OJS UNISEL Press
Not a member yet
189 research outputs found
Sort by
Rancangan Aplikasi Pemesanan Makanan dan Minuman Khas Jawa Tengah (Java Resto)
Java Resto merupakan restoran makanan dan minuman khas Jawa Tengah. Pada saat ini makanan khas Jawa Tengah dapat ditemui di ibu kota tetapi semua proses pemesanan dan pembayaran makanan dilakukan secara manual atau tradisional. Maka satu sistem aplikasi dibuat bukan hanya untuk memanjakan lidah para warga ibukota yang rindu akan makanan khas Jawa Tengah tetapi juga memudahkan pelanggan dengan penggunaan teknologi digital. Prototype dibuat dengan menggunakan software iBuild Apps. Perancangan sistem ini mulai dari pelanggan membuka aplikasi, kemudian mendaftar atau masuk (login), kemudian pelanggan dapat memilih menu yang diinginkan. Setelah memilih menu dengan mengisi borang pemesanan pelanggan melakukan pembayaran melaui Ovo atau dan transfer secara daring. Pelanggan juga dapat memesan meja, tanggal dan hari yang diinginkan
Perancangan Aplikasi Mobile Warteg
Makanan Warteg merupakan makananan yang mayoritas dihidangkan pada rumah-rumah keluarga di Indonesia. Dengan adanya aplikasi mobile pemesananan makanan warteg ini, maka akan memudahkan pengguna dan penyedia jasa warteg untuk melakukan pemesanan dan mengelola menu makanannya. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19, maka aktivitas masyarakat dibatasi pada cakupan dan batas tertentu, padahal industri warteg termasuk usaha kecil dan menengah yang perlu tetap berjalan. Sehingga melalui pemanfaatan aplikasi mobile smartphone ini disamping turut memasarkan masakan tradisional nusantara secara online juga membantu peningkatan perekonomian usaha kuliner kecil dan menengah, karena aplikasi tersebut tidak terhubung ke pihak ketiga namun langsung berhubungan antara penjual dan pembeli sehingga dari segi keuntungan harganya dapat lebih menguntungkan kedua belah pihak. Konsumen dapat melakukan pemesanan makanan warteg secara online, kemudian melakukan transaksi pembayaran sebagaimana dijelaskan di dalam aplikasi, kemudian penjual/pemilik warung akan mendapatkan notifikasi ke email dan menyiapkan pengiriman makanannya ke tujuan konsumen. Perancangan aplikais menggunakan model rapid application development melalui platform ibuildapp, yang menekankan pada kecepatan perancangan prototype. Dari hasil instalasi file APK aplikasi dan testing, semua fungsi utama pemesanan dan notifikasi ke penjual berfungsi dengan baik, namun demikian perancanga aplikasi ini masih terdapat keterbatasan, dimana menu pembayaran masih terpisah dari aplikasi karena keterbatasan resources yang dimiliki penulis, untuk itu ke depan kiranya bisa juga dikembangkan aplikasi mobile pemesanan makanan yang dapat langsung terhubung dengan fitur pembayaran
Penerapan SDLC Dalam Proses Pengembangan Sistem
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan SDLC dalam berbagai kasus pengembangan sistem. Hal ini sangat penting dilakukan karena akan terlihat secara jelas penerapan SDLC dalam project pengembangan system. Review ini juga akan menampilkan perbedaan dari masing paper tersebut dilihat dari metode yang digunakan , serta kesimpulan-kesimpulan yang disajikan dari masing-masing paper. Diharapkan penelitian ini dapat membantu memudahkan penelitian-penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan SDLC terutama berkaitan dengan pemanfaatan pada pengembangan system.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan SDLC dalam berbagai kasus pengembangan sistem. Hal ini sangat penting dilakukan karena akan terlihat secara jelas penerapan SDLC dalam project pengembangan system. Review ini juga akan menampilkan perbedaan dari masing paper tersebut dilihat dari metode yang digunakan , serta kesimpulan-kesimpulan yang disajikan dari masing-masing paper. Diharapkan penelitian ini dapat membantu memudahkan penelitian-penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan SDLC terutama berkaitan dengan pemanfaatan pada pengembangan syste
Manajemen dan Pengiriman Rilis Perangkat Lunak
Software release management is a process in delivering a product to users. The process consists of planning, software development, testing, deployment process until the software can be used. The purpose of writing this literature review is to conduct a review of several other papers that conduct research on evolution and also the techniques used in software release management. This paper give information about the processes that can be used and also the evolution of software release managementManajemen rilis perangkat lunak adalah proses dalam memberikan produk kepada pengguna. Proses tersebut terdiri dari perencanaan, pengembangan perangkat lunak, pengujian, proses penyebaran hingga perangkat lunak dapat digunakan. Tujuan penulisan literature review ini adalah untuk melakukan review terhadap beberapa paper lain yang melakukan penelitian tentang evolusi dan juga teknik-teknik yang digunakan dalam software release management. Makalah ini memberikan informasi tentang proses yang dapat digunakan dan juga evolusi manajemen rilis perangkat luna
Learn the Analysis of a Set-Reset Flip-flop with Deeds
Unlike Combinational Logic circuits that change state depending upon the actual signals being applied to their inputs at that time, Sequential Logic circuits have some form of inherent “Memory” built in.
This means that sequential logic circuits are able to take into account their previous input state as well as those actually present, a sort of “before” and “after” effect is involved with sequential circuits.
In other words, the output state of a “sequential logic circuit” is a function of the following three states, the “present input”, the “past input” and/or the “past output”. Sequential Logic circuits remember these conditions and stay fixed in their current state until the next clock signal changes one of the states, giving sequential logic circuits “Memory”
RANCANGAN SISTEM E-VOTING RT/RW MENGGUNAKAN FACE RECOGNITION DI KOTA TANGERANG SELATAN
Indonesia is a democratic country. Democracy is a form of government in which all citizens have equal rights to make decisions that can change their lives. One aspect is in terms of choosing a leader. The general election system in Indonesia is still using the old method, resulting in many shortcomings, including damaged ballots or even shortages. Based on the problems above, a solution arises, namely the implementation of e-voting using face recognition technology. This system is implemented at the lowest level first, namely RT/RW in South Tangerang City. It is hoped that this system will help the government in Indonesia to hold general elections so that fraud or other bad things do not occurAbstract— Indonesia is a democratic country. Democracy is a form of government in which all citizens have equal rights to make decisions that can change their lives. One aspect is in terms of choosing a leader. The general election system in Indonesia is still using the old method, resulting in many shortcomings, including damaged ballots or even shortages. Based on the problems above, a solution arises, namely the implementation of e-voting using face recognition technology. This system is implemented at the lowest level first, namely RT/RW in South Tangerang City. It is hoped that this system will help the government in Indonesia to hold general elections so that fraud or other bad things do not occur
Smart City Sebagai Alternatif Penyelesaian Masalah Kota Tangerang Selatan di Masa Pandemik Covid-19
Pandemi Covid-19 mendorong berbagai pihak untuk lebih banyak menerapkan solusi berbasis teknologi informasi dalam melangsungkan bisnis atau menjalankan kehidupan. Solusi teknologi ini menjadi pemangkas jarak karena mampu menghubungkan banyak orang meski dari jarak jauh. Pengembangan smart city di tengah pandemi dan New Normal menjadi menjadi suatu kelaziman dan keharusan bagi Kota Tangerang Selatan. Hal tersebut diperlukan untuk memperbaharui dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Konsep Smart City menjadi solusi bagi pemerintah daerah dalam menyikapi kebijakan regulasi New Normal dimasa pandemik. Smart City merupakan sebuah konsep kota cerdas yang dapat membantu masyarakat mengelola sumber daya yang ada dengan effisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tek terduga sebelumnya. Smart city merupakan sebuah impian dari hampir semua Negara di dunia. Dengan Smart City Kota Tangerang Selatan, berbagai macam data dan informasi yang berada di setiap sudut kota dapat dikumpulkan melalui sensor yang terpasang di setiap sudut kota, Big Data Analytic yang kemudian di integrasikan melaui API Platform untuk di olah ke Data Center. Dan Back End menggunakan IDMC untuk disajikan berupa informasi ke dalam Mobile Apps/Smartphone maupun di Web dan Dashboard. Secara interaktif pengguna juga dapat menjadi sumber data, mereka mengirim informasi ke pusat data untuk dikonsumsi oleh pengguna yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesign perencanaan sebuah konsep dan gambaran Smart City di Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan untuk penulisan proposal ini adalah Studi pustaka melalui berbagai informasi berupa buku dan jurnal ilmiah serta sumber informasi. yang terdiri dari beberapa point, yaitu : Gambaran Arsitektur Model Smart City, Gambaran Ilustrasi Projek Smart City dan Tehnologi yang akan digunakan
The Analysis of a Set-Reset Flip-flop
The Set State
Consider the circuit shown. If the input R is at logic level “0” (R = 0) and input S is at logic level “1” (S = 1), the NAND gate Y has at least one of its inputs at logic “0” therefore, its output Q must be at a logic level “1” (NAND Gate principles). Output Q is also fed back to input “A” and so both inputs to NAND gate X are at logic level “1”, and therefore its output Q must be at logic level “0”. Again NAND gate principals. If the reset input R changes state and goes HIGH to logic “1” with S remaining HIGH also at logic level “1”, NAND gate Y inputs are now R = “1” and B = “0”. Since one of its inputs is still at logic level “0” the output at Q still remains HIGH at logic level “1” and there is no change of state. Therefore, the flip-flop circuit is said to be “Latched” or “Set” with Q = “1” and Q = “0”.
Reset State
In this second stable state, Q is at logic level “0”, (not Q = “0”) its inverse output at Q is at logic level “1”, (Q = “1”), and is given by R = “1” and S = “0”. As gate X has one of its inputs at logic “0” its output Q must equal logic level “1” (again NAND gate principles). Output Q is fed back to input “B”, so both inputs to NAND gate Y are at logic “1”, therefore, Q = “0”. If the set input, S now changes state to logic “1” with input R remaining at logic “1”, output Q still remains LOW at logic level “0” and there is no change of state. Therefore, the flip-flop circuits “Reset” state has also been latched and we can define this “set/reset” action in the following truth table
JK-PET Flip flop
The preset and clear input are active-low, because there are an inverting bubble at that input lead on the block symbol, just like the negative edge-trigger clock inputs.When the preset input is activated, the flip-flop will be reset (Q=0, not-Q=1) regardless of any of the synchronous inputs or the clock. When the clear input is activated, the flip-flop will be set (Q=1, not-Q=0), regardless of any of the synchronous inputs or the clock. So, what happens if both preset and clear inputs are not activated ( both of them 0 ) ? Surprise, surprise: we get an invalid state on the output, where Q and not-Q go to the same state. when both preset and clear inputs are activated then the flip flop will work normally Diagram 2. The flip flop is a basic building block of sequential logic circuits.
It is a circuit that has two stable states and can store one bit of state information.
The output changes state by signals applied to one or more control inputs.
The basic D Flip Flop has a D (data) input and a clock input and outputs Q and Q (the inverse of Q). Optionally it may also include the PR (Preset) and CLR (Clear) control inputs Diagram 3
Mobile E-Voting Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Terintegrasi Dengan E-KTP
Perkembangan teknologi memberikan pertumbuhan ke aplikasi baru yang akan membuat proses pemungutan suara sangat mudah dan mahir. E-voting membantu dalam memberikan kenyamanan, mengambil dan menghitung suara dalam pemilu. Sistem ini menyediakan deskripsi tentang e-voting menggunakan platform mobile. Sistem e-voting yang diusulkan memberikan pengguna opsi untuk memberikan suara melalui tempat pemungutan suara ataupun tanpa mengunjungi tempat pemungutan suara. Setelah proses voting selesai, hasilnya adalah tersedia secara real time. Semua suara yang diberikan akan dienkripsi dan disimpan dalam database untuk menghindari kebocoran