dengan metode tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method yang menggabungkan survei lapangan kuantitatif, analisis kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan 25 informan kunci, serta analisis spasial berbasis GIS untuk pemetaan sebaran sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama: (1) identifikasi 12 titik mata air garam dengan karakteristik hidrogeologi berbasis batuan sedimen Karst dan salinitas tinggi (15-25%), (2) keberadaan mikroorganisme halofilik endemik dan vegetasi rawa pegunungan yang sensitif terhadap perubahan ekosistem, (3) praktik pengelolaan tradisional Lundayeh yang memiliki jejak karbon rendah namun menghadapi tekanan modernisasi, (4) kesenjangan antara standar mutu nasional dan metode produksi tradisional, serta (5) ketiadaan mekanisme kelembagaan formal untuk konservasi berkelanjutan. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan dan potensi dalam pengelolaan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan aspek ekosistem yang mendukung dan keberagaman hayati. Model pengelolaan yang diusulkan bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian ekosistem. Penelitian ini memiliki kontribusi terhadap pengembangan model pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal di wilayah perbatasan Indonesia
Hubungan Kewenangan Antar Lembaga Negara dalam Pembiayaan Proyek Publik di Indonesia
Penelitian ini menganalisis distribusi kewenangan antar-lembaga negara dalam konteks pembiayaan proyek publik di Indonesia. Fokus penelitian adalah bagaimana alokasi kewenangan legislatif, eksekutif, yudikatif, lembaga teknis, dan otoritas keuangan mempengaruhi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan pembiayaan proyek publik, termasuk mekanisme pembiayaan kreatif seperti Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Metode yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, literatur akademik, serta praktik administrasi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpang-tindih kewenangan, perbedaan mandaat kelembagaan, dan kurangnya mekanisme koordinasi formal menghambat efektivitas pembiayaan proyek publik, khususnya dalam hal efisiensi alokasi anggaran (terjadi penundaan rata-rata 3-6 bulan), kecepatan pelaksanaan proyek (pembengkakan biaya hingga 15-20%), dan kualitas pengawasan. Temuan utama menunjukkan bahwa penguatan koordinasi antar-lembaga melalui forum koordinasi formal dapat meningkatkan efektivitas pembiayaan hingga 30%. Rekomendasi meliputi penyelarasan norma hukum melalui harmonisasi regulasi sektoral, penguatan instrumen koordinasi antar-lembaga melalui pembentukan satuan tugas khusus, dan peningkatan tata kelola pembiayaan yang lebih transparan dan akuntabel melalui implementasi sistem monitoring terintegrasi
Kajian Studi Eksperimental Kompratif Beton HSC dengan Penambahan Serat Baja dan Abu Cangkang Sawit
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu cangkang sawit (ACS) sebagai bahan pengganti 15% semen dan penambahan serat baja 2% terhadap sifat mekanis beton mutu tinggi (High Strength Concrete/HSC). Pengujian meliputi uji beton segar (slump flow, T50 time, V-funnel, L-box) dan beton keras (kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur). Hasil menunjukkan seluruh parameter beton segar memenuhi standar EFNARC untuk Self-Compacting Concrete (SCC). Kuat tekan meningkat signifikan dari 30,89 MPa (beton normal) menjadi 90,25 MPa (HSC)—peningkatan 192% atau 65,7% lebih tinggi dari target mutu. Kuat tarik belah meningkat dari 2,95 MPa menjadi 5,63 MPa (90,8%), sedangkan kuat lentur meningkat dari 6,27 MPa menjadi 16,69 MPa (166%) pada balok komposit dengan lapisan HSC 5 cm. Peningkatan ini disebabkan oleh reaksi pozzolanik abu cangkang sawit yang menghasilkan kalsium silikat hidrat (C-S-H) tambahan dan kontribusi serat baja dalam menahan propagasi retak serta meningkatkan daktilitas. Analisis displacement menunjukkan peningkatan ketebalan lapisan HSC meningkatkan kekakuan lentur dan menurunkan lendutan maksimum. Kombinasi ACS 15% dan serat baja 2% terbukti efektif meningkatkan performa mekanis dan struktural beton hingga tiga kali lipat dibanding beton normal, sekaligus mendukung material ramah lingkungan dalam teknologi beton modern dengan memanfaatkan limbah industri kelapa sawit
Hubungan Gangguan Pendengaran Dengan Penurunan Fungsi Kognitif Pada Usia Lanjut di Panti Jompo
Gangguan pendengaran atau presbikusis merupakan salah satu gangguan yang umum terjadi pada usia lanjut. Kondisi tersebut diduga dapat menurunkan fungsi kognitif lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gangguan pendengaran dengan penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut. Jenis penelitian ini yaitu studi analitik dengan rancangan potong lintang (cross-sectional). Penelitian dilakukan di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Populasi penelitian sebanyak 68 orang, dan sampel diperoleh sebanyak 58 orang. Penarikan sampel secara purposif (purposive sampling). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Korelasi Gamma pada tingkat kepercayaan 95% (=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok umur responden didominasi oleh lansia berusia 60–65 tahun sebesar 43,1% dan mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu 56,9%. Sebagian besar responden memiliki pendengaran terbaik pada telinga kanan (46,6%), dengan tipe gangguan terbanyak berupa tuli sensorineural sebesar 58,7% dan derajat gangguan yang paling banyak adalah tuli ringan (34,5%), sementara gangguan kognitif didominasi kategori sedang sebesar 43,1%. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tipe serta derajat gangguan pendengaran dengan fungsi kognitif lansia, dengan nilai p = 0,019 dan tingkat keeratan hubungan yang kuat (r = 0,711). Keterbatasan penelitian meliputi desain cross-sectional yang tidak dapat menunjukkan hubungan kausal, sampel terbatas pada satu lokasi sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati, serta kemungkinan adanya faktor perancu yang tidak terkontrol seperti riwayat penyakit vaskular, tingkat pendidikan, dan aktivitas sosial responden
Structural Model of Antecedents and Consequences of Inpatient Satisfaction at dr. M. Haulussy Ambon Regional Hospital
This study aims to analyze the structural model of antecedents and consequences of inpatient satisfaction at RSUD dr. M. Haulussy Ambon. The research approach used is quantitative, associative with cross-section data collection, and ex post facto methods. The population used in this study were all non-BPJS inpatients at RSUD dr. M. Haulussy Ambon during June-August 2024. The sample determination was purposive as many as 100 non-BPJS inpatients at RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Data were analyzed using path analysis.The results of the study indicate that (1) the patient satisfaction variable empirically becomes an intervening variable that is able to mediate service quality, hospital image and price perception towards the trust and loyalty of inpatients; (2) patient satisfaction variables do not only act as independent or dependent variables but are able to act as variables that are able to mediate the involvement of antecedent variables to consequence variables; (3) service quality, hospital image and price perception are antecedent variables to patient satisfaction: (4) inpatient trust and loyalty are consequence variables of patient satisfaction
Efektivitas Penggunaan Media Big Book Berdiferensiasi terhadap Kemampuan Literasi Awal dan Motivasi Belajar siswa kelas 1 sekolah dasar
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Membaca Permulaan Pada Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Literasi Multimodal
Pada siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 37 menunjukan rendahnya kemampuan pemahaman membaca permulaan. 40% pada siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 37 untuk memahami teks, yang paling sederhana masih kesulitan, mengaitkan kata dengan makna dan mengembangkan pemahaman dari bacaan tersebut. Pendekatan dan media yang digunakan dalam pembelajaran pada kelas 1 SD muhammadiyah 37 kurang efektif dan kurang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan literasi multimodal dalam meningkatkan kemampuan pemahaman membaca permulaan siswa kelas 1 SD. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang melibatkan siklus perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara berulang. asil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca siswa dari pra-siklus hingga siklus II. Setelah diterapkan pendekatan multimodal dengan tidak adanya perubahan strategi peningkatan pembelajaran pada siklus tersebut. Ditemukan hasil dalam perbandingan tes pemahaman membaca dari siklus pertama sampai siklus ke 2 dinyatakan bahwa kinerja peserta didik rata-rata 20-40% lebih baik setelah metode literasi multimodal dilaksanakan
Sosialisasi Kuliner Indonesia Kepada Mahasiswa Universitas Walailak dalam Meningkatkan Potensi Gastrodiplomasi Indonesia di Thailand
Kegiatan sosialisasi kuliner Indonesia di Universitas Walailak pada 24 Juli 2024 bertujuan untuk meningkatkan potensi gastrodiplomasi Indonesia di Thailand dengan memperkenalkan keberagaman kuliner, khususnya dari Nusa Tenggara Barat. Melibatkan Focus Group Discussion (FGD) dengan mahasiswa dan dosen Thailand, acara ini menggali tantangan dan peluang kolaborasi dalam memperkenalkan kuliner Indonesia. Metode sosialisasi mencakup presentasi, demonstrasi memasak, dan pameran kuliner, di mana peserta mencicipi hidangan seperti Sate Rembiga, Ayam Taliwang, dan Plecing Kangkung. Hasil menunjukkan minat tinggi mahasiswa Walailak terhadap beberapa hidangan, meskipun ada ketidakpuasan terhadap rasa pedas sambal. Secara keseluruhan, acara ini berhasil dalam memperkenalkan kuliner Indonesia dan membangun hubungan antarbudaya, serta diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap kuliner Indonesia di tingkat internasional
Analysis of Factors Influencing Students' Decision-Making in Choosing Islamic Boarding School at Nahdlatul Wathan Islamic Centre
This study employs a quantitative research approach to investigate the factors influencing decision-making at Pondok Pesantren Islamic Centre Nahdlatul Wathan. Quantitative research utilizes structured tools such as surveys to gather numerical data, focusing on quantifying relationships and behaviors and employing statistical techniques to test hypotheses. Conducted during the 2023/2024 academic year, the research involved 100 respondents selected through purposive sampling, comprising 22 vocational school students and community members surrounding the boarding school in Tanjung Riau, Batam. Data were collected using an online questionnaire with a 5-point Likert scale and analyzed using SPSS 21 for multiple linear regression to explore the impact of independent variables (Price, Location, Promotion) on the decision to choose the boarding school. Findings reveal that Price significantly affects decision-making (regression coefficient B = 0.299, t-value = 3.222), indicating that higher prices increase the likelihood of choosing the boarding school. Location also has a substantial impact (B = 0.657, t-value = 6.793), suggesting that a strategic location enhances the probability of selection. Promotion shows a significant effect (B = 0.306, t-value = 4.739), albeit slightly weaker than Location. Overall, the multiple linear regression analysis demonstrates the model's significance (F-value = 17.183), implying that Price, Location, and Promotion collectively influence the decision to choose a boarding school. These insights are crucial for educational institutions aiming to understand key decision-making factors