e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Not a member yet
    292 research outputs found

    Tinjauan Model Kadaster Kelautan dalam Perspektif Pertahanan dan Keamanan Laut (Studi Kasus Selat Madura) : Overview of the Marine Cadastre Model in the Perspective of Maritime Defense and Security (Madura Strait Case Study)

    No full text
    Selat Madura memiliki potensi sumber daya laut saat ini dipandang sebagai peluang Indonesia sebagai negara berkembangdalam membangun keunggulan di wilayah pesisir dan kelautan. Maka perlu dibangun pola penyelenggaraan kadaster kelautan dalam konsep Indonesia sebagai negara kepulauan. Pola penyelenggaraan kadaster kelautan di Indonesia dibangun melalui kajian definisi-definisi kadaster kelautan serta membangun definisi kadaster kelautan untuk Indonesia sebagai negara kepulauan kemudian mengimplementasikan definisi kadaster kelautan ke dalam wilayah studi penelitian yaitu penyelenggaraan kadaster kelautan perspektif pertahanan dan keamanan laut di Indonesia. Implementasi definisi kadaster kelautan dapat digunakan sebagai perumusan penyelesaian permasalahan/konflik dalam pengelolaan sumber daya kelautan yang terjadi di Selat Madura Provinsi Jawa Timur; Model penyelenggaraan kadaster kelautan meliputi (tahap perencanaan, tahap pemanfaatan dan tahap pengawasan) menjadikan kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya kelautan bersistem dan terpadu yang digunakan sebagai dasar acuandalam perumusan kebijakan untuk  mewujudkan penyelenggaraan kadaster kelautan di Selat Madura

    Halaman Depan Jurnal Hidropilar Vol 4 No 1

    No full text

    Pembangunan Purwarupa Alat Ukur Gelombang Menggunakan Sensor Tekanan Dilengkapi Telemetry : Construction of a Prototype of Wave Measurement Tool Using a Pressure Sensor Equipped with Telemetry

    No full text
    Data gelombang dan data pasang surut merupakan data yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, diantarannya dalam bidang hidrografi, oseanografi, proyek rekayasa, perikanan, pariwisata dan penanggulangan bencana. Hal ini menimbulkan konsekuensi atas ketersediaan alat ukur gelombang dan pasang surut dalam skala besar, praktis, ekonomis, gelombang dan pasang surut sensor pressure yang dilengkapi dengan telemetri sehingga dapat memenuhi kebutuhan tersebut serta mewujudkan kemandirian teknologi dalam negeri. Pembuatan alat ukur tersebut dilaksanakan dengan menggunakan microcontroller Arduino mega, sensor tekanan silikon piezoresistif TMC19-100 bar G1602s, serta dilengkapi perangkat telemetri yang menggunakan Modem GSM. Alat di ujicoba di pantai putri duyung ancol selama 3 hari mulai tanggal 28 November sampai dengan 30 Nopember 2018 dengan alat pembanding RBR Duo dan Tide Master. Data pengamatan dari ketiga alat diolah dan dianalisa akurat dan akses data yang cepat. Dalam penelitian ini penulis bermaksud membuat prototype alat ukur dengan hasil data dibandingkan sehingga memiliki selisih dari ketiga alat tersebut yang kemudian dijadikan referensi untuk pengembangan alat kedepannya

    Pengolahan Data MBES Menggunakan Perangkat Lunak Caris Hips Sips 9.0 Studi Kasus Perairan Tg. Kubu Kepulauan Riau: MBES Data Processing Using Caris Hips Sips 9.0 . Software Case Study of Tg. Riau Islands stronghold

    No full text
    Teknologi survei kelautan khususnya survei batimetri mengalami pekembangan yang cukup pesat. Hal ini diharapkan akan meningkatkan kualitas survei terutama dalam hal efesiensi waktu dan resolusi data. Multibeam Echosounder mampu memberikan informasi dasar laut dalam bentuk 3D (tiga dimensi) sehingga dapat mempermudah dalam interpretasi terhadap bentuk topografi dan objek dasar laut. Multibeam Echosounder merupakan suatu instrument yang dapat memetakan (mendapatkan data rekaman) lebih dari satu titik lokasi di dasar perairan dalam satu kali pengambilan data dan mempunyai kemampuan perekaman dengan resolusi yang tinggi daripada Echosounder konvensional, sehingga daerah dasar laut yang cukup luas dapat ditentukan kedalamnya dalam satu sapuan. Pengolahan data Multibeam Echosounder menggunakan perangkat lunak Caris Hip Sips 9.0 dapat mengolah data dalam jumlah besar, dan hasil pengolahan data menggunakan perangkat lunak Caris Hips Sips 9.0 memiliki tingkat ketelitian yang baik dan menghasilkan data kedalaman yang representatif

    Perbandingan Konstanta Harmonik Antara Suhu Permukaan Laut Dan Pasang Surut di Perairan Tanimbar: Comparison of Harmonic Constants Between Sea Surface Temperature and Tides in Tanimbar Waters

    No full text
    Jenis penelitian yang dilakukan dalam penulisan tugas akhir ini adalah komparasi (perbandingan) dengan tujuan untuk mendapatkan karakteristik berdasarkan analisis konstanta harmonik dan mawar arahnya, serta untuk mengetahui tipe pasutnya. Sehingga dapat dicari kemungkinannya apakah tipe pasut dari konstanta harmonik hasil pengolahan data Suhu Permukaan Laut tersebut dapat digunakan sebagai alternatif untuk prediksi pasang surut ataukah tidak. Adapun data pasang surut diperoleh dari Stasiun Pasang Surut di Saumlaki milik Badan Informasi Geospasial. Proses pengolahan data Suhu Permukaan Laut dan Pasang Surut dilaksanakan dengan menggunakan perangkat lunak t_tide-v1.3beta sampai dengan mendapatkan 9 (sembilan) konstanta harmonik yang biasa dipakai dalam survei Pushidrosal, yang terdiri dari konstanta Harian Ganda (M2, S2, N2, K2), konstanta Harian Tunggal (K1,O1, P1) dan konstanta Perairan Dangkal (M4, MS4). Secara umum berdasarkan analisis harmonik, 9 konstanta harmonik diperoleh dari hasil pengolahan kedua data utama. Namun, untuk konstanta harmonik K2 dari data SPL adalah tidak signifikan, sedangkan konstanta harmonik M4 dari data pasang surut adalah yang tidak signifikan. Kedua konstanta harmonik tersebut tidaklah berpengaruh terhadap penentuan tipe pasut. Secara eksperimental, dengan asumsi nilai amplitudo konstanta harmonik adalah sebagai nilai indek tidak bersatuan, berdasarkan selisih indeks konstanta pasang surut dikurangi indeks elevasi suhu permukaan laut maka tipe pasang surut di Tanimbar adalah campuran condong ke harian ganda. Tipe tersebut sama dengan tipe pasut yang dihasilkan oleh konstanta harmonik berdasarkan data pasut

    Upgrade Prototype Alat Ukur Pasut Sensor Ultrasonic dengan Perangkat Telemetri Menggunakan Modem GSM: Upgrade Prototype of Ultrasonic Sensor Tidal Meter with Telemetry Device Using GSM Modem

    No full text
    Data pasang surut merupakan data yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, diantarannya bidang hidrografi, oseanografi, proyek rekayasa, perikanan, pariwisata dan penanggulangan bencana. Hal ini menimbulkan konsekuensi atas ketersediaan alat ukur pasang surut dalam skala besar, praktis, ekonomis, akurat dan akses data yang cepat. Dalam penelitian ini penulis bermaksud meningkatkan kemampuan prototype alat ukur pasut sensor ultra sonic yang sudah ada sehingga dapat memenuhi kebutuhan tersebut serta mewujudkan kemandirian teknologi dalam negeri. Upgrade tersebut dilaksanakan dengan menggunakan microcontroller Arduino mega, sensor ultra sonic maxbotic MB7366 HRXL MaxSonar, serta menambahan perangkat telemetri menggunakan Modem GSM. Alat di uji coba di pantai marina ancol selama 15 hari mulai tanggal 27 Oktober sampai dengan 11 Nopember 2017 dengan alat pembanding palem dan Tide Master pressure. Data pengamatan dari ketiga alat  di olah dan dianalisa dengan hasil nilai korelasi R²= 0,997(Palem dengan Prototype), R²= 0,998 (Tide master dan prototype) dan regresi linier y=0,967x + 48,45 (Palem dengan Prototype), y= 0,890x + 149,8 (Tide master dan prototype), nilai Fomzhal (F) = (F ≥ 3,00) digolongkan kedalam tipe pasang surut harian tunggal. Selisih control vertikal Palem dengan prototype (MSL 0,8 cm, HHWL 0,5 cm dan LLWL 2,2 cm), Tide Master dengan prototype (Msl 1,7 cm , HHWL 4,8 cm dan LLWL 8,3 cm) dan konstansta harmonik Selisih tertinggi pada amplitudo sebesar 1,4 cm dan 8,6 ° pada fase. Data Tide Master dengan data prototype selisih tertinggi amplitudo sebesar 3,7 cm dan 5,3 ° pada fase

    Halaman Depan Vol 3 No 1

    No full text

    Prototype Alat Ukur Pasang Surut Menggunakan Sensor Infrared: Prototype of Tidal Measurement Tool Using Infrared Sensor

    No full text
    Dalam kegiatan pengukuran kedalaman akan dipengaruhi pasang surut air. Pasang surut menyebabkan terjadinya kesalahan pada hasil pengukuran kedalaman. Untuk mendapatkan hasil pengukuran kedalaman yang benar, harus dilaksanakan koreksi terhadap hasil pengukuran kedalaman yang masih mengandung kesalahan-kesalahan akibat gerakan pasang surut. Koreksi dapat dilakukan apabila nilai dari pasang surut diketahui. Pada tugas akhir ini, akan dibuat sebuah prototype alat yang dapat mengukur pasang surut air di suatu daerah saat pelaksanaan pengukuran kedalaman, alat yang dibuat menggunakan sensor infrared yang mampu mengukur hingga jarak 5 meter

    Upgrade Prototype Alat Ukur Arus Sensor Reed Switch Dengan Perangkat Telemetri Menggunakan Modem GSM: Upgrade Prototype Current Meter Sensor Reed Switch With Telemetry Device Using GSM Modem

    No full text
    Pengamatan arus laut merupakan salah satu bagian survei yang dilaksanakan oleh pushidrosal dan menggunakan alat yang pada umumnya harganya mahal dan ketersediaan sparepart yang tidak mudah didapat dipasaran. STTAL mempunyai alat ukur arus laut yang sudah dibuat oleh alumni sebelumnya. dalam tugas akhir ini dilakukan peningkatkan kemampuan alat ukur arus tersebut dengan meningkatkan sensor, housing dan propeller, alat ini terdiri dari bagian mekanik yaitu propeller, sirip, housing dan bagian elektronik mikrokontroler ATMega1280, LSM303DLHC 3-Axis Accelerometer, telemetri dan reed switch. Pengujian dilakukan antara lain pengujian kekedapan di dermaga putri duyung dengan kedalaman 2.5m selama 3(tiga) hari dari tanggal 1 sampai 3 november 2017, perbandingan data didermaga 22 marina dengan alat ukur arus current meter valeport 106 selama 3(tiga) hari dengan kedalaman 1m dari tanggal 24 sampai 27 november 2017 dan di laksanakan uji kecepatan kalibrasi pusair bandung tanggal 23 november 2017

    Pembuatan Peta Laut Kertas Menggunakan Perangkat Lunak Caris GIS 4.5 (Studi Kasus Perairan Teluk Banten): Making Paper Sea Map Using Caris GIS 4.5 Software (Case Study of Banten Bay Waters)

    No full text
    Penulisan ini dilatarbelakangi oleh pembuatan peta laut di Pushidros TNI AL melalui beberapa tahapan dan proses agar menghasilkan peta laut yang sesuai standar S-4 IHO, tahapan dan proses tersebut menggunakan perangkat lunak Computer Aided Resource Information System Geographic Information System (CARIS GIS) 4.5. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari dalam pembuatan peta laut kertas menggunakan perangkat lunak CARIS GIS 4.5 sesuai kaidah S-4 IHO. Perangkat lunak CARIS GIS 4.5 merupakan perangkat lunak dengan tampilan yang sederhana yang mempunyai menu dan tool untuk memudahkan proses digitasi pada layar monitor (on screen) seperti titik, garis, dan area, yang mewakili informasi hidrografi yang akan disajikan kedalam peta laut. Tahapan dalam pembuatan peta laut kertas meliputi pengumpulan data, kompilasi, pembuatan peta laut (capturing), validasi manual dan cetak. Dengan menggunakan perangkat lunak CARIS GIS 4.5 akan menghasilkan peta laut kertas untuk kepentingan keselamatan dalam bernavigasi

    98

    full texts

    292

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇