e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Not a member yet
292 research outputs found
Sort by
Karakter Gelombang Laut di Teluk Love Watu Ulo Kabupaten Jember saat Musim Peralihan I Tahun 2023: Character of Ocean Waves in Love Coastal Bay Watu Ulo Jember District during Transitional Season I in 2023
Studi ini diarahkan untuk mengevaluasi karakter gelombang di Teluk Love, Watu Ulo, Jember pada musim transisi pertama Tahun 2023. Mengingat bahwasanya di perairan ini banyak aktifitas yang dilakukan masyarakat sekitar diantaranya pariwisata dan proses tambat labuh perahu nelayan dalam rangka bongkar muat hasil tangkapan ikan. Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh gelombang besar dan kuat, dibutuhkan perencanaan pantai yang matang dan desain infrastruktur yang efektif untuk meminimalisir erosi serta meningkatkan proteksi bagi penduduk setempat dan pengunjung. Pendekatan yang diambil adalah evaluasi data dari arsip CMEMS Marine Copernicus yang diolah menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV). Hasil studi ini menunjukkan bahwa selama musim peralihan I (Maret-April-Mei) tahun 2023 di perairan Teluk Love Watu Ulo Jember, gelombang signifikan tertinggi adalah 1,81m dan yang terendah adalah 0,52m, keduanya terjadi pada bulan April 2023
Rancang Bangun Alat Penentu Jarak di Bawah Air Menggunakan Metode USBL (Ultra Short Base Line) dengan Microkontroler Raspberry Pico dan Sensor Piezoelectric: Design and Construction of A Tool for Determining Underwater Distance Using USBL (Ultra Short Base Line) Method with Raspberry Pico Microcontroller and Piezoelectric Sensor
Ketergantungan pada peralatan impor dalam survei hidrografi dan eksplorasi bawah air mengindikasikan kebutuhan mendesak untuk mengembangkan teknologi penentu jarak bawah air yang mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem penentu jarak bawah air menggunakan metode USBL (Ultra Short Base Line) dengan Microkontroller Raspberry Pico dan sensor Piezoelectric, yang dapat memberikan solusi praktis dan ekonomis dalam survei bawah air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan perancangan, pembuatan, dan pengujian prototipe yang terdiri dari dua komponen utama: transmitter (Tx) yang mengirimkan sinyal akustik, dan receiver (Rx) yang menerima dan mengukur waktu tempuh sinyal tersebut untuk menentukan jarak. Pengujian dilakukan di kolam renang pada jarak 2 meter, 5 meter, dan 15 meter, dengan pengukuran dilakukan menggunakan osciloskop dan software Matlab untuk analisis data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototipe dapat bekerja sesuai prinsip USBL, namun terdapat perbedaan akurasi pada jarak yang berbeda, dengan kesalahan rata-rata sebesar 0,2 m pada jarak 2 meter, 0,4 m pada 5 meter, dan 1,9 m pada 15 meter. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem penentu jarak yang dikembangkan memiliki potensi besar untuk aplikasi praktis, namun masih memerlukan peningkatan lebih lanjut dalam hal akurasi, terutama dalam pengembangan algoritma perhitungan dan stabilisasi frekuensi sinyal. Optimalisasi pada komponen elektronik, seperti penguatan sinyal dan penggunaan filter band-pass, juga disarankan untuk memperbaiki performa sistem
Pengaruh Kondisi Oseanografi Terhadap Laju Korosi Plat Baja KI-A Di Perairan Teluk Banten Pada Musim Peralihan II: The Influence of Oceanographic Conditions on The Corrosion Rate of KI-A Steel Plates in Banten Bay Coastal Waters During The Second Transitional Season
Teluk Banten merupakan kawasan pesisir yang berkembang dengan beragam aktivitas, seperti perikanan, transportasi, pembangunan pemukiman pesisir, dan ekspansi industri. Penggunaan baja sebagai bahan utama pada kapal-kapal yang beroperasi di Teluk Banten menjadi perhatian, karena paparan air laut menyebabkan korosi pada lambung kapal. Parameter oseanografi seperti temperatur, konduktivitas, salinitas, arus, dan pasang surut memiliki pengaruh langsung terhadap laju korosi pada plat kapal. Pemahaman mengenai kondisi oseanografi sangat penting sebagai langkah untuk pengelolaan dan perlindungan wilayah pesisir dan laut. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi pada plat kapal pada musim peralihan II (September - November) terhadap faktor oseanografi seperti temperatur, konduktivitas, salinitas, arus, dan pasang surut di perairan Teluk Banten. Data yang digunakan berdasarkan data primer yang diperoleh dari perendaman plat baja KI-A di dermaga pulau lima perairan teluk Banten selama 28 hari (672 jam) dengan pengecekan dan pengambilan data menggunakan CTD (Conductivity Temperature and Depth), Current meter dan Tide Master selama 4 kali setiap minggu. Hasil menunjukkan bahwa waktu perendaman berperan signifikan dalam meningkatkan laju korosi, dengan perubahan visual pada spesimen dari abu-abu menjadi kehitaman dan kecoklatan, serta munculnya lubang akibat korosi pitting. Berat spesimen mengalami penurunan sebesar 1,260 gram setelah perendaman. Kondisi arus maksimum sebesar 0,18 m/s dan arus pasut maksimum 0,17 m/s yang bergerak dari arah barat laut, serta pasut dengan tipe campuran condong harian ganda pada musim peralihan II (September-Oktober 2024), laju korosi pada spesimen baja KI-A tercatat sebesar 0,4270 mmpy dalam kurun waktu 672 jam perendaman. Hasil ini memberikan pandangan mendalam tentang hubungan antara faktor oseanografi dan laju korosi pada struktur baja di perairan Teluk Banten
Karakter Oksigen (O₂) Terlarut di Perairan Selat Madura Tahun 2022 : Characteristics of Dissolved Oxygen (O₂) in Madura Strait Coastal Waters in 2022
Selat Madura adalah perairan laut yang terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Madura di Indonesia. Letaknya strategis karena menghubungkan Laut Utara Jawa Timur dengan Laut Bali di sisi timur selat. Oksigen terlarut (DO) adalah oksigen (O2) yang terlarut dalam air laut. Oksigen terlarut dalam air sama halnya dengan tekanan parsial O2 di atmosfer. Selat Madura salah satu wilayah penangkapan ikan (fishing ground) komoditas pelagis besar maupun komoditas ikan pelagis kecil. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar oksigen terlarut pada Selat Madura selama Januari, April, Juli dan Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan datasets yang diunduh dari CMEMS Marine copernicus dengan produk data yang diambil adalah dari arsip Global Ocean Blogeochemistry Hindcast. Penelitian ini menemukan informasi bahwa pada puncak musim barat (Januari) rata-rata kadar oksigen 8 mg/L, pada musim peralihan 1 (April) rata-rata kadar oksigen 9 mg/L, pada puncak musim timur (Juli) rata-rata kadar oksigen 9 mg/L dan pada musim peralihan 2 (Oktober) rata-rata kadar oksigen 7 mg/L. Jadi perairan di Selat Madura berdasarkan kondisi kandungan oksigen terlarut pada tahun 2022 dapat dikategorikan sebagai perairan yang sangat teroksigenasi, dimaan perairan di Selat Madura mengindikasikan bahwa lingkungan sangat mendukung kehidupan organisme laut yang membutuhkan oksigen untuk bernapas dan melakukan fungsi fisiologis biota laut dengan optimal. Kadar oksigen yang tinggi di laut sangat penting untuk menjaga ekosistem laut yang sehat dan beragam
Studi Karakteristik Propagasi Akustik Bawah Air di Selat Makassar dengan Menggunakan Software Monterey – Miami Parabolic Equation: Underwater Acoustic Propagation Study in Makassar Straits using Monterey – Miami Parabolic Equation Software
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau. Diantara pulau-pulau tersebut terdapat banyak selat penting bahkan empat diantaranya merupakan selat (choke point) terpenting di dunia, salah satunya adalah Selat Makassar. Sebagai selat penting Indonesia harus memiliki kontrol terhadap selat tersebut. Dalam aspek kemiliteran salah satu kontrol yang harus dimiliki adalah kontrol terhadap kapal selam asing yang mencoba masuk ke wilayah indonesia secara ilegal melalui Selat Makassar antara lain dengan memasang alat deteksi bawah air di perairan tersebut. Untuk mendukung hal tersebut perlu dilakukan penelitian terkait karakteristik propagasi akustik di perairan itu dengan melakukan pemodelan akustik. Salah satu pemodelan propagasi akustik adalah metode parabolic equation dengan perangkat lunak MMPE. MMPE merupakan suatu software hasil pengembangan dari The Shallow Water Acoustic Modeling 1999 yang menguji kemampuan berbagai model propagasi gelombang akustik, dengan memberikan suatu gangguan yang mendekati kondisi aslinya dengan menggunakan persamaan parabolik yang diturunkan dari metode Split Step Fourier (SSF) yang solusinya mempunyai kestabilan dan tingkat akurasi yang cukup tinggi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data kecepatan suara pada stasiun penelitian CTD di Selat Makassar bagian utara di mana pada bagian tersebut merupakan bagian tersempit di Selat Makassar. Penelitian dilakukan dengan mengambil data kecepatan suara yang akan dijadikan input masukan program MMPE. Selanjutnya pemodelan dilakukan dengan membuat dua simulasi propagasi akustik dengan sumber suara diletakkan pada sisi P. kalimantan dan yang kedua dari sisi P. Sulawesi. Dari hasil pemodelan yang dilakukan dengan menggunakan sumber akustik pada sisi P. Kalimantan menunjukkan bahwa masih terdapat daerah bayangan propagasi suara (shadow zone) yang cukup besar, demikian halnya pada simulasi yang menempatkan sumber suara pada sisi P. Sulawesi. Hal ini dimungkinkan karena jarak yang relatif jauh sehingga propagasi akustik mengalami penurunan intensitas suara yang besar
Massa Air di Laut Maluku Berdasarkan Data Observasi Opssurta ALKI III “Laut Maluku” dan Data Model Global: Characteristics of The Seawater Mass in The Maluku Sea Based on Observation Data of Opssurta ALKI III Maluku Sea and Global Model Data
Laut Maluku merupakan salah satu perairan yang ada di Indonesia dengan kondisi topografi dasar laut yang beraneka ragam, memiliki kedalaman laut hingga 4000 meter dan berbatasan dengan Samudera Pasifik sehingga memiliki karakteristik massa air laut yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat distribusi massa air, dan untuk mengevaluasi distribusi suhu, salinitas serta densitas yang mencirikan massa air di Laut Maluku dari hasil penelitian dengan data model global CMEMS (Copernicus Marine Environment Monitoring Service). Penggambaran variabel massa air dari data model global dan observasi Opssurta ALKI III Laut Maluku tersebut dilakukan dengan perangkat lunak ODV V.5.7.1 untuk mengklasifikasikan jenis massa air berdasarkan daerah asalnya. Hasil penelitian menunjukan jenis massa air yang didapat antara kedua data yang didominasi oleh 3 jenis massa air yaitu massa air yang berasal dari Samudera Pasifik Utara berupa Western South Pacific Central Water dengan karakteristik suhu 6°-22°C dan salinitas 34,5-35,8 psu, massa air yang berasal dari Samudera Pasifik Selatan berupa Eastern South Pacific Central Water dengan karakteristik suhu 8°-24°C dan salinitas 34,4-36,4 psu, North Pacific Equatorial Water dengan karakteristik suhu 6°-16°C dan salinitas 34,5-35,2 psu
Studi Eksperimen Indeks El Niño Southern Oscillation & Indian Ocean Dipole di Indonesia dengan Memanfaatkan Oceanic Niño Index dan Dipole Mode Index (Studi Kasus: Tahun 2009 – 2020): Experimental Study Of The Coupling Between The El Niño Southern Oscillation Index and The Indian Ocean Dipole in Indonesia Utilizing The Oceanic Niño Index and Dipole Mode Index (Case Study: 2009 – 2020)
Interaksi antara laut dan atmosfer Benua Maritim Indonesia dengan kondisi yang terjadi pada Samudera Pasifik dan Hindia adalah sangat kuat. Fenomena yang sangat mempengaruhi Indonesia diantaranya adalah El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD). Indeks yang digunakan, secara teoritik, untuk menyatakan fase ENSO dan IOD sangat beragam, seperti DMI, Nino 3.4, ONI, dan sebagainya. Artikel ini menyajikan studi eksperimental tentang kopling Indeks antara ONI, DMI dan SPL. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data bulanan SPL Indonesia yang diambil dari situs NASA Oceancolor, data indeks ONI dan DMI yang diambil dari situs NOAA, dan peta SPL dan angin ekuatorial yang disediakan oleh situs IRI. Hasil riset menunjukkan bahwa saat fase El Niño/IOD positif, angin dan massa air hangat bergerak menjauhi Indonesia pada kedua samudera. Sedangkan pada fase La Niña/IOD negatif terjadi hal sebaliknya. Ada dua teori yang bisa mendeskripsikan korelasi ENSO dengan IOD, pertama ENSO dapat mempengaruhi keberadaan IOD serta intensitasnya. kedua IOD dapat terbentuk dengan sendirinya tanpa ada pengaruh dari aktivitas ENSO. Indeks baru berupa modifikasi yang didapatkan menggunakan metode korelasi, pada eksperimen ini, belum bisa digunakan untuk menentukan fase ENSO dan IOD. Namun, hasil eksperimen berupa kopling indeks menggunakan metode anomali memiliki hasil menjanjikan untuk digunakan dalam penentuan fase ENSO dan IOD untuk wilayah Indonesia, walaupun perlu dilakukan studi lebih lanjut dengan dengan data yang lebih panjang
Pembuatan Electronic Navigational Chart (ENC) menggunakan Caris S-57 Composer di Perairan Selat Alas Nusa Tenggara Barat: Creation of Electronic Navigational Chart (ENC) using Caris S-57 Composer in The Waters of Alas Strait West Nusa Tengara
Pelabuhan Labuhan Haji dibangun bertujuan untuk mengantisipasi padatnya aktivitas di Pelabuhan Lembar yang terletak di Lombok Barat dan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Belum tersedianya ENC di Selat Alas dengan Sekala Approach. Selain itu berdasarkan monitoring pergerakan kapal melalui marinetraffic lalu lintas kapal di Selat Alas cukup ramai. Sehingga perlu kiranya untuk melakukan pembuatan ENC di Selat Alas. ENC merupakan peta elektronik atau peta digital yang dapat di akses dengan perangkat ECDIS sehingga dapat menampilkan informasi yang terdapat pada peta laut. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui tahapan pembuatan ENC dengan sekala 1:45.000 menggunakan Caris S-57 Composer 4.1. Metode yang digunakan dalam pembuatan ENC ini dengan cara mengcapture objek Point, Line, Area pada LLT, PLI dan Citra Satelit, menggunakan Software Caris S-57 Composer 4.1 sesuai dengan ketentuan dokumen-dokumen spesifikasi produk ENC, S-52, S-57, S-58, S-65. Hasil dari proses capture selanjutnya dilakukan proses validasi dengan Caris S-57 Composer 4.1 sampai tidak terdapat nilai kesalahan yang muncul (Critical Errors, Errors, Warnings). Agar mendapatkan produk Cell ENC yang maksimal yang merupakan bagian dari Quality Assurance, dilaksanakan validasi pembanding menggunakan Software SevenCs Analyzer yang berbasis S-58 yang bertujuan untuk memastikan pada produk ENC yang dihasilkan sudah bebas dari nilai kesalahan. Pembuatan ENC dengan ID4263R2 sekala 1 : 45.000 di peraian Selat Alas Nusa Tenggara Barat sudah terpenuhi. Dalam proses validasi pada pembuatan ENC dilaksanakan dengan mengunakan dua software, yaitu Caris S-57 Composer 4.1 dan SevenCs Analyzer
Kajian Perawatan Kolam Pelabuhan dalam Aspek Hidro-Oseanografi (Studi Kasus Dermaga Sunda Pondok Dayung): Study on Port Pool Maintenance in Hydro Oeanography Aspects (Case Study on Sunda Piers Pondok Dayung)
Salah satu pangkalan yang sangat strategis di jajaran TNI AL yaitu Pangkalan TNI AL Pondok Dayung yang terletak di Ibukota Jakarta yang merupakan pangkalan paling strategis yang tidak hanya digunakan sebagai tempat berlabuhnya bagi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di bawah jajaran Komando Armada RI Kawasan Wilayah I (Koarmada I) dan Kapal TNI Angkatan Laut (KAL) di bawah Pangkalan Utama TNI AL III (Lantamal III) Jakarta. Dalam melaksanakan perawatan suatu pangkalan TNI AL diperlukan pengetahuan yang salah satunya adalah kedalaman suatu perairan, merujuk hal tersebut penelitian ini dilakukan dengan analisis data multibeam echosounder, karakteristik hidrodinamika dan laju pendangkalan di area tersebut yang sangat penting sebagai acuan navigasi untuk manuver kapal juga dalam perencanaan kegiatan pengerukan di perairan Kolam Dermaga Sunda TNI AL Pondok Dayung. Untuk mengetahui karakteristik hidrodinamika yaitu dengan metode pemodelan numerik menggunakan software MIKE-21 yang dapat memvisualisasikan kondisi di lapangan. Dalam simulasi pemodelan ini, arus dibangkitkan oleh interaksi pasang surut. Berdasarkan hasil simulasi model dengan inputan data parameter batimetri, garis pantai dan pasang surut menunjukkan karakteristik pola arus di area penelitian lebih didominasi oleh pengaruh pasang surut dan morfologi bentuk garis pantai/pelabuhan. Data penelitian ini berupa data primer yang dilaksanakan pada musim timur periode tanggal 22 Juli s.d. 5 Agustus 2022. Hasil validasi dengan data elevasi pasang surut dari stasiun pasut Pondok Dayung milik Badan Informasi Geospasial (BIG), didapat hasil simulasi model pada tanggal 15 Januari s.d. 15 Februari 2022 sebagai bulan perwakilan musim barat memiliki nilai RMSE yang baik yaitu 0,100456 dengan nilai korelasi 0,9047. Selanjutnya pada periode tanggal 21 Juli s.d. 5 Agustus 2022 sebagai bulan perwakilan musim timur memiliki nilai RMSE yang baik yaitu 0,120279 dengan nilai korelasi 0,8327. Kemudian hasil validasi data arus model dengan data arus lapangan pada periode tanggal 21 Juli s.d. 5 Agustus 2022 memiliki nilai RMSE yang baik yaitu 0,014834 dengan nilai korelasi 0,6746. Tingkat laju pendangkalan pada musim barat sebesar 10,6 cm dan laju pendangkalan pada musim timur sebesar 9,2 cm menghasilkan total laju pendangkalan sebesar 19,8 cm akumulasi per tahun dan akan terjadi pendangkalan 1 m dalam waktu ± 5 tahun. Adapun kedalaman rata-rata di area kolam Dermaga Sunda yaitu 8 meter. Apabila terjadi pendangkalan sebesar 3 meter mengakibatkan kedalaman menjadi 5 meter. Sehingga estimasi pelaksanaan perawatan pengerukan sekitar 15 tahun ke depan dengan asumsi draft kapal paling dalam yaitu KRI jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan draft 4,5 meter
Pembangunan Ekoregion Laut Provinsi Jawa Timur (Level-3) Berdasarkan Parameter Hidrooseanografi: Building Up Marine Ecoregion of East Java Province by Hydro-Oceanography Parameters
Potensi serta keanekaragaman hayati yang tinggi di Provinsi Jawa Timur memerlukan perlindungan dari berbagai macam ancaman serta pengelolaan lingkungan hidup yang baik. Salah satu acuan yang dapat digunakan dalam perencanaan PPLH adalah pembuatan wilayah ekoregion. Pembangunan ekoregion laut memiliki peran dalam pembuatan kategori wilayah berdasarkan ciri dan karakteristik perairan. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan agar dapat mempermudah dalam menentukan langkah yang tepat dalam penetapan PPLH, terutama di Provinsi Jawa Timur. Pembuatan Ekoregion Laut (E.L) Jawa Timur dilakukan melalui 2 tahap, yaitu tahap delineasi dan tahap deskripsi. Pada tahap delineasi, E.L Jawa Timur menghasilkan 11 sub-ekoregion level-3 baru di sekitar perairan Jawa Timur. Pada tahap deskripsi, Perairan Jawa Timur memiliki nilai kadar Oksigen terlarut 4,02-4,98 Mg/L, Klorofil 0,11-0,90 Mg/L, pH 8,01-8,51, Suhu 27,63-28,82 °C, Salinitas 32,65-34,01 ppt. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan berbentuk pengendalian terhadap kerusakan lingkungan, arahan dalam pemanfaatan sumberdaya alam maupun informasi mengenai karakteristik perairan serta menjadi unit analisis dalam menetapkan daya dukung dan daya tampung lingkungan