27468 research outputs found
Sort by
Determinants of Tertiary Sector Investment in Java Island 2010-2021
This research entitled “Determinants of Tertiary Sector Investment in Java Island 2010-2021”. Tertiary Sector investment in Java Island has shown a significant upward trend over the past decade, yet its distribution remains uneven across provinces and is still influenced by various macroeconomic factors. Considering the various potensials available to encourage the investment climate, the government and private sector continuously to stive to enhance economic growth through the organized mobilization of funds directed towards investment in the tertiary sectors.
This study aims to analyze the effects of Gross Regional Domestic Product (GRDP), total labor force, inflation rate, and investment credit interest rate interest rate on tertiary sector investment in Java Island during the 2010–2021 period. The analytical method employed is multiple linear regression with a time series approach, and data processing was conducted using E-Views software.
The results reveal that GRDP have a positive and significant effects on tertiary sector investment, whereas total labor force, inflation rate and investment credit interest rates do not show significant effects. These findings indicate that regional economic growth are the primary drivers of tertiary investment in Java Island, while price stability and investment borrowing costs have yet to become major considerations for investors
Bentuk dan Fungsi Aizuchi dalam Drama Jepang berjudul Yuru Camp
Penelitian ini bertujuan adalah untuk mendeskripsikan bagaimana aizuchi diklasifikasikan berdasarkan teori bentuk aizuchi oleh Horiguchi dan teori fungsi aizuchi oleh Kubota dalam Drama Jepang berjudul “Yuru Camp”. Dalam budaya komunikasi masyarakat Jepang, aizuchi merupakan salah satu strategi berkomunikasi dengan respon yang menandakan bahwa pendengar memperhatikan ucapan pembicara (Ariesty, et al. 2024). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan teknik simak dan cakap dengan pendekatan semantik. Semantik dapat membantu dalam mengkaji makna yang terkandung dalam setiap penggunaan aizuchi ini. Penelitian ini menggunakan teori definisi aizuchi menurut Mizutani & Mizutani (1987), teori bentuk aizuchi menurut Horiguchi (1997), teori fungsi aizuchi menurut Kubota (2001, teori semantik menurut Chaer (2012), teori drama menurut Surastina (2020), dan teori konteks menurut Leech (1983). Data penelitian berupa potongan dialog dalam drama yang mengandung unsur aizuchi dan dilengkapi dengan konteks penggunaannya dalam data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak total 81 aizuchi yang terdapat pada episode satu sampai empat yang diklasifikasikan menurut bentuk dan fungsinya. Hal ini menunjukkan bahwa aizuchi sering dilakukan pada saat berdialog dengan orang lain di Jepang, karena itu menjadi penting untuk mengetahui makna aizuchi dan bagaimana penerapannya sehingga komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pembelajar bahasa Jepang yang tertarik dengan budaya aizuchi
Dominasi Perempuan Dalam Pacaran (Studi di Kalangan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman)
Penelitian ini membahas mengenai dominasi perempuan terhadap laki-laki dalam hubungan pacaran di kalangan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Latar belakang dari penelitian ini berangkat dari ditemukannya fenomena dominasi perempuan terhadap laki-laki yang bertentangan gambaran umum masyarakat. Dalam budaya patriarki, laki-laki dianggap mendominasi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, termasuk dalam hubungan pacaran. Namun, realita menunjukkan bahwa perempuan juga dapat mendominasi laki-laki dalam hubungan pacaran di tengah kuatnya budaya patriarki yang masih mengakar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur. Informan utama dalam penelitian ini adalah laki-laki yang pernah menjalin hubungan pacaran paling tidak selama satu tahun dan dalam hubungan tersebut mengalami pengalaman didominasi oleh pasangannya. Informan pendukung adalah teman dekat dari informan utama yang mengetahui dan menyaksikan dinamika hubungan tersebut. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan validitas data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi yang dilakukan oleh perempuan tidak terjadi sejak awal hubungan, melainkan berkembang secara bertahap. Proses ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: perbedaan usia dan pengalaman, kepribadian pasangan, latar belakang sosial dan ekonomi, serta lingkungan pertemanan. Adapun bentuk dominasi yang dialami oleh informan mencakup: dominasi dalam pengambilan keputusan, kontrol sosial, kontrol terhadap waktu, kontrol materi, serta kontrol terhadap gaya hidup dan kebiasaan. Para informan mengaku menerima dominasi tersebut karena merasa takut ditinggalkan atau dimarahi oleh pasangannya jika tidak menuruti keinginannya. Namun, setelah merasa tertekan dan tidak nyaman, informan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan pacaran tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dominasi perempuan terhadap laki-laki dalam pacaran dapat terjadi karena adanya ketimpangan kekuasaan dan ketergantungan dalam hubungan. Ketidakseimbangan dalam pertukaran dan pengorbanan yang dirasakan oleh laki-laki mendorong mereka untuk mengakhiri hubungan yang dirasa tidak lagi sehat dan merugikan
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kopi Arabika (Coffea arabica) (Studi Kasus di Desa Krinjing Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo)
Petani di Desa Krinjing Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo melakukan usahatani kopi jenis arabika. Penggunaan faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi kopi arabika meliputi luas lahan, tenaga kerja, jumlah pohon, umur tanaman, jumlah pupuk kompos, jumlah pupuk urea, sedangkan untuk faktor sosial ekonomi yang mempengaruhu produksi kopi arabika yaitu pengalaman usahatani dan tingkat pendidikan formal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik petani kopi arabika di Desa Krinjing Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo, dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi dari usahatani kopi arabika. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus dengan pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Lokasi penelitian di Desa Krinjing Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo dilaksanakan pada Bulan Oktober 2024. Jumlah sampel petani diambil secara sensus dengan jumlah petani kopi arabika sebanyak 83 petani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode deskriptif dan analisis fungsi Cobb-Douglas.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani yang berusahatani kopi arabika di Desa Krinjing Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo yaitu rata-rata petani berjenis kelamin laki-laki, usia produktif produktif 15 sampai 64 tahun, memiliki pendidikan tamat SD atau sederajat, memiliki pengalaman usahatani lebih dari 10 tahun, memiliki luas lahan kurang 0,5 hektar, dan memiliki jumlah tanggungan keluarga 3 sampai 4 orang. Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi kopi arabika yaitu luas lahan, jumlah pohon, dan umur tanaman. Elastisitas produksi variabel luas lahan yaitu 0,309 yang dimana jika dilihat melalui kurva Neo-Klasik, variabel luas lahan berada di daerah 2 karena 0 1 yang merupakan daerah irasional. Elastisitas produksi variabel umur tanaman yaitu 0,839 yang mana jika dilihat melalui kurva Neo-Klasik, variabel umur tanaman berada di daerah 2 karena 0 < 0,309 < 1 yang merupakan daerah rasional
Strategi Komunikasi Antarpribadi Pelatih Muaythai & Kickboxing “Satria Training Camp” dalam Mempersiapkan Mental Atlet yang Baru Pertama Kali Bertanding
Kemampuan komunikasi merupakan salah satu aspek fundamental yang harus dimiliki oleh seorang pelatih, terutama dalam konteks olahraga bela diri seperti Muaythai dan Kickboxing. Komunikasi yang baik menjadi jembatan utama antara pelatih dan atlet dalam menyampaikan instruksi, membangun kepercayaan, dan menciptakan iklim pelatihan yang kondusif. Tanpa komunikasi yang efektif, pesan-pesan penting seperti teknik gerakan, strategi bertanding, serta motivasi mental sulit untuk diterima dan dipahami dengan optimal oleh atlet, terutama mereka yang masih pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi antarpribadi pelatih Muaythai & Kickboxing “Satria Training Camp dalam mempersiapkan mental atlet yang baru pertama kali bertanding serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga pelatih dan tiga atlet pemula. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif, serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatih menerapkan tiga strategi utama dalam komunikasi antarpribadi, yaitu penggunaan komunikasi verbal & nonverbal, pendekatan personal serta kegiatan gathering bersama atlet, dan pemberian motivasi. Faktor pendukung strategi komunikasi yaitu atlet yang memiliki dasar beladiri, lingkungan sehat Satria Training Camp, dan pengalaman pelatih. Sedangkan faktor penghambat strategi komunikasi yaitu ketidakdisiplinan atlet dan kurangnya rasa percaya diri atlet
Analysis of Stuttering and Associated Behaviors in the Matice Ahnjamine Youtube Channel
Gangguan bicara adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan
seseorang dalam memproduksi ucapan dengan normal. Salah satu gangguan bicara
adalah gagap dan itu tercermin dalam seorang YouTuber bernama Matice
Ahnjamine. Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah berikut: 1). Apa
saja jenis-jenis gagap yang terdapat pada ucapan Matice Ahnjamine 2). Bagaimana
jenis tindakan yang menyertai dalam ucapan Matice yang mucul dalam video
YouTube nya? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data
tersebut berupa ucapan dan beberapa gerakan Matice Ahnjamine dalam ketiga
videonya yang berjudul Two Stutters Talk About Dating: Quarantine Edition,
Stuttering in A Pandemic and Other Questions, and Stuttering and Siblings: A
Mukbang Q&A. Data ini kemudian dianalisis menggunakan jenis-jenis stuttering
(Ward, 2006), dan tindakan yang menyertai (Zebrowski, 2022). Ada 122 ucapan
mengenai jenis-jenis stuttering yang dikumpulkan dari video Matice. Ada
pengulangan Sebagian kata, pengulangan kata, pengulangan frassa, perpanjangan,
pemblokiran dan interjeksi. Interjeksi dan pengulangan kata sangat sering terjadi
dalam ucapan-ucapan nya, dan yang paling sedikit adalah pengulangan frasa. Ada
197 tindakan yang menyertai. Ada gerakan tubuh dan lengan, tidakan kepala, dan
tindakan kepala. Tindakan mata yang paling sering muncul ketika dia gagap.
Sebagai saran peneliti selanjutnya dapat mempertimbangkan YouTuber lainnya
yang melakukan siaran langsung, yang mana tekanan dan waktu dapat
mempengaruhi gagap dengan menggunakan teori Logan untuk mengeksplorasi
gagap lebih mendalam. Ini akan memberi wawasan yang llebih dalam mengenai
fenomena gagap
Pengembangan Model Partial Least Square Regression (PLSR) untuk Memprediksi Mutu Biji Kakao Fermentasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR)
Fermentasi biji kakao adalah langkah penting dalam pengolahan kakao. Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) merupakan metode analisis cepat dan non-destruktif yang potensial untuk mengamati perubahan sifat fisikokimia bahan pangan, termasuk biji kakao fermentasi. Salah satu tantangan utama dalam pengolahan kakao adalah kebutuhan untuk melakukan pengujian mutu seperti derajat keasaman (pH), kadar air, dan tekstur secara efisien dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan perubahan pH, kadar air, dan tekstur biji kakao selama fermentasi; (2) mengembangkan model prediksi mutu biji kakao menggunakan metode Partial Least Square Regression (PLSR) berbasis data spektra FTIR; dan (3) mengevaluasi performa model berdasarkan nilai koefisien determinasi (R²) dan Root Mean Square Error (RMSE).
Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 - Januari 2025 di Unit Pengolahan Hasil Ngundiraharjo 2 Plosokerep, Laboratorium Teknologi dan Hasil Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, serta Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN Gunungkidul. Biji kakao jenis Forastero difermentasi selama 0, 3, dan 7 hari dengan tiga kali ulangan. Pengukuran pH dilakukan menggunakan pH meter, kadar air dengan metode gravimetri oven, tekstur menggunakan penetrometer, dan data spektra diperoleh dari FTIR tipe ATR. Partial Least Square Regression (PLSR) merupakan metode regresi multivariat yang efektif untuk mengolah data spektra berjumlah besar dengan tingkat korelasi tinggi antar variabel. PLSR bekerja dengan membangun komponen laten yang memaksimalkan kovariansi antara variabel prediktor (spektra FTIR) dan variabel respon (pH, kadar air, dan tekstur), sehingga dapat menghasilkan model prediksi yang akurat meskipun data kompleks dan terdapat multikolinearitas.
Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak The Unscrambler dengan penerapan teknik pra pemrosesan seperti Original, Normalize, Multiplicative Scatter Correction, Standard Normal Variate, Savitzky-Golay Derivative 1, Savitzky-Golay Derivative 2, Baseline Correction dan Savitzky-Golay Smoothing untuk meningkatkan akurasi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi menyebabkan penurunan pH dari 6,81 menjadi 5,07, peningkatan kadar air dari 38,2% menjadi 47,02%, dan perubahan tekstur 2 kg/cm2 menjadi 1,6 kg/cm2 biji kakao menjadi lebih lunak. Model PLSR yang dibangun menunjukkan performa yang sangat baik, dengan nilai R² kalibrasi SGD2 sebesar 0,669 untuk pH, BC sebesar 0,908 untuk kadar air, dan SGD2 sebesar 0,879 untuk tekstur, serta nilai RMSE yang rendah. Model prediksi ini membuktikan bahwa spektroskopi FTIR yang dikombinasikan dengan PLSR dapat digunakan untuk memprediksi mutu biji kakao fermentasi secara cepat, non-destruktif, dan akurat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan dalam industri pengolahan kakao untuk membantu memonitor mutu produk secara real-time, meningkatkan efisiensi produksi, dan menjamin konsistensi kualitas produk akhir
Karakteristik, Uji Patogenisitas, dan Identifikasi Molekuler Patogen Hawar Daun Bakteri pada Padi
Padi merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang cukup strategis untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional. Penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) menjadi penghambat dalam produksi padi di Indonesia dan mengakibatkan kegagalan hasil panen sebesesar 35,8%. Masalah penyakit hawar daun bakteri pada padi harus segera dilakukan upaya pengendalian yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi pada padi yang terkena bakteri hawar daun. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkarakterisasi morfologi, biokimia dan fisiologi patogen hawar daun bakteri pada padi, (2) menguji patogenisitas patogen hawar daun bakteri pada padi, (3) mengidentifikasi patogen hawar daun bakteri pada padi secara molekuler. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai acuan atau pedoman dalam pengelolaan penyakit hawar daun bakteri secara terpadu. Manfaat dari penelitian ini yaitu dapat mencirikan karakter morfologi, biokimia, fisiologi, dan molekuler patogen hawar daun bakteri pada padi yang diharapkan dapat digunakan sebagai acuan atau pedoman dalam pengelolaan penyakit hawar daun bakteri secara terpadu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Univeristas Jenderal Soedirman dan Laboratorium Pengujian PT. Genetika Science Indonesia yang berada di Kota Tangerang, Banten. Waktu penelitian dimulai pada bulan Juli 2024 sampai dengan bulan Desember 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu melakukan identifikasi dengan menganalisis karakteristik (morfologi, biokimia dan fisiologi), patogenisitas, dan molekuler patogen hawar daun bakteri hasil pengujian yang dilakukan. Variabel yang diamati adalah karakteristik morfologi (permukaan koloni, warna koloni, tepi koloni, ukuran koloni, dan bentuk koloni), karakteristik biokimia dan fisiologi (uji reaksi gram, uji katalase, uji oksidase, uji oksidatif/fermentatif (O/F), pertumbuhan pada 0,1% TZC, pertumbuhan pada medium YDC, hidrolisis pati, dan pertumbuhan pada suhu 350C), gejala yang ditimbulkan dari uji patogenisitas, dan hasil uji molekuler.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa didapatkan isolat patogen hawar daun bakteri memiliki karakteristik morfologi berbentuk bulat, berukuran 1-2 mm, bertepi rata, berwarna kuning, dan permukaannya licin. Karakteristik biokimia dan fisiologi patogen hawar daun bakteri pada padi, yaitu memiliki reaksi gram negatif, katalase positif, oksidase negatif, bersifat oksidatif/fermentatif, tidak mampu tumbuh pada 0,1% TZC, mampu tumbuh pada medium YDC, mampu menghidrolisis pati, dan mampu tumbuh pada suhu 350C. Gejala pada daun padi hasil uji patogenisitas yang dilakukan sesuai dengan gejala penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh bakteri Xoo. Hasil uji molekuler patogen hawar daun bakteri pada padi secara molekuler menunjukkan bahwa percentage identity pada isolat bakteri menunjukkan angka 92,21% dengan bakteri X. oryzae pv. oryzae. Pohon filogenik pada menunjukkan bahwa bakteri Xoo menjadi nilai kemiripan tertinggi dengan bakteri yang diuji
Redesign Meja Knock-Down Menggunakan House Of Quality (Hoq), Kano, Dan Pengujian Dengan Finite Element Method (Fem) Di Umkm Jati Blora
UMKM mebel jati di Blora memiliki potensi besar karena ketersediaan bahan baku lokal yang berkualitas tinggi. Namun, persaingan dengan furnitur ukir Jepara dan
tantangan logistik menuntut inovasi dalam desain untuk meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan merancang ulang (redesign) produk meja jati
menjadi model knock-down yang lebih efisien, praktis, dan kompetitif menggunakan pendekatan berbasis kebutuhan pelanggan. Metode yang digunakan adalah integrasi
House of Quality (HOQ), Kano, serta uji kekuatan struktur menggunakan Finite Element Method (FEM) dan analisis kelelahan (fatigue analysis) melalui software Solidworks. Voice of Customer (VOC) yang digunakan sebagai dasar penyusunan kuisioner, yang kemudian diklasifikasi dengan metode Kano untuk mengidentifikasi atribut penting produk. Hasil klasifikasi menjadi dasar dalam menyusun matriks HOQ kemudian digunakan untuk menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan respons teknis desain. Model desain yang dihasilkan diuji kekuatannya melalui simulasi FEM, dengan fokus pada tegangan Von Mises, faktor keamanan (safety factor), dan umur pakai melalui fatigue analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain knock�down yang dikembangkan memenuhi kebutuhan teknis dan fungsional, serta aman digunakan dengan siklus hidup yang layak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi
rekomendasi desain untuk UMKM Blora agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas pasar furnitur jati termasuk sebagai pemasok bagi ritel besar seperti IKEA,
Informa dan Dekorum
Analisis Pelanggaran Israel Terhadap Konvensi Genosida 1948 dan Konvensi Jenewa 1949 Dalam Serangan 7 Oktober 2023 - 1 Desember 2023
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran apa saja yang dilakukan oleh Israel terhadap Konvensi Genosida 1948 dan Konvensi Jenewa 1949 dalam serangan yang dilakukan terhadap Palestina pada 7 Oktober 2023 – 1 Desember 2023, serta melihat hambatan apa saja yang dihadapi oleh lembaga penegak hukum atas konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina menggunakan Konsep Kejahatan Internasional dan Teori Mazhab Inggris. Merujuk pada kedua konvensi tersebut, Israel sebenarnya sudah bisa untuk diadili atas kejahatan berat yang mereka lakukan kepada Palestina karena sudah memenuhi syarat untuk disebut sebagai kejahatan genosida. Namun penegak hukum internasional mengalami hambatan yang membuat konflik yang terjadi belum terselesaikan, hambatan ini melibatkan yurisdiksi yang terbatas dan kepatuhan negara-negara di dunia untuk melaksanakan perintah. Perlu adanya perubahan dari penegak hukum internasional mulai dari sistem hingga sanksi yang lebih kuat dan mengikat, agar konflik yang terjadi di dunia dapat terselesaikan dengan cepat. Negara-negara di dunia juga harus meningkatkan kepatuhannya terhadap hukum internasional yang ada