Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
336 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Kader dan Keluarga Dalam Pengelolaan DM Pada Lansia di Rumah
Kabupaten Badung merupakan kabupaten dengan jumlah kasus penderita DM tahun 2020 masuk dalam 10 besar penyakit tertinggi. Permasalahan yang ada, selama ini program perkesmas di Puskesmas Kuta I yang mewilayahi desa Tibubebeng belum berjalan optimal dikarenakan terbatasnya jumlah SDM, pendidikan dan kualitas SDM Puskesmas beragam, kurangnya sarana prasarana yang diperlukan puskesmas, tidak rutinnya pelatihan perkesmas termasuk bagaimana menemukan kasus, asuhan keperawatan keluarga dengan lansia DM (pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi) di rumah, pencatatan pelaporan kasus. kurangnya pemberdayaan keluarga dalam pengelolaan lansia DM di rumah, program PIS-PK yang dilakukan oleh Puskesmas dan belum membahas tentang perlunya dukungan sosial keluarga melalui pemberdayakan keluarga dengan mengikutsertakan potensi keluarga, memandirikan keluarga melalui pelatihan terkait pentingnya edukasi diet seimbang, monitoring gula darah, latihan fisik, obat obatan DM sesuai anjuran, terapi komplementer, latihan senam kaki DM. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk pemberdayaan kader lansia dan keluarga DM dalam pengelolaan lansia DM di rumah. Metode pengabmas melalui kegiatan pelatihan terintegrasi DM, pelayanan kesehatan langsung, terapi komplementer senam kaki lansia DM serta pemanfaatan herbal sebagai pengobatan komplementer lansia DM di rumah. Hasil kegiatan Perilaku kader lansia dalam pengelolaan DM setelah diberikan pelatihan terintegrasi terbanyak pengetahuan baik (80%), sikap baik (60%) dan tindakan baik (80%). Perilaku keluarga lansia dalam pengelolaan DM setelah diberikan pelatihan terintegrasi terbanyak pengetahuan baik (75%), sikap baik (70%) dan tindakan baik (80%)
Edukasi Latihan Peregangan Pada Lansia dan Manfaatnya di Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Banguntapan Utara
Proses penuaan adalah proses alami yang terjadi secara terus menerus sejak lahir dan dialami oleh semua makhluk hidup. Penuaan mengakibatkan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dan mempertahankan fungsi normal secara perlahan-lahan berkurang. Menurut Undang-Undang Nomor 13 tahun 1998, seseorang dianggap lanjut usia jika telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Penuaan fisik menyebabkan penurunan massa otot, fleksibilitas, dan elastisitas otot. Lansia sering mengalami keluhan nyeri sendi. Fleksibilitas merupakan kemampuan sendi dan otot untuk bergerak dengan nyaman. Otot, tendon, ligamen, usia, jenis kelamin, suhu tubuh, dan struktur sendi adalah faktor yang mempengaruhi fleksibilitas. Kurangnya fleksibilitas dapat menyebabkan cedera otot, sendi, dan ligamen. Untuk meningkatkan fleksibilitas otot dan sendi pada lansia, peregangan dapat dilakukan. Peregangan membantu memperbaiki massa otot, memperbaiki elastisitas otot, dan mengurangi nyeri sendi. Pada pengabdian masyarakat ini, solusi yang akan dilakukan adalah memberikan edukasi dan contoh gerakan peregangan. Tujuannya adalah agar lansia dapat melakukan peregangan secara mandiri di rumah tanpa harus berkumpul dengan lansia lainnya di suatu tempat
Edukasi Kesehatan Mental Remaja Saat Menarche Pada Masa Pubertas, di SD Intergal Luqman Al-Hakim Jember
Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Fase remaja dikatakan sebagai fase yang rentan terkena gangguan Kesehatan mental, dikarenakan pada fase ini remaja sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Kecemasan yang timbul pada remaja awal yang akan memasuki masa pubertas tidak jarang akan mempengaruhi kesehatan mental remaja tersebut. Pengabdian masyarakat ini dibuat untuk memberikan edukasi kepada remaja putri untuk mengedukasi mengenai kesehatan mental saat memasuki masa menstruasi pertama dalam menghadapi masa pubertas. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan. Peserta merupakan siswi kelas 4 dengan usia 9-10 tahun. Materi yang disampaikan tentang kesehatan mental kecemasan menjelang pubertas, gejala gangguan kesehatan mental, pencegahan untuk menjaga kesehatan mental. Penyuluhan kesehatan masyarakat membatu memberikan informasi yang benar sehingga siswi dapat mengambil keputusan yang tepat akan kesehatannya sehingga mampu mengurangi kecemasan atau gangguan mental yang sering kali timbul saat memasuki masa pubertas
Sosialisasi Edukasi Sasaran Keselamatan Pasien (Patient Safety) Pada Perawat di Rumkit Tk. II Dr.Prof. J. A. Latumeten
Keselamatan pasien (patient safety) adalah masalah kesehatan yang menjadi perhatian global, tujuan utama keselamatan pasien adalah untuk mencegah hal-hal yang merugikan pasien serta mengatasi dampak yang tidak dapat dihindarkan efek samping. Sasaran keselamatan pasien (patient safety) meliputi identifikasi pasien, komunikasi efektif, keamanan obat-obatan yang diwaspadai, memastika lokasi pembedahan, (prosedur dan tepat pasien), mengurangi resiko infeksi dan mengurangi resiko cedera akibat pasien jatuh. Maka berdasarkan analisis Tim Pengabdi di Rumkit Tk. II Dr.Prof. J. A. Latumeten untuk memberikan sosialisasi sasaran keselamatan pasien dengan sasaran adalah perawat dengan metode ceramah dan tanya jawab. Adapun hasil terkait pengetahuan perawat tentang sasaran keselamatan pasien meningkat (post-test) 94%. Pengetahuan dominan baik, pemahaman masing – masing pribadi inilah kemudian diharapkan dapat diimplementasikan dalam asuhan keperawatan pasien dalam mengidentifikasi pasien dengan benar, mengurangi resiko infeksi dengan kepatuhan mencuci tangan 5 moment serta mengurangi resiko cedera lebih baik lagi guna meningkatkan mutu pelayana
Penerapan Pemasaran Digital Pada Pengrajin Berbahan Pelepah Alami Desa Murtigading Yogyakarta
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu mempromosikan produk dari pengrajin produk rumah tangga berbahan serat alami di desa Murtigading Yogyakarta. Melalui proses identifikasi masalah dengan model business canvas ditemukan permasalahan utama yang dihadapi pengrajin yaitu sulitnya membuka akses langsung pada konsumen. Oleh karena itu pengrajin diberikan berbagai pelatihan untuk mampu mempromosikan produk dan mengakses pembeli dengan penerapan pemasaran digital melalui penggunaan media sosial (facebook dan instagram) dan perancangan website bisnis. Pelatihan tersebut mendorong mereka mampu mempromosikan produk kerajinan tidak hanya kepada pembeli lokal, namun juga menarik pembeli nasional. Melalui pemasaran digital, bahkan mereka dapat memperluas jangkauan untuk mempromosikan produknya sampai ke manca negara
Edukasi Pengaruh Negatif Rokok Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut di Yayasan Al Istiqomah, Jakarta
Kebiasaan merokok terbukti berdampak buruk terhadap kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut. Data RISKESDAS menunjukkan bahwa kebiasan merokok masih tinggi di masyarakat termasuk pada usia anak. Pada tahun 2018 jumlah perokok anak usia 10-18 tahun kian meningkat dari 7.2 % menjadi 9.1%. Kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian edukasi mengenai bahaya merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut. Tujuan kegiatan ialah untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai akibat kebiasaan merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan. Kuesioner yang diberikan merupakan pertanyaan mengenai akibat negatif rokok, zat berbahaya dalam rokok, dan ciri khas pada perokok. Hasil yang didapat ialah siswa yang berpengetahuan baik sebelum penyuluhan ialah sebesar 25 siswa (59%) dan setelah penyuluhan sebesar 34 siswa (81%). Pengetahuan terbaik ialah mengenai ciri khas pada perokok (97%) dan pengetahuan yang belum baik terutama mengenai akibat merokok pada rongga mulut (16%). Hasil uji wilcoxon menunjukan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah pemberian edukasi (p<0.05). Kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya merokok sehingga memotivasi siswa untuk hidup sehat dan memelihara kesehatan gigi dan mulut
Pendampingan Masyarakat Dusun Serut, Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta dalam Menerapkan Bata KOBEL untuk Mengatasi Tanah Ambles Karena Erosi Akibat Aliran Air
Aliran air yang mengalir dalam tanah yang memiliki butiran halus, cenderung mengangkut butiran halus tersebut. Taman PAUD Edelweis yang menerapkan bata KOBEL sebagai penutup permukaan tanahnya sekitar kolam, mengalami ambles saat hujan lebat, karena air hujan meresap ke tanah dan mengalir membawa butiran halus menuju kolam. Masalah ini mendorong untuk diterapkannya bata KOBEL juga guna memperbaiki tanah yang ambles akibat aliran air tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Serut, Palbapang, Bantul, Yogyakarta ini bertujuan untuk mendampinginya dalam menerapkan bata KOBEL mengatasi permasalahan tanah ambles. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lapangan, kemudian pendampingan cara menyusun bata KOBEL dalam mengatasi amblesnya tanah. Bata KOBEL memiliki 2 lubang berdiameter 5 cm, disusun membentuk suatu pipa yang berfungsi mengatur aliran air sehingga tidak membawa butiran halus mengalir/tererosi. Konsep sederhana menyediakan alur aliran air, dapat menghindarkan erosi yang terjadi sehingga tidak menimbulkan amblesnya tanah. Bata KOBEL ini terbuat dari tanah yang dipres sampai 62,5% berfungsi sebagai perbaikan tanah, sehingga permukaan tanah menjadi stabil. Penggunaan bata KOBEL mudah dilakukan dan biayanya sangat murah, dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat Dusun Serut. Dapat disimpulkan bahwa penerapan Bata KOBEL sangat penting untuk membantu masyarakat dalam pengadaan material bangunan yang murah, praktis tapi tetap berkwalitas
Penerapan Pendidikan Mitigasi Bencana Gempa Bumi untuk Siswa dan Guru di SD Negeri 1 Poka, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Kota Ambon merupakan daerah yang memilki tingkat kerentanan gempa bumi di provinsi Maluku. Berdasarkan indeks risiko bencana, Kota Ambon merupakan kota yang paling banyak mengalami bencana gempa bumi di Provinsi Maluku. Upaya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana masih dianggap lemah, terbukti dengan banyaknya korban jiwa, kerugian properti, dan kematian. Anak-anak diklasifikasikan sebagai rentan terhadap upaya penanggulangan bencana dan oleh karena itu memerlukan upaya khusus untuk meningkatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang mitigasi bencana melalui kegiatan sosialisasi kesiapsiagaan bencana untuk mewujudkan sekolah tangguh bencana. Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu bentuk bangian dari kerja kuliah nyata (KKN) mandiri Universitas Pattimura yang dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2021 dengan jumlah peserta 21 Siswa dan juga para guru di SD Negeri 1 Poka. Kegiatan ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan siswa SD Negeri 1 Poka tentang mitigasi bencana masih perlu ditingkatkan lebih lanjut. Pengetahuan yang rendah dapat meningkatkan jumlah korban akibat bencana. Solusi yang ditawarkan oleh kami adalah melakukan kegiatan edukasi kesadaran bencana melalui sosialisasi kebencanaan. Diharapkan tindak lanjut tindakan seperti pemeliharaan dan pengawasan sebagai pengendalian dengan tujuan kegiatan tersebut memiliki hasil yang optimal untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang mitigasi bencana dan terwujudnya sekolah tangguh bencana
Gerakan Literasi Masyarakat : Penguatan Literasi Untuk Membangun Masyarakat Literat
Taman pojok literasi yang diinisiasi di Bulak Gempol Nguter Pasirian Lumajang. Upaya mendirikan taman pojok literasi ini merupakan langkah yang sangat positif untuk mengatasi kekhawatiran kurangnya minat baca dan literasi anak-anak dan masyarakat pada umumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PAR (Participatory Acion Research). PAR adalah pendekatan penelitian yang melibatkan semua pihak yang relevan secara aktif dan partisipatif untuk mengkaji tindakan yang berlangsung. Metode penelitian PAR bertujuan mengubah tindakan perbuatan ke arah yang lebih baik dengan cara melakukan riset kemudian diterapkan dalam sebuah aksi secara partisipatif oleh peneliti. Dalam artikel yang berjudul Gerakan Literasi Masyarakat: Penguatan Lerasi Untuk Membangun Masyarakat Literat, penulis ingin memberitahukan bahwa terdapatmanfaat terkai pentingnya literasi terhadap anak-anak dan masyarakat umum
Pemberdayaan Masyarakat Dusun Kalangan Dalam Pembuatan Pupuk Organik Melalui Kegiatan KKN Reguler
Padukuhan Kalangan Kalurahan Bangunjiwo Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul merupakan dusun yang daerahnya masih banyak terdapat perkebunan, pepohonan, dan halaman yang luas. Mata pencaharian penduduknya pun berbeda-beda, beberapa diantaranya ada kelompok tani dan kelompok ternak. Namun pada pelaksanaan di lapangan, limbah dari pertanian dan peternakan ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Biasanya, limbah-limbah tersebut hanya dibakar di halaman ataupun di timbun tanah. Sehingga, KKN Reguler Kelompok 78 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Lapangan membuat program kerja sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik bersama narasumber yang tepat. Hal ini dilakukan agar masyarakat Padukuhan Kalangan mendapatkan informasi dan pelatihan yang tepat mengenai pembuatan pupuk kompos atau pupuk organik dengan memanfaatkan limbah pertanian dan kotoran ternak. Metode pelaksanaan kegiatan masyarakat ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan evaluasi akhir. Hasil kegiatan ini memberikan informasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik yang bersumber dari limbah pertanian dan kotoran ternak, serta meningkatnya kesadaran kelompok tani maupun warga Padukuhan Kalangan dalam pentingnya memanfaatkan sampah, khususnya sampah organik agar dapat bermanfaat kembali bagi tanaman yang nantinya dapat memberikan dampak peningkatan produksi usaha tani maupun untuk tanaman pribadi