Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
The Impact of Digital Transformation on Organizational Performance and Operational Risks in Banking Sector
This study examines the impact of digital transformation (DT) on organizational performance and operational risks in the banking sector. Internal factors analyzed include communication, comprehension of DT, operational technology readiness, process complexity, risk monitoring, and operational risk training, while external factors encompass regulatory compliance, digital experience, budget constraints, and cyber resilience. Using fuzzy-set qualitative comparative analysis (fsQCA) on survey data from 100 Indonesian banking professionals, the findings highlight the critical role of risk monitoring and operational technology readiness among internal factors, and cyber resilience and budget allocation among external factors. The interplay of these elements, such as combining risk monitoring with cyber resilience, is key to optimizing performance and mitigating risks. This study provides actionable insights for practitioners, policymakers, and scholars, emphasizing the alignment of internal capabilities with external demands. It highlights the importance of streamlined processes, cybersecurity frameworks, and supportive regulations for sustainable DT. While limited by sample size and subjective data, the research identifies opportunities for future studies, including cross-sectoral analyses and the use of objective performance metrics
Analisis Model Penerimaan Teknologi Mobile Banking Menggunakan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (Utaut 2)
Penelitian ini berfokus pada pengukuran faktor-faktor yang memengaruhi minat dan adopsi pengguna terhadap layanan mobile banking Bank Muamalat, terutama Muamalat DIN, dengan menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) yang ditambahkan variabel Perceived Risk. Layanan mobile banking di Indonesia telah mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh perkembangan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan smartphone, namun pertumbuhan pengguna Muamalat DIN di cabang Batam masih tergolong rendah dibandingkan jumlah nasabah Bank Muamalat secara keseluruhan. Penelitian ini melibatkan 150 responden dan menggunakan teknik analisis data Structural Equation Modeling (SEM) dengan SmartPLS untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam peningkatan minat dan adopsi layanan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor Hedonic Motivation, Price Value, Effort Expectancy dan Social Influence memiliki pengaruh signifikan terhadap Behavioural Intention, sedangkan Behavioural Intention, Facilitating Conditions dan Habit berpengaruh signifikan terhadap Adoption. Di sisi lain, Perceived Risk tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Behavioural Intention. Temuan ini memberikan implikasi manajerial bagi Bank Muamalat untuk meningkatkan adopsi Muamalat DIN melalui penyempurnaan fitur yang lebih mudah digunakan, strategi pemasaran berbasis pengaruh sosial, serta peningkatan nilai manfaat layanan. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur penerimaan teknologi, khususnya dalam konteks perbankan syariah di Indonesi
Eksplorasi Strategi Afiliasi dalam Shopee Affiliates Program
Shopee Indonesia menjadi e-commerce yang menduduki peringkat teratas dalam kategori belanja di PlayStore dan AppStore. Untuk memperluas jaringan bisnisnya, Shopee menciptakan program Shopee Affiliate Program. Di Indonesia affiliate marketing baru ramai dibicarakan pada akhir tahun 2020, saat Shopee merilis Shopee Affiliates Program. Shopee Affiliates Program merupakan kegiatan pemasaran yang menghubungkan Shopee Seller, afiliasi dan pelanggan. Kegiatan pengiklanan para afiliasi tidak terlepas dari digital marketing. Digital marketing yang diterapkan dalam program ini berupa content marketing dan influecer marketing Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi afiliasi dalam Shopee Affiliates Program. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi kualitatif yang menggunakan metode penelitian in-depth interview kepada 10 afiliasi dan seorang expert dalam digital merketing mengingat keterbatasan penelitian terdahulu mengenai Affiliates Program. Penelitian ini akan berfokus kepada tiga analisis utama yaitu analisis personal preference seorang afiliasi dalam memilih produk, analisis content marketing dan analisis influencer marketing yang mereka lakukan. Urgensitas dilakukannya penelitian ini karena program afiliasi sudah dilakukan oleh beberapa platform, sementara penelitian mengenai affiliate marketing di Indonesia masih sangat terbatas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam memilih produk afiliasi mempertimbangkan komisi, reward, dan penilaian pembeli. Selain itu afiliasi juga memilih produk yang mereka pakai dan gunakan. Konten yang populer untuk mengiklankan produk afiliasi adalah konten yang merekomendasikan produk, review produk dan unboxing produk. Selain itu, setiap platform seperti Tiktok, Instagram dan Twitter memiliki perlakuan yang berbeda terkait followers. Sehingga dalam Tiktok akun non-influencer bisa menjangkau lebih banyak audiensi. Penelitian ini dapat menjadi kebaruan dalam ilmu marketing mengenai affiliate marketing. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi implikasi manajerial bagi Shopee, Shopee Seller yang ingin memperluas jangkauan produk dan meningkatkan penjualan serta untuk mereka yang ingin mendaftar menjadi seorang afiliasi Shopee
Perancangan Inovasi Operasional Menggunakan Pendekatan Blue Ocean Strategy pada Gado Gado Arjuna Pak Satumin
Pengelolahan operasional sangat dibutuhkan mengingat persaingan semakin ketat dan pemilik restoran dituntut untuk adaptif. Tidak terkecuali pada industri makanan tradisional atau makanan khas daerah. Restoran menghadapi kesulitan karena harus merespon perubahan permintaan pelanggan, strategi pemasaran dan penjualan. Mengingat perkembangan di industri ini cukup pesat, banyaknya merek-merek baru yang bermunculan yang lebih maju dan kompetitif. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan adanya suatu pengembangan strategis yang bermanfaat untuk mengakselerasi potensi kuliner khas yang dimiliki di kota Surabaya. Objek penelitian ini adalah Gado Gado Arjuna Pak Satumin yang sudah berdiri sejak 1960 yang memiliki nilai historikal yang cukup baik, namun belum memiliki sistem yang strategis pada operasional. Karena itu diperlukan adanya suatu strategi yang dapat digunakan sebagai acuan dari operasinal yang berupa Blue Ocean Strategy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan triangulasi sumber data, jumlah informan sebanyak 5 orang diwakili oleh ekspert dibidang food and beverage. Blue Ocean Strategy terdiri dari SWOT analisis, strategi canvas, ERRC, BOS yang berfokus pada value creation yang dimiliki oleh Gado Gado Arjuna Pak Satumin. Hasil dari penelitian ini berupa Blue Ocean Strategy diimpementasikan di Value Proposition pada Business Model Canvas Gado Gado Arjuna Pak Satumi
Kepastian Hukum Penyelenggaraan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Terhadap Perlakuan Pembayaran Bea Perolehan Hak Atastanah dan Bangunan
Masalah pertanahan memerlukan perhatian serius dan kehati-hatian ekstra dari pemerintah, sebab selain sebagai kebutuhan vital bagi masyarakat, tanah juga merupakan sumber daya ekonomi yang sangat berharga.Melalui adanya kepastian hukum, maka setiap pemilik tanah dapatlah yakin bahwa hak-haknya diakui secara resmi oleh negara, artinya bahwa pemilik memiliki bukti yang sah atas kepemilikan tanah yang dapat digunakan untuk melindungi haknya dari klaim pihak lain sehingga tidak perlu terjadi sengketa tanah.Program Pendaftaran Tanah Lengkap Sistematis (PTSL) dirancang Pemerintah untuk mendaftarkan tanah yang belum terdaftar, sehingga masyarakat dapat memperoleh sertifikat sebagai bukti kepemilikan yang sah. PTSL merupakan inisiatif penting dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah pendaftaran tanah dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Melalui pelaksanaan pendaftaran secara sistematis dan terencana, maka program ini diharapkan dapat mengurangi sengketa tanah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengakuan hak tanah yang jelas dan sah.Terhadap sertifikat tanah hasil PTSL dengan status BPHTB dan PPH terhutang tidak memiliki kepastian hukum karena masih terdapat pajak terutang.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa tentang ratio legis pengaturan kewajiban pembayaran pungutan BPHTB/PPH dan akibat hukum penerbitan sertipikat hak atas tanah dalam hal pelanggaran pembayaran perolehan hak atas tanah.Penelitian ini menggunakan metode diskriptif analisis dengan pendekatan hukum statue approach (pendekatan perundang-undangan karena berfokus pada analisis dan penelaahan peraturan perundang-undangan yang relevan) dan dispesifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan jenis yuridis normatif serta Sumber bahan hukum yang digunakan dari sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunde. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa rasio legis dalam pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023 telah dirancang secara komprehensif dan konsisten dengan berbagai tujuan pendaftaran tanah.Keberadaan juridical cadastre, fiscal cadastre, land use cadastre, serta multipurpose cadastre. Berdasarkan Permen ATR/BPN No. 6 Tahun 2018 Pasal 30, tidak semua bidang tanah dapat dibukukan PTSL, terutama yang masuk dalam Kluster 3 tersebut. Sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam legalisasi kepemilikan tanah serta berpotensi menimbulkan konflik kepemilikan. Tanah yang tidak dapat dibukukan dalam PTSL juga berisiko mengalami kendala dalam transaksi jual beli, pengembangan usaha, maupun pemanfaatan untuk keperluan investasi.Sertifikat hak atas tanah seharusnya memiliki fungsi sebagai alat pembuktian yang pasti dalam hukum pertanahan. Namun, sesuai dengan UU Nomor 35 Tahun 2023 Pasal 59 Ayat 10 dan Pasal 60 Ayat 1a, pembayaran BPHTB terutang harus dilunasi sebelum penandatanganan akta jual beli. Wajib Pajak juga harus menyerahkan bukti pembayaran BPHTB sebelum menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan/atau bangunan. pada Pasal 61 Ayat 1 disebutkan bahwa Kepala Kantor Bidang Pertanahan hanya dapat melakukan pendaftaran hak atau peralihan hak atas tanah setelah bukti pembayaran BPHTB diserahkan. Oleh karena itu, ketentuan dalam Permen ATR/BPN No. 6 Tahun 2018 yang memperbolehkan penerbitan sertifikat tanpa pelunasan pajak dapat mengurangi kepastian hukum. berdasarkan akibat hukum yang terjadi karena adanya kontadiksi dan ambiguitas tentang BPHTB terutang pada PTSL antara Permen ATR/BPN Nomer 6 Tahun 2018 dan Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2018, maka diperlukan kejelasan regulasi yang lebih tegas untuk menghindari ketidakpastian hukum, ketidakadilan, serta risiko terhadap kekuatan hukum sertifikat tanah. Harmonisasi peraturan antara kebijakan fiskal dan kebijakan pertanahan menjadi krusial agar tujuan percepatan PTSL tetap selaras dengan prinsip keadilan serta kepastian hukum dalam perpajaka
Pengaruh Audit Operasional dan Pengendalian Internal terhadap Kinerja Karyawan pada Perumda BPR Garut
Employee performance in the operational credit distribution process has not been effective and efficient, as indicated by employees' noncompliance with credit distribution procedures. This highlights the importance of internal control and operational audits in addressing the impact of employee behavior on performance, target achievement, and business efficiency. This study aims to examine the influence of operational audits and internal control on employee performance at Perumda BPR Garut. The research employs an explanatory method, using primary data collected through a closed-ended questionnaire. Hypothesis testing is conducted using a multiple linear regression model with the assistance of the Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 25. The findings confirm that operational audits influence employee performance at Perumda BPR Garut, internal control affects employee performance, and both operational audits and internal control collectively impact employee performance. The study also reveals that operational audits and internal control at Perumda BPR Garut are not yet optimal, as some employees hold positions that do not align with their educational background, necessitating workshops and training to enhance competencies. Improving the quality of audit work programs by prioritizing high-risk areas and enhancing accuracy in audit documentation is essential to increase follow-up effectiveness. Furthermore, internal control remains suboptimal in areas such as training systems, task segregation, and managerial knowledge of fraud prevention. Therefore, evaluating training programs, implementing clearer task segregation, and enhancing interdepartmental communication are crucial to supporting more effective strategic decision-making
Parenting Attachment dan Subjective Well-Being Generasi Alpha
Generation Alpha grew up in the digital era with early exposure to technology that influences the way they interact and develop. Therefore, it is important for us to understand the factors that may affect their subjective well-being, including attachment to parents. The subjects of this study were 395 people belonging to the alpha generation, aged 11-14 years who had at least one parent living with them. The research instruments were the Inventory of Parent and Peer Attachment-Revised (IPPA-R) by Gullone & Robinson to measure parenting attachment and the Children’s World Subjective Well-Being Scale which is an adaptation by Borualogo & Casas to measure the level of subjective well-being in the alpha generation. Through statistical analysis of Spearman correlation, it was found that there was no significant relationship between parenting attachment and subjective well-being in the alpha generation (r = 0.079, p > .05)
Dampak Musik pada Perubahan Suasana Hati
Penelitian ini mengkaji pengaruh musik terhadap suasana hati dan kesejahteraan psikologis. Musik telah lama dikenal memiliki kekuatan untuk membangkitkan emosi dan mengubah suasana hati manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survey, wawancara, dan observasi untuk menggali pengalaman dan persepsi individu tentang bagaimana musik mempengaruhi suasana hati mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap suasana hati para partisipan. Musik dengan tempo cepat dan melodi ceria cenderung meningkatkan semangat, sementara musik lambat dan melankolis dapat menenangkan atau memicu refleksi. Asosiasi emosional yang terbentuk dari pengalaman pribadi dengan musik dapat membangkitkan kenangan dan perasaan tertentu. Musik juga memainkan peran penting dalam mengakses dan memproses emosi yang kompleks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat menjadi alat yang ampuh untuk mengatur suasana hati, mengelola emosi, meningkatkan kesejahteraan psikologis, dan memperkuat ikatan sosial
Peran Motivasi dalam Mendukung Pengaruh Pengembangan Karyawan dan Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan di PT XYZ Batam
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran motivasi dalam mendukung pengaruh Pengembangan Karyawan dan Pelatihan terhadap kinerja karyawan di PT XYZ Batam. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan teknik regresi linier berganda pada 155 karyawan level 1-6, hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya motivasi yang memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini memberikan umpan balik kepada perusahaan untuk lebih mendayagunakan peran motivasi dalam mendukung program Pengembangan Karyawan dan Pelatihan yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi pengembangan sumber daya manusia yang dapat memaksimalkan potensi karyawan melalui peningkatan motivasi kerja
Implikasi atas Penyebaran Informasi Bisnis pada Rahasia Dagang
The evolution of the current economic industry shows high complexity. Industrial development needs to focus on added value. Therefore, protection of Intellectual Property Rights (IPR) is very important to protect intellectual works and trade secrets, despite the risk of fraud in competition. However, the development of trade can also threaten this confidentiality, so there needs to be legal regulations to protect trade secrets. This study focuses on examining the implications of the dissemination of business information on trade secrets. The method used is a normative legal approach, which is related to applicable laws and regulations. The results of the study show that company information is the key to competitive advantage, but is often threatened by leakage by employees or third parties. To protect trade secrets, companies need to make work agreements. However, loss of confidentiality can occur, either through employee errors or theft by insiders. Violation of trade secrets is detrimental to the economy and competitiveness of the company. In this case, company law protects trade secrets without registration, and violators can be subject to penalties