27468 research outputs found
Sort by
Hubungan Kategori Skor Apgar dengan Kejadian Sepsis Neonatorum pada Bayi Prematur di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
Bayi prematur memiliki risiko tinggi mengalami sepsis neonatorum. Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko sepsis, salah satunya adalah skor apgar yang rendah. Namun demikian, masih terdapat kontradiksi hasil penelitian terkait hubungan skor apgar dengan kejadian sepsis neonatorum. Untuk itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kategori skor apgar dengan kejadian sepsis neonatorum.
Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 97 bayi prematur yang diambil melalui convenience sampling dari rekam medis RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada periode Januari-Desember 2023. Instrumen penelitian berupa lembar pengumpulan data yang didesain peneliti dan divalidasi oleh 3 pakar, menghasilkan I-CVI 1. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Karakteristik bayi prematur menunjukkan nilai tengah usia gestasi 33 minggu, mayoritas berjenis kelamin laki-laki, dalam kategori moderate to late preterm infant (33-36 minggu), dengan berat badan rata-rata 1762,6 gram. Kategori skor apgar pada menit ke-1 dan ke-5 didominasi kategori sedang (skor 4-6). Analisis statistik menghasilkan p-value menit ke-1 = 0,007 dan menit ke-5 = 0,000 (p<0,05), menunjukkan hubungan signifikan antara skor apgar dan sepsis neonatorum.
Terdapat hubungan signifikan antara kategori skor apgar dengan kejadian sepsis neonatorum pada bayi prematur
Kajian Bioremediator Organofosfat oleh Bakteri Indigenous Terseleksi dari Tanah Tercemar Organofosfat Profenofos
Penggunaan pestisida organofosfat dalam industri pertanian semakin meningkat seiring dengan adanya larangan penggunaan pestisida organoklorin. Pestisida jenis organofosfat yang lebih efektif dan mudah terurai di alam. Namun penggunaan pestisida organofosfat dalam melebihi dosis dan digunakan dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan manusia, tanaman, hewan air, dan lingkungan. Lingkungan dapat mendegradasi cemaran secara alamiah, tetapi dengan bertambahnya beban pencemaran akibat residu pestisida maka dibutuhkan teknologi untuk mendukung proses pengolahan cemaran. Salah satu dari pengolahan cemaran adalah secara biologis dengan memanfaatkan mikroorganisme yang ramah lingkungan yaitu bakteri pengurai pestisida.
Penelitian dilakukan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah isolat bakteri indigenous asal sampel tanah (B) terdiri dari 4 isolat. Faktor kedua adalah konsentrasi bakteri indigenous asal sampel tanah (K) terdiri dari 4 taraf perlakuan. Strain bakteri indigenous diisolasi dari tanah terkontaminasi organofosfat jenis profenofos selama bertahun-tahun dari daerah persawahan di kabupaten Bantul. Pembuatan kultur murni ditumbuhkan pada media MSPY dengan tambahan pestisida profenofos 100 ppm. Uji degradasi dilakukan dengan menambahkan variasi konsentrasi bakteri kedalam larutan campuran media mineral dan profenofos 100ppm selama 48 jam. Kemampuan bakteri mendegradasi profenofos ditentukan dengan Spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 250 nm. Isolat dengan kemampuan degradasi diidentifikasi karakter morfologi menggunakan metode pengamatan SEM dan pengamatan langsung. Analisis data penelitian menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan analisis lanjutan DMRT.
Hasil penelitian degradasi isolat bakteri pada uji DMRT variasi jenis isolat menunjukkan bahwa isolat B4 memiliki tingkat degradasi paling optimum. Perlakuan konsentrasi bakteri 12,5% memiliki nilai degradasi paling optimum. Hasil uji SEM menujukkan adanya peningkatan jumlah dan agregasi bakteri dimulai dari isolat B1, B2, B3 dan tertinggi B4
The Effect Of Regional Investment On Regional Tax Revenue: A Study On Regency/City Governments In Central Java Province In 2019-2023
Pajak, sebagai sumber utama pendapatan daerah, perlu diatur dengan baik. Memaksimalkan pendapatan pajak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi pelaksanaan yang buruk dapat menyebabkan ketidaksetaraan sosial, terutama dalam distribusi pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi daerah melalui investasi langsung asing (FDI), investasi langsung (DI), kemiskinan (K), dan produk domestik regional bruto (GRDP) terhadap pajak daerah di kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah 2019- 2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan teknik analisis regresi data panel dalam aplikasi Eviews 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial DI, K, dan GRDP memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pajak daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019-2023. Sementara itu, FDI memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap pajak daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019-2023. Semua variabel independen FDI, DI, K, dan GRDP secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap pajak daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019-2023
Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Hak Merek Terkenal “Sevich”Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (Studi Putusan Nomor 25/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024/PN.Niaga.Jkt.Pst.)
Merek dikategorikan sebagai merek terkenal apabila telah melintasi batas negara, terdaftar dan diakui secara internasional. Perlindungan hukum terhadap merek terkenal bertujuan melindungi pemilik hak merek, dan memberikan keamanan serta kenyamanan kepada konsumen dalam memperoleh produk asli. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi pemegang hak merek terkenal SEVICH dan akibat hukum dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 25/Pdt.Sus-HKI/Merek/2024/Pn.Niaga.Jkt.Pst.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dalam bentuk teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa dikabulkannya gugatan pembatalan Merek “SEVICH” milik Tergugat merupakan upaya perlindungan hukum terhadap merek terkenal “SEVICH” milik Penggugat sesuai dengan Pasal 21 ayat (1) huruf b dan Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Akibat hukum bagi Merek “SEVICH” adalah pembatalan dan pencoretan merek “SEVICH” milik Tergugat yang telah didaftarkan di Indonesia dari Daftar Umum Merek yang diumumkan dalam Berita Resmi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual
Tinjauan Perbuatan Melawan Hukum Dalam Sengketa Properti Antara Pemilik Dengan Penghuni Tanpa Hak (Studi Putusan 69/Pdt.G/2024/PN Dps)
Properti sering kali menjadi objek sengketa, terutama ketika terjadi penguasaan tanpa hak yang dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik sah, seperti didalam Putusan Nomor 69/Pdt.G/2024/PN. Dps yaitu properti milik Penggugat dikuasai secara melawan hukum oleh Tergugat 1 (satu). Tujuan penelitian ini menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifikasi perbuatan melawan hukum dan pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan gugatan ganti rugi terkait sengketa properti tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, dengan spesifikasi deskriptif analisis. Sumber data berupa data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis secara normatif kualitatif dengan metode penyajian data dalam bentuk teks naratif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tergugat 1 (satu) telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, berdasarkan analisis Penulis kriteria yang dilanggar oleh Tergugat 1 (satu) dalam Putusan Nomor 69/Pdt.G/2024/PN Dps adalah melanggar hak subjektif Penggugat yaitu hak untuk menguasai atau hak menikmati objek sengketa milik dari Penggugat dan melanggar kepatutan yang harus diindahkan dalam pergaulan masyarakat, perbuatan Tergugat 1 (satu) merugikan orang lain tanpa kepentingan yang layak. Selain itu, keputusan hakim mengabulkan gugatan ganti rugi dalam bentuk natura atau dikembalikan dalam keadaan semula
Faktor Penyebab dan Penanggulangan Tindak Pidana Penganiayaan Yang Mengakibatkan Luka Berat Dari Perspektif Kriminologi (Studi Di Wilayah Hukum Polresta Banyumas)
Tindak Pidana Penganiayaan merupakan salah satu tindak pidana yang sengaja untuk melukai tubuh dan menyebabkan rasa sakit terhadap orang lain. Tindak Pidana penganiayaan adalah masalah serius yang berdampak pada keadaan dan ketertiban masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor penyebab dan penanggulangan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dari perspektif kriminologi di wilayah hukum Polresta Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan melakukan penelitian langsung di lokasi penelitian. Spesifikasi penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data bahan hukum sekunder dan primer. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi faktor psikologis pelaku yaitu emosi yang tidak terkendali dan kecenderungan agresif, sedangkan faktor eksternal meliputi pengaruh lingkungan sosial, pergaulan, dan faktor pendidikan yang rendah. Penanggulangan terhadap tindak pidana ini dilakukan melalui pendekatan pre emtif dan preventif berupa sosialisasi hukum, penyuluhan hukum, dan pengawasan untuk masyarakat serta pendekatan represif masyarakat melalui penegakan hukum yang lebih tegas dan rehabilitasi terhadap pelaku. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perumusan kebijakan penanggulangan tindak pidana penganiayaan yang lebih efektif di wilayah hukum Polresta Banyumas
Analisis Sentra Produksi Komoditas Unggulan Sektor Pertanian di Kabupaten Banyumas
Indonesia sebagai negara agraris memiliki sektor pertanian yang vital dalam memenuhi kebutuhan pangan dan mendukung ekonomi, termasuk di Kabupaten Banyumas. Subsektor tanaman pangan dan hortikultura berperan strategis, menyumbang sekitar 3 persen produksi padi Jawa Tengah dan memiliki potensi hortikultura bernilai ekonomi tinggi (LQ rata-rata 2,464). Namun, tantangan seperti perlambatan ekonomi, konversi lahan sebesar 729 hektar pada 2020, serta dominasi petani berusia di atas 45 tahun (80,07 persen) menghambat produktivitas dan inovasi teknologi sektor pertanian. Pendekatan kawasan sentra produksi menjadi penting untuk keberlanjutan sektor ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komoditas unggulan pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura serta menentukan kecamatan yang berpotensi sebagai sentra produksi dengan mempertimbangkan sarana dan prasarana yang ada.
Analisis dilakukan secara kuantitatif dengan metode deskriptif analisis menggunakan data sekunder time series lima tahun (2019–2023) yang mencakup luas lahan, produksi, SDM, dan infrastruktur. Metode yang digunakan meliputi Location Quotient (LQ), Shift Share (SS), Skalogram dan Indeks Sentralitas, serta Sistem Informasi Geografis (SIG).
Hasil penelitian mengidentifikasi lima komoditas unggulan subsektor tanaman pangan, yaitu Padi Sawah, Kedelai, Ketela Pohon, Jagung, dan Kacang Hijau, serta lima komoditas unggulan subsektor hortikultura, yaitu Rambutan, Nangka/Cempedak, Pisang, Mangga, dan Salak. Analisis Skalogram dan Indeks Sentralitas menunjukkan bahwa sentra produksi utama meliputi Purwokerto Selatan, Wangon, dan Ajibarang, yang didukung ketersediaan infrastruktur, sementara kecamatan lain memiliki spesialisasi tertentu sesuai potensi wilayahnya.
Optimalisasi infrastruktur di kecamatan berindeks sentralitas tinggi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas unggulan melalui pengembangan transportasi, penyimpanan, distribusi, dan pengolahan hasil pertanian. Kecamatan dengan indeks rendah, seperti Gumelar dan Lumbir, memerlukan penguatan infrastruktur serta peningkatan kapasitas petani untuk mengurangi kesenjangan wilayah. Kebijakan berbasis data, diversifikasi produksi, teknologi ramah lingkungan, adaptasi perubahan iklim, dan pemanfaatan SIG mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Banyumas
Hubungan Usia, Lama Menderita dan Tingkat Kecemasan dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Puskesmas Cipari
Latar belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Kadar glukosa darah sewaktu pada penderita DM dipengaruhi berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, lama menderita DM dan tingkat kecemasan dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien DM di wilayah Puskesmas Cipari.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode korelasi analitik kuantitatif pendekatan cross-sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling pada 63 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responden, kuesioner Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS) dan glukometer. Analisis data menggunakan analisis univariat deksriptif dan bivariat dengan uji Spearman rank serta multivariat dengan korelasi regresi linear berganda.
Hasil penelitian : Hasil rata-rata usia responden 60,76 tahun. Mayoritas berjenis kelamin perempuan. Sebagian besar berpendidikan terakhir SD. Sebanyak 35 responden menderita DM ≥ 5 tahun. Mayoritas responden mengalami kecemasan sedang (54,0%) dan rata-rata kadar glukosa darah sewaktu 239,20 mg/dL. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kadar glukosa darah sewaktu (p = 0,033, r = 0,270). Terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita dengan kadar glukosa darah sewaktu (p = 0,001, r = 0,476). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kadar glukosa darah sewaktu (p = 0,0001, r = 0,497). Terdapat hubungan antara usia, lama menderita dan tingkat kecemasan dengan kadar glukosa darah sewaktu (Ryx1x2x3 = 0,610) dan persamaan regresi Y= 51,469 + 1,928X1 – 34,514X2 + 47,509X3.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara usia, lama menderita DM dan tingkat kecemasan dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien DM
Analysis The Influence of Regional Innovation and Regional Competitiveness on Public Welfare of Regency/City in Central Java Province 2019-2023
This study aims to analyze the influence of the Regional Innovation Index (RII), Regional Competitiveness Index (RCI), Electronic-Based Government System Index (EGSI), and Investment on Public Welfare in Central Java Province from 2019 to 2023. A quantitative method with regression analysis was used to examine the relationship between these variables, utilizing secondary data from official sources. The research focuses on understanding how each variable affects public welfare, either directly or indirectly.
The results indicate that RII and Investment do not have a significant influence on public welfare, suggesting the need for optimization of policies in these areas to ensure inclusivity and equity. Meanwhile, RCI has a significant but negative influence, highlighting potential inequalities in the implementation of regional competitiveness policies. On the other hand, EGSI has a significant positive influence, demonstrating that digital government initiatives successfully enhance public service efficiency and transparency, positively impacting public welfare.
This study provides important implications for local governments to prioritize innovation-based policies, strengthen inclusive competitiveness strategies, and direct investments more effectively. Additionally, the implementation of EGSI should be further optimized, particularly in resource-limited areas. However, the research has several limitations, such as uneven data and the absence of consideration for external factors. Future studies are recommended to expand the scope of analysis to obtain more comprehensive findings.
Keywords: Regional Innovation Index, Regional Competitiveness Index, Electronic-Based Government System Index, Investment, Public Welfare
Isolasi Senyawa Bioaktif Fraksi Etil Asetat Ekstrak Rimpang Temu Tis (Curcuma purpurascens) sebagai Antibakteri
Temu tis (Curcuma purpurascens) merupakan tanaman rempah dan obat yang memiliki berbagai aktivitas biologis seperti antioksidan, gastroprotektif, antiproliferatif, angiogenesis, hepatoprotektif, inhibisi aktivitas tirosinase, antijamur, serta antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan meng-identifikasi senyawa bioaktif yang terkandung dalam fraksi etil asetat ekstrak rimpang temu tis serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Tahap-tahap isolasi senyawa bioaktif meliputi maserasi menggunakan pelarut aseton, partisi cair-cair, fraksinasi ekstrak etil asetat dengan kromatografi cair vakum, dan pemurnian dengan kromatotron. Isolat yang diperoleh kemudian diidentifikasi senyawa bioaktifnya menggunakan skrining fitokimia dan LC-MS; serta diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi sumuran. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa isolat mengandung senyawa dari golongan flavonoid, terpenoid, dan triterpenoid. Analisis LC-MS menunjukkan bahwa isolat mengandung senyawa utama berupa dua tautomer kurkumin keto dan enol serta ß,ß-dimetilakrilsikonin. Isolat menunjukkan aktivitas antibakteri yang lemah terhadap E. coli dan S. aureus dengan diameter zona hambat berturut-turut 3,25 mm dan 1,40 mm