Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
336 research outputs found
Sort by
Pelatihan dan Pendampingan Diversifikasi Produk Penanganan Sampah Rumah Tangga Bagi Santri
Pondok pesantren merupakan salah satu fasilitas umum di bidang pendidikan. Setiap fasilitas umum termasuk pondok pesantren wajib melakukan pengawasan kesehatan lingkungannya. Penyehatan tanah dan pengelolaan sampah padat merupakan upaya meningkatkan kualitas lingkungan. Apabila mengacu pada idealisme regulasi, sampah tidak boleh dibuang melainkan dikelola. Upaya minimal pengelolaan sampah minimal 3 R yaitu Reuse, Reduce, dan Recycle. Komposting merupakan salah satu contoh pengolahan sampah sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan pondok pesantren. Para santri pondok pesantren Al-Musyahadah yang terbagi ke dalam 4 Pokja ( Kelompok Kerja) mampu melakukan komposting dengan metode Takakura setelah sebelumnya diberikan contoh oleh tim pengabdian masyarakat. Secara umum pengetahuan pengelolaan sampah para santri sudah sangat baik dengan nilai rerata 84,66%. Partisipasi santri laki-laki dan perempuan juga sangat baik yang ditunjukkan dengan keikutsertaan saat pengisian kuesioner, penyuluhan, demo alat, dan praktik komposting sampai menghasilkan kompos jadi. Perlu dilengkapi pelatihan sederhana lainnya seperti manajemen pemasaran produk kompos jadi dan cara packagingnya yang menarik sehingga menjadi “value” bagi pondok pesantren
Kesehatan Mental Orang Tua Bekerja dan Dampak terhadap Komunikasi pada Anak Usia Dini
Peran orang tua yaitu bekerja dan menjadi orang tua. Ketika dirumah yang dilakukan adalah mengurus anak, mengurus keadaan rumah, dan lainnya. Komunikasi dengan anak menjadi rutinitas yang dilakukan oleh para orang tua. Beban pekerjaan yang dialami orang tua memperparah tingkat kesehatan mental orang tua. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan mental bagi orang tua yang bekerja dan dampak komunikasi kepada anak usia dini. Subjek pengabdian ini adalah orang tua yang memiliki anak yang bersekolah di taman kanak-kanak. Seluruh sasaran yang berjumlah 34 orang tua. Analisis dalam pengabdian ini adalah analisis univariat untuk menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti. Hasil pengabdian ini menyatakan bahwa sebanyak 70,6% kesehatan mental orang tua yang bekerja, dapat memepengaruhi kondisi keluarga dan pola asuh anak. Sebanyak 82,4% menyatakan tekanan di lingkungan pekerjaan dan rumah bisa menjadi pemicu stress. Sebagian besar subjek memiliki kesehatan mental yang tidak baik (64,7%). Parenting stress timbul ketika orang tua mengalami kesulitan dalam memenuhi tuntutan menjadi orang tua dan hal tersebut mempengaruhi perilaku, kesejahteraan, dan penyesuaian diri pada anak. Untuk membantu meminimalisir terjadinya stress dengan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan keterampilan regulasi emosi dan adanya dukungan sosial
Edukasi Peran Rekam Medis Sebagai Penyedia Informasi Kesehatan Pada Siswa-Siswi Sma PGRI Se-Kota Banjarbaru
Kesehatan berperan penting dalam kehidupan mengingat tingginya angka kesakitan nasional di Indonesia sebesar 13.045 pada tahun 2021, anak-anak yang lebih tua dan remaja mencapai 7% dari total kasus global di Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satu tenaga kesehatan yang berperan penting dan masih kurang di fasilitas pelayanan kesehatan adalah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang peran rekam medis sebagai pemberi informasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan di lingkungan sekolah dengan target 191 orang. Evaluasi pelaksanaan yaitu mengajukan pertanyaan sebelum melaksanakan kegiatan (pre-test) dan kembali mengajukan pertanyaan lagi setelah melaksanakan kegiatan (post-test). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberian promosi kesehatan termasuk dalam kategori “Baik” ditandai dengan tercapainya kegiatan dan peningkatan pengetahuan siswa SMA PGRI se Kota Banjarbaru dalam hal pencapaian kegiatan pretest-posttest sesuai dengan target ketentuan melebihi 75 % makna pencapaian termasuk dalam kategori “Terpenuhi” yaitu sebesar 90,1%. Kesimpulannya, edukasi tentang peran rekam medis dalam sistem informasi kesehatan di sekolah meningkatkan pengetahuan dengan sangat baik
Pengembangan Platform Edukasi dan Kolaborasi Sebagai Salah Satu Upaya Penurunan Angka Stunting Kota Bandung
Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia (TIK) menyebabkan TIK menjadi enabler baik bagi industri bisnis maupun bagi organisasi pemerintahan, termasuk Perlunya TIK sebagai salah satu pendukung kegiatan yang mampu mewadahi sosialiasi dan penyebaran informasi secara cepat, tepat dan akurat juga dirasakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau lebih dikenal dengan TP PKK Kota Bandung. Khusus pada program kesehatan, stunting masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Bandung angka stunting masih terbilang tinggi dengan jumlah 28.12 % pada tahun 2019 (SSGBI). Pemerintah Kota Bandung sendiri, telah melakukan berbagai program bagi pencegahan stunting yang meliputi edukasi, ekonomi dan sanitasi. Dilain pihak, seluruh Civitas Akademika di Perguruan Tinggi memiliki kewajiban untuk mengimplementasikan pengetahuannya dilingkungan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut maka Program Studi Sarjana Sistem Informasi Universitas Telkom, bekerjasama dengan TP PKK Kota Bandung berencana meningkatkan edukasi dan kolaborasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah kota Bandung dengan mengembangkan platform edukasi yang interaktif, sekaligus menjadi platform kolaborasi yang dapat memfasilitasi masyarakat dan institusi untuk ikut serta dalam membantu pencegahan stunting dengan meningkatkan efektifitas dan efisiensi terhadap penyampaian pesan dan campaign terhadap permasalahan stunting yang merupakan salah satu program oleh TP PKK kota Bandung
Pengolahan Limbah Kulit Buah dan Sayuran Menjadi Obat Luka
Di Indonesia, total sampah mencapai 19,14 juta ton pada tahun 2022. Mayoritas sampah tersebut berupa sisa makanan. Data global menunjukkan bahwa sampah buah dan sayuran adalah penyumbang terbesar limbah makanan dunia. Ternyata sampah organik juga, memiliki dampak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik, seperti menghasilkan gas berbahaya seperti gas metana. Kejadian ledakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah pada 2023 adalah contoh buruk dari pengelolaan sampah organik dan menghasilkan gas metana. Untuk mengatasi hal ini, umumnya sampah organik diolah menjadi kompos, tetapi kurang diketahui bahwa sampah organik, terutama buah dan sayuran, dapat digunakan sebagai penyembuh luka alami melalui eco enzyme. Oleh karena itu, tim pengabdian mendampingi ibu-ibu rumah tangga di Semarang dalam mengolah sampah organik menjadi eco enzyme yang bisa membantu penyembuhan luka, termasuk pada penderita diabetes. Kegiatan ini dilakukan selama 6 bulan, melibatkan persiapan, pengadaan bahan, pendampingan pembuatan eco enzyme, monitoring, sosialisasi, dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mampu mengolah sampah organik menjadi eco enzyme yang berguna sebagai penyembuh luka alami, yang dapat membantu penderita diabetes. Ini adalah langkah positif dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan sambil membantu mereka yang membutuhkan penyembuhan luka yang lebih baik
Penguatan Karakter Masyarakat melalui Implementasi Critical Thinking Desa Grenden, Kecamatan Puger
Permasalahan sosial yang terjadi pada kalangan muda era modern terlebih di tengah-tengah perkembangan glob-alisasi yang semakin pesat tentunya berdampak besar pada tingkat moralitas dan pembentukan karakter generasi muda bangsa. Hal ini dibuktikan dengan bagaimana permasalahan sosial yang banyak ditemukan di tengah-tengah masyarakat dari desa hingga kota, dari yang terpencil hingga yang serba ada. Penyebabnya pun banyak dikarenakan oleh pola pikir dan pendidikan karakter yang masih minim di masyarakar. Fenomena tersebut ditemukan salah satunya di Kawasan Desa Greden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Cara menanggulangi permasalahan yang terjadi yaitu dengan cara pendampingan melalui sosialisasi kepada generasi muda melalui lembaga dan kegiatan masyarakat. Data diperoleh dari observasi dan wawancara kepada pihak-pihak yang berkompeten, sosialisasi melibatkan siswa dari beberapa lembaga dan pemuda desa yang tergabung dalam kelompok masyarakat yang ada
Sosialisasi Dampak Obesitas Sentral dan Hipertensi Pada Kelompok Posyandu Lansia Danurejan, Yogyakarta
Peningkatan kesehatan masyarakat untuk pengendalian sindrom metabolik yang bersumber daya dari masyarakat sendiri perlu dilakukan dengan cara pemberdayaan masyarakat melalui edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan tim Farmasi USD tentang edukasi dan screening sindrom metabolik pada kelompok lansia posyandu Danurejan pada tanggal 20 Juni 2022 dengan jumlah peserta 38 lansia. Sebagian besar lansia mengalami obesitas sentral (66%). Berdasarkan sindrom metabolik, terdapat 29 lansia (76%) dengan systole di atas 130 mmHg dan 16 lansia (42%) dengan diastole di atas 85 mmHg. Rerata tingkat pengetahuan tentang sindrom metabolik sebesar 58,57%. Pemeliharaan kesehatan khususnya pencegahan dan dampak sindrom metabolik perlu dilakukan terutama di kalangan lansia pada masa pandemi, sehingga kelompok populasi ini tetap terpantau kesehatannya
Pelatihan Wirausaha Generasi Z Terutama Siswa/I SMA St. Agnes Untuk Mengembangkan Potensi Entrepreneur Muda Melalui Zoom
Program yang diciptakan atau di buat oleh tingkatan Pendidikan di sekolah-sekolah SMA, khususnya SMA St. Agnes untuk menciptakan para entrepreneur muda yang paham akan kewirausahaan dan memiliki karakter dan mental seorang entrepreneur. Selanjutnya permasalahan yang muncul dari terciptanya program ini yaitu kurangnya staff pengajar yang terlatih atau yang paham dan mampu untuk melaksanakan Pendidikan kewirausahaan, khususnya di Sekolah SMA St. Agnes. Permasalahan inilah yang bisa memberikan peluang bagi perguruan tinggi untuk membantu memberikan aksi nyata untuk membantu mengembangkan para generasi muda dalam membangun dan menciptakan karakter dan mental seorang entrepreneur, serta membantu untuk memberikan pemahaman yang lebih detail dan nyata mengenai kewirausahaan melalui pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bentuk kerjasama tersebut maka Dosen Fakultas Kewirausahaan Unika Widya Mandala Surabaya akan mengadakan pendampingan dan pemberian pelatihan bagi para siswa-siswi SMA St. Agnes Surabaya, juga sekaligus bagi tenaga pengajar yang akan mendampingi para siswa-siswi SMA St. Agnes Surabaya. Pelatihan dan pendampingan ini akan dilakukan sebanyak 14 kali pertemuan selama 7 bulan pembelajaran. Setiap bulannya akan diadakan 2 kali pelatihan yang diadakan pada setiap akhir minggu dari bulan tersebut. Hasil dari Pengabdian ini dimana para siswa-siswi ini akan memiliki tambahan wawasan baru dalam mencari ide untuk menciptakan sebuah bisnis yang dapat diliat dari berbagai macam aspek, seperti aspek local wisdom, aspek pemasaranan, dan aspek konsumen. Selain itu juga, siswa-siswi SMAK St. Agnes juga sudah dibekali dengan pengetahuan untuk melakukan kuesioner yang akan digunakan untuk analisis pasar dalam memahami konsumen dari ide bisnis yang akan dijalankan oleh siswa-siswi SMAK St. Agnes
Metode Harmonisasi dan Akselerasi Kemitraan untuk Pengembangan Desa Siaga di Desa Sidowayah Panekan Magetan
Sejak digulirkan tahun 2006, capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari target 80%. Saat ini program desa siaga terabaikan karena pemerintah menggulirkan program Indoensia Sehat melalui PIS-PK tahun 2016. Keberadaan desa siaga di desa Sidowayah tergolong tidak aktif. Akar penyebab masalah adalah kurangnya keberdayaan masyarakat dan modal sosial dalam menyelenggarakan UKBM. Tujuan kegiatan adalah pengembangan desa siaga melalui kemitraan menggunakan metode harmonisasi dan akselerasi pengurus desa siaga. Metode kegiatan berupa harmonisasi dan akselerasi kemitraan pengurus melalui integrasi model Action Research Planner. Partisipan kegiatan adalah kepala desa, bidan desa, perawat Ponkesdes, dan Juru Kesehatan Desa. Sumber data diperoleh dari profil desa, profil kesehatan desa, rekapitulasi laporan PHBS dan hasil survei mawas diri. Waktu kegiatan bulan Maret-Oktober 2021. Lokasi kegiatan di desa Sidowayah kecamatan Panekan Magetan. Hasil kegiatan pada tahap persiapan diperoleh penetapan rencana kegiatan dan penandatangan perjanjian kerjasama operasional. Tahap pelaksanaan berupa pelatihan manajemen organisasi dan pemberdayaan pengurus desa siaga selama 30 JPL, praktik survei mawas diri, praktik analisis data hasil survei, praktik MMD, fasilitasi dan inisiasi pembentukan UKBM, praktik penilaian Posyandu Balita, dan fasilitasi penyusunan program kerja. Tahap evaluasi menghasilkan kegiatan: praktik monitoring dan evaluasi penyelenggaraan desa siaga, fasilitasi cara penyusunan laporan, dan penandatangan kerjasama tindak lanjut kegiatan. Kesimpulan keberadaan desa siaga telah aktif kembali dan jenis UKBM telah dikembangkan dan dilaksanakan oleh pengurus. Program kerja pengurus telah ditetapkan dan masing-masing kader pengurus desa siaga sudah memahami tugas pokok dan fungsi sesuai kewennagan yang diberikan. Saran kegiatan perlu pendampingan lanjutan untuk peningkatan status desa siaga aktif mandiri
Pemasaran Wedang Uwuh Handayaningrat Desa Dukuh dengan Search Engine Optimization
Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat pada tulisan ini adalah UMKM Asmantogo Handayaningrat yang berlokasi di Desa Dukuh, Kabupaten Boyolali. Produksi utama UMKM Asmantogo Handayaningrat adalah minuman tradisional jawa, wedang uwuh. Permasalahan fundamental UMKM Asmantogo Handayaningrat adalah pemasaran yang digunakan masih menggunakan cara konvensional dan belum memanfaatkan pemasaran digital sehingga target pembeli hanya menjangkau lingkungan sekitar Boyolali saja. Untuk memperluas pangsa pasar wedang uwuh UMKM Asmantogo Handayaningrat dilakukan pengembangan keterampilan pemasaran duta digital desa Dukuh serta pelaku usaha UMKM Asmantogo Handayaningrat melalui pendampingan pemasaran dengan Search Engine Optimization. Adapun media yang digunakan adalah Google dan YouTube. Untuk mendukung pemasaran digital tersebut, tim juga diberikan pendampingan foto produk wedang uwuh UMKM Asmantogo Handayaningrat. Dari pendampingan yang telah dilakukan, satu orang perwakilan UMKM dan satu orang duta digital telah mampu membuat foto produk dengan baik meski hanya menggunakan gadget seadanya, mampu membuat deskripsi produk untuk YouTube dengan baik dan mampu mengoptimisasi video YouTube yang di upload di halaman google sehingga video YouTube muncul dihalam pertama di search engine google.