27468 research outputs found
Sort by
Pengaruh Lokasi Penjualan Terhadap Harga Ikan di E-Commerce, Pasar Tradisional, TPI, dan, Supermarket Kabupaten Cilacap
Penelitian ini berjudul analisis pengaruh lokasi penjualan terhadap harga ikan di Kabupaten Cilacap. Harga ikan bervariasi antar lokasi karena perbedaan distribusi, biaya operasional, dan penanganan produk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lokasi penjualan terhadap harga ikan bandeng, tongkol, dan kembung. Metode penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner pada 10 pedagang dan 10 konsumen. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan harga yang signifikan antar lokasi dengan nilai F 13,96 dan p < 0,001. Harga terendah ada di TPI dan tertinggi ada di supermarket serta e-commerce. Konsumen memilih lokasi berdasarkan kualitas dan kenyamanan
Perlindungan Hukum terhadap Korban Tindak Pidana Penganiayaan dan Pencabulan Di Panti Asuhan Darussalam An'nur Tangerang (Studi Kasus di Polres Tangerang Kota)
Perlindungan hukum merupakan setiap hak yang diberikan kepada subjek hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan. Korban sebagai individu atau kelompok yang dirugikan terkadang tidak mendapat hak nya secara penuh, hal ini di karenakan hukum pidana lebih banyak memberikan perlindungan hukum kepada pelaku viktimisasi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana perlindungan yang diberikan oleh Polres Tangerang Kota kepada korban dan apa yang menjadi kendala Polres Tangerang Kota dalam pemberian perlindungan hukum kepada korban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis sosiologis dengan melakukan penelitian langsung di lokasi penelitian melakukan wawancara dengan Ipda Mahfud selaku Kasubnit Unit PPA Polres Tangerang Kota. Spesifikasi penelitian deskriptif analitis dengan data primer dan sekunder serta sumber bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum yang diberikan oleh Polres Tangerang Kota meliputi pendampingan dan pemulihan, layanan konseling, layanan psikolog, dan safe house. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan reformasi hukum yang adil, responsif gender, dan berbasis hak asasi manusia untuk menjamin keadilan dan pencegahan kekerasan seksual secara menyeluruh
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak serta Tingkat Kecukupan Energi terhadap Status Gizi Baduta (Studi di Wilayah Puskesmas Purwokerto Timur II Kabupaten Banyumas)
Latar belakang: Status gizi baduta dipengaruhi oleh faktor langsung seperti kecukupan asupan gizi dan penyakit infeksi, serta faktor tidak langsung seperti pengetahuan dan sikap ibu, pola asuh, dan akses pelayanan kesehatan. Pengetahuan dan sikap ibu sangat menentukan praktik PMBA, dan ketidaktepatan praktik tersebut dapat menyebabkan asupan energi tidak adekuat yang meningkatkan risiko underweight. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang PMBA serta asupan energi dengan status gizi baduta. Metode: Sampel penelitian sebanyak 44 responden diambil menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yaitu baduta yang memiliki KIA, ibu yang datang ke posyandu pada waktu penelitian dan ibu yang bersedia menjadi responden. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan sikap PMBA untuk memperoleh data pengetahuan dan sikap ibu, food recall 2×24 jam untuk menilai kecukupan asupan energi, serta pengukuran berat badan untuk menentukan status gizi anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher exact dan Chi Square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian: Analisis univariat menunjukkan bahwa 31,8% ibu memiliki pengetahuan yang kurang, dan 47,7% memiliki sikap yang kurang terkait praktik PMBA sedangkan 29,5% baduta memiliki asupan energi yang tidak adekuat dan 31,8% termasuk dalam kategor underweight. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang PMBA dengan status gizi baduta (p = 0,004), sikap ibu tentang PMBA dengan status gizi baduta (p = 0,005), serta kecukupan asupan energi dengan status gizi baduta (p = 0,012). Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap ibu terhadap PMBA serta pemenuhan asupan energi berhubungan signifikan terhadap status gizi
Analysis of PNM Mekaar Loans on Income and Livelihood of Traders in Watukumpul District, Pemalang Regency
Kabupaten Pemalang, khususnya Kecamatan Watukumpul, termasuk dalam
daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi di Jawa Tengah. Program Permodalan
Nasional Madani (PNM) Mekaar hadir sebagai solusi pembiayaan bagi perempuan
prasejahtera pelaku usaha mikro untuk mengatasi kendala modal dan
meningkatkan pendapatan. Adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
perbedaan pendapatan pedagang sebelum dan sesudah mengambil pinjaman PNM
Mekaar dan menganalisis kelayakan hidup pedagang setelah mengambil pinjaman
PNM Mekaar.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
menggunakan metode accidental sampling dan melibatkan 93 nasabah PNM
Mekaar. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji
Wilcoxon Signed-Rank untuk membandingkan pendapatan sebelum dan setelah
menerima pinjaman, serta evaluasi kelayakan hidup berdasarkan Kebutuhan
Hidup Layak (KHL).
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan signifikan antara
pendapatan sebelum dan sesudah menerima pinjaman PNM Mekaar. (2) Sebagian
besar responden menunjukkan peningkatan status kelayakan hidup setelah
menerima pinjaman.
Implikasi model pembiayaan ini dapat diadopsi oleh lembaga keuangan
mikro lain. Pendampingan usaha dan literasi keuangan sangat penting untuk
memaksimalkan manfaat pinjaman. Skema kelompok tanggung renteng
memperkuat jejaring sosial pelaku usaha. Temuan ini dapat membantu pemerintah
merancang kebijakan inklusif untuk meningkatkan akses pembiayan mikro di
daerah miskin
Implementasi Perlindungan Hukum Masyarakat dalam Pelayanan Kefarmasian di Apotek (Studi di Apotek Padayungan, Kota Tasikmalaya)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi perlindungan hukum masyarakat dalam pelayanan kefarmasian dan menganalisis pengaruh faktor komunikasi, kedisiplinan, serta sarana dan prasarana terhadap implementasi perlindungan hukum dalam pelayanan kefarmasian di Apotek Padayungan,Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deksriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui penyebaran angket dan studi kepustakaan. Pengolahan data melalui metode editing, coding, dan tabulasi yang kemudian dianalisis menggunakan metode distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi
perlindungan hukum masyarakat dalam pelayanan kefarmasian di Apotek Padayungan adalah efektif. Hal tersebut tercermin dari 3 (tiga) indikator yang meliputi efektifnya perlindungan hukum masyarakat terhadap keamanan penggunaan obat; efektifnya perlindungan hukum masyarakat terhadap sumber daya kefarmasian; dan kurang efektifnya perlindungan hukum masyarakat terhadap sediaan farmasi dan kefarmasian klinis. Faktor komunikasi, kedisiplinan, serta sarana dan prasarana berpengaruh secara positif terhadap efektivitas implementasi perlindungan hukum masyarakat dalam pelayanan kefarmasian di apotek, artinya semakin baik komunikasi apoteker, semakin tinggi kedisiplinan apoteker, serta semakin baik sarana dan prasarana yang tersedia di apotek, maka akan semakin efektif pula implementasi perlindungan hukum masyarakat dalam pelayanan
kefarmasian di apotek
Analysis of Factors Affecting the Demand for Mixue in Purwokerto
This study employs a quantitative approach with a survey design, surveying 100 Mixue consumers in Purwokerto using purposive sampling. The purpose of this study is to analyze the effect of Mixue prices, substitute beverage prices, consumer income, and distance from home to the outlet on Mixue demand in Purwokerto, as well as to analyze the elasticity of Mixue demand in Purwokerto. The data analysis method used is multiple linear regression processed using SPSS software.
The results show that Mixue's price has a negative and significant effect on demand, while the price of substitute beverages has a positive but insignificant effect. Consumer income has a positive and significant effect, while distance to the outlet has a negative and significant effect on Mixue demand. In addition, the F-test results show that these four variables simultaneously have a significant effect on Mixue demand.
The elasticity analysis shows that Mixue demand is inelastic to Mixue price (-0.584). Meanwhile, the price of substitute beverages is -0.174, but because it is not statistically significant, this value cannot be used as a basis for concluding a real economic relationship. The regression model used has an Adjusted R^2 value of 0.279, which means that the variables in the study can explain 27.9% of the variation in demand, while other factors outside the model influence the remaining 72.1%.
The implications of this study suggest that the findings regarding the factors influencing demand for Mixue in Purwokerto can be utilized by business actors to assess market potential, adjust pricing strategies, and consider location aspects, thereby maintaining demand for Mixue
Problematika Checks and Balances Antara Legislatif dengan Eksekutif di Bidang Legislasi Terhadap Sistem Demokrasi Indonesia Pada Masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo
Sistem pemerintahan erat kaitannya dengan tiga poros kekuasaan yakni eksekutif, legislatif dan yudikatif. Pada sistem pemerintahan yang perlu diperhatikan adalah hubungan antara kekuasaan legislatif dan kekuasaan eksekutif, yang mana dalam menjalankan tugasnya antara kedua kekuasaan tersebut terjadinya saling kontrol dan saling mengimbangi. Pada masa pemerintahan Joko Widodo Periode Pertama terdapat permasalahan yakni revisi UU KPK, revisi UU ITE. Pada masa pemerintahan Joko Widodo Periode Kedua terlihat beberapa permasalahan yakni berupa pembentukan undang-undang secara cepat atau fast track yang terdiri dari revisi UU KPK, revisi UU MK dan pembentukan UU Cipta Kerja dengan metode omnibus law. Selain itu terjadi juga terhadap revisi UU Minerba, pada akhir periode melakukan revisi UU No. 16 Tahun 2010, revisi keempat UU MK. Adanya praktik tersebut menunjukkan hilangnya mekanisme checks and balances antara pemerintah dengan DPR.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, spesifikasi penelitian berupa deskriptif-analitis. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan histori, metode pendekatan perundang-undangan dan metode pendekatan konseptual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, problematika checks and balances antara legislatif dan eksekutif pada masa pemerintahan Joko Widodo di bidang legislasi adalah pembentukan undang-undang yang tidak sesuai dengan proses pembentukan. Pertama, tidak masuk dalam daftar program legislasi nasional. Kedua, proses dilakukan dengan cara cepat (fast track legislation). Ketiga, tidak adanya partisipasi masyarakat bermakna (meaningful participation) pengabaian terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020 yang mensyaratkan tiga prasyarat yaitu hak untuk didengar, hak untuk dipertimbangkan dan hak untuk mendapatkan penjelasan atau jawaban atas pendapat yang dibenarkan. Keempat, pembahasan dilakukan pada masa transisi (lame duck session). Dampak dari problematika checks and balances antara legislatif dengan eksekutif pada masa Pemerintahan Joko Widodo di bidang legislasi terhadap sistem demokrasi yaitu pertama, terjadinya autocratic legalism yaitu penggunaan hukum oleh penguasa untuk memperkuat posisi, yang mengorbankan demokrasi dan konstitusi. Kedua, produk hukum yang sifatnya ortodoks/konservatif produk hukum yang dihasilkan dari proses pembentukan yang tidak sesuai dengan prosedur, sebagai hasil dari konfigurasi politik otoriter. Checks and balances antara DPR dan Presiden dalam pembentukan undang-undang sudah semestinya taat terhadap proses pembentukan undang-undang dari tahapan perencanaan, penyusunan, pembahasan, pengesahan atau penetapan dan pengundangan. Sebab antara DPR dan Presiden terlibat sejak awal proses pembentukan undang-undang. Untuk mengurangi dampak dari problematika checks and balances antara DPR dan Presiden taat terhadap aturan proses pembentukan undang-undang dan mengikutsertakan partisipasi masyarakat bermakna sebagai bentuk dari kedaulatan rakyat
Pengaruh Penggunaan Metode Pembayaran QRIS, Aplikasi Belanja Online dan Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman
Era globalisasi dan modernisasi telah memberikan dampak perubahan yang signifikan dari berbagai macam segi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali pada perilaku konsumsi mahasiswa. Ditengah arus modernisasi serta perkembangan teknologi, mahasiswa justru semakin rentan terhadap perilaku konsumtif yang tidak rasional. Realitas ini semakin nyata dengan kemunculan berbagai kemudahan bertransaksi, seperti sistem pembayaran digital berbasis QRIS, dan maraknya penggunaan aplikasi belanja online. Selain itu, gaya hidup mahasiswa yang cenderung mengikuti tren dan pengaruh lingkungan pergaulan, juga mempengaruhi konsumsi mereka yang pada akhirnya dapat mengarah pada perilaku konsumtif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan metode pembayaran QRIS, aplikasi belanja online dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman dengan sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara daring menggunakan Google Form. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, menunjukkan bahwa (1) penggunaan QRIS tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. (2) Penggunaan aplikasi belanja online berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. (3) Gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. (4) Penggunaan QRIS, aplikasi belanja online, dan gaya hidup secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Implikasi dari kesimpulan tersebut yaitu mahasiswa diharapkan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan saat melakukan aktivitas konsumsi. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah dengan membuat skala prioritas sehingga bisa terhindar dari perilaku konsumsi yang impulsif dan tidak rasional. Selain itu disarankan bagi mahasiswa agar dapat lebih bijak dalam penggunaan teknologi digital seperti aplikasi belanja online. Meskipun teknologi digital memberikan kemudahan dalam bertransaksi, penting bagi mahasiswa untuk memiliki kontrol diri dan kesadaran terhadap prioritas kebutuhan. Dengan memiliki kontrol diri yang kuat, mahasiswa dapat tetap mempertahankan integritas finansial meskipun dalam lingkungan yang konsumti
Viability of Lactic Acid Bacteria LG-90 Encapsulated with Sodium Alginate and Pineapple Juice under Simulated pH Stress and Storage Duration
Lactic Acid Bacteria (LAB) play an important role in human health as probiotic agents by inhibiting pathogenic bacteria that cause digestive disorders. However, viability decreases under extreme pH conditions in the gastrointestinal tract. Encapsulation using sodium alginate effectively protects LAB from adverse environmental conditions, helping to maintain cell viability during storage. Since the utilization of pure alginate is not sufficient to fully preserve LAB viability, supplementation with nutrients from pineapple juice is required. This study aimed to determine the viability of LAB LG-90 encapsulated with sodium alginate and pineapple juice under simulated gastrointestinal pH stress, as well as during 4 weeks of storage at 4°C.
This study employed an experimental approach using a Completely Randomized Design (CRD) for simulated pH-stress testing and a Factorial Completely Randomized Design (FCRD) for storage duration. The independent variable consisted of the encapsulation treatments applied to LAB LG-90, both under simulated pH conditions and during storage, as well as the storage durations. The dependent variables were the viability of LAB under simulated gastric and intestinal pH stress and across storage duration. The viability of LAB LG-90 encapsulated under simulated gastric and intestinal conditions was expressed as the percentage of surviving cells determined by the Total Plate Count (TPC) method, whereas the viability observed during storage was expressed as the total bacterial population obtained from the same method.
Encapsulation of LAB LG-90 with sodium alginate or sodium alginate-pineapple juice improved cell survival under simulated gastric (pH 3) and intestinal (pH 7.2) conditions compared to free cells, resulting in viabilities of 46.04% and 40.89% compared to 24.78% in free cells (BNT, p < 0.05). During four weeks of storage at 4°C, encapsulated cells maintained higher population stability (8.17–8.28 log CFU/g) than free cells (8.09 log CFU/g), demonstrating that encapsulation protects LAB LG-90 from pH stress and preserves viability. These findings contribute to understanding probiotic protection mechanisms and suggest the practical potential of sodium alginate and pineapple extract for stable probiotic formulations.
Keywords: encapsulation, pineapple juice, pH stress, storage, viability
Strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dalam Penguatan Partai Pasca Pemilu 2024 di Kabupaten Banyumas
Penelitian ini mengkaji strategi politik PDI-P Banyumas pasca pemilu
sebagai langkah penguatan partai. Hal ini melihat adanya dinamika pada saat
pemilu 2024 yang berbeda dari dua periode sebelumnya. Kondisi tersebut diwarnai
dengan adanya konflik internal DPP PDI-P serta dinamika kontestasi elektoral baik
ditingkat nasional ataupun lokal yang mempengaruhi kemenangan PDIP diberbagai
daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif
dengan pendekatan studi kasus, pengambilan data melalui wawancara mendalam,
observasi, serta analisis dokumen. Penelitian ini menemukan bahwa PDI-P
Banyumas berhasil mempertahankan dominasinya pada tingkat lokal baik melalui
perolehan suara ditingkat legislatif lokal maupun pemilihan kepala daerah. PDI-P
Banyumas menyusun strategi campuran dengan penggabungan antara strategi
offensif–defensif yang meliputi strategi peningkatan intensitas turun kepada
masyarakat, pemetaan dan treatment desa, melakukan pendidikan serta rekrutmen
kader muda secara intensif dan terprogram, penguatan citra melalui media sosial,
dan konsolidasi struktur internal kepartaian.
Konteks pendukung dalam
pelaksanaan strategi tersebut antara lain masih adanya basis dukungan akar rumput
dan sejarah kemenangan PDI-P di Banyumas, serta masih mendominasi kursi
dilegislatif dan puncak eksekutif di Banyumas. Disisi lain terdapat konteks
penghambat, seperti kurangnya manajerial dalam proses konsolidasi dan evaluasi
strategi kepartaian, regenerasi terhadap pemahaman dan pematangan ideologi partai
yang masih minim, serta minimnya optimalisasi dalam memahami sebuah
permasalahan yang ada