27468 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Struktur Perancah pada Area Trowong Sisi Miring Bangunan Pelimpah untuk Meningkatkan Efisiensi Waktu dan Biaya Pekerjaan (Studi Kasus Proyek Pembangunan Bangunan Pelimpah Bendungan Bulango Ulu)
Penelitian ini mengkaji optimalisasi struktur perancah pada area trowong sisi miring bangunan pelimpah pada Proyek Pembangunan Bangunan Pelimpah Bendungan Bulango Ulu, dengan tujuan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan metode kerja eksisting membutuhkan durasi pekerjaan yang panjang, biaya operasional yang tinggi, serta akses di lokasi pekerjaan yang terbatas. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan merancang struktur perancah beroda yang dapat dipindahkan dengan mudah, cepat, dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang struktur perancah baru yang lebih efisien. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan dan pengolahan data, serta analisis struktural menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA) terhadap empat jenis model struktur perancah yang berbeda. Parameter pengujian mencakup tegangan, pergeseran, faktor keamanan, perhitungan daya dukung perancah, serta analisis biaya dan waktu pekerjaan. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi metode kerja baru dapat mengurangi durasi pada beberapa pekerjaan seperti pekerjaan instalasi perancah pengecoran yang semula membutuhkan waktu 62 hari menjadi 35 hari. Pekerjaan instalasi perancah pembesian yang semula membutuhkan waktu 35 hari menjadi 22 hari. Total durasi pekerjaan secara keseluruhan berdasarkan penjadwalan yang semula membutuhkan waktu selama 256 hari dapat berkurang menjadi 230 hari. Total biaya keseluruhan untuk metode kerja eksisting yang semula membutuhkan Rp 6.041.988.840 dapat dipangkas menjadi Rp 6.026.435.970 dengan metode kerja baru, sehingga menghasilkan penghematan sebesar Rp 15.552.870. Keunggulan metode kerja baru terletak pada kemudahan saat pemindahan struktur perancah, distribusi beban yang lebih optimal, dan pemanfaatan sumber daya yang lebih efektif
Perancangan Sistem IoT Monitoring Pengambilan Sampah dengan Metode Geofencing di CV. Bank Sampah Induk Perwira
Pengelolaan sampah di Indonesia memiliki berbagai tantangan yang tidak sederhana. Salah satu tantangan utama adalah infrastruktur pengelolaan sampah yang belum memadai. CV. Bank Sampah Induk Perwira di purbalingga merupakan salah satu contoh pengelola sampah yang menyadari pentingnya penggunaan teknologi untuk mengoptimalkan layanan pengelolaan sampah. Dalam praktiknya, layanan pengangkutan sampah CV. Bank Sampah Induk Perwira menemui kendala seperti sulitnya memantau operasional dan petugas secara real-time serta kurangnya data historis untuk analisis dalam meningkatkan kualitas pelayanan pengangkutan sampah. Dalam hal ini, penerapan Internet of Things (IoT) sangat relevan. Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep yang memungkinkan komunikasi antara perangkat jaringan dan aplikasi, di mana objek fisik atau ‘benda’ berkomunikasi melalui Internet. Tugas akhir ini membahas perancangan sistem IoT untuk memenuhi kebutuhan CV. Bank Sampah Induk Perwira di purbalingga untuk meningkatkan kualitas pelayanannya dengan penerapan sistem IoT yang akan secara real-time untuk memantau proses pengangkutan sampah seperti mencatat waktu pengangkutan sampah, durasi pengangkutan sampah, volume sampah, dan lokasi real-time kendaraan pengangkut sampah yang memanfaatkan metode geofencing. Penelitian tugas akhir ini meliputi tahap persiapan, perancangan, pengujian, dan akhir. Berdasarkan penelitian yang dilakukan hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa pelacakan lokasi dan pencatatan waktu via geofencing berhasil berfungsi dengan akurasi 100%. Pengujian sensor volume sampah menunjukkan rata-rata persentase error sebesar 1.33%, yang membuktikan sistem dapat beroperasi sesuai rancangan. Dengan demikian, sistem IoT yang telah dirancang ini terbukti dapat digunakan sebagai solusi efektif untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi operasional pengangkutan sampah di CV. Bank Sampah Induk Perwira
Respon Pertumbuhan Caisim dengan Berbagai Jenis Media Tanam dan Ketinggian Muka Air pada Sistem Fertigasi Otomatis Nirdaya (FONi)
Minimnya ketersediaan lahan di Indonesia menjadi salah satu penghambat karena adanya konversi lahan menjadi bangunan baik industri maupun non-industri. Masalah lahan yang terbatas ini menciptakan tantangan bagi masyarakat dalam melakukan kegiatan pertanian. Budidaya menggunakan teknologi Fertigasi Otomatis Nirdaya (FONi) menjadi salah satu langkah yang dapat diambil dalam upaya memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas. FONi adalah teknologi yang mirip dengan hidroponik, namun FONi menggunakan media tanam seperti tanah, arang sekam, dan bahan lainnya yang dimasukkan ke dalam polybag dan ditempatkan dalam pot saling terhubung. Sistem ini memungkinkan proses pengairan dan pemberian nutrisi secara bersamaan tanpa memerlukan aliran listrik, dengan media tanam yang menyerap larutan secara kapiler untuk mengisi pori-pori pada media tanam. FONi merupakan teknologi tepat guna yang mampu memberikan solusi praktis untuk budidaya sayuran daun, buah, dan bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis media tanam dan ketinggian muka air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim (Brassica rapa var. Parachinensis) pada sistem fertigasi otomatis nirdaya (FONi). Penelitian dilakukan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yaitu ketinggian muka air (5 cm dan 10 cm) dan media tanam (tanah 100%, kompos 100%, kompos 75% hi+ arang sekam 25%, kompos 75% + cocopeat 25%, serta kompos 50% + arang sekam 25% + cocopeat 25%). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata dari interaksi ketinggian muka air dan media tanam terhadap panjang akar, bobot segar akar, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, dry bulk density, porositas, dan kadar air media tanam. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi ketinggian muka air 5 cm dengan media tanam kompos 75% dan cocopeat 25% (A2M3), yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil caisim tertinggi secara konsisten pada hampir seluruh parameter. Kombinasi kompos 75% dan cocopeat 25% mampu menyediakan kelembapan dan aerasi optimal di zona perakaran, serta mendukung pembentukan biomassa tanaman secara efisien. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan ketinggian muka air dan pemilihan media tanam yang tepat sangat penting dalam budidaya sayuran menggunakan sistem FONi
Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Aplikasi Metabolit Sekunder Jamur Entomopatogen Lecanicillium saksenae Terhadap Hama Putih Palsu (Cnaphalocrocis medinalis L.) pada Padi
Padi merupakan tanaman pokok yang sangat penting di Indonesia sebagai sumber makanan utama. Namun, produksinya terus menurun, salah satunya akibat serangan hama berupa putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis). Hama putih palsu merusak daun padi, terutama saat tanaman pada masa vegetatif, sehingga menurunkan produktifitas tanaman padi. Petani umumnya menggunakan pestisida untuk menangani hama pada tanaman, tetapi penggunaannya berlebihan dapat mencemari lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan. Pendekatan lain dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) perlu dilakukan menggunakan agen hayati, misalnya jamur Lecanicillium saksenae. Jamur ini diduga dapat mengendalikan hama, salah satunya dengan hasil metabolit sekundernya. Upaya peningkatan terus ditingkatkan supaya meningkatkan produksi padi dengan memperhatikan keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Februari sampai Juni 2025. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor 1 yaitu konsentrasi metabolit sekunder jamur entomopatogen L. saksenae yang terdiri dari kontrol (K0), 10% (K1), 20% (K2), 30% (K3) dan pestisida kimiawi berbahan aktif nitenpiram (K4). Faktor 2 yaitu frekuensi aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen L.saksenae yang terdiri dari aplikasi 1 minggu sekali (F1) dan aplikasi 2 minggu sekali (F2). Kombinasi perlakuan ini dibuat sebanyak 3 kali ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu intensitas kerusakan tanaman, populasi hama putih palsu, indeks keragaman dan dominansi musuh alami. Data pengamatan dianalisis dengan Analisis of Variance (ANOVA). Apabila terdapat beda nyata dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) konsentrasi metabolit sekunder jamur entomopatogen L. saksenae 30% tidak berpengaruh terhadap intensitas kerusakan, populasi hama putih palsu dan musuh alami; 2) frekuensi aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen L. saksenae 1 minggu sekali tidak berpengaruh terhadap intensitas kerusakan, populasi hama putih palsu dan musuh alami; 3) tidak ada interaksi antara konsentrasi dan frekuensi aplikasi metabolit sekunder jamur entomopatogen L. saksenae, sehingga tidak berpengaruh terhadap intensitas kerusakan, populasi hama putih palsu, maupun tingkat keanekaragaman dan dominansi musuh alami
Analisis Pengaruh Potensi Ekonomi Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) 5 Provinsi di Pulau Jawa
Sektor pariwisata di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, memiliki
potensi ekonomi yang besar dan memberikan kontribusi signifikan terhadap
Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, kontribusi sektor priwisata terhadap
Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pulau Jawa masih relatif rendah,
menyebabkan ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jumlah
destinasi wisata, PDRB per kapita, jumlah akomodasi wisata dan panjang jalan
5 Provinsi di Pulau Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
kuantitatif yang menggunakan data sekunder. Pengujian dalam penelitian ini
menggunakan analisis regresi data panel dengan periode tahun 2013 – 2023
dengan model terbaik yang terpilih, yaitu fixed effect model.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara bersama – sama variabel
jumlah destinasi wisata, PDRB per kapita, akomodasi wisata dan panjang jalan
berpengaruh signifikan terhadap variabel pendapatan asli daerah. Secara
parsial variabel akomodasi wisata dan panjang jalan berpengaruh signifikan
terhadap pendapatan asli daerah. Namun, variabel jumlah destinasi wisata dan
PDRB per kapita tidak berpengaruh signfiikan terhadap pendapatan asli
daerah.
Implikasi dalam penelitian ini adalah Kebijakan harus diarahkan untuk
mendorong peningkatan kualitas standar layanan akomodasi yang ada,
memprioritaskan pembangunan, pemeliharaan, dan peningkatan kualitas
jaringan jalan, standarisasi kualitas layanan dan fasilitas akomodasi, sehingga
mendorong wisatawan untuk kembali dan berbelanja lebih banyak
Analisis Perbandingan Hasil Cetakan Nota Struk Belanja Menggunakan Metode Optical Character Recognition (OCR) pada Capstone Project Kantongin
Optical Character Recognition (OCR) merupakan teknologi yang digunakan untuk mengekstraksi teks dari gambar atau dokumen yang telah dipindai. Tantangan utama dalam penerapan teknologiini adalah kemampuan untuk membaca teks dariberbagaikualitas cetakan, terutama pada nota. Penelitian ini, yang merupakan bagian dari Capstone Project Kantongin, bertujuan untuk membandingkan beberapa metode OCR berdasarkan parameter akurasi, waktu pemrosesan, dan pengaruh kualitas cetakan terhadap hasil pengenalan teks. Tesseract OCR dipilih sebagai metode utama dalam penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas cetakan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja OCR. Cetakan dengan kualitas rendah meningkatkan Character Error Rate (CER) dan waktu pemrosesan, yang berdampak pada efektivitas penggunaan teknologi OCR dalam situasi nyata. Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai aplikasi OCR dalam konteks dunia nyata dengan berbagai kualitas cetakan yang
bervariasi
Pemodelan Struktur Geologi Bawah Permukaan Daerah Potensi Panas Bumi Gunung Ciremai Jawa Barat Berdasarkan Data Anomali Gravitasi Ggmplus
Data gravitasi hasil citra satelit GGMPlus dimanfaatkan untuk memetakan anomali gravitasi di permukaan bumi, dan dalam penelitian ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi panas bumi di kawasan Gunungapi Ciremai, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model tiga dimensi yang menjadi acuan dalam menginterpretasikan struktur batuan bawah permukaan di wilayah penelitian. Proses pengolahan data dimulai dengan koreksi bouguer, koreksi terrain, reduksi ke bidang datar, serta pemisahan anomali regional dan residual melalui metode upward continuation. Pemodelan inversi dilakukan menggunakan perangkat lunak Grablox 1.7 untuk menghasilkan model bawah permukaan berdasarkan data anomali residual. Hasil model kemudian dianalisis dan divisualisasikan menggunakan perangkat lunak Bloxer 1.6e dan Voxler 4. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi densitas batuan yang signifikan di wilayah Gunungapi Ciremai, dengan batuan magma (1,50 – 2,03 g/cm³), batupasir dan breksi vulkanik serta lapili (2,03 – 2,55 g/cm³), andesit basaltik, lava andesit serta basalt (2,55 – 3,07 g/cm³), dan diorit, gabro, eklogit (3,07 – 3,60 g/cm³). Perbedaan densitas ini mengindikasikan potensi panas bumi yang signifikan, diperkirakan pada kedalaman 1.000 hingga 3.000 meter di bawah permukaan
Analisis Efisiensi Usahatani Padi di Wilayah Bendungan Gerak Serayu Kabupaten Banyumas
Penelitian ini menganalisis mengenai efisiensi usahatani padi di Wilayah Bendungan Gerak Serayu di Kabupaten Banyumas. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya subsektor tanaman pangan, khususnya padi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Rumusan masalah berfokus pada biaya dan pendapatan usahatani padi, tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomis, serta faktor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi teknis usahatani padi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis biaya dan pendapatan usahatani serta mengukur tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomis dan faktor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi teknis usahatani padi di Wilayah Bendungan Gerak Serayu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di Desa Gambarsari dan Desa Tambaknegara, Kecamatan Kebasen dan Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas dengan objek penelitian berupa biaya, penerimaan, pendapatan, serta efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomis usahatani padi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode snowball sampling dengan total 43 responden yang dipilih dari petani padi di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui kuisioner dan wawancara, serta data sekunder dari dokumen dan instansi terkait. Analisis data mencakup analisis deskriptif, analisis biaya pendapatan, uji asumsi klasik, serta analisis efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomis dengan pendekatan Stochastic Frontier Analysis (SFA) menggunakan Frontier 4.1 dan model fungsi produksi Cobb-Douglas dalam bentuk logaritma.
Hasil penelitian menunjukan bahwa usahatani padi di Wilayah Bendungan Gerak Serayu di Kabupaten Banyumas secara umum masih menguntungkan, dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp4.785.479 per usahatani atau Rp29.002.903 per hektar per musim tanam. petani memiliki rata-rata efisiensi teknis sebesar 0,77, efisiensi alokatif 0,753, dan efisiensi ekonomis 0,566. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar petani belum mencapai efisiensi optimal baik dari sisi teknis, alokasi input, dan efisiensi biaya secara keseluruhan. Faktor yang mempengaruhi inefisiensi teknis usahatani yakni variabel umur dan status lahan memiliki pengaruh positif, sedangkan variabel pendidikan, pengalaman, dan keanggotaan kelompok tani memiliki pengaruh negatif dengan kecenderungan menurunkan tingkat inefisiensi. Berdasarkan penelitian ini, disarankan agar petani memperbaiki penggunaan input secara efisien, sementara pemerintah perlu memberikan pelatihan dan dukungan teknis berkelanjuta
Aplikasi Senyawa C-4-Hidroksi-3-Metoksifenilkaliks[4]Pirogalolarena sebagai Adsorben Zat Warna Metilen Biru
Metilen biru merupakan salah satu zat warna sintetis yang banyak digunakan dalam industri tekstil dan diketahui bersifat toksik, karsinogenik, serta mutagenik, sehingga memerlukan penanganan khusus sebelum dibuang ke lingkungan perairan. Adsorpsi merupakan metode yang sederhana dan cukup efektif untuk menghilangkan metilen biru dari limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan dan kondisi optimum adsorpsi senyawa C-4-hidroksi-3-metoksifenilkaliks[4]pirogalolarena (CHMFKP), yaitu turunan kaliksarena yang disintesis melalui reaksi kondensasi antara vanilin dan pirogalol dengan katalis asam menggunakan metode refluks. Senyawa CHMFKP diperoleh dalam bentuk padatan berwarna merah muda dengan rendemen 92,3% dan dikarakterisasi menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT), spektroskopi Fourier-transform infrared (FTIR), dan spektroskopi proton nuclear magnetic resonance (1H-NMR). Adsorpsi metilen biru oleh CHMFKP menunjukkan kondisi optimum pada pH 9 dengan waktu kontak selama 60 menit serta mengikuti model kinetika pseudo orde kedua. Model isoterm adsorpsi yang paling sesuai adalah isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi maksimum (qmaks) sebesar 26,976 mg/g dan energi adsorpsi sebesar 21,574 kJ/mol. Hasil ini menunjukkan bahwa CHMFKP berpotensi sebagai adsorben yang efektif untuk menghilangkan metilen biru dari larutan air
Creating a News Writing Guidance Book: Best Practices and Strategies for Engaging Readers
Penulis membuat sebuah buku panduan online yang berjudul “News
Writing Made Easy: A Step by Step to English News Reporting and Writing”.
Tujuan utama dalam pembuatan buku e-guidance ini adalah untuk membuat buku
panduan menulis berita bahasa Inggris yang praktis dan sistematis, khususnya
bagi para peserta magang atau kontributor baru. Buku ini dirancang untuk
membantu meningkatkan kualitas pemberitaan di RRI Purwokerto serta
memberikan pemahaman yang mendalam mengenai teknik, etika, dan gaya
penulisan jurnalistik yang sesuai dengan standar penyiaran RRI. Di era digital
seperti sekarang ini, kebutuhan akan konten berita yang tidak hanya informatif
namun juga menarik minat pembaca menjadi sangat penting. Oleh karena itu,
buku panduan elektronik ini disusun sebagai jembatan antara penulisan berita
tradisional dan tuntutan pembaca digital yang terus berkembang.
Proses pembuatan buku panduan ini dilakukan melalui metode observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Penulis mempelajari praktik-praktik terbaik dalam
penulisan berita dengan mengamati struktur penulisan, mewawancarai jurnalis
profesional, dan menganalisa berita yang telah dipublikasikan. Selain itu, penulis
juga terlibat langsung dalam peliputan berbagai kegiatan seperti seminar, festival
budaya, hari besar nasional, dan program siaran studio, yang kesemuanya menjadi
bagian penting dalam pengembangan isi buku panduan.
Buku panduan yang berjudul “News Writing Made Easy: A Step by Step to
English News Reporting and Writing” ini akhirnya disusun secara sistematis
dengan desain visual yang profesional, penggunaan ilustrasi yang mendukung, dan
tipografi yang mudah dibaca. Panduan ini tidak hanya membantu para peserta
magang di RRI Purwokerto, namun juga direkomendasikan untuk disebarluaskan
kepada lembaga atau komunitas jurnalistik lainnya. Dengan adanya panduan ini,
diharapkan standar penulisan berita dapat meningkat, sekaligus memperkuat
keterampilan jurnalistik di era digital. Buku e-guide ini akan diformat menjadi
versi digital yang mudah diakses melalui QR code. Kehadiran panduan ini sangat
penting mengingat dinamika dan tuntutan dalam dunia penyiaran berita yang
semakin dinamis, sehingga perlu adanya konsistensi format, gaya penulisan, dan
standar etika jurnalistik di RRI Purwokerto