Repository Universitas Jenderal Soedirman

Repository Universitas Jenderal Soedirman
Not a member yet
    27468 research outputs found

    Preferensi Pembelian Barang di Shopee pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman

    Get PDF
    Perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam perilaku konsumsi masyarakat, termasuk Indonesia. Shopee sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia berhasil mendominasi pasar dengan jumlah kunjungan tertinggi karena adanya persepsi harga, pendapatan, kemudahan penggunaan, keamanan akun, cashless payment, dan promosi rutin tanggal kembar. Penelitian ini memilih mahasiswa FEB Unsoed sebagai objek penelitian karena FEB merupakan fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Unsoed, sehingga relevan untuk melihat pola konsumsi belanja online pada kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi harga, pendapatan, kemudahan penggunaan, keamanan akun, cashless payment, dan promosi rutin tanggal kembar baik secara bersama-sama maupun parsial terhadap preferensi pembelian barang di Shopee. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan Google Form. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 96 mahasiswa aktif FEB Unsoed dari angkatan 2022 sampai 2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda menggunakan metode OLS (Ordinary Least Square) dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara bersama-sama persepsi harga, pendapatan, kemudahan penggunaan, keamanan akun, cashless payment, dan promosi rutin tanggal kembar berpengaruh signifikan terhadap preferensi pembelian barang di Shopee. (2) Secara parsial, persepsi harga berpengaruh positif signifikan terhadap preferensi pembelian barang di Shopee. (3) Pendapatan berpengaruh positif signifikan terhadap preferensi pembelian barang di Shopee. (4) Kemudahan penggunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi pembelian barang di Shopee. (5) Keamanan akun tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi pembelian barang di Shopee. (6) Cashless payment berpengaruh positif signifikan terhadap preferensi pembelian barang di Shopee. (7) Promosi rutin tanggal kembar berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi pembelian barang di Shopee. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Shopee untuk meningkatkan strategi pemasaran, seperti menjaga stabilitas harga, menyesuaikan pendapatan konsumen, memperbaiki fitur keamanan akun, menambah fitur yang mudah digunakan, memperkuat sistem pembayaran digital, dan mengoptimalkan program promosi tanggal kembar. Dengan demikian, preferensi pembelian barang di Shopee terus meningkat sehingga Shopee mampu mempertahankan dominasinya sebagai platform belanja online terbesar di Indonesia

    Efektivitas Buku “Kesiapsiagaan Bencana: Kampus Tangguh Bencana” Dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Mahasiswa Keperawatan

    Get PDF
    Latar belakang: Kesiapsiagaan bencana merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa, terutama di lingkungan pendidikan tinggi yang berisiko menghadapi berbagai keadaan darurat. Pengembangan media pembelajaran seperti buku kesiapsiagaan bencana menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kesiapsiagaan mahasiswa setelah penggunaan buku kesiapsiagaan bencana. Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui dua tahap. Tahap pertama mengadaptasi model ADDIE untuk mengembangkan buku yang divalidasi oleh ahli dan diuji akseptabilitasnya. Tahap kedua menggunakan desain quasi experimental with control group pada 70 mahasiswa, terbagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan, sikap, serta lembar penilaian keterampilan. Analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, McNemar, Mann–Whitney, dan Chi-Square. Hasil: Buku yang dikembangkan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi dan layak melalui uji akseptabilitas pengguna. Kelompok intervensi terjadi peningkatan signifikan terhadap kesiapsiagaan yang mencakup pengetahuan, sikap, serta keterampilan triase dan prosedur evakuasi setelah penggunaan buku. Kelompok kontrol tidak terdapat peningkatan bermakna pada sebagian besar aspek kesiapsiagaan. Perbandingan antar kelompok menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kesiapsiagaan keseluruhan, pengetahuan, sikap, dan keterampilan triase, dengan nilai yang lebih tinggi pada kelompok intervensi

    Peran Keterlibatan Jejaring dan Orientasi Wurausaha Untuk Meningkatkan Kinerja Pemasaran Pada UMKM Kedai Kopi di Cilacap Melalui Kolaborasi Pemasaran

    Get PDF
    Pertumbuhan UMKM kedai kopi di Kabupaten Cilacap menunjukkan perkembangan pesat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap konsumsi kopi. Namun dinamika persaingan yang semakin ketat menuntut pelaku usaha untuk memiliki strategi pemasaran yang adaptif dan berbasis jejaring. Permasalahan utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah bagaimana keterlibatan jejaring dan orientasi wirausaha dapat meningkatkan kinerja pemasaran, serta bagaimana peran kolaborasi pemasaran dalam memediasi hubungan tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini berfokus untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel dengan pendekatan teoritik Resource-Based View (RBV). Landasan teori penelitian ini dibangun melalui konsep keterlibatan jejaring sebagai salah satu sumber daya strategis yang memungkinkan UMKM memperluas akses informasi, peluang bisnis, dan kerja sama. Orientasi wirausaha dipahami sebagai karakteristik pelaku usaha yang mencakup inovasi, keberanian mengambil risiko, dan proaktivitas dalam menghadapi pasar. Kolaborasi pemasaran diposisikan sebagai strategi sinergis yang memperkuat efektivitas promosi, inovasi produk, dan distribusi melalui kerja sama antar pelaku usaha. Sementara itu, kinerja pemasaran dipahami sebagai kemampuan UMKM mencapai target penjualan, pertumbuhan pelanggan, dan daya saing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan pelaku UMKM kedai kopi di Kabupaten Cilacap sebagai responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang dikembangkan dari indikator valid dalam penelitian terdahulu. Teknik sampling dilakukan secara purposif, sementara analisis data menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). Prosedur ini meliputi pengujian validitas dan reliabilitas instrumen, evaluasi model pengukuran (outer model), serta analisis hubungan antarvariabel melalui model struktural (inner model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan jejaring berpengaruh positif terhadap kolaborasi pemasaran, meskipun pengaruh langsungnya terhadap kinerja pemasaran tidak. Orientasi wirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap kolaborasi pemasaran serta kinerja. Kolaborasi pemasaran terbukti sebagai mediator yang kuat dan signifikan, sehingga memperkuat pengaruh kedua variabel independen terhadap kinerja pemasaran. Temuan ini mengonfirmasi perspektif RBV bahwa kombinasi sumber daya internal dan hubungan eksternal mampu menciptakan kapabilitas pemasaran yang lebih unggul dan adaptif di tengah persaingan industri kedai kopi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja pemasaran UMKM kedai kopi sangat dipengaruhi oleh kemampuan membangun jejaring, orientasi kewirausahaan yang proaktif, serta efektivitas kolaborasi dengan mitra bisnis. Implikasi praktisnya menunjukkan bahwa UMKM perlu memperkuat hubungan dengan komunitas, mengembangkan promosi bersama, berbagi sumber daya, dan melibatkan diri dalam kegiatan kolaboratif yang memungkinkan terciptanya nilai tambah. Penelitian ini juga membuka ruang bagi studi selanjutnya untuk memperluas cakupan wilayah, menambah variabel kontekstual, serta mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif guna memperkaya pemahaman mengenai dinamika pemasaran UMKM di sektor kedai kopi

    Hubungan Variasi Anatomi Osteomeatal Complex dengan Sinusitis Maksilaris pada Pemeriksaan Computed Tomography di RSUD Ajibarang Tahun 2024

    Get PDF
    Osteomeatal complex (OMC) merupakan jalur utama drainase dan ventilasi sinus paranasal. Variasi anatomi pada area ini, seperti deviasi septum nasi dan concha bullosa, dapat mengganggu aliran udara serta meningkatkan risiko sinusitis. Computed Tomography (CT) Scan merupakan metode terbaik untuk mengevaluasi variasi anatomi OMC yang berpotensi memengaruhi terjadinya sinusitis maksilaris. Mengetahui hubungan antara variasi anatomi OMC dengan sinusitis maksilaris berdasarkan hasil CT Scan kepala di RSUD Ajibarang tahun 2024. Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional menggunakan data CT Scan kepala dari pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel bebas meliputi berbagai variasi anatomi OMC, sedangkan variabel terikat adalah sinusitis maksilaris. Penilaian dilakukan oleh tiga observer dengan uji Fleiss’ Kappa, an alisis univariat dilakukan untuk menggambarkan frekuensi masing-masing variabel dan data dianalisis menggunakan Chi-square (χ²) dengan p < 0,05. Tingkat kesesuaian antar–observer substantial hingga sempurna (κ = 0,76–1,00). Sebagian besar pasien mengalami sinusitis maksilaris (69,44%) dengan variasi anatomi terbanyak berupa deviasi septum nasi (52,78%). Hanya deviasi septum nasi yang menunjukkan hubungan bermakna dengan sinusitis maksilaris (p= 0,001). Deviasi septum nasi merupakan variasi anatomi OMC yang berhubungan signifikan dengan sinusitis maksilaris, sedangkan variasi lainnya tidak menunjukkan hubungan bermakna. CT Scan, deviasi septum nasi, osteomeatal complex, sinusitis maksilari

    Interpretasi Struktur Patahan Daerah Subang Jawa Barat Berdasarkan Data Anomali Gravitasi GGMPlus Filter Rosenbach

    Get PDF
    Penelitian metode gravitasi telah dilaksanakan di wilayah Subang Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui keberadaan serta jenis sesar dan hasil interpretasi struktur bawah permukaan patahan di daerah Subang menggunakan analisis derivative First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) serta hasil pemodelan 2 dimensi. Data yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 21.304 titik data dengan luas area penelitian sekitar 1.034,16 km2. Proses pada penelitian dilakukan dengan mengakses data sekunder dari website GGMPlus 2013, pengolahan data mencakup koreksi metode gravitasi, reduksi ke bidang datar, pemisahan anomali regional dan anomali residual metode upward continuation, analisis derivative First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) dari anomali residual yang sebelumnya telah dipisahkan untuk mengetahui keberadaan serta jenis sesar, interpretasi grafik dari kedua analisis derivative, dan pemodelan 2D. Hasil penelitian mengidentifikasikan pada daerah Subang terdapat sesar naik, memiliki orientasi barat-timur. Kemudian, hasil interpretasi pemodelan 2 dimensi menunjukan daerah Subang tersusun atas 4 formasi batuan, yaitu Formasi Batuan Sedimen Neogen (Tnsb) dengan densitas 1,20-1,32 g/cm3, Formasi Batuan Gunung Api Holosen (Qv) densitas 2,00-2,90 g/cm3, Formasi Batuan Miosen Akhir (Tmsb) densitas 2,20-2,95 g/cm3, dan Formasi Batuan Gunung Api Plistosen (Qpv) dengan densitas batuan 2,50-3,50 g/cm3

    Identifikasi Akuifer Rekahan Menggunakan Metode Magnetik di Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas

    Get PDF
    Eksplorasi air tanah umumnya dilakukan menggunakan metode geolistrik, namun metode ini sering mengalami kendala ketika diterapkan pada lingkungan batuan vulkanik keras yang masif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akuifer rekahan di Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dengan memanfaatkan data magnetik. Akuifer rekahan menjadi penting karena pada daerah vulkanik keras, air tanah umumnya tersimpan dan mengalir melalui rekahan sekunder. Data medan magnet diperoleh menggunakan Proton Precission Magnetometer (PPM) GSM-19T pada area seluas 1500 x 1500 m2 dengan spasi grid 100 m. Data magnetik kemudian diproses melalui koreksi harian dan IGRF, reduksi bidang datar, Upward Continuation, reduksi ke ekuator (RTE), dan analisis First Horizontal Derivative (FHD), lalu dimodelkan secara 2D dengan software Zondgm2D. Hasil pengolahan menunjukkan sebaran anomali magnetik di lokasi penelitian berkisar antara -2312,5 nT hingga 2350,66 nT. Anomali tinggi diasosiasikan dengan batuan vulkanik segar yang masih kompak, sedangkan anomali rendah berhubungan dengan batuan teralterasi atau lapuk yang berpotensi mengandung rekahan. Pemodelan 2D pada lima lintasan memperlihatkan tiga lapisan utama, yaitu lava andesit/basaltik kompak di bagian atas, breksi/tuf teralterasi di kedalaman menengah, serta batuan vulkanik tak terdiferensiasi di bagian bawah. Zona rekahan yang diinterpretasikan dari hasil FHD berasosiasi dengan lapisan alterasi dan pelapukan, yang berpotensi menjadi jalur akuifer rekahan. Dengan demikian, metode magnetik terbukti efektif dalam mendelineasi zona rekahan di batuan vulkanik keras, sehingga dapat menjadi acuan awal eksplorasi potensi air tanah di Desa Sumbang

    Perkiraan Susut Energi Jangka Pendek dengan Metode Anfis pada Jaringan Distribusi Tegangan Rendah Di Telkom Corporate University Bandung

    No full text
    Susut energi pada jaringan distribusi tegangan rendah merupakan masalah penting yang dapat mempengaruhi efisiensi sistem kelistrikan. Susut energi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk resistansi kabel, beban yang tidak seimbang, dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan metode yang akurat untuk memperkirakan susut energi agar dapat diambil langkah-langkah perbaikan yang tepat. Dalam proses perhitungan susut energi ini banyak dialami kesulitan karena luasnya jaringan distribusi. Sehingga diperlukan suatu metode untuk menghitung susut tersebut. Salah satunya adalah dengan membuat perancangan operasi susut energi yang dapat diketahui nilainya di waktu yang akan datang yaitu prediksi nilai susut energi dengan metode Adaptive Neuro Fuzzy inference System (ANFIS). Penelitian ini dilakukan di Telkom Corporate University Bandung pada main distribution panel gardu 2 dengan menggunakan data yang diukur langsung menggunakan Power Quality Analyzer HIOKI 3169, data tegangan pada panel Gedung yang disuplai dan data spesifikasi kabel yang digunakan yaitu NYY 4x70mm2. Dari data yang dihasilkan kemudian dilakukan perhitungan total susut energi pada setiap jam dari tanggal 18 juli 2022 sampai 24 juli 2022. Prediksi susut energi yang dilakukan menggunakan Matlab R2016b menggunakan metode ANFIS. Pada metode ini digunakan 4 nilai meliputi suhu, kelembapan, waktu dan nilai susut energi. Data masukan yang digunakan pada metode ini berupa suhu hari ini, kelembapan hari ini, waktu meliputi pukul 1 sampai pukul 24, dan nilai susut energi hari ini. Data masukan tersebut dilakukan pelatihan dan pengujian menggunakan metode ANFIS dengan mencoba semua tipe fungsi keanggotaan dan jumlah fungsi keanggotaan masing-masing variabel [3 3 3 3] untuk menghasilkan keluaran berupa nilai susut energi besok. Indikator dalam menentukan tingkat keakuratan atau tingkat eror hasil prediksi menggunakan nilai MAPE (Mean Absolute Percentage Error), dimana standar nilai MAPE yang bagus adalah kurang dari 10%

    Pengaruh Salinitas Udara dan Volume Pembilasan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) pada Media Tanah Pasir Pantai

    No full text
    Melon merupakan buah yang diminati masyarakat Indonesia sehingga memiliki potensi untuk dibudidayakan. Peningkatan budidaya tanaman melon dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun penurunan luas lahan pertanian menjadi sebuah hambatan. Pemanfaatan lahan marginal menjadi solusi untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi tanaman pangan, termasuk melon. Lahan pasir pantai sebagai salah satu lahan marginal diharapkan dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman melon, meskipun perlu dilakukan penyesuaian lingkungan dengan menggunakan bahan pembenah tanah seperti pupuk kandang dan tanah lempung untuk campuran media tanam. Selain itu, kondisi lingkungan di lahan pasir pantai yang terpapar garam melalui udara yang disebut salinitas udara. Diperlukan pembilasan untuk mengurangi cekaman salinitas sehingga tanaman dapat tetap tumbuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh salinitas udara terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon, selain itu untuk mengetahui pengaruh volume pembilasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon, dan mengetahui interaksi antara salinitas udara dan volume pembilasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor. Salinitas udara (S) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf yaitu, 0 mS/cm (S0), 12 mS/cm (S1), dan 24 mS/cm (S2). Volume pembilasan (V) sebagai anakan petak yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 0 mm (V0), 3,5 mm (V1), dan 7 mm (V2). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap unit terdiri dari 3 polibag. Variabel pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, luas daun, bobot segar akar, bobot segar batang, bobot segar daun, bobot segar tanaman, bobot kering akar, bobot kering batang, bobot kering daun, dan bobot kering tanaman. Variabel fisiologi yang diamati kadar klorofil fase vegetatif dan generatif, kehijauan daun fase vegetatif dan generatif, kadar prolin fase vegetatif dan generatif, bukaan stomata fase vegetatif dan generatif, dan kerapatan stomata fase vegetatif dan generatif. Variabel hasil yang diamati adalah jumlah bunga, persentase bunga terbentuk, jumlah buah, persentase buah panen, diameter buah, volume buah, bobot segar buah, bobot kering buah, dan hasil tanaman. Data hasil pengamatan tersebut dianalisis menggunakan Uji F dan Uji DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas udara meningkatkan bobot kering akar, kadar klorofil vegetatif, kerapatan stomata generatif, diameter buah, dan volume buah. Salinitas udara 24 mS/cm menghasilkan nilai tertinggi pada variabel bobot kering akar (0,5 g), kerapatan stomata generatif (192,02 stomata/mm2). Salinitas udara 12 mS/cm menghasilkan nilai tertinggi pada kadar diameter buah (5,27 g) dan volume buah (84,42 cm3). Salinitas 0 mS/cm menghasilkan nilai tertinggi pada kadar klorofil vegetatif (16,91 mg/L). Volume pembilasan 7 mm menghasilkan nilai tertinggi pada variabel jumlah daun (11,5 helai), bobot segar tanaman (70 g), kadar klorofil vegetatif (16,97 mg/L), sementara volume pembilasan 0 mm memberikan nilai tertinggi pada variabel prolin generatif (23,05 µmol/g). Interaksi antara salinitas udara dan volume pembilasan berpengaruh terhadap variabel jumlah cabang, bobot segar akar, kadar prolin vegetatif, kerapatan stomata vegetatif, dan jumlah bunga. Perlakuan terbaik terhadap jumlah cabang (14,33 cabang), kerapatan stomata vegetatif (234 stomata/mm2), dan jumlah bunga (2,33 bunga) adalah tanpa penyemprotan salinitas disertai pembilasan 7 mm. Perlakuan terbaik terhadap bobot segar akar (2,81 g) adalah penyemprotan salinitas 24 mS/cm disertai pembilasan 3,5 mm. Perlakuan terbaik terhadap kadar prolin vegetatif (24,24 µmol/g) adalah penyemprotan salinitas udara 12 mS/cm disertai pembilasan 7 mm

    Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja Pertanian, Luas Lahan Panen dan Jumlah Produksi Teh terhadap PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Wonosobo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah tenaga kerja, luas lahan panen teh, dan jumlah produksi teh terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian di Kabupaten Wonosobo. Judul penelitian ini adalah "Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja Pertanian, Luas Lahan Panen, dan Jumlah Produksi Teh terhadap PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Wonosobo." Data yang digunakan merupakan data sekunder dari tahun 2008 hingga 2022, diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonosobo. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan first difference. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap PDRB sektor pertanian, meskipun arah pengaruhnya negatif. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah tenaga kerja tanpa disertai peningkatan kualitas dan produktivitas justru dapat mengurangi efisiensi sektor pertanian. Luas lahan panen teh juga berpengaruh signifikan terhadap PDRB, yang menandakan bahwa pemanfaatan lahan secara optimal menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor ini. Sementara itu, jumlah produksi teh tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap PDRB sektor pertanian, diduga karena volume produksi yang terbatas serta minimnya nilai tambah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah lebih fokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja dan pengelolaan lahan yang efisien. Pengembangan hilirisasi produk teh juga perlu diperhatikan guna meningkatkan kontribusinya terhadap PDRB

    Perbandingan Kualitas Pelayanan Cimahi Techno Park Terhadap Solo Techno Park Menggunakan Model CARTER Untuk Menentukan Strategi Pengembangan Kualitas Layanan Menggunakan IPA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas layanan antara Cimahi Techno Park dan Solo Techno Park dengan menggunakan model CARTER sebagai alat ukur. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat kepuasan pengunjung berdasarkan enam dimensi kualitas layanan, yaitu Compliance, Assurance, Reliability, Tangibles, Empathy, dan Responsiveness. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi prioritas perbaikan dalam kualitas pelayanan dan menyusun strategi pengembangan yang sesuai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada pengunjung kedua techno park. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengevaluasi kepuasan pelanggan dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan nilai CSI untuk dimensi Compliance 84%, dimensi Assurance 84%, dimensi Reliability 83%, dimensi Tangible 82%, dimensi Empati 82%, dimensi Responsiveness 81%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengunjung sudah merasa cukup puas dengan kualitas layananan namun tetap mengharapkan peningkatan kualitas layanan. Yang menjadi prioritas perbaikan terletak pada kuadran 1 pada diagram kartesius atribut ke 7 dan 23 yaitu fasilitas Cimahi Techno Park menarik, terawat dengan baik, dan nyaman untuk dikunjungi. Dan petugas memberikan kenyamanan pelayanan kepada pengunjung. Kemudian pada penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan Tecno Park Cimahi dan Solo, maka didapatkan hasil bahwa Cimahi Techno Park lebih unggul dari Solo Techno Park dilihat dari nilai CSI Cimahi yang lebih besar, dan dengan menggunakan metode IPA juga lebih unggul Cimahi karena atribut yang berada di kuadran 1 Cmahi lebih sedikit dibandingkan Solo yang menunjukkan Solo Techno Park lebih banyak membutuhkan perbaikan dibanding Cimahi Techno Park

    25,888

    full texts

    27,468

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Jenderal Soedirman is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Repository Universitas Jenderal Soedirman? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!