27468 research outputs found
Sort by
Analisis Pengaruh Code Splitting terhadap Waktu Muat Awal Halaman Web Menggunakan ReactJS dan VueJS
Waktu muat awal halaman adalah elemen krusial dalam pengembangan aplikasi web, khususnya di bagian front end, penurunan kecepatan sekecil 100 ms secara signifikan dapat menurunkan kemampuan web dalam mempertahankan pengguna dan mencapai targetnya (tingkat retensi dan konversi). Di sisi lain, penggunaan kerangka kerja modern seperti ReactJS dan VueJS dapat menghasilkan ukuran bundle JavaScript yang relatif besar dan berdampak negatif pada waktu muat awal. Teknik code splitting hadir sebagai solusi untuk memecah bundle menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dimuat sesuai kebutuhan.
Penelitian ini menganalisis dampak dua teknik code splitting, yaitu dynamic import (dengan strategi route-based code splitting dan component-based code splitting) dan chunk split (dengan strategi ukuran maksimal chunk) terhadap waktu muat awal halaman pada aplikasi FindSoed. Pengujian dilakukan pada aplikasi tersebut yang dibangun dengan kombinasi kerangka kerja ReactJS dan VueJS dalam mode Client Side Rendering (CSR) dan Server Side Rendering (SSR) menggunakan bundler Rsbuild dan Vite. Kinerja diukur menggunakan perangkat lunak Lighthouse berdasarkan metrik First Contentful Paint (FCP), Largest Contentful Paint (LCP), Total Blocking Time (TBT), dan Speed Index (SI). Untuk membandingkan efektivitas strategi secara keseluruhan, diterapkan sebuah sistem skoring yang menghitung jumlah total keunggulan pada setiap metrik di seluruh kombinasi pengujian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi route-based code splitting pada teknik dynamic import secara konsisten menjadi yang paling unggul, mengurangi ukuran JavaScript awal secara dratis (selisih hingga 400 kB) dan meningkatkan semua metrik kinerja. Sebaliknya, variasi pada strategi chunk split tidak menunjukkan pola keunggulan yang konsisten dan perbedaan ukuran JavaScript awal yang sangat kecil (selisih di bawah 1 kB), sehingga membuat hasil pengujian dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti latensi jaringan
Invensi Formula pada Genre Detektif Series Galileo Karya Keigo Higashino
Penelitian ini mengkaji mengenai invensi formula genre detektif yang terdapat pada novel series Galileo karya Keigo Higashino yang berjudul Yougisha X no Kensin dan Seijo no Kyuusai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan adanya invensi formula dalam pola yang menyusun novel detektif series Galileo karya Keigo Higashino. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi simak dan catat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori Formula genre John G. Cawelti. Hasil dari penelitihan menunjukan adanya invensi formula detektif pola tindakan yang memiliki enam fase dan empat tokoh diantaranya, (1) pengenalan detektif, (2) kejahatan dan kunci, (3) investigasi, (4) pengungkapan solusi, (5) penjelasan solusi, dan (6) kesudahan (akhir). Selanjutnya, untuk empat tokoh tersebut diantaranya adalah (1) tokoh korban, (2) tokoh pelaku kriminal, (3) tokoh detektif dan (4) mereka yang terancam oleh kejahatan, namun tidak mampu menemukan solusi. Selanjutnya, ditemukan invensi pada fase kunci dan kejahatan dan penjelasan solusi. Selain itu, invensi juga ditemukan pada tokoh pelaku kriminal dan tokoh detektif. Bentuk invensi yang terjadi pada novel detektif series Galileo adalah pengembangan dari teori formula detektif yang dijelaskan Cawelti. Invensi dapat terjadi sejalan dengan perkembangan zaman. Invensi dianggap sebagai cara penulis untuk memasukan ide kreatif dalam karya sastra
Rancangan Supply Chain Risk Management Berbasis House Of Risk (Studi Kasus: UD Sari Manggar)
Supply chain mencakup semua fungsi dalam suatu bisnis yang dalam aktivitasnya dapat muncul suatu risiko karena kompleksitasnya. Pada agroindustry, aktivitas supply chain sangat rumit karena sifat produknya. UD Sari Manggar merupakan salah satu agroindustry yang memproduksi gula semut. Dalam operasionalnya, UD Sari Manggar mengalami gangguan pada supply chain berupa musim mempengaruhi bahan baku menyebabkan kualitas bahan baku yang buruk, kurangnya bahan baku karena jumlah gula cetak yang dikirim oleh supplier tidak sesuai permintaan. Selain itu, terdapat juga hama yang merusak bunga pohon kelapa. Terjadinya gangguan-gangguan tersebut menunjukkan bahwa terdapat risiko supply chain di UD Sari Manggar yang tidak dapat dihilangkan namun dapat diminimalisir dengan melakukan praktik SCRM. Penelitian ini bertujuan untuk merancang supply chain risk management yang perlu dilakukan di UD Sari Manggar untuk mengurangi risiko yang muncul pada proses operasional. Metode yang digunakan dalam merancang strategi manajemen risiko pada penelitian ini adalah HOR. Hasil Penelitian ini digunakan untuk merancang supply chain risk management dengan hasil dapat mengidentifikasi 14 aktivitas supply chain sesuai dengan model SCOR 12.0, 18 risk event, dan 19 risk agent. Sebanyak 80% penyebab dari terjadinya risiko tersebut akan dimitigasi untuk mengurangi dampak dari risiko, yaitu terdapat 5 risk agent, yaitu A1, A4, A5, A14, dan A3. Mitigasi akan dilakukan dengan menggunakan 8 preventive action yang telah ditentukan. Sehingga rekomendasi strategi manajemen risiko pada UD Sari Manggar adalah memanen nira di waktu yang tepat, menambah jumlah pohon kelapa, membersihkan manggar secara berkala, pembuatan langsung gula semut oleh pengrajin gula cetak, penambahan supplier, menyeimbangkan harga, pelatihan tenaga kerja fleksibel, dan pembuatan peraturan bagi tenaga kerja
Integrasi Sistem Pakar dan XGBoost Untuk Prediksi Serangan Hama Padi Berdasarkan Data Cuaca
Sektor pertanian memiliki kerentanan terhadap perubahan iklim, salah satunya faktor cuaca seperti suhu, kelembaban, curah hujan, dan kecepatan angin. Kondisi cuaca yang ekstrem dapat meningkatkan risiko persebaran hama. Sebagai salah satu makanan pokok Indonesia, padi merupakan komoditas yang paling terdampak oleh serangan hama. Kurangnya persiapan terhadap serangan hama yang akan terjadi membuat produktivitas padi menurun. Oleh karena itu, dibuat sistem untuk memprediksi serangan hama padi berdasarkan cuaca dengan mengintegrasikan sistem pakar dan xgboost. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan peringatan dini kepada petani terhadap potensi serangan hama yang akan muncul. Output dari penelitian ini berupa website agar mudah diakses pengguna. Pengembangan sistem dilakukan dengan metode Expert System Development Life Cycle (ESDLC) dan diuji dengan confusion matrix. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat akurasi 82% dan dapat memberikan hasil prediksi serangan hama penggerek batang padi, wereng batang coklat, hama putih palsu, walang sangit, dan tidak ada serangan pada tanggal yang dipilih. Hasil prediksi yaitu dapat memberikan peringatan pada petani maksimal 3 hari lebih awal. Selain memberikan prediksi, sistem juga dapat menampilkan potensi datangnya hama yang akan menyerang selain prediksi utama model. Hal tersebut membuktikan bahwa penelitian ini dapat memberikan peringatan dini kepada petani dalam mengatasi serangan hama
Efisiensi Pakan Ikan Lele (Clarias sp.) Yang Dibudidayakan Pada Sistem Budikdamber Dengan Padat Tebar Berbeda
Ikan lele (Clarias sp.) banyak dipilih oleh petani ikan karena memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pemanfaatan pakan ikan lele (Clarias sp.) yang dibudidayakan dalam sistem budikdamber dengan padat tebar berbeda. Penelitian dilakukan dengan tiga perlakuan, yaitu P1 (2,34 L/ekor), P2 (1,75 L/ekor), dan P3
(1,4 L/ekor). Parameter utama yang diamati yaitu efisiensi pemanfaatan pakan (EPP). Parameter pendukung yang diamati yaitu kelulushidupan, dan kualitas air seperti pH, suhu, dan oksigen terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi pemanfaatan pakan berkisar antara 94-136%, dan nilai kelulushidupan berada pada kisaran 90%-100%. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan
padat tebar tidak berbeda nyata terhadap efisiensi pemanfaatan pakan maupun kelulushidupan (P > 0,05). Parameter kualitas air selama penelitian menunjukkan
bahwa pH berkisar antara 6,43–7,86, suhu 22,9–28,5ºC, dan DO 0–3,2 mg/L
Isolasi, Karakterisasi, dan Potensi Bacillus sp. asal Rizosfer Putri Malu Dataran Rendah sebagai Pengendali Hayati Penyakit Antraknosa Buah Cabai Rawit
Penyakit antraknosa merupakan salah satu penyakit utama tanaman cabai yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp., yang menyebabkan penurunan produksi hingga mencapai 45-60%. Salah satu alternatif pengendalian yang dapat diterapkan, yaitu pengendalian hayati dengan pengaplikasian agens hayati Bacillus sp. Bacillus sp. merupakan salah satu mikroba yang banyak dijumpai serta dapat diisolasi pada daerah rizosfer perakaran tanaman, termasuk putri malu. Tumbuhan putri malu banyak bersimbiosis dengan mikroba rizosfer, antara lain berasal dari genus Rhizobium, Bacillus, Pseudomonas, dan beberapa jenis Actinomycetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi Bacillus sp. asal rizosfer tumbuhan putri malu dataran rendah, mengetahui kemampuannya dalam menekan pertumbuhan beberapa mikroba patogen secara in vitro, men getahui potensi Bacillus sp. sebagai pemacu pertumbuhan tanaman, dan menentukan isolat terbaik yang mampu menekan penyakit antraknosa pada buah cabai secara in vivo.
Penelitian ini dilaksanakan dari Juni 2024 hingga Juni 2025 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini diawali dari pengambilan sampel rizosfer tumbuhan putri malu dari 3 lokasi dataran rendah, yaitu Kecamatan Purwokerto Utara Desa Karangwangkal, Kecamatan Kembaran Desa Karangsoka, dan Kecamatan Binangun Desa Krikil. Sampel tersebut dibawa ke laboratorium untuk diisolasi dan dikarakterisasi secara makroskopis meliputi bentuk koloni, warna koloni, ukuran, elevasi, dan tepian. Pengujian kemampuan Bacillus sp. dilakukan terhadap Colletotrichum sp., Fusarium sp., Rhizoctonia sp., Xanthomonas oryzae, dan Ralstonia solanacearum secara in vitro menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 15 perlakuan sebanyak 2 ulangan. Variabel yang diamati, daya hambat pertumbuhan patogen dan ada tidaknya kerusakan miselium pada jamur patogen. Pengujian kemampuan Bacillus sp. sebagai pemacu pertumbuhan tanaman dilakukan dengan benih mentimun menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 15 perlakuan. Variabel yang diamati, kecepatan tumbuh benih, panjang akar, bobot segar akar, dan bobot segar kecambah. Pengujian kemampuan Bacillus sp. dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada buah cabai rawit secara in vivo menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 4 perlakuan diantaranya kontrol air steril, fungisida, Bacillus RR 2.4, dan Bacillus RR 3.1. Variabel yang diamati meliputi, masa inkubasi, luas serangan, penghambatan luas serangan, dan indeks sampah. Data penelitian hasil isolasi dan karakterisasi dianalisis secara deskriptif dan data pengujian kemampuan Bacillus sp. dianalisis dengan ANOVA 5% dan dilakukan uji lanjut DMRT 5% apabila terdapat perbedaan nyata antar perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 isolat bakteri Bacillus sp. yang berhasil diisolasi dari rizosfer tumbuhan putri malu asal dataran rendah, memiliki sel yang berbentuk batang (basil), bakteri gram positif, katalase dan oksidase positif, dan memiliki struktur endospora. Isolat terbaik dari hasil uji in vitro, yaitu isolat Bacillus RR 2.1 dan RR 3.4 yang memiliki kemampuan dalam menekan pertumbuhan jamur Colletotrichum sp., Fusarium sp., dan Rhizoctonia sp. lebih dari 50%. Isolat Bacillus RR 2.4 sebagai bakteri PGPR mampu meningkatkan panjang akar sebesar 84,8% dibandingkan kontrol, sedangkan peningkatan bobot segar akar dan bobot segar kecambah secara berturut-turut diakibatkan oleh perlakuan isolat Bacillus RR 1.1 (52,9%) dan RR 3.2 (16,67%) dibandingkan kontrol. Aplikasi Bacillus isolat RR 2.1 menunjukkan isolat paling efektif dalam menunda masa inkubasi serta menekan penyakit antraknosa pada buah cabai rawit sebesar 69,35% dibanding kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa Bacillus sp. memiliki potensi untuk dijadikan sebagai agensia pengendali hayati dalam menekan penyakit antraknosa cabai yang ramah lingkungan
Internalizing Capitalism and Consumerism: Cultural Hegemony in MrBeast's YouTube Channel
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana ideologi kapitalisme dan
konsumerisme diinternalisasikan dalam konten YouTube oleh kreator yang dikenal
dengan nama MrBeast, serta bagaimana internalisasi tersebut diterima oleh para peserta
dalam videonya maupun oleh audiens tanpa menyadari adanya eksploitasi ideologis yang
mendasarinya. Penelitian ini menggunakan teori Cultural Hegemony dari Antonio
Gramsci sebagai kerangka teori untuk menjelaskan bagaimana dominasi ideologi
kapitalis disampaikan secara halus dan persuasif melalui media populer. Analisis
difokuskan pada elemen audio, visual, dan verbal dalam video-video MrBeast yang
diperlakukan sebagai satu narasi terpadu. Temuan penelitian mengungkapkan tiga strategi
utama yang digunakan oleh MrBeast untuk membangun hegemoni ideologis: (1)
penggambaran dirinya sebagai sosok penyelamat, yang menunjukkan bantuan finansial
sebagai bentuk kemurahan hati pribadi dari individu kaya; (2) penekanan pada pencapaian
kesuksesan pribadi melalui kerja keras dan keberuntungan, yang memperkuat nilai-nilai
kapitalisme meritokratis; dan (3) praktik filantropi yang mengaburkan batas antara
konsumsi hiburan dan tindakan amal. Ketiga strategi ini menunjukkan bahwa konten
MrBeast tidak hanya bersifat menghibur, tetapi juga menjadi alat untuk menyebarkan
nilai-nilai kapitalis dan konsumeris dengan cara yang terasa alami atau dapat diterima
oleh audiens
Tinjauan Yuridis Terhadap Pembatalan Perkawinan Karena Poligami (Studi Perbandingan Putusan Nomor 1106/Pdt.G/2024/PA.Cbn dan Putusan Nomor 2485/Pdt.G/2023/PA.Smdg)
Pembatalan perkawinan dapat diajukan apabila syarat sahnya suatu perkawinan tidak terpenuhi, termasuk dalam hal poligami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan hukum hakim dan akibat hukum dari pembatalan perkawinan karena poligami dalam Putusan PA Cibinong dan Putusan PA Sumedang. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, perbandingan, kasus dan konseptual. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permohonan pembatalan perkawinan karena poligami antara Putusan PA Cibinong dan Putusan PA Sumedang Majelis Hakim memutus berbeda. Dalam Putusan PA Cibinong, permohonan dikabulkan karena perkawinan kedua dianggap bertentangan sebab tidak adanya izin dari istri pertama. Sementara, dalam Putusan PA Sumedang, permohonan ditolak karena perkawinan pertama tidak tercatat secara resmi (perkawinan siri). Mejelis Hakim menyimpulkan bahwa perkawinan harus sah menurut agama dan negara. Hal ini menimbulkan akibat hukum terhadap status perkawinan para pihak. Dalam Putusan PA Cibinong, perkawinan para Termohon dinyatakan batal demi hukum dan status para pihak kembali seperti semula yaitu Termohon I tetap sebagai suami dari pemohon, sedangkan Termohon II berstatus belum menikah. Sementara, dalam Putusan PA Sumedang, perkawinan antara Pemohon dan Termohon tetap dinyatakan sah karena tidak terbukti adanya poligami yang bertentangan dengan hukum
Implementasi Metode Hierarchical Clustering dengan Model ARIMA dalam Menentukan Klasterisasi Faktor-Faktor dan Prediksi Inflasi di Kabupaten Banyumas berbasis Website
Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam suatu periode waktu tertentu. Inflasi digunakan sebagai salah satu indikator penting dalam mengukur stabilitas ekonomi suatu daerah, termasuk Kabupaten Banyumas yang mengalami fluktuasi nilai inflasi akibat berbagai faktor seperti harga pangan, transportasi, dan kelompok pengeluaran lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi inflasi menggunakan metode Hierarchical Clustering dan memprediksi inflasi tahun 2025 dengan model ARIMA. Data yang digunakan meliputi data andil inflasi serta data historis inflasi tahun 2019–2024. Hasil klasterisasi menghasilkan dua klaster, yaitu klaster dominan dan cukup dominan, dengan efektivitas Silhouette Score sebesar 0,65. Klaster dominan memiliki nilai Silhouette yang lebih tinggi dan ditetapkan sebagai kelompok faktor yang paling berpengaruh terhadap inflasi di Kabupaten Banyumas. Sementara itu, model prediksi terbaik adalah ARIMA(1,0,0) dengan nilai akurasi MAE sebesar 0,2709 dan MSE sebesar 0,0927, yang menunjukkan tingkat kesalahan prediksi yang rendah. Prediksi menunjukkan bahwa nilai inflasi tertinggi terjadi pada bulan Desember. Seluruh hasil klasterisasi dan prediksi divisualisasikan dalam bentuk dashboard interaktif berbasis website menggunakan framework Streamlit, guna mempermudah pihak terkait dalam membaca data dan menyusun strategi pengendalian inflasi secara informatif dan real-time
Implementasi Hand Gesture Recognition sebagai Alat Kendali pada Game Fighting menggunakan OpenCV dan MediaPipe
Industri game telah mengalami perkembangan yang pesat, hal ini ditandai dengan hadirnya berbagai jenis game. Bentuk interaksi pemain dalam game sudah dapat direpresentasikan dengan berbagai cara. Namun, terdapat tantangan untuk memungkinkan interaksi secara real-time antara pengguna dan sistem. Untuk mewujudkan interaksi tersebut, hand gesture recogntion mampu melakukan pengenalan isyarat tangan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model hand gesture recognition sebagai alat kendali pada game fighting menggunakan framework MediaPipe dan OpenCV. Model MediaPipe dibandingkan dengan model YOLOv8 berdasarkan hasil evaluasi model. Evaluasi model menggunakan confusion matrix, nilai evaluasi tertinggi pada model YOLOv8 dengan skor akurasi 100%. Pengujian model berdasarkan variabel kecerahan ruangan dan jarak tangan ke kamera pada model MediaPipe menghasilkan persentase deteksi yang lebih tinggi dibandingkan model YOLOv8. Model terbaik diimplementasikan pada game fighting untuk menambah variasi alat kendali bagi pemain dalam mengontrol aksi karakter game fighting. Pengembangan game berbasis desktop dilakukan menggunakan metode GDLC dan framework Pygame. Hasil alpha testing menggunakan blackbox menunjukkan output yang benar pada setiap fitur. Hasil beta testing dari laptop kategori low-end dan PC kategori low to mid-range pada mode Gesture menghasilkan rata-rata 7,41 fps dan 29,77 fps, sehingga membutuhkan spesifkasi CPU yang cukup kuat untuk menjalankan model pada game