Jurnal Universitas Amikom Yogyakarta
Not a member yet
707 research outputs found
Sort by
Dampak Prinsip-Prinsip Dasar ASEAN Terhadap Pola Kerjasama ASEAN Menghadapi Krisis Kudeta Myanmar
ASEAN as a regional organization has fundamental principles that underlie all activities carried out by member countries. This basic principle was recorded in the TAC (Treaty of Amity and Cooperation in South-East Asia) in 1976. However, in February 2021, one of the ASEAN member countries, Myanmar, was facing a crisis caused by a coup by the Myanmar military. ASEAN has a fundamental principle that keeps member countries from interfering with each other. However, the Myanmar crisis could affect other member countries and ASEAN cooperation. This study aims to determine the pattern of ASEAN cooperation in dealing with the Myanmar crisis under the basic principles of ASEAN. The research method used is a case study method with this type of research as qualitative research. This paper concludes that ASEAN principles which contrasting to the issues that currently occur make it difficult for ASEAN to make a foreign policy-making approach to the issue of the Myanmar military coup. In addition, this paper also concludes that to overcome the limits given by these basic principles, ASEAN takes an approach through the ASEAN Way of Diplomacy
China\u27s Digital Silk Road: The Loss for Indonesia
One of China’s great projects in the current digital era, namely the Digital Silk Road (DSR) project, merits an examination from a Gramscian lens. While liberals are talking about how this project can beneficially the partner’s country, Gramsci’s thought can provide the other perspective in understanding how this project can give unexpected costs for the partner country. As the biggest market in Southeast Asia’s country, Indonesia is worth the attention related to this issue as this country has become one of the strategic partners of China’s DSR. However, DSR is offering both economic benefits and multi-faceted costs simultaneously for Indonesia. Hence, this study argues that the DSR project, in Gramsci lens, is giving a push for China to spread its hegemony and take over the domination in the Indonesian economy. This study is supported by the qualitative research method with the data is collected through secondary data and literature review
Pola Komunikasi Pendampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah dengan Pedagang Asongan di Yogyakarta
Penelitian ini dilatarbelakangi upaya Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dalam membangun komunikasi dengan pedagang asongan untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Komunikasi merupakan faktor utama untuk sebuah kemajuan MPM PP Muhammadiyah dengan pedagang asongan. Demi meningkatkan komunikasi yang baik perlu adanya sebuah pola untuk membangun komunikasi antara MPM PP Muhammadiyah dengan pedagang asongan. Dalam penelitian ini pola komunikasi yang digunakan MPM PP Muhammadiyah dengan pedagang asongan yaitu pola komunikasi sirkular. Tujuan dalam penelitian ini yaitu, pertama, mengetahui pola dan proses pola komunikasi antara MPM PP Muhammadiyah dengan Pedagang Asongan di Yogyakarta. Kedua, mengetahui faktor-faktor yang menghambat proses pola komunikasi antara MPM PP Muhammadiyah dengan Pedagang Asongan di Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah 2 orang anggota MPM PP Muhammadiyah dengan 2 orang anggota pedagang asongan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola komunikasi MPM PP Muhammadiyah dengan pedagang asongan memiliki pola komunikasi sirkulasi yang pola komunikasi tersebut adanya feedback dan umpan balik. Pola komunikasi menjadi salah satu alat yang penting untuk menciptakan dan menjaga sebuah keharmonisan di dampingan MPM PP Muhammadiyah. Sebagai pendampingan MPM PP Muhammadiyah melakukan kegiatan kepada pedagang asongan sebagai bentuk pemberdayaan masyaratakat dengan membantu kemajuan dagang pedagang asongan. dan juga MPM PP Muhammadiyah membagi berbagai ilmu kepada pedagang asongan agar lebih baik lagi dalam menjual makanan yang mereka dagangkan dengan kualitas yang lebih baik dan makanan yang sudah di uji lab.
Kata Kunci: Pola Komunikasi, Pendampingan, Pemberdayaan Masyaraka
Menata Ulang Bisnis F&B Pasca Pandemi (Studi Kasus: Strategi Komunikasi Pemasaran Sate Taichan “Goreng”)
Saat pandemi Covid-19 terjadi, praktik bisnis di seluruh dunia pun terganggu. Dari banyaknya toko ritel yang tutup hingga pasar tradisional, para pelaku bisnis, baik pemain besar maupun kecil menerima pukulan besar yang sama dalam implikasi yang berbeda. Memahami efek global utama yang disebabkan oleh satu virus yang dimulai dari pasar tradisional kecil di Wuhan, F&B didorong untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga untuk memikirkan langkah maju sambil memastikan mereka tidak kehilangan karyawan dan konsumen mereka melalui strategi komunikasi pemasaran terintegrasi digital yang kreatif. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk memberikan analisis mendalam tentang strategi komunikasi pemasaran Sate Taichan “Goreng” (STG) selama Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di Indonesia yang dilakukan di beberapa kota dengan potensi ekonomi tinggi di Indonesia. Dalam penerapannya, STG menggunakan 8 (delapan) model bauran komunikasi pemasaran. Hasilnya, Sate Taichan “Goreng” berhasil dioperasikan dengan penyesuaian normal baru dengan dukungan penerapan strategi cross-channel komunikasi pemasaran yang berkelanjutan. Selain itu, kehidupan normal baru yang mengarah pada “Stay at home” ekonomi juga dinilai memainkan peran utama bagi keberhasilan operasi bisnis STG selama PSBB.
Kata-kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, Digitalisasi, Luar jaringan, Pandemi, Bisni
Retorika Stand Up Comedy dan Public Speaking Komunitas Stand Up Indo Lampung
Stand up comedy dikenal sebagai seni pertunjukan komedi yang prakteknya dilakukan oleh satu orang bermonolog dan disaksikan oleh audiens ramai. Stand up comedy umumnya dilakukan secara live (langsung) dan merupakan one man show. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperluas wawasan retorika dalam praktiknya ke dalam seni stand up comedy. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 teori yaitu Teori Retorika Aristoteles dan Teori Public Speaking Stephen E. Lucas, dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat keterkaitan antara karakteristik kegiatan stand up comedy dengan kegiatan retorika khususnya komunikasi publik. Kemudian hasil dari wawancara dengan komika komunitas Stand Up Indo Lampung, ketiga informan menyepakati bahwa pertunjukan stand up comedy dilakukan dengan menggunakan 5 kanon retorika Aristoteles yang di antaranya yaitu: penemuan, pengaturan, gaya, memori, dan penyampaian. Dari penelitian pada kemampuan public speaking ketiga informan diperoleh metode penyampaian pesan yang digunakan dalam kegiatan stand up comedy adalah speaking extemporaneously yang digabungkan dengan sedikit improvisasi dari berbicara spontan, dan komika melakukan pemanfaatan kepiawaian public speaking pada praktek stand up comedy dengan menampilkan manipulasi penggabungan aspek-aspek penting aset suara (the speakers voice), dan gerakan-gerakan tubuh (the speakers body)
How Does Japan Perceive China as an Adversary? The Dispute in Diaoyu/Senkaku Islands
A China-Japan grim relationship has been marked by conflicts, and other political security tensions for a long time. One of which is the Diaoyu/Senkaku islands dispute occurring since 2012, it will become an issue for both countries that is difficult to be ironed out. The dispute has occurred since the Japanese government nationalized the islets, which China also claimed. It led to both countries\u27 expansion of military power and a clash in East Asia. This essay aims to analyze how Japan perceives China by focusing on the Diaoyu/Senkaku islands dispute. This article argues Japan perceives China as a threat due to China’s military penetration over Diaoyu/Senkaku islands leading to a strategic distrust of Japan and its uncertain behavior as an international relations actor led to a moral distrust of Japan. This phenomenon will likely raise the tension in the region and enhance the escalation possibility due to the security dilemma effect
PPPK Sebagai Solusi Pemenuhan Kebutuhan SDM Profesional Dalam Birokrasi
Seiring dengan dicanangkannya program reformasi birokrasi dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden No 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 yang saat ini telah memasuki fase ketiga Road Map 2020-2025, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat. Untuk menunjang upaya tersebut, dibutuhkan tenaga professional yang mampu bekerja dengan lebih adaptif, inovatif, efektif dan efisien. SDM professional merupakan unsur yang sangat penting untuk menciptakan birokrasi kelas dunia. Pemerintah telah membuat perubahan mendasar dalam pengadaan ASN dengan menambahkan skema perekrutan PPPK. Tulisan ini dibuat untuk menganalisa skema perekrutan PPPK dengan metode deskriptif. Kesimpulannya, PPPK belum efektif sebagai solusi untuk pemenuhan kebutuhan SDM professional dalam birokrasi
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI WISATA DI YOGYAKARTA BERBASIS WEB
Informasi sangat mudah kita dapatkan sesuai dengan yang kita butuhkan dengan Teknologi Informasi. Dalam dunia Teknologi Informasi serta Informasi Internet merupakan tempat yang paling berperan. Informasi tentang objek-objek wisata dijogja belum cukup memadai,sehingga mengakibatkan wisatawan tidak mengetahui adanya beberapa objek wisata yang didalamnya sangat potensial.Oleh sebab itu perlu diatasi dengan adanya promosi dan penyediaan informasi berbasis website. Sistem informasi yang berbasis website ini mencakup di dalamnya unsur teks, gambar dan video. Media ini menjadi menarik karena unsur tersebut. Penerapan teknologi informasi wisata berbasis web mempermudah wisatawan jogja dalam memperoleh informasi yang lebih efektif dan sekaligus mempromosikan Daerah Istimewa Yogyakarta. 
MANAGEMENT BANDWIDTH MENGGUNAKAN METODE SIMPLE QUEUE PADA KOS NGALIMAN
Tujuan penelitian ini adalah mengoptimalisasikan pengelolaan bandwidth di Kos Ngaliman, agar bandwidth dapat di bagikan setiap pengguna wifi di kos ngaliman, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pengguna wifi di kos ngaliman. Pengelolaan bandwidth di lakukan dengan konfigurasi pada mikrotik menggunakan metode simple queue. Hasil penelitian ini adalah bandwidth yang adil pada setiap user, pembagian bandwidth dapat sesuai dengan kebutuhan setiap pengguna wifi di kos ngaliman. Hasil penelitian ini adalah menggunakan manajemen bandwidth dengan metode antrian sederhana, maka bandwidth dapat di sebar kesetiap pengguna sesuai dengan penggunaan masing-masing, sehingga akses internet tidak terbatas oleh penggunaan internet pada user lain
PENTINGNYA MENGGUNAKAN CHECK CONSTRAINTS DALAM DESAIN DATABASE SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
Hampir seluruh sistem informasi berbasis web maupun desktop menggunakan basis data. Dalam pengolahan basis data tentu didukung dengan sistem relasional basis data seperti MySQL, Oracle dan PostgreSQL sering digunakan dalam membangun basis data. Dalam sistem pendukung keputusan, basis data sangat dibutuhkan untuk menyimpan data. Beberapa penelitian sistem pendukung keputusan menunjukkan kurangnya perhatian terhadap check constraint dalam membangun basis data. Hal tersebut berpengaruh terhadap keamanan dan kualitas data sistem tersebut. Untuk melakukan validasi data dapat dilakukan pada tingkat perancangan basis data. Pada kenyataannya proses validasi pada level basis data masih jarang dilakukan oleh beberapa programmer. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa terhadap pentingnya check constraint pada tabel basis data sistem pendukung keputusan