Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
336 research outputs found
Sort by
Pelatihan Tenaga Pendidik TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) Di Sidomulyo Palangka Raya
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kecakapan kepada remaja yang pernah berkontribusi sebagai tenaga pendidik untuk dapat meningkatkan keterampilannya dalam mengajar, menumbuhkan rasa percaya diri, menambah pengalaman, dan memberikan berbagai pelatihan skill yang diperlukan dalam mengajar di TPA (Taman Pendidikan al-Quran). Metode yang digunakan adalah metode ABCD (Asset Based Community-driven Development). Pada pelaksanaan kegiatan pelatihan bagi remaja sebagai tenaga pendidik TPA dilakukan serangkaian kegiatan yang meliputi; Melatih kemampuan baca al-Quran remaja (makhorijul huruf), Pendalaman tajwid dasar untuk remaja (hukum seputar nun mati dan mim mati), Pelatihan pengelolaan TPA (Taman Pendidikan al-Quran), Bimbingan untuk pengajar TPA (tips dan nasehat), belajar bernyanyi lagu-lagu untuk anak di TPA, dan praktik mengajar. Pelatihan menjadi tenaga pendidik ini diharapkan dapat menambah kemampuan mengajar para remaja yang masih canggung dalam mengajar, sebagai training yang dapat dijadikan bekal dalam mengajar, serta tambahan ilmu dan wawasan untuk remaja. Dalam kegiatan pelatihan ini, peserta remaja mengikuti kegiatan dengan baik, mengikuti arahan dari setiap rangkaian kegiatan pelatihan, serta mampu bernyanyi bersama anak-anak dan lebih percaya diri dalam mengajar
Pelatihan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Tingkat Dasar bagi Guru dan Karyawan SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto
Program IbM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris tingkat dasar bagi guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto. Berdasarkan hasil observasi, kemampuan bahasa Inggris peserta tidak terlalu beragam, yaitu berada pada tingkat pra-pemula (sebelum tingkat dasar). Pelatihan ini dilaksanakan secara terstruktur dalam jangka waktu 4 bulan. Berdasarkan pelaksanaan pelatihan dan evaluasi hasil, penulis menyimpulkan sebagai berikut: (1) pemahaman tata bahasa guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto meningkat secara cukup signifkan. Salah satu fokus materi dalam pelatihan ini adalah pembelajaran tata bahasa secara terintegrasi ke dalam kegiatan berbicara. Peserta pelatihan dapat memahami tata bahasa dengan lebih mudah dan aplikatif; dan (2) kemampuan berbicara bahasa Inggris guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto meningkat secara cukup signifikan. Peserta lebih termotivasi untuk secara aktif dalam menggunakan ekspresi dalam bahasa Inggris di lingkungan kerjanya. Selain itu, kepercayaan diri dan akurasi pengucapan kosa kata bahasa Inggris peserta juga meningkat secara cukup signifikan. Pengabdian ini dilakukan pada konteks guru dan karyawan di sebuah sekolah yang memiliki sister school di luar negeri, sehingga kebermanfaatannya lebih signifikan untuk sekolah terkait. Di masa yang akan datang, pengabdian semacam ini dapat diperluas konteksnya untuk mendapatkan luaran yang lebih komprehensif
Pengembangan Budidaya Ikan Belanak Belinyu di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka
Potensi Perairan estuari pada hutan mangrove di daerah Belinyu, Kabupaten Bangka cukup tinggi. Tingginya potensi perairan tersebut dimanfaatkan oleh para pembudidaya ikan untuk membudidayakan ikan-ikan air payau. Kelompok pembudidaya ikan Perepat Permai di Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka merupakan pembudidaya ikan yang sedang merintis budidaya ikan belanak belinyu. Ikan belanak belinyu memiliki ciri khas daging yang lebih lembut, gurih dan tidak berbau lumpur dibandingkan ikan belanak dari perairan lain. Namun Budidaya ikan yang dilakukan masih terkendala oleh persoalan rendahnya optimalisasi dalam memanfaatkan kapasitas produksi yang berdampak pada rendahnya kuantitas dan kualitas hasil panen. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan aplikasi IPTEKS berupa sistem dan teknologi untuk menghasilkan ikan belanak yang memiliki harga jual tinggi dengan optimalisasi kapasitas produksi para pembudidaya ikan. Kegiatan ini dilaksanakan di kolam budidaya ikan yang dimiliki oleh para pembudidaya ikan di Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Metode kegiatan ini yaitu melakukan kegiatan budidaya dengan menyisipkan aplikasi teknologi padat tebar dan sistem pemberian pakan buatan dalam pada proses budidaya ikan Belanak Belinyu. Tahapan dalam kegiatan ini terdiri atas tiga tahapan utama yaitu pra produksi (penyiapan sarana dan prasarana budidaya ikan), produksi (penebaran ikan belanak belinyu, pemeliharaan ikan dan pengontrolan kualitas lingkungan) dan pasca produksi (Pemanenan dan evaluasi teknologi). Target kegiatan ini yaitu pembudidaya ikan yang tergabung dalam kelompok Perepat Permai Balinyu. Hasil dari kegiatan ini yaitu ikan belanak belinyu yang dipelihara dari ukuran juvenil dengan panjang 7-10 cm tumbuh optimal pada tambak. Tambak tempat pemeliharaan ikan belanak belinyu kondisi lingkungannnya sesuai dengan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan belanak belinyu. Jumlah ikan belanak belinyu memenuhi kapasitas produksi ikan. Ikan belanak belinyu mampu dipanen secara parsial dalam jangka waktu 4-5 bulan dengan ukuran panjang 20 – 24 cm dan bobot 200 – 300 gram per-ekor yang merupakan ukuran konsumsi sesuai dengan permintaan pasar
Pemanfaatan Aplikasi Kahoot dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi pada Guru SD
Untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh, guru harus mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Namun pada kenyataannya masih banyak guru yang masih mengalami kesulitan dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran secara daring. Dari fakta yang ada tentang kurangnya kemampuan guru Sekolah Dasar dalam bidang teknologi maka diperlukan pendampingan bagi guru-guru untuk memanfaatkan teknologi yang berupa aplikasi berbasis web, salah satunya dengan aplikasi Kahoot. Kegiatan pendampingan pemanfaatan aplikasi Kahoot dilaksanakan di tiga sekolah dasar di Kota Magelang. Kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi 4 tahapan yaitu tahapan pertama yang berupa observasi dan persiapan pengabdian. Tahapan selanjutnya adalah sosialisasi pelaksanaan. Dalam tahap ini, tim pengabdian akan memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan teknologi yang berupa aplikasi Kahoot untuk pembelajaran jarak jauh. Alokasi waktu sosialisasi program pendampingan untuk pembelajaran jarak jauh adalah 4 kali pertemuan dan metode yang dilakukan di dalam sosialisasi pelaksanaan adalah ceramah, diskusi serta praktik. Tahapan yang ketiga adalah pendampingan. Dalam tahapan ini, tim pengabdian akan mendampingi guru untuk mengimplementasikan aplikasi Kahoot pada masing-masing sekolah mitra. Tahap yang terakhir adalah evaluasi, di mana tim pengabdian dan mitra melihat kelebihan dan kekurangan dari kegiatan pemanfaatan aplikasi Kahoot. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Kahoot dalam pembelajaran di sekolah dapat membantu guru dalam menciptakan proses kegiatan belajar mengajar yang bervariasi serta menarik bagi siswa
Penerapan Tanaman Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L.) dalam Konsep sediaan Farmasi, Desa Sopu, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah
Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sopu Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah dengan menggunakan objek tanaman ubi jalar ungu yang dalam konsep sediaan farmasi. Pada kegiatan Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini bertujuan untuk menerapkan tanaman ubi jalar ungu kepada masyarakat di Desa Sopu tentang manfaat tanaman ubi jalar ungu yang dapat diaplikasi dalam konsep berbagai sediaan farmasi untuk peningkatan penghasilan sumber ekonomi masyarakat yang ada di desa Sopu. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini yaitu metode penyuluhan dan demonstrasi tentang tanaman ubi jalar ungu dalam konsep berbagai sediaan farmasi. Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini yaitu Masyarakat yang ada di Desa Sopu dapat memahami konsep penerapan tanaman ubi jalar ungu dalam berbagai konsep sediaan farmasi, dapat dilihat dengan evaluasi tingkat persentase pemahaman sebesar 88,88% yang dimana sebelumnya hanya 22,22%, selain itu masyarakat dapat mengaplikasikan tanaman ubi jalar ungu dalam bentuk simplisia seperti seduhan teh yang kaya akan kandungan antioksidan dari ekstrak kering tanaman ubi jalar ungu dan juga biskuit bayi yang dapat digunakan sebagai peningkatan pendapatan dari segi ekonomi masyarakat desa Sopu, Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Sulawesi tengah
Optimalisasi Fungsi Lembaga Adat dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Adat Osing Banyuwangi
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi lembaga adat dalam pemerintahan desa, desa adat di banyuwangi, Hal ini diharapkan untuk dapat mendorong disusunnya peraturan daerah pengakuan masyarakat adat di Banyuwangi yang pada awalnya bermula dari keinginan masyarakat adat osing yang berkehendak membuat Peraturan daerah tentang pengakuan dan perlindungan terhadap hak hak masyarakat adat osing. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Kemiren masyarakat adat osing berupa penyuluhan optimalisasi lembaga adat. Hasil dari kegiatan ini dapat menjadi dasar dalam Penguatan penataan desa adat, Percepatan pembangunan desa adat secara terpadu, Pemberdayaan lembaga adat, Pengelolaan sumberdaya pembangunan desa berbasis adat. Selanjutnya aksi yang diharapkan adalah tersusunnya peraturan tentang Perlindungan Hak Hak Masyarakat Desa Adat. Penetapan desa wisata oleh pemerintah daerah yang secara nyata dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat itu sendiri, yang selanjutnya bermuara pada rencana penyusunan Peraturan Daerah tentang Peraturan daerah tentang Pengakuan Dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Di Kabupaten Banyuwangi yang didalamnya berisikan hak hak masyarakat adat dalam pengelolaan dengan kearifan lokalnya, Sehingga peran serta masyarakat adat Osing Banyuwangi dapat terakomodir dan terlindungi dalam berbagai hal peran dalam pembangunan khususnya pengembangan pariwisata daerah
Urgensi Pengetahuan Nelayan Terhadap Undang-Undang Cipta Kerja di Bidang Kelautan dan Perikanan
Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum terhadap Undang-Undang Cipta Kerja dan peraturan pelaksanaanya di bidang kelautan dan perikanan sebagai upaya penanggulangan Illegal Fishing sangat dibutuhkan, dalam hal ini Kantor Syahbandar Perikanan Pelabuhan Perikanan Lempasing (PP Lempasing). Adapun target khusus kegiatan ini yakni mewujudkan pengawasan terhadap praktik Illegal Fishing di Pelabuhan Perikanan Lempasing. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut yakni penyampaian materi melalui sosialisasi dan Focus Group Discussuin (FGD). Sasaran kegiatan ini ialah Kantor Syahbandar Perikanan Pelabuhan Perikanan Lempasing dan masyarakat nelayan sekitar Pelabuhan Perikanan Lempasing. Kegiatan ini berlokasi di gedung Kantor Syahbandar Perikanan Pelabuhan Perikanan Lempasing. Setelah pelaksanaan kegiatan, diketahui bahwa 85% dari 25 peserta yang hadir belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang illegal fishing berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian tes tertulis pertama, karena masing-masing tes peserta dengan jawaban benar tidak ada yang mencapai 50% dari 10 soal yang diberikan. Namun setelah mengikuti pengabdian terjadi perubahan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan peserta, yakni sebanyak 75% dari 25 peserta dengan jawaban benar mencapai 50% dari 10 soal tes tertulis yang telah diisi pada akhir kegiatan
Membangun Budaya Literasi sejak Dini untuk Mewujudkan Insan yang Kompeten dan Unggul
Pada saat ini budaya literasi masih perlu ditingkatkan, hal ini dapat dilihat dari masih kurangnya minat baca dan numerasi di kalangan anak-anak usia dini. Masih adanya pendapat yang mengatakan bahwa pengenalan literasi dimulai saat anak duduk di sekolah dasar. Banyak hal yang menyebabkan budaya literasi belum terbentuk, salah satunya adalah masih kurangnya buku-buku bacaan yang menunjang, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung untuk berliterasi, belum adanya dukungan yang maksimal dari instansi terkait dan juga kurangnya minat dari masyarakat pada umumnya. Oleh karenanya diperlukan gerakan untuk membantu terpenuhinya akan kebutuhan bacaan yang merupakan hal pokok dan penunjang lainnya untuk menciptakan budaya literasi sejak anak usia dini. Kegiatan pengabdian dilakukan pada PAUD di kota Serang. Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan donasi buku-buku bacaan yang meliputi buku dongeng, buku agama, buku sejarah, buku pengenalan alat tranportasi, buku pengenalan numerasi, buku mewarnai, buku menulis, peralatan baca tulis dan perlengkapan untuk terwujudnya perpustakaan mini bagi anak PAUD. Dengan pengenalan lterasi yang dilakukan dengan metode pendekatan bermain, menggambar, mewarnai dan bergembira dalam membacakan buku-buku. Dengan cara tersebut diharapkan sejak dini anak akan memiliki kegemaran berliterasi, memotivasi munculnya rasa keingintahuan untuk menambah pengetahuan, yang akhirnya akan mampu membangun budaya literasi sejak dini
Sosialisasi Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di RSU Mawar Banjarbaru
Setiap rumah sakit wajib menyelenggarakan rekam medis. Salah satu faktor yang dapat mendukung penyelenggaraan rekam medis yang baik dan berkualitas yaitu dengan ketepatan waktu pengembalian rekam medis rawat inap dari ruang perawatan ke unit kerja rekam medis. Kegiatan pengembalian berkas rekam medis pasien rawat inap di RSU Mawar memiliki standar waktu pengembalian 1 x 24 jam setelah pasien pulang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Rekam medis yang mengalami keterlambatan dalam pengembalian akan berdampak pada terhambatnya proses pengolahan data, lambat dalam pengajuan klaim asuransi serta terhambatnya pelayanan terhadap pasien. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan perawat tentang pengembalian berkas rekam medis rawat inap serta meningkatkan ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis rawat inap di RSU Mawar Banjarbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan, yaitu: pretest, pelaksanaan sosialisasi (pemberian materi dan diskusi tanya jawab), posttest. Rata-rata skor pengetahuan perawat saat pretest adalah 82, sedangkan rata-rata skor pengetahuan perawat saat posttest adalah 87. Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan perawat setelah dilakukan sosialisasi tentang ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis pasien rawat inap
Pelatihan Membuat Konektor Masker : Upaya Pemanfaatan Waktu Luang di Masa Pandemi
Dusun Soko, Desa Sukorejo menjadi salah satu wilayah yang menerapkan sistem pembelajaran yang dilakukan yaitu secara full online. Gadget menjadi penunjang pelaksanaan pembelajaran. Namun di sisi lain muncul permasalahan dimana peserta didik terlena dalam hal penggunaan gadget di luar jam pembelajaran. Pengabdi berusaha untuk merespon permasalahan yang sedang dihadapi warga Dusun Soko. Pengabdi memberikan kegiatan berupa pelatihan pembuatan konektor masker. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan antisiasme anak-anak Dusun Soko terhadap pelatihan ini. Kegiatan ini juga bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh pelatihan pembuatan konektor dapat menjadi sarana edukasi pencegahan COVID-19 serta mengurangi penggunaan media elektronik di luar jam pembelajaran oleh peserta didik. Pelatihan pembuatan konektor masker dilakukan secara luring di rumah warga yang akan berganti dalam setiap pertemuan. Kegiatan ini diawali dengan persiapan alat dan bahan konektor masker, diakhiri dengan pendistribusian konektor masker kepada peserta pelatihan serta komunitas Pemuda Madiun Bergerak (PMB). Pelatihan pembuatan konektor masker dapat dilaksanakan sebanyak 8 kali dan diikuti dengan sangat antusias. Kegiatan ini dinilai efektif sebagai sarana edukasi pencegahan COVID-19. Adanya rasa bangga karena telah berhasil membuat konektor mendorong peserta untuk memakai masker sekaligus konektor hasil karya sendiri. Pelatihan ini juga menjadi alternatif kegiatan positif di luar jam pembelajaran bagi anak-anak Dusun Soko