Repository Universitas Jenderal Soedirman

Repository Universitas Jenderal Soedirman
Not a member yet
    27468 research outputs found

    Pengaruh Konsentrasi Medium Gradien Percoll dan Waktu Inkubasi terhadap Kualitas Semen Cair dan Beku Hasil Separasi Seks pada Domba Dorper

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi medium percoll dan lama waktu inkubasi pada kualitas semen cair dan beku Domba Dorper jantan hasil separasi seks. Materi penelitian menggunakan seekor Domba Dorper jantan usia 24 bulan dengan bobot tubuh ± 50 kg. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 2x3 dengan 4 ulangan. Faktor pertama berupa konsentrasi gradien medium percoll (g) yang terdiri dari g1 (45:90%) dan g2 (30:70%). Faktor kedua berupa lama waktu inkubasi (t) yang terdiri dari t1 (30 menit), t2 (45 menit), dan t3 (60 menit). Variabel yang diukur meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan konsentrasi spermatozoa pada semen cair hasil separasi seks serta pada semen beku post thawing. Spermatozoa hasil separasi seks yang diuji yaitu spermatozoa pembawa kromosom Y untuk menghasilkan peluang anakan berjenis kelamin jantan sebagai kebutuhan ternak pedaging, yang dibuktikan melalui pengukuran morfometrik. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara konsentrasi medium gradien percoll dengan lama waktu inkubasi terhadap motilitas post thawing, serta viabilitas semen cair pasca separasi seks dan semen beku post thawing. Waktu inkubasi berpengaruh nyata (P0,05) terhadap abnormalitas dan konsentrasi spermatozoa. Ulangan perlakuan (blok) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap abnormalitas spermatozoa pasca separasi seks. Berdasarkan uji Duncan diperoleh kualitas spermatozoa Y terbaik yaitu dengan rata-rata motilitas dan viabilitas tertinggi secara berurutan sebesar 63,75% (g1t1) dan 71,37% (g2t1) (pasca separasi seks), serta 13,75% (g1t1, g2t1) dan 20,37% (g1t1) (post thawing). Abnormalitas tertinggi yaitu pada blok (ulangan) 4 dengan rata-rata 10,33%. Penelitian disimpulkan bahwa untuk memperoleh kualitas spermatozoa Y terbaik dengan nilai yang konsisten yaitu menggunakan konsentrasi medium 45:90% dengan lama waktu inkubasi 30 menit dalam suhu 37oC

    Komunikasi Kebijakan Dalam Program Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Banyumas

    No full text
    RINGKASAN Penelitian ini berfokus pada permasalahan komunikasi kebijakan publik yang belum mampu meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan penurunan stunting di Kabupaten Banyumas. Meskipun berbagai program telah dijalankan, tantangan komunikasi antar pemangku kepentingan masih menjadi hambatan dalam mencapai target penurunan stunting secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mengapa komunikasi kebijakan publik belum mampu meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan penurunan stunting di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap sembilan informan kunci dari berbagai sektor. Informan tersebut terdiri dari tiga pejabat sektor kesehatan (Nutrisionis Muda sekaligus Sekretaris Tim Penurunan Prevalensi Stunting dan Wasting RSUD Banyumas, Kepala Puskesmas Purwokerto Utara II, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan), dua pejabat dari sektor perencanaan pembangunan (Perencana Ahli Muda dan Kepala Perencana Bappedalitbang), tiga pejabat dari sektor kependudukan dan keluarga berencana (Kepala Dinas DPPKBP3A, Kasubag Umum dan Kepegawaian DPPKBP3A, dan Fungsional Penata Kependudukan dan KB DPPKBP3A), serta satu pejabat dari pemerintahan tingkat kecamatan (Kepala Seksi Permas Kecamatan Patikraja). Berdasarkan analisis menggunakan teori komunikasi Harold Lasswell, komunikasi kebijakan penurunan stunting di Kabupaten Banyumas bersifat multi- dimensi. Elemen "Who" mencerminkan kolaborasi lintas sektor antara berbagai instansi seperti RS, Puskesmas, Bappedalitbang, kecamatan, DPPKBP3A, dan Dinas Kesehatan. Pada elemen "Says What", pesan yang disampaikan mencakup edukasi dan intervensi gizi komprehensif. "In Which Channel" menunjukkan pemanfaatan berbagai media, baik digital (YouTube, Instagram, TikTok) maupun tatap muka (penyuluhan, forum komunitas). Program menyasar kelompok prioritas seperti ibu hamil, balita, remaja, dan tenaga kesehatan ("To Whom"), terutama di wilayah berisiko tinggi. Dampaknya ("With What Effect") terlihat dari penurunan stunting dari 15,8% menjadi 14,8%, meskipun belum optimal karena kendala komitmen OPD dan pergantian petugas. Program penanggulangan stunting di Kabupaten Banyumas masih menghadapi tantangan, seperti kurangnya komitmen OPD dan seringnya pergantian petugas. Hal ini dapat diatasi melalui penguatan akuntabilitas, sistem penilaian kinerja, pembentukan tim inti jangka panjang, serta dokumentasi yang baik. Program yang terlalu fokus pada intervensi spesifik perlu dikembangkan menjadi pendekatan komprehensif dengan anggaran yang seimbang antara upaya kuratif dan preventif. Selain itu, aspek non-medis seperti sanitasi dan air bersih perlu mendapat perhatian lebih melalui peta risiko terintegrasi dan program berbasis masyarakat. Pendekatan holistik dan berkelanjutan ini diharapkan mampu mengatasi hambatan komunikasi kebijakan dan mendukung pencapaian target penurunan stunting secara lebih efektif. . Kata Kunci: Komunikasi, Kebijakan, Stunting, Efektivita

    Implementasi Hukum Peran Serta Masyarakat dalam Penanggulangan Orang Terlantar (Studi di Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang implementasi hukum peran serta masyarakat terhadap penanggulangan orang terlantar dan pengaruh faktor motivasi, kedisiplinan, dan komunikasi terhadap implementasi hukum peran serta masyarakat terhadap penanggulangan orang terlantar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter, dan kepustakaan. Metode pengolahan data menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel data. Analisis data dengan distribusi frekuensi, tabel silang, analisis isi, dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum peran serta masyarakat terhadap penanggulangan orang terlantar adalah kurang efektif. Hal ini dapat diukur dengan indikator sebagai berikut: efektifnya pelaporan orang terlantar kepada pihak yang berwenang; kurang efektifnya penyerahan pelaku kepada pejabat yang berwenang; kurang efektifnya pelaporan atas kelalaian pejabat dalam penanganan pelaporan masyarakat; dan kurang efektifnya penyaluran bantuan kepada panti sosial resmi. Faktor motivasi berpengaruh secara positif, , artinya semakin tinggi faktor motivasi maka semakin tinggi pula impelementasi hukum peran serta masyarakat dalam penanggulangan orang terlantar. Faktor kedisiplinan dan faktor komunikasi cenderung kurang berpengaruh terhadap implementasi hukum peran serta masyarakat dalam penanggulangan orang terlantar

    Efek Doping SiLa terhadap Performa Katoda NaNi0,5Mn1,5O4/C pada Baterai Sodium-Ion melalui Sintesis Metode Kopresipitasi Sol-Gel

    No full text
    Baterai sodium-ion memiliki potensi sebagai alternatif penyimpanan energi yang menjanjikan dan dianggap sebagai game changer bagi baterai lithium-ion. Namun performa katodanya masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan karakterisasi katoda NaNi0,5Mn1,5O4/C yang didoping silikon dan lantanum untuk meningkatkan kristalinitas, morfologi dan performa elektrokimia. Sintesis dilakukan dengan metode kopresipitasi sol-gel, diikuti sintering dengan suhu 780° selama 12 jam. Hasil karakteriasi XRD menunjukan doping silikon lantanum meningkatkan ukuran kristalinitas dari 8,629 nm menjadi 22,44 nm serta derajat kristalinitas dari 30,91% menjadi 38,98%. Hasil karakterisasi FESEM menunjukkan peningkatan ukuran diameter partikel dari 11,516 nm menjadi 35,022 nm. Kapasitas spesifik meningkat signifikan dari 37,03 mAh/g menjadi 206,81 mAh/g. Pengujian impedansi menunjukkan resistansi bertambah dari 180 Ω menjadi 206 Ω, dan konduktivitas ionik meningkat dari 1,8×10^(-7) S/cm menjadi 2,1×10^(-7) S/cm. Kesimpulan penelitian ini, doping silikon lantanum terbukti meningkatkan struktur kristal, morfologi, serta performa elektrokimia katoda sodium-ion

    Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kelelahan Kerja Pada Guru SD Negeri Di Kecamatan Baturraden

    No full text
    Latar Belakang : Kelelahan kerja merupakan kondisi yang sering dialami oleh berbagai profesi, termasuk guru Sekolah Dasar, yang memiliki beban kerja tinggi dan tanggung jawab yang beragam. Tekanan pekerjaan yang kompleks dan berkelanjutan berisiko menimbulkan kelelahan kerja. Faktorfaktor seperti usia, jenis kelamin, status gizi, karakteristik siswa, masa kerja, beban kerja mental, dan psikososial diduga berperan dalam munculnya kelelahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kelelahan kerja pada guru SD di Kecamatan Baturraden. Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 209 guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Baturraden. Sampel penelitian sebanyak 105 guru yang dipilih dengan menggunakan teknik uji hipotesis dengan pendekatan Odds Ratio (OR) yang di distribusikan menggunakan proportionate stratified random sampling dibagi Analisis Data univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil : Variabel yang berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Baturraden adalah beban kerja mental (p = 0,046) dan karakteristik siswa (p = 0,043). Variabel yang tidak berpengaruh adalah umur (p = 0,627), jenis kelamin (p = 0,427), masa kerja (p = 0,469), status gizi (p = 0,964), dan psikososial (p = 0,454). Kesimpulan : Variabel yang berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Baturraden adalah beban kerja mental dan karakteristik siswa. Dari kedua variabel tersebut, beban kerja mental merupakan variabel yang paling berpengaruh dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,030. Guru disarankan untuk meluangkan waktu untuk istirahat, rekreasi, melakukan aktivitas yang menyenangkan, meningkatkan kesabaran dan kreativ dalam proses pembelajaran

    Pertumbuhan dan Struktur Histologis Intestinum pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Dipelihara dalam Green Water System

    No full text
    Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas akuakultur bernilai ekonomis tinggi, namun keberhasilan budidayanya masih terkendala oleh pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih yang dipengaruhi kualitas pakan. Green Water System (GWS) merupakan salah satu solusi alternatif yang menyediakan pakan alami seperti mikroalga dan zooplankton, yang kaya akan protein dan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh GWS terhadap pertumbuhan dan struktur histologis intestinum benih ikan nila. Penelitian dilakukan selama 10 bulan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, yaitu tanpa GWS (K), GWS dengan Nannochloropsis sp. (P1), GWS dengan Spirulina sp. (P2), dan GWS campuran Nannochloropsis sp. dan Spirulina sp. (P3). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan, kelangsungan hidup, serta luas permukaan vili intestinum bagian foregut dan midgut. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan uji statistik menggunakan ANOVA dan Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan campuran Nannochloropsis sp. dan Spirulina sp. memberikan hasil terbaik dengan pertambahan berat 1,21±0,26 g, panjang 14,90±3,25 mm, laju pertumbuhan relatif 7,51±0,37 %, kelangsungan hidup 76,40±8,05%, serta luas vili foregut 80,45±39,74 µm² dan midgut 224,81±137,39 µm². Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal untuk budidaya ikan nila. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan GWS, khususnya campuran Nannochloropsis sp. dan Spirulina sp. dapat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi penyerapan nutrisi melalui perbaikan struktur histologis intestinum

    Uji Ketahanan Putative Mutant Tebu cv. NXI 1-3 terhadap Stres Garam secara In vitro

    No full text
    Dalam upaya meningkatkan produksi gula nasional, saat ini dilakukan program ekstensifikasi ke arah pemanfaatan lahan marginal termasuk lahan salin. Indonesia merupakan negara yang memiliki luas lahan salin sekitar 440.300 ha. Tebu adalah tanaman glikofit dengan nilai ambang salinitas sekitar 1,7 dS m-1. Tebu kultivar NXI 1-3 merupakan kultivar tebu unggul dengan daya tahan kepras tinggi, memiliki kemampuan adaptasi lingkungan yang baik, dan memiliki produktivitas yang tinggi. Radiasi sinar gamma Co60 pada Tebu kultivar NXI 1-3 diharapkan dapat menghasilkan tebu yang memiliki ketahanan terhadap cekaman garam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh cekaman garam pada pertumbuhan putative mutant dan wild type tebu kultivar NXI 1-3 dalam kultur in vitro; 2) Menentukan klon yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap cekaman garam dalam kultur in vitro. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan rancangan petak terpisah. Sebagai petak utama adalah putative mutant tebu kultivar NXI 1-3 (11.201 dan 11.401) dan wild type (11.000). Sebagai anak petak adalah konsentrasi NaCl yang terdiri dari enam taraf, yaitu 0 mM; 50 mM; 100 mM; 150 mM; 200 mM; dan 250 mM. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 54 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah klon tebu kultivar NXI 1-3 dan konsentrasi NaCl. Variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan klon tebu kultivar NXI 1-3 dalam kultur in vitro. Parameter yang diamati meliputi persentase eksplan yang hidup, jumlah tunas, jumlah daun, dan jumlah akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan 1%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman garam berpengaruh terhadap pertumbuhan putative mutant dan wild type tebu kultivar NXI 1-3 dalam kultur in vitro. Putative mutant tebu NXI 1-3 klon 11.201 memiliki ketahanan lebih baik terhadap cekaman garam dalam kultur in vitro

    Pengaruh Media Edukasi Kartu Kuartet terhadap Tingkat Pengetahuan Perawatan Ortodonti Cekat (Studi pada Remaja Sekolah Menengah Pertama di Eks Kota Administratif Purwokerto Kabupaten Banyumas)

    Get PDF
    Maloklusi adalah susunan gigi geligi dan rahang yang tidak normal. Prevalensi maloklusi mencapai 75,3% pada remaja usia 12-15 tahun. Maloklusi dapat dikoreksi melalui perawatan ortodonti cekat. Perawatan ortodonti cekat harus dilakukan oleh pihak kompeten yaitu dokter gigi spesialis ortodonti. Pemilihan operator ortodonti cekat dipengaruhi oleh pengetahuan. Media edukasi kartu kuartet dipilih karena sesuai dengan karakteristik remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media edukasi kartu kuartet terhadap tingkat pengetahuan perawatan ortodonti cekat pada remaja Sekolah Menengah Pertama di Eks Kota Administratif Purwokerto Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian pre-test and post-test with control group design. Pengambilan data melalui pengisian kuesioner dengan total responden 111. Hasil pre-test dan post-test dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test sedangkan selisih data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh media edukasi kartu kuartet terhadap tingkat pengetahuan perawatan ortodonti cekat (p<0,05) serta penggunaan media edukasi kesehatan kartu kuartet lebih efektif mengingkatkan pengetahuan dibandingkan kelompok kontrol tidak diberikan media (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh media edukasi kartu kuartet terhadap tingkat pengetahuan perawatan ortodonti cekat pada remaja Sekolah Menengah Pertama di Eks Kota Administratif Kabupaten Banyumas

    Pseudo-Dekonstruksi Peran Gender Tradisional Jepang pada Akademi Chihatan dalam Anime Girls und Panzer

    Get PDF
    Penelitian ini meneliti tentang dekonstruksi peran gender tradisional Jepang yang ada dalam Akademi Chihatan di anime Girls und Panzer yang diteliti menggunakan teori dekonstruksi dari Jacques Derrida. Akademi Chihatan merepresentasikan nilai tradisional Jepang yang meski pada terlihat sama seperti konstruksi peran gender tradisional. Namun, penelitian ini menemukan bahwa anime Girls und Panzer secara halus mencoba mendekonstruksi ekspektasi gender dalam peran gender tradisional Jepang melalui analisis oposisi biner seperti feminin – maskulin. Penelitian ini menggunakan metode dan teknik observasi dokumentasi. Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana perilaku dan strategi perang Akademi Chihatan mengupayakan menggeser peran gender tradisional Jepang. Untuk menemukan oposisi biner, penelitian ini menggunakan Japanese Gender Role Index oleh Sugihara dan Katsurada. Hasil dari temuan mengidentifikasi bahwa karakter-karakter dalam Akademi Chihatan meredefinisikan konsep keberanian, kepemimpinan, dan identitas gender. Karakter dalam Akademi Chihatan mendekonstruksi peran gender tradisional dengan banyak munculnya sifat maskulin dibanding sifat feminin. Dalam Akademi Chihatan, Perempuan digambarkan sebagai seseorang yang memiliki sifat pemimpin yang terhormat, pemberani, dan bertindak sesuai kemauan diri sendiri. Akan tetapi, temuan dalam penelitian mengungkapkan apa yang tampak sebagai dekonstruksi peran gender dalam Girls und Panzer melalui Akademi Chihatan ternyata hanya strategi sementara. Data menunjukkan bahwa identitas maskulin yang ditampilkan akhirnya mengarah pada rekonstruksi feminin sesuai norma peran istri, sehingga menciptakan pseudo-dekonstruksi yang tetap mempertahankan oposisi biner gender

    The Effect of Capital Expenditure, Firm Size, Growth Opportunity, and Leverage on Cash Holding

    Get PDF
    This study is titled “The Influence of Capital Expenditure, Firm Size, Growth Opportunity, Leverage, and Profitability on Cash Holding.” The primary objective of this research is to empirically analyze the impact of key financial variables on corporate cash holding policies. The variables examined include: (1) capital expenditure, (2) firm size, (3) growth opportunity, (4) leverage, and (5) profitability, which serves as a control variable. This research adopts a quantitative approach using panel data regression analysis. The data utilized are secondary data sourced from the official website of the Indonesia Stock Exchange (www.idx.co.id) and the respective corporate websites. The population of the study comprises all companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2022–2023 period, totaling 851 firms. The sample was selected using a purposive sampling method based on specific criteria, resulting in a final dataset of 244 firm-year observations. The data were analyzed using the Fixed Effect Model (FEM) with the assistance of EViews 12 software. The selection of FEM was supported by the results of the Chow and Hausman tests, which indicated that this model was the most appropriate for capturing the characteristics of the panel data. FEM was chosen due to its ability to account for unobservable individual effects across firms. To ensure the validity of the data, outlier testing was performed, and profitability was included as a control variable to enhance the robustness of the estimation model. The findings reveal that: (1) capital expenditure has no significant effect on cash holding, (2) firm size has a significant negative effect on cash holding, (3) growth opportunity has a significant positive effect on cash holding, (4) leverage has a significant negative effect on cash holding, and (5) the control variable, profitability, significantly affects the relationship between leverage and cash holding, but does not influence the relationships between the other independent variables and cash holding. Theoretically, this study is underpinned by the Trade-Off Theory, which posits that firms balance the benefits and costs associated with holding cash. According to this theory, firms aim to maintain an optimal level of cash to address cash flow uncertainty and to meet transaction, investment, and precautionary needs. However, excessive cash holdings incur opportunity costs, as idle cash may not yield optimal returns. Therefore, in determining cash holding policies, firms must consider their capital structure, growth prospects, and level of profitability. The results demonstrate that larger firms tend to have broader access to external financing and more stable cash flows, reducing the need to hold large cash reserves. This aligns with the Trade-Off Theory, which suggests that firms with lower liquidity risk—such as large firms—require lower precautionary cash holdings. Conversely, firms with high growth opportunities are more likely to retain substantial cash reserves to support future investments. The greater the growth prospects, the stronger the firm's tendency to avoid the risk of missing investment opportunities due to liquidity constraints. High leverage is found to have a negative effect on cash holding. Firms with substantial debt levels tend to allocate their cash flow toward interest and principal repayments and rely more on debt financing, thereby reducing the need to hold large cash balances. On the other hand, capital expenditure is not found to significantly influence cash holding, suggesting that capital investment is not a primary determinant in cash retention policies. Instead, firms tend to finance capital expenditure through external sources such as bank loans or bond issuance, in order to maintain internal cash stability. The inclusion of profitability as a control variable adds value to the model, as it alters the relationship between leverage and cash holding when controlled. This indicates that more profitable firms possess greater financial flexibility in managing both their cash and debt obligations, enabling them to balance investment needs with debt servicing capabilities. In conclusion, this study contributes to the financial literature by providing empirical evidence on the determinants of corporate cash holding in Indonesia. It reinforces the relevance of using the Fixed Effect Model for panel data analysis and highlights the importance of incorporating control variables such as profitability in corporate financial research. The findings are expected to serve as a valuable reference for corporate managers, investors, and academics in formulating effective and efficient cash management strategies

    25,888

    full texts

    27,468

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Jenderal Soedirman is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Repository Universitas Jenderal Soedirman? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!