Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus (JPKK)
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
ENGLISH VIDEO TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMASANG KAMPAS REM BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN: Abstract
The research was distributed by problems are five children of mild mental retardation class VII that have not been able to read the beginning with good and right so as to influence the outcome of learning they get. This research used an Agency Said method to form pre-experimental or quasy experiment with a kind of one group pretest-postest design. The research results show, a generation of kids able mental retardation in reading the beginning when analyzed by saw the value the average , when pre-test the child with mental retardation only 44 %. Next on posttest a generation of kids able mental retardation up by 78 % . Then the data processed that more scientific using the Mann Whitney test, obtained Uhit = 2.5 and Utab = 2 to the n = 5 the first significant 95 % and α = 0.05 .Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan membongkar dan memasang kampas rem lima orang anak tunagrahita ringan kelas VII di SLB N 2 Padang.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen yang berbentuk Quasy eksperimen dengan jenis one-pretest design. Hasil penelitian menunjukan kemampuan anak tunagrahita ringan dalam membongkar dan memasang kampas rem saat dianalisis dengan melihat nilai rata-rata, saat pretest anak tunagrahita ringan hanya 55.35%. Selanjutnya pada posttest kemampuan anak tunagrahita ringan meningkat mencapai 75,71%. Kemudian data diolah agar lebih ilmiah dengan menggunakan U Mann Whitney, diperoleh Uhit = 2.5 Utab = 2 dengan N =5 pada taraf signifikan 95% dana = 0,05
Program RBM bagi Penyandang Disabilitas Puskesmas Batipuh II
Kemampuan untuk hidup mandiri sangat penting bagi penyandang disabilitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemandirian panyandang disabilitas adalah melalui program RBM yang telah berjalan selama lima tahun di Puskesmas Batipuh II. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang cara melaksanakan program RBM. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualititaif yang menunjukkan deskripsi dari pelaksanaan program RBM di Puskesmas Batipuh II. Program ini memberikan layanan rehabilitasi terhadap penyandang disabilitas. Pemberian layanan dilakukan dengan memberikan latihan bina diri dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Paket latihan yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan penyandang disabilitas berdasarkan 23 kriteria kemandirian. Kendala yang dialami dalam melaksanakan program ini adalah keterbatasan dana dan waktu. Adapun usaha untuk mengatasi kendala tersebut dengan cara mejadikan program RBM sebagai program wajib Puskesmas. Program ini melibatkan berbagai pihak untuk memberi dorongan kepada penyandang disabilitas agar dapat hidup mandiri
Meningkatkan Pembendaharaan Kata Melalui Media Kata Bergambar bagi Anak Tunarungu
Penulisan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang penulis temukan di SLB restu Ibu Bukittinggi, seorang siswa tunarungu yang memiliki keterbatasan dalam perbendaharaan kata. Hal ini dibuktikan dengan sedikit dan minimnya perbendaharaan kata anak tunarungu dalam mengucapkan kata benda yang ada dikelas. Penulisan ini bertujuan untuk menyatakan bahwa, dengan menggunakan media kata bergambar,dapat meningkatkan perbendaharaan kata anak tunarungu dalam mengucapkan kata benda yang ada dikelas. Hasil analisis perbendaharaan kata dalam mengucapkan kata benda yang ada di kelas menggunakan media kata bergambar pada anak tunarungu yakni kondisi baseline (A1) kemampuan yang dicapai anak 20%. Kondisi intervensi (B) kemampuan yang dicapai anak 70% dan kondisi baseline (A2) mencapai 80%. Artinya terdapat perubahan tingkat perbendaharaan kata dalam mengucapkan kata benda yang ada di kelas pada anak tunarungu. Dapat disimpulkan bahwa media kata bergambar ini efektif digunakan untuk meningkatkan perbendaharaan kata dalam mengucapkan kata benda yang ada dikelas pada anak tunarungu
Efektivitas Metode Survey, Question, Read, Recite, Reflect, Review (SQ4R) dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman untuk Anak Berkesulitan Belajar
Artikel ini bertujuan untuk membahas efektivitas keterampilan membaca pemahaman untuk anak berkesulitan belajar. Melalui metode survey, question, read, recite, reflect, review (SQ4R) anak dilatih pemahaman membaca dengan langkah-langkah untuk mendapatkan informasi yang menyeluruh. The type of research that researchers use is experimental method with pre-experimental design with one group pretest-posttest design. Implementation in this study using Mann Whitney test. Berdasarkan hasil yang didapat menyatakan bahwa SQ4R secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman untuk anak berkesulitan belajar
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Cerebral Palsy melalui Pemahaman Notasi Alfabet pada Permainan Djembe di SLB-D
Penelitian ini dilakukan di SLB-D, dengan Subjek tunggal yang berinisial IL kelas 3 SMA. Minat dan motavasi IL dalam pembelajaran membaca sangat kurang yang berdampak pada kemampuan membaca permulaanya. Hal itu melatarbelakangi peneliti melakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemahaman notasi alfabet pada permainan djembe terhadap kemampuan membaca permulaan siswa cerebral palsy. Peningkatan kemampuan membaca permulaan dapat terlihat dari hasil data pada fase Baseline-1, Intervensi, dan Baseline-2. Kemampuan dalam membaca permulaan meliputi; mengenal huruf, membaca suku kata, membaca kata dan membaca kalimat sederhana. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan pendekatan Single Subject Research dengan menggunakan desain A-B-A. Penyajian data diolah dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan persentase dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mean kemampuan awal IL dalam dalam membaca permulaan pada fase Baseline-1 dengan mean sebesar 30,07% yang menggambarkan kemampuan membaca permulaan masih kurang, setelah melewati fase intervensi kemampuan membaca permulaan meningkat dengan mean sebesar 79% pada fase Baseline-2 yang artinya baik. Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, membuktikan bahwa pembelajaran melalui pemahaman notasi alfabet pada permainan djembe berpengaruh pada peningkatan kemampuan membaca permulaan IL, siswa cerebral palsy di SLB-D
Bahasa Indonesia: Bahasa Indonesia
Research in the background of an inclusive X school that has not yet had a special tutor, children with special needs have not been handled properly. One of them is that there are autistic children who experience tantrums, if their desire is not fulfilled the child will tantrum. This is because the programs run in schools with at home do not go hand in hand. The research method used is a two-stage research, the first stage uses a qualitative approach with descriptive method and the second stage uses a quantitative approach with the method of subject subject reseach. The results of the research at stage one that children often experience tantrum behavior in the classroom, so that parents cannot handle properly, parents tend to follow all their children's wishes. Then for phase two a training program for parents will be given on how to apply the rules in the classroom. Based on the parents' empowerment program in handling tantrums, autistic children in X inclusive schools are very effective because of changes in tantrum behavior of autistic children from before being given intervention after the interventio
Numbered Head Together untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Pengurangan Anak Diskalkulia di Kelas Inklusif
The problem was founded at elementary school, some student’s has not been able to did subtraction. When writing, the test students’ subtracts the small numbers with the large numbers by reversing without using borrowing technique. Students’ have difficulty in solve problems about the concept of mathematical, it is give a negative impact if it is not solved. The alternatives that are done to help dyscalculia students’ one of them by apply cooperative learning numbered head together type. Cooperative learning Number Head Together (NHT) type is learning model which aims to give each students' an opportunity to express his idea without fear of wrong and increase the sense of appreciation of his friends' opinions while explaining in front of the class. With the numbering then the students' will have the responsibility to appear to the front of the class when the number is called
Model Pembelajaran Berbasis Game Flash Tau Jo Huruf bagi Anak Down Syndrome
Anak down syndrome masih bisa meningkatkan kemampuan mereka dalam mengenal huruf walau dibayangi keterbatasan intelegensi, maka diciptkanlah sebuah model pembelajaran mengenal huruf berbsasis game flash game ini diberi nama Tau Jo Huruf, Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan ( R & D ), yang mengacu pada teori Borg and Gall (1983). Subjek penelitian adalah siswa downsyndrome SMPLB dan SMALB di YPPLB Padang. Penelitian menghasilkan suatu model pembelajaran mengenal huruf berbasis game yang dijalankan pada perangkat komputer untuk mengenalkan pada anak downsyndrome
Meningkatkan Tata Cara Berwudhu Melalui Model Pengajaran Langsung pada Anak Tunagrahita Ringan Kelas D.IV
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan ditemukan anak tunagrahita ringan di kelas D.IV yang belum mampu berwudhu. Hal ini disebabkan karena minim durasi pada mata pelajaran agama Islam dan kurang latihan dalam tata cara berwudhu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan tata cara berwudhu pada anak tunagrahita ringan di kelas D.IV (DN dan FJ) melalui model pengajaran langsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilakukan dalam bentuk kolaborasi. Kegiatan penelitian dilakukan dua siklus dengan dua belas kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak tunagrahita ringan dalam berwudhu. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa model pengajaran langsung dapat meningkatkan kemampuan tata cara berwudhu bagi anak tunagrahita ringan kelas D.IV di SLB YPAC Sumbar Padang.
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan ditemukan anak tunagrahita ringan di kelas D.IV yang belum mampu berwudhu. Hal ini disebabkan karena minim durasi pada mata pelajaran agama Islam dan kurang latihan dalam tata cara berwudhu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan tata cara berwudhu pada anak tunagrahita ringan di kelas D.IV (DN dan FJ) melalui model pengajaran langsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilakukan dalam bentuk kolaborasi. Kegiatan penelitian dilakukan dua siklus dengan dua belas kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak tunagrahita ringan dalam berwudhu. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa model pengajaran langsung dapat meningkatkan kemampuan tata cara berwudhu bagi anak tunagrahita ringan kelas D.IV di SLB YPAC Sumbar Padang
Keterampilan Membuat Gantungan Kunci Manik-Manik Melalui Metode Practice Rehearsal Pairs Pada Anak Tunarungu
Permasalahan yang ditemukan di SLB Luak Nan Bungsu pada anak tunarungu kelas VIII yang menggunakan metode ceramah, mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam membuat gantungan kunci manik-manik. Peneliti ingin meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat gantungan kunci manik-manik melalui metode practice rehearsal pairs.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri II siklus. Setiap siklus terdiri dari enam kali pertemuan tatap muka dan di setiap pembelajaran dilakukan evaluasi.
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan peningkatan kemampuan membuat keterampilan gantungan kunci manik-manik secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan (assessment) M 33,3%, S 50%, J 20,8%, dan E 62,5%. Siklus I M 62,5%, S70,8 %, J 45,8%, dan E 75%. Siklus II nilai bertambah menjadi M 83,3%, S 83,3%, J 75%, dan E 100%.
Dapat disimpulkan metode practice rehearsal pairs dapat meningkatkan keterampilan membuat gantungan kunci manik-manik bagi anak tunarungu