Jurnal Universitas Amikom Yogyakarta
Not a member yet
707 research outputs found
Sort by
Analisis Komunikasi Interpersonal Dalam Proses Kegiatan Bimbingan Mentor Untuk Meningkatkan Citra Diri Anak Remaja Panti Asuhan
Remaja merupakan salah satu tahap perkembangan dalam kehidupan manusia, mengenal masa ini dengan masa terganggunya citra diri anak. Tahap perkembangan ini, merupakan tahapan transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, sehingga perkembangan dalam segala aspeknya berkembang begitu pesat. Selain itu, masa remaja juga dihadapkan pada tekanan sosial baru, yaitu dimana remaja dituntut untuk dapat merencanakan karir masa depan, menjadi lebih mandiri, dan untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis, semua mengarahkan individu menjauh dari keluarga dan menuju penciptaan yang baru keluarga. Penelitian ini akan berfokus pada komunikasi interpersonal dalam kegiatan bimbingan mentor pada remaja panti untuk meningkatkan citra diri anak remaja panti asuhan, komunikasi interpersonal dalam proses kegiatan bimbingan mentor untuk meningkatkan citra diri anak remaja panti asuhan, mengetahui hal yang dapat menghambat serta hal yang mendukung dalam komunikasi interpersonal dalam proses kegiatan bimbingan mentor untuk meningkatkan citra diri anak remaja panti asuhan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sehingga memperoleh hasil komunikasi interpersonal antara mentor dengan remaja panti secara verbal terjalin dengan efektif dan dapat membangun citra diri yang positif pada remaja panti yang ditunjukkan melalui pandangan bahwa dirinya berharga. Faktor psikologis dari mentor maupun remaja panti menjadi penghambar keefektifan komunikasi interpersonal, sehingga sulit terbangunnya citra diri positif remaja panti. Kenyamanan dapat membuat seseorang menjadi lebih terbuka dan hal tersebut dapat membuat mentor lebih mudah dalam mempengaruhi remaja panti untuk membentuk citra diri yang lebih positif
Representasi Animal Abuse Dalam Film Guardian Of The Galaxy Vol 3
Film merupakan media komunikasi massa yang menghubungkan komunikator dengan komunikan melalui media. Pada dasarnya film diangkat dari realita yang dapat mewakili segala kejadian yang terjadi di lingkungan masyarakat. Terdapat banyak kasus yang melaporkan mengenai penyiksaan hewan terutama di media sosial, hal ini tergambarkan dalam film Guardian Of The Galaxy Vol 3 yang menceritakan tentang seekor hewan yang dijadikan objek percobaan guna kesenangan pribadi. Peneltian ini memiliki tujuan untuk menganalisis realita yang terdapat pada film Guardian Of The Galaxy Vol 3 menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis semiotika modek John Fiske dan berfokus terhadap tiga level, yaitu level realitas yang berisi aspek penampilan, aspek lingkungan dan aspek perilaku. Lalu level representasi yang berisi aspek kamera, aspek pencahayaan dan aspek suara atau musik. Selanjutnya pada level ideologi dengan menggambarkan penyiksaan hewan dan dapat disimpulkan sebagai ideologi sadisme
Indonesia’s Role in the Rise of East Asia amid China\u27s Ascendancy
China is leading East Asia as the epicentrum of growth in the third decade of 21st century, however, the role of Indonesia is eminent in this rise. Meanwhile, the struggle over influence in the region is acrimonious, as USA, China and Russia are vying for support from countries in this strategic region. Through the lens of neorealism, this study attempts at examining the role of Indonesia in rising East Asia. It argues that Indonesia plays major role especially in mediating and balancing both US – China rivalries through carefully crafted diplomatic strategies. Indonesia provides regional frameworks within which cooperations between opposing countries is possible, while at the same time safeguarding these cooperations through balancing act. Indonesia\u27s strategic position enables it to serve as a global balancer by accepting agreements with China and maintaining close security ties with the United States. Through prudent policies, Indonesia upholds regional stability and plays an effective mediating role among major global powers
PERBANDINGAN PERSEPSI DOSEN DAN MAHASISWA UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA TERHADAP KEGUNAAN LMS WASKITA
Universitas Amikom Yogyakarta telah menggunakan Learning Management System (LMS) yang diberi nama Waskita sebagai media pembelajaran, namun sampai dengan lebih dari 2 tahun belum seluruh dosen memanfaatkan sepenuhnya bahkan masih ada dosen yang memanfaatkan media lain pada proses belajar mengajar yang dianggap lebih baik dan lebih familiar. Sehingga mahasiswa saat ini menggunakan beberapa media pembelajaran tergantung pada dosen yang mengajar pada suatu mata kuliah tertentu. Maka dipandang perlu untuk mengetahui persepsi dosen dan mahasiswa terhaap LMS Waskita untuk diperbandingkan. Menggunakan metode System Usability Scale (SUS) ditemukan perbedaan yang signifikan diantara persepsi Dosen dan Mahasiswa sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan dalam penggunaan LMS Waskita di Universitas Amikom Yogyakart
PENENTUAN FAKTOR – FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK ERP BERBAHASA MANDARIN: ANALISIS STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BATAM
Ketika perusahaan semakin banyak mengadopsi sistem enterprise resource planning(ERP) untuk meningkatkan kinerja, tantangan yang terkait dengan penerapan perangkat lunak ERP berbasis Mandarin di sebuah perusahaan manufaktur di Batam, Indonesia, telah mendapat perhatian yang signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 27 karyawan yang memahami sistem ERP berbasis Mandarin. Analisis tematik digunakan untuk memahami dampak hambatan bahasa dan pengaruhnya terhadap kinerja pengguna. Studi ini berfokus pada faktor – faktor utama yang mempengaruhi kegunaan sistem ERP Mandarin dan memberikan wawasan berharga bagi perusahaan yang menghadapi tantangan serupa dalam implementasi multibahasa. Analisis ini menyoroti peran penting faktor internal seperti keterlibatan manajemen, komitmen, pelatihan, dan keterampilan Teknologi Informasi TI dalam keberhasilan penerapan sistem ERP di China. Wawasan ini berfungsi sebagai panduan praktis bagi perusahaan yang ingin mengoptimalkan proses internal mereka dan memperkuat kemampuan teknis mereka untuk memungkinkan integrasi dan penggunaan sistem ERP yang lancar
Produksi Bakso dan Abon Daging Ayam-Kampung Yang Dicuring Nanokapsul-Jus-Kunyit Pencegah Stunting
Pecegahan stunting, berkaitan dengan tugas posyandu yaitu Percepatan Penganekaragaman Pangan dan Peningkatan Perekonomian Keluarga. Tujuan dari PKM adalah untuk peningkatan layanan posyandu: terpenuhi jenis pangan sehat_murah_bergizi dan berkesinambungan untuk pencegahan stunting. Metode pelaksanaan adalah Babonisasi bergulir, pelatihan_produksi dan manajemen usaha terutama kesehatan ternak dan pengolahan pasca panen. Kegiatan diikuti: Mitra sasaran yaitu Poyandu-Sirsak, Mahasiswa_MBKM dan tim_dosen. Hasil kegiatan: Ada peningkatan keberdayaan mitra yaitu sebelumnya tidak ada program babonisasi sampai pengolahan pasca panennya, kini sesudah PKM mitra sudah mampu meningkatkan pelayanan kepada Masyarakat dengan memberikan menu pemberian makanan tambahan/pmt untuk lansia dan balita dengan olahan daging ayam kampung dengan dicuring nanokapsul jus kunyit berupa bakso dan abon fungsional. Hasil evaluasi pre dan post tes menunjukkan ada kenaikan pengetahuan 124%, ketrampilan 39% dan manajemen 32%. Kesimpulan: kegiatan babonisasi bergulir ayam kampung dilanjutkan pelatihan produksi dan manajemen sangat tepat untuk dikembangkan sebagai program penanggulangan stunting
Pelatihan SPSS Bagi Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Graha Karya Muara Bulian
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mahasiswa Progam Studi Agribisnis Universitas Graha Karya Muara Bulian dalam melakukan manajemen data hasil penelitian, mengolah dan menganalisis data menggunakan perangkat lunak SPSS. Peserta dalam kegiatan PkM ini sebanyak 16 mahasiswa. Metode yang dilaksanakan berupa workshop selama satu hari pada tanggal 28 Nopember 2023, bertempat di Ruang Laboratorium Komputer Universitas Graha karya Muara Bulian dengan melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam mengukur keberhasilan workshop ini dilakukan pengukuran pre-test dan post-test. Hasilnya menujukkan bahwa workshop ini mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilam mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Graha Karya Muara Bulian terhadap penggunaan SPSS dalam mengolah data statisti
CITARUM HARUM: COMPARISON STUDY OF EXISTENCE OF MILITARY AND LOCAL GOVERNMENT POWER IN THE REVITALIZATION OF THE CITARUM RIVER BASIN IN KARAWANG REGENCY
This research is motivated by the increasing popularity of military involvement in various government programs, especially the Indonesian Army. One of them is the Citarum Harum Program. Implementing the Citarum Harum Program involves multiple sectors, including the Indonesian Army, Regional Government, industry, and society. In Karawang Regency, the military\u27s involvement in the Citarum Harum program has received great trust from various stakeholders. It is even believed to bring success if the local government does so. The purpose of this study is to reveal how the existence of military and government strength in revitalizing the Citarum River. This study uses several aspects of collaborative governance from Ansell and Gash (2007). The study results show that the Indonesian Army is more prevalent in implementing the Citarum Harum Program than the Karawang Regency local government. Measured based on aspects of military strength and resources, it is superior to the local government. In addition, the existence of sanctions and incentives for collaborating with the military is rigid towards the success of tasks compared to local governments. The ability to mediate and facilitate the military is superior due to regulatory support and complete trust from industry and society.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SRIPING UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN
Snacks with a spicy taste are one of the foods that are popular with Indonesian people. Among these spicy snacks are crackers and chips, but the crackers and chips themselves are vulnerable to being crushed or damaged and if exposed to air for too long, the crackers and chips will become soggy, thereby reducing the quality of the crackers and chips. Sriping, as a business that sells spicy snacks such as crackers and chips, took this opportunity by innovating to offer snacks that guarantee the product is always crunchy and does not crumble. The sriping business development process is: (1) Conducting research on consumer needs, market availability and BMC management; (2) Conduct research to determine recipes, raw materials and packaging; (3) Completing products to be ready for marketing includes calculating production costs as well as selling prices and product legality permits; (4) Preparation of marketing management strategies, operational management strategies, HR management strategies, and financial management strategies that coordinate with each other; (5) Planning short-term and long-term development based on the SWOT matrix. The results of this development strategy analysis were then applied directly to the Sriping business, resulting in spicy snack products like spicy pilus cikur, lime leaves and spicy cimol chips, lime leaves, as well as repacking products which are still maintained as supporting products. The aim of developing this business is so that the Sriping business can compete with existing snack businesses
Pelatihan Penggunaan Aplikasi PMKS Anak Yatim Pada Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah
Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah memiliki aplikasi PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan petugas dan staf Dinas Sosial dalam melakukan pengolahan data dan memberikan bantuan kepada anak yatim secara tepat sasaran. Aplikasi ini baru selesai dibangun pada bulan februari 2023 sehingga staf Dinas Sosial belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan. Maka dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi PMKS yang dilaksanakan dengan metode pembelajaran yang interaktif, meliputi ceramah, diskusi, dan praktek langsung penggunaan aplikasi PMKS. Peserta pelatihan diikuti para petugas Dinas Sosial dan lembaga sosial yang terlibat dalam pelayanan masyarakat yatim di Kabupaten Lombok Tengah. Selama pelatihan, peserta diberikan materi tentang penggunaan aplikasi PMKS, termasuk cara mengakses aplikasi, penggunaan fitur-fitur aplikasi, dan pengelolaan data. Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk langsung mempraktekkan penggunaan aplikasi PMKS dengan bimbingan dari fasilitator pelatihan. Hasil pelatihan ini berupa soft skill dan hard skill staf dinas sosial dalam menggunakan aplikasi PMKS