Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus (JPKK)
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
Edukasi Mencuci Tangan Dalam Upaya Pencegahan Virus Corona Melalui Video Tutorial Pada Mahasiswa berkebutuhan Khusus Di Pendidikan Tinggi
ABSTRACTCorona virus is a virus transmitted by animals and humans that has been declared a world pandemic by WHO. Washing hands is the most common practice as a form of early prevention of transmission of the corona virus. Children with special needs are children who have abnormalities / deviations from the average condition of normal children, generally in terms of physical, mental and social behavior characteristics. The purpose of this study was to increase the knowledge and ability to wash hands in students with special needs. The activity was carried out on November 22, 2020. The method used in this study is lectures and discussions as well as the practice of washing hands through video conferencing accompanied by special delivery by a sign language interpreter. Participants in this activity totaled 14 Students with Special Needs. The results obtained were increased knowledge of students with special needs and the ability to practice washing hands properly.ABSTRAKVirus Corona adalah virus yang ditularkan oleh hewan dan manusia yang telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO. Cuci tangan merupakan tindakan yang paling umum dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini penularan virus corona. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki kelainan / penyimpangan dari kondisi rata-rata anak normal, umumnya ditinjau dari sifat fisik, mental, dan perilaku sosialnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan cuci tangan pada siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan dilakukan pada 22 November 2020. Metode yang digunakan dalam adalah ceramah dan diskusi serta praktek cuci tangan melalui video tutorial disertai penyampaian khusus oleh penerjemah bahasa isyarat. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 14 Mahasiswa Berkebutuhan Khusus. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan siswa berkebutuhan khusus dan kemampuan praktik cuci tangan dengan baik
Prevalensi Anak Berkebutuhan Khusus di Kecamatan Matur
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jumlah anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Matur. Penelitian ini di latar belakangi oleh belum ada data yang menyatakan berapa jumlah anak berkebutuhan khusus yang ada di Kecamatan Matur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Subjek penelitian ini adalah anak berkebutuhan khusus. Tekhnik pengumpulan data yang di lakukan pada penelitian ini di lakukan melalui, observasi, wawancara dan studi dokumentasi . Hasil dari penelitian ini adalah jumlah anak berkebutuhan khusus berdasarkan usia 7-12 tahun sebanyak 19 orang, usia 13-15 tahun sebanyak 8 orang dan usia 16-18 tahun sebanyak 9 orang. Jumlah anak berkebutuhan khusus berdasarkan jenis kelamin perempuan 21 orang dan laki-laki 21 orang. Jumlah anak berkebutuhan khusus berdasarkan jenis hambatan tunadaksa 11 orang , tunanetra 7 orang, tunagrahita 12 orang, tunarungu 4 orang, autis 3 orang anak, downsindrom 3 orang, hiperaktif 1 orang, anak berbakat istimewa 1 orang anak
Pelaksanaan Pembelajaran dalam Memahami Kosakata Benda di Masa Pandemi Pada Siswa Tunarungu Kelas 2
This study aims to determine the description of the implementation in understanding the vocabulary of object for deaf children at SLB Negeri Bekasi Jaya. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The data used in this study swew obtained through speaches from the informants and actions observations in the field. Data collection techniques used are by conducting observations in the field,I nterviews with class teachers and document study. The findings obtained in this study are schools apply learning in understanding the vocabulary of object it’s using the vocabulary card.The strategy used by teacher is ekspository strategy and using the question and answer method. The learning program be adapted based on the results of the assessment carried out on new student admissions. The beginning students mentioning the teachers words, then students classification vocabulary of object, and pair the vocabulary of object. Students are understanding the vocabulary of object when students can pair vocabulary of object card images with their own writing oneself without the help of parents. Supporting factors in understanding the vocabulary of object is students can be conducive and good parental cooperation. The obstacle experienced by the teachers its students easily lose focus during distance learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan dalam memahami kosakata benda pada siswa tunarungu di SLB Negeri Bekasi Jaya. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui ucapan dari narasumber dan tindakan yang diamat di lapangan melalui daring. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi di lapangan, wawancara dengan guru kelas dan studi dokumen. Hasil temuan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah sekolah menerapkan pembelajaran dalam memahami kosakata benda yaitu menggunakan kartu kosakata. Strategi yang digunakan oleh guru yaitu strategi ekspositori dengan menggunakan metode tanya jawab dan pemberian tugas. Program pembelajaran disesuaikan berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan pada penerimaan siswa baru. Langkah-langkah pelaksanaannya dimulai dengan siswa menyebutkan kosakata benda yang diucapkan oleh guru lalu mengklasifikasi kosakata benda dan memasangkan kosakata benda. Siswa dikatakan memahami kosakata benda bila siswa dapat memasangkan gambar kartu kosakata dengan tulisannya secara sendiri tanpa bantuan orangtua. Faktor pendukung dalam memahami kosakata benda yaitu siswa dapat kondusif dan kerjasama orang tua yang baik. Kendala yang dialami guru adalah siswa yang mudah kehilangan fokus saat pembelajaran jarak jauh. 
Implementasi Kebijakan Kepala Sekolah dalam Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid 19 bagi Siswa Berkebutuhan Khusus di MTsN 10 Tanah Datar
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi terkait kebijakan sekolah dalam pembelajaran dimasa covid 19 bagi siswa berkebutuhan khusus. Penelitian mendeskripsikan dampak dari kebijakan yang di berikan sekolah bagi siswa-siswa berkebutuhan khusus saat pembelajaran daring, serta permasalahan apa yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut dan solusi apa yang diberikan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Adapun metodologi dalam penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan yang diberikan adalah menerapkan pembelajaran secara tatap muka melalui pembatasan jumlah siswa sesuai dengan protokol kesehatan. Pembelajaran dilakukan pershift dengan 3 hari tatap muka. 3 hari secara daring. Kendala dalam penerapan kebijakan ini diantaranya sulitnya jaringan saat pembelajaran secara daring dilakukan. Solusi dalam kebijakan ini yaitu adanya kunjungan rumah yang dilakukan guru, selain itu sekolah juga memberikan kemudahan dengan memperbolehkan orang tua untuk mengantarkan tugas siswa ke sekola
Survey Pemahaman Dosen Terhadap Kebutuhan Pembelajaran Mahasiswa Berkebutuhan Khusus dI Tiga Program Studi FKIP ULM Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan hasil dari survey pemahaman dosen terhadap kebutuhan pembelajaran mahasiswa berkebutuhan khusus dari tiga prodi yang mengajar dilingkungan FKIP ULM apakah dosen tersebut memahami kebutuhan pembelajaran untuk mahasiswa berkebutuhan atau tidak memahami betul bagaimana dan seperti apa pembelajaran yang sesuai. Adapun yang menjadi latar belakang dalam melakukan penelitian ini yaitu dimana sekarang ini kampus ULM menjadi kampus inklusi sehingga menerima mahasiswa berkebutuhan khusus dalam penerimaan tersebut salah satu indikator dalam kebutuhan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang dimana subjek nya itu adalah dosen yang ada di FKIP
Implementasi Multimedia Development Life Cycle Pada Aplikasi Pembelajaran Multimedia Interaktif Algoritma dan Pemrograman Dasar Untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Berbasis Android
The purpose of building a Multimedia Application for Interactive Learning Algorithms and Basic Programming is expected to create a new atmosphere in the lecture process so that students with special needs become more active and lecturers do not have obstacles in visualizing the material. The choice of interactive multimedia as a learning medium is to complement and support elements such as material objectives, methods, and assessment tools that exist in the conventional teaching and learning process. In conducting this research, the researcher used the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) approach which consisted of six stages, namely conceptualization, design, material collection, manufacture, testing, and distribution. The subjects of this study were students with special needs in the Information Systems Study Program at the Indonesian Computer University (Unikom). The result of this research is a learning application as a tool for lecturers in delivering Algorithm and Basic Programming material so as to create a new atmosphere in the classroom and it is hoped that lectures will be more effective for students with special needs.Tujuan membangun Aplikasi Multimedia Pembelajaran Interkatif Algoritma dan Pemrograman Dasar diharapkan bisa menciptakan suasana baru dalam proses perkuliahan sehingga para mahasiswa berkebutuhan khusus menjadi lebih aktif dan dosen tidak mempunyai hambatan dalam memvisualisasikan materi. Pemilihan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran adalah untuk sebisa mungkin melengkapi serta mendukung unsur-unsur seperti tujuan materi, metode, dan alat penilaian yang ada dalam proses belajar mengajar konvensional. Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan metode pendekatan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari enam tahap yaitu pengonsepan, perancangan, pengumpulan materi, pembuatan, pengujian, dan pendistribusian. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa berkebutuhan khusus yang ada di lingkungan Prodi Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia (Unikom). Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi pembelajaran sebagai alat bantu bagi dosen dalam menyampaikan materi Algoritma dan Pemrograman Dasar sehingga menciptakan suasana baru di kelas dan diharapkan perkuliahan menjadi lebih efektif bagi mahasiswa berkebutuhan khusus
Penyelenggaraan Pendidikan Pada Masa Pandemi di Sekolah Dasar Inklusif
The Coronavirus Disease (COVID-19) pandemic occurred in Indonesia since early March 2020 which was then followed by a learning from home policy. The purpose of this study was to gather information through a survey about the implementation of online learning carried out by teachers who provide inclusive education at the Elementary level. The data was collected by using a survey technique and then a descriptive analysis was carried out with a total of 80 respondents from several provinces in Indonesia such as West Sumatra, West Java, Yogyakarta, and East Kalimantan. The results showed during the COVID-19 pandemic has made teachers make changes in the teaching and learning process, but not all teachers use television programs as a medium of learning. The ability of teachers to use ICT helps them in providing educational services and the majority have no difficulty using learning applications. Although at the beginning of the pandemic, it was difficult to adapt learning, but until this article was written the teachers had adapted their learning.Penelitian ini bertujuan menggali informasi melalui survei tentang pelaksanaan pembelajaran secara daring yang dilakukan guru-guru penyelenggara pendidikan inklusif di jenjang Pendidikan Dasar dengan jumlah responden sebanyak 80 guru yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia seperti di Sumatra Barat, JawaBarat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kalimantan Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran pada masa pandemik COVID-19 telah membuat guru melakukan perubahan di dalam proses belajar mengajar namun tidak semua guru memakai program televisi sebagai salah satu media pembelajaran. Kemampuan para guru dalam menggunakan TIK membantu mereka dalammemberikan layanan pendidikan dan mayoritas tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi pembelajaran. Meski di awal pandemi ditemukan kesulitan untuk melakukan adaptasi pembelajaran, namun sampai artikel ini dituliskan para guru sudah melakukan adaptasi pada pembelajarannya. Ditemukan juga kalau guru berhubungan baik dengan para orang tua dan guru menyadari bahwa keberhasilanpembelajaran jarak jauh terletak pada keterlibatan orang tua. Meski demikian, pengetahuan para guru belum dipahami dengan baik mengenai COVID-19 dan beberapa guru masih berpendapat bahwa COVID-19 merupakan konspirasi
Pengaruh Penerapan Quantum Teaching Terhadap Peningkatan Keterampilan Tata Boga Anak Tunagrahita Ringan
Permasalahan yang ditemukan di SLBN 1 Padang pada anak tunagrahita ringan kelas tata boga dilatar belakangi oleh guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan latihan dalam pembelajaran keterampilan tata boga dengan penugasan secara individual. Selain itu, kemampuan siswa yang bervariasi mengakibatkan siswa mengalami kesulitan membuat puding pisang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas, subjek penelitian terdiri dari guru kelas dan 4 orang anak tunagrahita ringan. Siklus yang dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan cara observasi, studi dokumentasi dan tes. Hasil menunjukkan bahwa proses dan hasil keterampilan pembuatan puding pisang anak tunagrahita ringan kelas tata boga meningkat melalui pendekatan quantum teaching. Dapat disimpulkan bahwa, pelaksanaan pembelajaran keterampilan tata boga melalui pendekatan quantum teaching dapat meningkatkan keterampilan proses pembuatan puding pisang
Studi Kasus Manajemen Sekolah Inklusi SDN Manahan Surakarta
Inclusive education is one form of special education in Indonesia to provide opportunities for children with special needs to get an education. But the reality faced by inclusive schools in management and implementation has not been satisfactory. Many things are not in accordance with predetermined standards. In this study using a qualitative approach with a case study design. The research technique was carried out by non-participant observation, in-depth interviews and documentation studies. The results obtained show that the management of inclusive schools is still unsatisfactory such as the lack of facilities and accessibility of children with special needs, special educators, special assistant teachers. This will certainly affect the quality of education, learning processes, and evaluations carried out so that certain stages also have an impact on the outputs and outcomes of students with special need
Penggunaan Visual Schedule dalam Pembelajaran IPA bagi Anak Tunarungu
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan di kelas VII/B di SLB Perwari Padang. Dimana media pembelajaran yang diberikan guru dikelas belum mencapai hasil yang baik bagi hasil belajar anak khususnya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang mengenal bagian tumbuhan. Guru masih menggunakan metode yang biasa tanpa ada media alternatif yang lain digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas. Selain itu, kurangnya ketertarikan anak terhadap metode yang diberikan oleh guru di kelas. Oleh sebab itu, permasalahan yang akan di kaji dalam penelitian ini adalah, “Apakah penggunaan media Visual Schedule efektiv digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bagian tumbuhan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bagi anak dengan hambatan pendengaran di kelas VII/B SLB Perwari Padang?” Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimental design), dengan tujuan untuk mengungkapkan pengaruh dan sekaligus perbedaan antara dua variabel yang berbeda. Rancangan penelitian yang di gunakan adalah The One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini dilakukan pada anak dengan hambatan pendengaran kelas VII/B dengan jumlah siswa 4 orang. Untuk pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan statistik uji Mann Whitney dengan taraf signifikan 5%( =0,05). Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa hasil pretest yang diperoleh adalah 2,75 sedangkan hasil posttest yang diperoleh adalah 7, dari kedua hasil tersebut dapat diperoleh peningkatan skor setelah di berikan treatment adalah sebanyak 4,25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal bagian tumbuhan yang di belajarkan dengan menggunakan media Visual Schedule memperoleh kenaikan yang signifikan. Dapat di simpulkan bahwa media Visual Schedule efektiv digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bagian tumbuhan pada anak dengan hambatan pendengaran