Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus (JPKK)
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
Pengembangan Buku Panduan Pengenalan Organ Kewanitaan Sebagai Pencegahan Pelecehan Seksual Pada Siswi Remaja Disabilitas Di Kota Serang Banten
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menyusun Buku Pedoman Pengenalan Organ Kewanitaan sebagai Pencegahan Pelecehan Seksual pada Siswi Remaja Disabilitas di Kota Serang. Pengembangan buku panduan pengenalan organ kewanitaan sebagai pencegahan pelecehan seksual pada siswi remaja disabilitas yang dihasilkan berisikan materi tentang pembelajaran tentang organ kewanitaan yang digunakan sebagai pencegahan kekerasan seksual ada siswi disabilitas. Penilaian kelayakan buku panduan organ kewanitaan mendapatkan rerata penilain 4.25 dari ahli materi sehingga media buku panduan organ kewanitaan dikategorikan dengan kriteria “Sangat Baik” dan layak untuk digunakan. Nilai 4.00 dari ahli media. Berdasarkan pedoman hasil konversi data kuantitaif ke data kualitatif maka media buku panduan organ kewanitaan dikategorikan “Baik” dan layak untuk digunakan. Mendapatkan rerata penilain 4.27 dari ahli pembelajaran dan media buku panduan organ kewanitaan memperoleh kriteria “Sangat Baik” dan layak untuk digunakan dan memperoleh penilain dengan kriteria “Baik” pada ujicoba tahap satu dengan rerata penilaian 3.98 dengan kriteria “Sangat Baik” pada ujicoba tahap dua dengan rerata penilaian 4.08. Sehingga dapat disimpulkan media buku panduan organ kewanitaan layak untuk gunakan
Komunikasi Instruksional Guru Terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusif
This research aims to determine how the form of instructional communication that occurs between teachers and students with special needs in inclusive schools. . In conducting instructional communication, teachers need to consider the characteristics of students with special needs to be able to determine the appropriate form of communication so that learning objectives can be achieved. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The study was conducted in four elementary schools in Bandung City. The results of the study indicate that (1) several factors influence the form of teacher instructional communication to students with special needs which include factors of teacher competence, student characteristics, class participation, school environment readiness, and parental support; (2) in carrying out instructional communication the teacher uses various methods. channels in the form of simple and focused verbal, persuasive verbal, appropriate intonation and volume; (3) the use of multi-sensory methods that use props, clear and straighforward auditory information and visual strategies with attractive pictures.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk komunikasi intruksional yang terjadi antara guru dengan siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusif. Dalam melakukan komunikasi instruksional guru perlu mempertimbangkan karakteristik siswa berkebutuhan khusus untuk dapat menentukan bentuk komunkasi yang tepat sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di empat sekolah dasar di Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk komunikasi intruksional guru terhadap siswa berkebutuhan khusus yang meliputi faktor kompetensi guru, karakteristik siswa,partisipasi kelas, kesiapan lingkungan sekolah serta dukungan orangtua;(2)dalam melakukan komunikasi instruksional guru melakukan dengan berbagai saluran komunikasi berupa verbal yang sederhana dan fokus, verbal yang persuasive, intonasi dan volume suara yang sesuai , (3) penggunaan metode multi sensori yang menggunakan alat peraga, informasi auditoei yang jelas dan lugas serta stragei visual dengan gambar yang atraktif
Analisis terhadap Aksesibilitas Lingkungan Fisik untuk Mahasiwa Disabilitas di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
The purpose of this study was to analyze the accessibility of the physical environment for students with disabilities at Ageng Tirtayasa university. To support the activities of disabled students on campus, of course, universities must provide accessible facilities and infrastructure for students with disabilities. This study uses descriptive qualitative methods, broadly this research goes through 3 stages and this research will be carried out at Sultan Ageng Tirtayasa University with research informants 2 policy makers at the university and faculty level, 3 students with disabilities where the results obtained from this study are Sultan Ageng Tirtayasa University has provided physical accessibility facilities for students with disabilities such as guaiding blocks, ramps and hand trails, lifts in the new building and access to classes on the ground floor for students with disabilities in the old building. However, the provision of this accessibility is still not optimal, but until now the University of Sultan Ageng Tirtayasa continues to strive to provide accessibility according to standards in new buildings which are still in progress.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aksesibilitas lingkungan fisik untuk mahasiswa disabilitas di universitas Ageng Tirtayasa. Untuk menunjang kegiatan mahasiswa disabilitas di kampus tentunya universitas harus menyediakan sarana dan prasarana yang aksesibel untuk mahasiswa disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, secara garis besar penelitian ini melalui 3 tahapan dan Penelitian ini akan dilaksanakan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan informan penelitian 2 orang pemangku kebijakan pada tingkat universitas dan fakultas, 3 orang mahasiswa disabilitas dimana hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sudah menyediakan fasilitas aksesibilitas fisik untuk mahasiswa disabilitas seperti guaiding block, ramp dan hand trail, lift di Gedung baru dan akses kelas di lantai dasar untuk mahasiswa disabilitas di Gedung lama. Kendati demikian penyediaan aksesibilitas ini masih belum optimal namun sampai saat ini Universitas Sultan Ageng Tirtayasa terus berupaya menyediakan aksesibilitas sesuai standar di Gedung Gedung baru yang sampai saat ini masih berprose
Peningkatan Pembelajaran Matematika Materi Kesetaraan Nilai Uang Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning Bagi siswa Tunagrahita
This research aims to improve learning outcomes for class VII SLBN 1 Padang students in learning mathematics regarding the equality of money values through the Problem Based Learning learning model. The classroom action research flow used in this research uses an action research flow divided into four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The method obtained in this research uses qualitative data analysis techniques. The results of this research show that the learning outcomes of students in the learning process using the Problem Based Learning model in mathematics learning material on the equality of the value of money for class VII SMPLB SLB N Padang have increased in each cycle I and cycle So it can be concluded that there has been an increase in learning outcomes in the material on the equality of the value of money with the Problem Based Learning learning model for mentally retarded childrenPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada peserta didik kelas VII SLBN 1 Padang pada pembelajaran matematika materi kesetaraan nilai uang melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Alur penelitian tindak kelas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan aur penelitian tindakan terbagi dalam empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode yang diperoleh dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik tunagrahita dalam proses pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning pada pembelajaran matematika materi kesetaraan nilai uang kelas VII SLB N 1 Padang ada peningkatan setiap siklus I dan siklus II . Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada materi kesetaraan nilai uang dengan model pembelajaran Problem Based Learning pada peserta didik tunagrahit
Upaya Guru Melalui Bimbingan Belajar Anak Tunarungu Di Sekolah Alam Palembang
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru melalui bimbingan belajar anak tunarungu serta strateginya dalam mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diperoleh dilakukan melalui hasil observasi dan wawancara, pedoman wawancara digunakan untuk mengambil data secara mendalam dari karakteristik anak tunarungu melalui guru pembimbing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, dalam upaya guru melalui bimbingan belajar anak tunarungu terdapat beberapa point penting yang perlu dibahas dalam penelitian ini yaitu, kesulitan memahami/mendengar pada anak tunarungu, cara guru dalam berkomunikasi terhadap anak tunarungu, kemampuan berbicara dan pemahaman bahasa pada anak tunarungu, kondisi belajar anak tunarungu
Peningkatan Kemampuan Membaca Melalui Penggunaan Alfabet Geser pada Murid Tunagrahita
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan alphabet geser untuk meningkatkan kemampuan membaca murid tunagrahita kelas dasar II di SLB Negeri 1 Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen subjek tunggal (single subjek research) dengan desain penelitian A-B-A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alphabet geser berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membaca pada murid tunagrahita. Hasil tersebut dibuktikan berdasarkan hasil analisis dalam kondisi: 1) pada fase baseline 1 (A1) kemampuan membaca berada pada kategori sangat rendah, 2) Fase intervensi (B) kemampuan membaca meningkat dan berada pada kategori cukup , 3) fase baseline 2 (A2) kemampuan membaca meningkat dan berada pada kategori tinggi. Berdasarkan analisis antar kondisi tidak terjadi data tumpang tindih sehingga dapat disimpulkan bahwa alphabet geser dapat meningkatkan kemampuan membaca pada murid tunagrahita kelas dasar II di SLB Negeri 1 Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan
Implementasi Tugas Guru Pembimbing Khusus Serta Kendala sebagai Tenaga Pendidik Profesional di Sekolah Inklusi Kota Surabaya
Sebuah sekolah dikatakan inklusif ditandai dengan adanya anak berkebutuhan khusus di sekolah umum. Beberapa kota di Indonesia telah melaksanakan pendidikan inklusif dan mendapatkan hasil yang beragam dalam pelaksanaannya. Untuk memfasilitasi segala kebutuhan dan pelayanan anak berkebutuhan khusus maka sekolah perlu menambahkan guru pendamping khusus atau GPK. Guna mewujudkan suatu pendidikan inklusi yang ideal, ada beberapa aspek yang perlu dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh, satu diantaranya adalah kompetensi dasar tenaga pendidik. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yaitu terungkapnya beberapa kendala implementasi pendidikan inklusif dan gambaran pengetahuan profesional dari GPK di sekolah dasar inklusi kota Surabaya yang sesuai dengan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah guna terciptanya pendidikan inklusi yang ideal
Pembelajaran Program Vokasional di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dukungan yang diberikan orangtua dan lembaga pendidikan non-formal PKBM terhadap keberhasilan kerja yang dicapai oleh anak dengan Tunagrahita. Keterampilan kerja yang dimiliki anak Tunagrahita merupakan aspek yang harus dipersiapkan sejak berada di lembaga pemdidikan. Hal ini bertujuan agar anak dengan tunagrahita mampu menunjukkan performa kerja yang baik saat berada di dunia kerja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitif. Dua orang siswa dengan Tunagrahita dipilih sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap dua sampel, orangtua dan tutor. Data dianalisis dengan teknik deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan kerja yang dicapai oleh anak dengan Tunagrahita berasal dari dukungan yang diberikan oleh orangtua dan lembaga pemdidikan. Selain itu, program keterampilan yang diikuti selama di lembaga pendidikan juga menjadi faktor penentu keberhasilan kerja. Dukungan dari orangtua dan lembaga pendidikan diberikan sejak anak dengan Tunagrahita masih bersekolah, menjalani program latihan kerja, dan saat bekerja. Diharapkan hasil penelitian mendapat gambaran mengenai keterlaksanaan yang seharusnya diberikan agar anak dengan tunagrahita bisa mandiri dan sukses di dunia kerja
Persepsi Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling terhadap Kompetensi Konselor di Lingkungan Pendidikan Inklusif
Inclusive education is a way to support the diversity of students. Therefore, guidance and counselling teachers must have competence related to diversity issues. The purpose of this study was to determine student perceptions of the competence of counselors in an inclusive education environment. This research was conducted on 130 students of the Guidance and Counselling Study Program using a quantitative approach with a descriptive method with a questionnaire containing 30 questions via Google form. The results show: (1) Students' perceptions of the counsellor's professional competence were categorized as positive with an average score of 73%; (2) Students' perceptions of the counsellor's pedagogic competence were categorized as positive with an average score of 74%; (3) Students' perceptions of the counsellor's personality competence were categorized as positive with an average score of 74%; (4) Students' perceptions of the counsellor's social competence were categorized as positive with an average score of 72%; and (5) Overall, students' perceptions of counsellor competence were categorized as positive with an average score of 73%. This research was conducted only on Guidance and Counselling Study Program students through online questionnaires; therefore, the number of respondents and online collection could be taken into consideration when interpreting the data displayed.Pendidikan inklusif menjadi jalan untuk menghimpun keberagaman peserta didik. Namun, keberagaman menjadi tantangan bagi guru bimbingan dan konseling. Maka dari itu, guru bimbingan dan konseling harus memiliki kompetensi terkait isu-isu keberagaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa calon guru bimbingan dan konseling terhadap kompetensi konselor di lingkungan pendidikan inklusif. Penelitian ini dilakukan terhadap 130 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif melalui kuesioner berisi 30 soal pada Google form. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Persepsi mahasiswa terhadap kompetensi profesional konselor dikategorikan positif dengan persentase rata-rata skor 73%; (2) Persepsi mahasiswa terhadap kompetensi pedagogik konselor dikategorikan positif dengan persentase rata-rata skor 74%; (3) Persepsi mahasiswa terhadap kompetensi kepribadian konselor dikategorikan positif dengan persentase rata-rata skor 74%; (4) Persepsi mahasiswa terhadap kompetensi sosial konselor dikategorikan positif dengan persentase rata-rata skor 72%; dan (5) Secara keseluruhan, persepsi mahasiswa terhadap kompetensi konselor dikategorikan positif dengan persentase rata-rata skor 73%. Penelitian ini dilakukan hanya pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling melalui kuesioner secara daring oleh sebab itu jumlah responden dan pengumpulan secara daring dapat dijadikan bahan pertimbangan sewaktu menginterpretasi data yang ditampilkan
Pengembangan Media Smartbon untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Anak Hambatan Intelektual Ringan
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media smartbon untuk meningkatkan kemampuan menyimak hambatan intelektual ringan yang layak dan efektif. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implementation, & evaluation). Subjek penelitian adalah tiga disabilitas intelektual ringan. Kelayakan produk media divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba lapangan awal melibatkan 5 guru dan uji coba lapangan utama dengan 18 guru. Uji efektifitas dilakukan dengan mengukur perbedaan skor pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan adalah deskriptif kuantitatif yang disajikan dalam bentuk grafik dan tabel. Hasil penelitian, (1) Menghasilkan media untuk mengoptimal kemampuan menyimak. Kelayakan media smartbon dari penilaian ahli materi berada pada kategori baik (3,98) dan penilaian ahli media berada pada kategori “sangat baik” (4,57), penilaian guru pada uji coba lapangan tahap awal pada kategori “baik” (3,97) dan uji coba lapangan utama berada pada kategori “sangat baik” (skor 4,28). (2) keefektifan dari perbedaan skor pre test dan post test ada peningkatan 44.23%