Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Tinjauan Yuridis terhadap Kartel “Minyakita” di Indonesia (Studi Kasus Putusan KPPU Nomor 15/KPPU-I/2022)
Minyakita merupakan merek dagang minyak goreng milik Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Produk ini bukan minyak goreng bersubsidi karena tidak menggunakan dana negara, melainkan diproduksi melalui skema domestic market obligation (DMO). Dalam skema tersebut, eksportir CPO diwajibkan menyalurkan minyak goreng untuk kebutuhan dalam negeri sebelum memperoleh izin ekspor. Dengan demikian, Minyakita merupakan bentuk kewajiban industri, bukan subsidi pemerintah. Kasus terkait Minyakita mencakup dugaan kartel minyak goreng kemasan dan pembatasan distribusi pada awal 2023, serta kecurangan pengukuran pada awal 2025. KPPU menangani kasus ini karena terdapat dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak Putusan KPPU Nomor 15/KPPU-I/2022 terhadap perusahaan minyak goreng di Indonesia serta menilai alat bukti yang digunakan KPPU dalam mengeluarkan putusan tersebut. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dan analisis yuridis normatif berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil analisis menunjukkan bahwa putusan tersebut memiliki implikasi positif dan negatif bagi perusahaan, konsumen, dan pemerintah, serta implementasi Pasal 4, 5, dan 11 UU No. 5/1999 belum berjalan efektif dalam kasus kartel minyak goren
Pengembangan Strategi Manajemen Modern dalam Menjawab Tantangan Industri Konstruksi Masa Kini pada PT Pati Abadi Karya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan strategi manajemen modern dalam menjawab tantangan industri konstruksi pada PT Pati Abadi Karya melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan manajer proyek, kepala bagian operasional, staf teknis, serta observasi langsung pada proses manajerial dan pelaksanaan proyek di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi tantangan pada aspek koordinasi antarbagian, konsistensi perencanaan, pengelolaan informasi, dan efisiensi operasional. Melalui analisis SWOT terhadap kondisi internal dan eksternal, ditemukan bahwa perusahaan memiliki kekuatan berupa pengalaman tim, kedekatan dengan vendor material, serta adaptabilitas terhadap perubahan lapangan; namun juga memiliki kelemahan berupa belum optimalnya digitalisasi, keterbatasan sumber daya manusia spesialis, dan ketidakteraturan dokumentasi teknis. Di sisi lain, peluang berasal dari pertumbuhan permintaan konstruksi dan adopsi teknologi konstruksi, sementara ancaman mencakup persaingan ketat dan fluktuasi harga material. Penelitian ini menawarkan beberapa strategi rekomendatif meliputi optimalisasi digitalisasi manajerial, penguatan koordinasi lintas unit, peningkatan sistem dokumentasi proyek, dan diversifikasi layanan berbasis teknologi. Temuan ini menegaskan pentingnya transformasi manajemen modern untuk meningkatkan daya saing perusahaan konstruksi di tengah dinamika industri saat ini
Hubungan Konsumsi Ultraprocessed Food Terhadap Emotional Intelligence
Konsumsi ultraprocessed food (UPF) telah meningkat signifikan dalam beberapa dekade terakhir dan dikaitkan dengan berbagai dampak kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi UPF dengan emotional intelligence (EI) pada mahasiswa. Penelitian menggunakan desain cross-sectional analitik dengan sampel 156 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data konsumsi UPF dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sementara EI diukur menggunakan Trait Emotional Intelligence Questionnaire Short Form (TEIQue-SF). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (65,4%) memiliki konsumsi UPF tinggi, dengan 54,5% responden memiliki tingkat EI sedang. Analisis korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara konsumsi UPF dengan EI, dengan koefisien korelasi r=-0,402 dan nilai p<0,001, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi konsumsi UPF, maka semakin rendah tingkat EI. Mekanisme yang mendasari hubungan ini melibatkan dampak negatif UPF terhadap fungsi kognitif, regulasi emosi, dan kesehatan mental melalui jalur inflamasi, perubahan mikrobiota usus, dan gangguan neurotransmitter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsumsi UPF dengan EI pada mahasiswa. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi gizi dan promosi pola makan sehat untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental dan kemampuan regulasi emosi generasi muda. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan intervensi kesehatan berbasis nutrisi di kalangan mahasiswa. Program edukasi gizi dan promosi pola makan sehat perlu diintegrasikan dalam kebijakan kampus untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental dan kemampuan regulasi emosi generasi muda, termasuk melalui penyediaan pilihan makanan sehat di kantin kampus dan kampanye kesadaran akan dampak jangka panjang konsumsi UPF
Pengaruh Motivasi Belajar dan Teman Sebaya Terhadap Minat Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Interest has a big influence in the learning process, without interest, students will not be able to learn well. The purpose of this research was to determine the effect of learning motivation and peers on the interest in learning Pancasila and Civic Education of students at State Junior High Schools in Ngrampal District. The method used in this study is a quantitative method with a correlational research type. The population in this study consisted of 1,265 students from two schools, namely State Junior High School 1 Ngrampal and State Junior High School 2 Ngrampal, with a sample of 127 students. The results of this study are that learning motivation influences learning interest with a significance of 0.000 <0.05. Peers influence learning interest with a significance of 0.003 <0.05. Learning motivation and peers influence students' learning interest with a significance of 0.000 <0.05, and an influence of 51,6% in increasing students' learning interest, so that if students have strong learning motivation and receive peer support, students' learning interest will be high
Business Continuity Management BETH3 (Building, Equipment, Technology, Human Resources and 3rd Party) : A Conceptual Framework in Banking Sector
This study analyzes the challenges of Business Continuity Management (BCM) for the banking sector, especially conventional commercial banks in facing various operational challenges. BCM serves as a framework to help minimize the impact of disruption on the banking sector in the face of risks such as natural disasters, pandemics, and cyberattacks. The methods used include Business Impact Analysis (BIA), development of recovery strategies, and implementation of sustainable mitigation measures with the implementation of the BETH3™ framework and international standards such as ISO 22301, so as to provide systematic guidance in identifying critical assets and designing integrated mitigation measures, which include building elements, equipment, technology, human resources, and third parties in the bank Conventional. The results of the study show that BCM not only allows the banking sector to survive and adapt to the crisis, but also accelerates operational recovery. With a focus on continuous improvement, the implementation of the BETH3™ framework in BCM can prepare the Bank to face challenges more prepared and adaptive. The need for stronger collaboration with external parties, such as regulators and technology providers, as well as the importance of regular training for employees to ensure readiness to deal with crisis situations. Thus, the banking sector can be better prepared to face challenges and maintain competitiveness in a dynamic marke
Meta Analisis Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan utama abad ke-21 yang sangat penting untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa di Indonesia masih tergolong rendah, terutama akibat kurangnya inovasi dalam media pembelajaran. Penggunaan multimedia interaktif telah menjadi solusi yang menjanjikan dalam menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengembangan multimedia interaktif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan meta-analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 12 artikel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu, seperti relevansi dengan topik, data empiris, dan keberadaan pengukuran effect size. Data yang diperoleh dianalisis untuk menghitung ukuran efek (effect size) serta pengelompokan berdasarkan jenjang pendidikan, materi, dan jenis multimedia yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai effect size multimedia interaktif berkisar antara 0,58 hingga 0,72, dengan kategori "sedang" hingga "tinggi." Jenjang pendidikan SMA dan SMK menunjukkan efektivitas tertinggi, terutama pada materi yang kompleks seperti larutan penyangga dan teknologi perkantoran, sementara jenjang SMP dan SD menunjukkan efektivitas dalam kategori sedang. Penelitian ini menegaskan bahwa multimedia interaktif memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan berpikir kritis siswa dan relevan untuk diintegrasikan secara lebih luas dalam pembelajaran
Analisis Kualitas Pelayanan Penyelenggaraan Ibadah Haji Menggunakan Model Hajjsequal Pada Jemaah Haji Provinsi Daerah Khusus Jakarta
Kepuasan pelayanan publik terhadap pelayanan pemerintah masih banyak digunakan dan berguna untuk memberikan informasi kepada pembuat kebijakan mengenai ruang yang mungkin untuk perbaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji menggunakan model Hajjsequal pada Jemaah haji Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Penelitian menggunakan mixed methods yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengolahan data menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria populasi dan sampel penelitian. Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 193 Jemaah haji di wilayah Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Metode pengambilan sampel adalah probability sampling dengan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan dalam penyelenggaraan haji dari sudut pandang Jemaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penilaian kualitas penyelenggaraan ibadah haji 2024 untuk Jemaah Haji Provinsi Daerah Khusus Jakarta menggunakan model Hajjsequal mencakup lima dimensi: kesehatan, bimbingan, akomodasi, transportasi, dan fasilitas lainnya. Untuk seluruh dimensi harus menjadi perhatian pemerintah agar kepuasan Jemaah dapat meningkat
The Result of Pengabdian Pada Masyarakat Dengan Memberikan Pengajaran Menggunakan Media Visual Di Sdn 38 Janna Jannaya
Mahasiswa KKN Tematik Universitas Muhammadiyah Bone melakukan penelitian pengabdian pada masyarakat di desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengabdi di masyarakat dalam berbagai aktivitas. Pengabdian masyarakat yang tertuju di SDN 38 Janna-Jannaya merupakan pelaksanaan pengamalan ilmu pengetahuan, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan untuk memecahkan masalah atau kasus yang sedang dihadapi oleh siswa, maka dari itu tujuan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkaya pengalaman dan wawasan, memperluas jaringan mahasiswa dan dapat memecahkan masalah lingkungan. Mahasiswa terlibat langsung di ruang lingkup sekolah sehingga memperoleh pengetahuan dan pengalaman. Kegiatan pertama yang dilakukan yakni observasi. Observasi dilakukan langsung pada saat proses belajar dan mengajar. Observasi yakni proses pemerolehan data dengan cara melakukan pengamatan. Setelah melakukan pengamatan ditemukan masalah utama yakni kurangnya minat siswa dalam Bahasa Inggris dengan beberapa alasan tertentu. Salah satunya adalah metode atau teknik pembelajaran yang membosankan. Maka hal itulah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian di SDN 38 Janna jannayya dengan memberikan pengajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan media visual. Media visual adalah media perantara yang diserap melalui pendengaran dan pandangan, menyediakan lingkungan yang dapat membantu siswa belajar lebih cepat. Memberikan media visual kepada siswa dapat membantu mereka mengembangkan kretivitas mereka dalam proses belajar. Selain itu dapat membantu siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran. Tujuan dari pemberian media visual ini yaitu membangkitkan semangat siswa dalam belajar bahasa inggris. Selain itu menarik perhatian siswa untuk memahami materi yang diberikan. Media visual juga membantu mengefisienkan waktu, ruang dan tempat sambil tetap memberikan gambaran yang jelas tentang pembelajaran yang digunakan.  
Analisis Pemahaman Siswa dalam Memecahkan Masalah Aritmatika Sosial Berdasarkan Langkah Polya
Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa, untuk meningkat cara berpikir logis, kreatif, dan kritis dalam pembelajaran matematika. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah dengan baik adalah menggunakan langkah pemecahan masalah Polya. Namun tidak semua siswa mampu memecahkan masalah aritmatika sosial menggunakan langkah pemecahan masalah Polya dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman siswa tingkat SMP dalam memecahkan masalah aritmatika sosial berdasarkan langkah Polya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan secara acak kepada 30 siswa tingkat SMP kelas VIII. Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan wawancara terhadap siswa dan akan dinilai berdasarkan indikator yang terpenuhi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh indikator pemahaman masalah siswa 50%, perencanaan penyelesaian 70%, pelaksanaan rencana penyelesaian 40%, dan memeriksa kembali 23,33%. Maka berdasarkan hasil penelitian ini, siswa perlu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah aritmatika sosial menggunakan langkah Polya. Jika siswa mampu memecahkan masalah aritmatika sosial dengan baik dan benar, artinya mereka memiliki pemahaman yang baik terhadap materi aritmatika sosial tersebut
Implementasi Kebijakan Redistribusi Tanah Di Kabupaten Indragiri Hulu
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan redistribusi tanah di Kabupaten Indragiri Hulu dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan redistribusi tanah di Indragiri Hulu di Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida dan Desa Pauh Ranap Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif atau naturalistik karena dilakukan pada kondisi yang alamiah karena penelitian ini mengeksplor deskripsi dampak dari implementasi kebijakan redistribusi tanah di Kabupaten Indragiri Hulu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan redistribusi tanah di Kabupaten Indragiri Hulu sudah terimplementasi dengan baik, akan tetapi perlunya evaluasi dalam siklus kinerja yang meliputi komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi agar pelaksanaan redistribusi tanah teklaksana secara optimal dan efesien sesuai dengan arahan Perpres No. 62 Tahun 2023 Tentang Percepatan Reforma Agraria hasil penyempurnaan dari Perpres No. 86 Tahun 2018 Tentang Reforma Agraria sehingga pada tahapan lanjut dari kegiatan redistribusi tanah tersebut memberikan dampak positif dan efektif sehingga banyaknya kelompok tani dan UMKM yang tersingkronisasi dengan program pemerintah daerah yang menjadikan nilai tambah pada prospek usahanya melalui PTM. Selain itu juga terimplementasinya target sasaran dari Perpres No. 62 Tahun 2023 Tentang Percepatan Reforma Agraria yang meliputi: (a) mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah dalam rangka menciptakan keadilan, (b) menangani Sengketa dan Konflik Agraria, (c) menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang berbasis agraria melalui pengaturan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah, (d) menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi kemiskinan, (e) memperbaiki akses masyarakat kepada sumber ekonomi, (f) meningkatkan ketahanan dan kedaulatan pangan, (g) memperbaiki dan menjaga kualitas lingkungan hidup