Jurnal Universitas Amikom Yogyakarta
Not a member yet
707 research outputs found
Sort by
ANALISIS AKURASI NAÏVE BAYES DAN KNN DALAM PENENTUAN PENERIMA PKH DI LOMBOK UTARA
Saat ini Kemiskinan merupakan permasalahan utama di negara berkembang karena berhubungan dengan taraf hidup masyarakat yang rendah. Sebagai salah satu upaya penanggulangan kemiskinan pemerintah mengeluarkan bantuan yang diberi nama PKH, dimana bantuan ini hanya diperuntukkan bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) melalui beberapa ketentuan yang diberlakukan. Beberapa penelitian mengenai PKH sudah banyak dilakukan sebelumnya baik menggunakan algoritma naïve bayes, KNN, C4.5, decision tree, optimasi naïve bayes dengan smote, Gradient Boosted Trees, simple additive weight (SAW), ID3, AHP dan sebagainya. Namun penelitian ini hanya akan membandingkan dan menganalisis akurasi yang dihasilkan oleh Naïve Bayes Classification dan KNN guna menentukan penerima PKH di Lombok Utara. Atribut yang digunakan dalam analisis ini meliputi keluarga prasejahtera, ibu hamil, pendidikan, umur dan disabilitas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa tingkat akurasi yang dihasilkan oleh Naïve Bayes Classification memiliki nilai yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan KNN dengan nilai rata – rata 77% melalui 3 skenario pengujian. Sedangkan pada pengujian recall, performa KNN lebih baik jika dibandingkan dengan Naïve Bayes yaitu 100% pada pengujian pertama dan 75% pada pengujian kedua
REKOMENDASI PEMILIHAN JUDUL TUGAS AKHIR MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES
Syarat untuk menjadi sarjana adalah telah menyelesaikan tugas akhir dengan membuat suatu artikel ilmiah dalam bentuk buku atau yang disebut skripsi. Dalam mencari referensi disarankan oleh program studi khusunya program studi teknik informatika adalah sesuai dengan kemampuan dan minat mahasiswa. Vaktor yang menyebabkan mahasiswa tidak lulus tepat waktu adalah mahasiswa kesulitan dalam menentukan topik tugas akhir yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dari matakuliah pendukung. Berdasarkan hal tersebut dibuatlah sistem yang bersifat rekomendasi pemilihan topik tugas akhir. Sistem rekomendasi menggunakan algoritma naïve bayes dan menggunakan tahapan data mining. metode pengembangannya adalah waterfall, penelitian mengunakan data mahasiswa program studi teknik informatika angkatan 2014-2018, sebanyak 240 data yang digunakan sebagai perhitungan, dari hasil pengelompokan berdasarkan buku kurikulum program studi teknik informatika didapat 7 atribut mata kuliah untuk dijadikan sebagai variabel. Pada tahap desain, alur sistem digambarkan dengan menggunakan flowchart. Hasil implementasinya dalam bentuk aplikasi dimana mahasiswa dapat melakukan penginputan nilai matakuliah yang telah ditempuh, proses perhitungan probabilitas akan menampilkan nilai tertinggi yang akan digunakan sebagai rekomendasi topik tugas akhir
PERANCANGAN SISTEM WEB BERBASIS ISO 9126-4
Sejak ditemukan teknologi website, maka seluruh aktivitas bisa diselesaikan dengan mudah dan cepat Saat ini aplikas web telah diterapkan diberbagai bidang dalam kehidupan misal pada bidang pendidikan, ekonomi, pertanian, perikanan, medis, militer, bisnis dan lainnya. Banyak aplikasi web telah dibuat yang didasarkan pada kebutuhan pengguna, Riset ini lebih kepada perancangan sistem web yang didasarkan pada standar International Organization for Standardization (ISO) 9126-4. Output berupa rancangan produk berupa website berisi beberapa metrik yang digunakan yakni metrik effectiveness dengan 3 bagian task effectiveness, task completion dan error frequency selanjutnya metrik productivity dengan 3 bagian task time, task efficiency dan productive proportion, berikut metrik safety dengan 2 bagian economic damage dan software damage selanjutnya 1 metrik satisfaction yakni satisfaction scale. Adapun hasil berupa software yang dapat digunakan sebagai tools untuk mengukur, mengevaluasi kualitas suatu perangkat lunak
Pelatihan Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Website Pada Yayasan Kopia Raya Insani Jakarta
Yayasan Kopia Raya Insani yang terletak di Jl. Mampang Prapatan VII adalah sebuah organisasi nonformal. Dalam mensosialisasikan kegiatan dan pendaftaran relawan Kopia, tidak sedikit masyarakat yang kesulitan dalam memperoleh informasi sehingga diharapkan dapat memanfaatkan website yang sudah mereka miliki untuk di improvisasi.Semua organisasi baik formal maupun nonformal memperoleh kemudahan sekaligus tantangan dalam menjalankan visi dan misinya agar relevan dengan perkembangan teknologi dan informasi, termasuk organisasi tersebut. Perlunya pemilihan software yang mudah digunakan juga menjadi faktor terpenting dalam membuat sistem informasi dengan konten yang menarik. Oleh karena itu perlunya pelatihan pengembangan sistem informasi dalam memanfaat media teknologi informasi. Metode Pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan pengembangan sistem informasi berbasis website dilakukan dengan beberapa tahapan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelatihan ini lebih menitikberatkan pada kegiatan praktik daripada penyampaian materi secara teoritis. Pelatihan dilaksanakan secara hybrid dengan bantuan media conference dengan materi yang terstruktur secara sistematis. Hasil dari kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk peningkatan pemahaman peserta sebesar 85% terhadap pengembangan website sebagai media komunikasi dan informasi
Adaptasi Teknologi Pelatihan Aplikasi Microsoft Word Pada Program Kampus Mengajar di SDN 4 Tiparkidul : Bahasa Indonesia
Penguasaan teknologi informasi menjadi penting karena setiap pihak yang terlibat didalamnya dituntut mampu beradaptasi dengan aktif dan terus meningkatkan kemampuan berkompetensi. Baik dalam dunia kerja maupun dunia Pendidikan Microsoft Office memiliki peranan penting dalam mendukung proses kerja terutama dalam mengelola administrasi sekolah. Kegiatan pengabdian ini didasari oleh program Kampus Mengajar Angkatan 5 yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengenalan, pemahaman, dan pelatihan Microsoft Word secara langsung kepada siswa-siswi SDN 4 Tiparkidul. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah mengenai materi dasar Microsoft Word dan praktik langsung di kelas yang melalui tiga tahapan yakni, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Pada analisis hasil pelaksanaan pengabdian menunjukan bahwa siswa kelas 4 yang sebelumnya sama sekali belum memiliki pengetahuan tentang aplikasi Microsoft Word, setelah pelatihan ini mereka menjadi tahu fungsi Microsoft Word dan beberapa tools dasar yang biasa digunakan pada lembar kerja Microsoft Word
Establishing A Greenhouse For Melon Cultivation: A Community Service Program To A Farmer Group In Lamongan Jawa Timur
The demand for fresh and high-quality melon has been steadily growing over the years. Certainly, supply chain challenges significantly impact farmers\u27 ability to produce and distribute their products efficiently for some reasons. Moreover, melon crops are vulnerable to changes in weather and climate. Support in the form of climate-resilient farming practices, weather forecasting, and access to drought-resistant or heat-tolerant varieties can help farmers mitigate risks. Hence, melon farmers, like farmers of any other crop, require support for various reasons due challenging industry, and farmers often face a range of factors that can impact their performance. This article aims to explore how a community service program support a farmer group in Lamongan Jawa Timur by establishing a greenhouse for melon cultivation. The primary focus of a community development report is to document the planning, implementation, progress, and outcomes of a specific community development program. Data collection for a community development report involves qualitative approaches such as surveys, interviews, focus groups, and observations. The method follows the sequential step: The initial step is gathering information about the community\u27s needs, challenges, and aspirations by conducting online interviews, and offline focus group discussion to understand the specific areas that require improvement. The second step is stakeholder mapping, which includes community members, local leaders, local university partners, and local business partners who have a vested interest in the program. The third step entails assessing potential risks and challenges that could hinder the development process. This includes identifying economic, social, environmental, or cultural risks. Based on the information gathered in the previous steps, the design of the community development program was to set clear goals, objectives, strategies, and action plans by tailoring to address the specific needs and circumstances of the community. Last, putting the program into action involves executing the strategies and action plans outlined in the program design, which includes organizing workshops, training sessions, and infrastructure development. The results show that community development is a dynamic and iterative process. Flexibility and adaptability are key qualities as the situation on the ground may change, and new insights may emerge. Additionally, involving the community at every stage of the process fosters ownership, empowerment, and sustainability of the development initiatives
Quality Evaluation of Ticketing Management System Using ISO/IEC25010:2023 Standards and AHP Method
Purpose: Information Technology plays a crucial role in supporting education service systems. When system-related issues arise, a Ticket Management System (TMS) becomes essential to address various software and hardware problems. Evaluating the performance and quality of TMS applications is necessary to ensure their effectiveness. This study assesses the quality of a TMS application developed by University of Amikom Yogyakarta, using ISO/IEC 25010:2023.
Methods/Study design/approach: The Analytic Hierarchy Process method is employed to prioritize three key ISO/IEC 25010 characteristics by engaging TMS application users. Following the ranking, the study conducts quality measurements using questionnaires and black box testing. The questionnaire results are assessed using a Likert scale to determine scores for the TMS application based on the sub-characteristics of the three selected ISO/IEC 25010:2023 characteristics and the AHP-derived rankings.
Result/Findings: The findings indicate that the TMS application achieved a quality score of 4.354. This shows that the TMS application is in the good category.
Novelty/Originality/Value: The study highlights the need for performance efficiency improvements, specifically in the Time Behavior sub-characteristic, to enhance the overall quality of the TMS application
Pemanfaatan Dan Pembuatan Sistem Informasi Manajemen Siswa Dan Laporan Hasil Belajar Sebagai Pengembangan Pengolahan Data Pada Paud & Raudhatul Athfal Sahabat
Pengolahan sebuah data untuk menjadi sebuah informasi merupakan hal yang akan berpengaruh dalam kinerja sebuah organisasi. Kesalahan dalam pengolahan data menjadi informasi akan berpotensi menghasillkan informasi yang tidak bermanfaat terhadap stakeholder pada organisasi. PAUD & Raudhatul Athfal SAHABAT merupakan lembaga pendidian anak pra sekolah yang berada di bawah Kementrian Agama. Salah satu tuntutan yang harus dipenuhi oleh pihak sekolah yaitu melakukan implementasi teknologi pada setiap proses untuk menyelesaikan masalah yang ada. Salah satu prioritas masalah yang terjadi pada PAUD & Raudhatul Athfal SAHABAT yaitu belum adanya basis pendataan siswa sekolah yang mana berpengaruh terhadap penyampaian informasi dari beberapa aspek salah satunya hasil belajar siswa. Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah untuk menyelesaikan masalah pengolahan data pada obyek menggunakan sistem informasi pendataan dan raport siswa pada PAUD & Raudhatul Athfal SAHABAT
The Shifting Attitudes of Acehnese towards Rohingya Refugees: Rise of Autochthony?
Various rejections by local Acehnese, as well as netizens on social media, have emerged against the newly arrived Rohingya refugees on the beaches of Aceh. The rejection ranges from the locals\u27 rejection of the boats to land to the forced removal of the refugees by students. This change in response from the local Acehnese community is surprising, as the local community\u27s response to the refugees has been known to be positive since the first boat arrived. Through a qualitative analysis that connects the issue with the concept of autochthony, this research found that such concept is connected to the shifting response of the Acehnese towards the newly arrived Rohingya refugees, whereas the concept’s key points of (1) protection of ancestral heritage as well as (2) fear of being contaminated by foreign influences, are prevalent in the locals’ recent gestures and acts of refusals. If this attitude is maintained, it is not impossible that more discrimination towards the Rohingya refugees could take place in the near future
POLITICAL PARTY STRATEGIES IN ELECTION 2024 IN SINGKAWANG CITY (CASE STUDY OF PDIP AND PKB)
Simultaneous elections in 2024 are a democratic party agenda that is held every five years. This research aims to describe how political party strategies are preparing for the 2024 elections. In 2017, PDIP and PKB were the two winning parties in the singkawang city regional head election. These two parties each have a large mass support base in Singkawang city also more important were the 1st and 2nd winner of general election 2024 that will be the object of this research that will be the object of this research. By using a qualitative approach, namely through in-depth interviews for primary data and and using secondary data sources such as news, journal articles and documentation to obtain complete data. Data analysis is carried out by filtering information and validating data by triangulating sources with the aim of increasing the validity and reliability of research results. The author found that both parties have their own strategies in an effort to win the 2024 elections, namely through offensive and defensive strategies. Offensive strategies are strategies that focus on expanding the voter market while defensive strategies are more about internal party strengthening and coordination