e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Not a member yet
292 research outputs found
Sort by
Pembuatan Basis Data Sistem Informasi Geografis (SIG) Untuk Mendukung Perencanaan Survei Dan Pemetaan: Making Geographic Information System (GIS) Database To Support Survey Planning And Mapping
Dalam rangka mendukung kebutuhan informasi untuk keperluan perencanaan operasi survei dan pemetaan perlu di buat sistem informasi yang dapat menyimpan dan mengelola data berupa hasil dari survei dan pemetaan. Dengan kemajuan sistem informasi maka dapat digunakan untuk, menyimpan, menganalisa dan menampilkan informasi yang akurat. Penelitian pada penulisan ini adalah mempelajari proses pembuatan basis data berbasis SIG menggunakan perangkat lunak ArcGIS dengan tahapan pengolahan data meliputi editing, attributing dan penyimpanan data ke dalam personal geodatabase.. Hasil akhir dari proses pengolahan data yaitu data spasial dan non spsial dalam bentuk basis data berbasis SIG. Sehingga diharapkan dapat mendukung dalam menentukan suatu kebijakan untuk perencanaan operasi survei dan pemetaan secara cepat, akurat, dan efisien sehingga hasil yang di dapatkan sesuai dengan kebutuhan organaisasi
Verifikasi Data Gelombang Alat Luwes Dengan RBR Duo (Study Kasus di Perairan Ancol Jakarta Utara): Verification of Flexible Tool Wave Data with RBR Duo (Case Study in Ancol Waters, North Jakarta)
Pushidrosal sebagai lembaga resmi dalam pembuatan peta laut telah memiliki alat LUWES (Live Uninterrupted Water Sensor). Dengan modifikasi tertentu alat ini dapat mengukur gelombang air laut, sehingga perlu adanya verifikasi data dengan alat ukur gelombang lain yang telah baku yaitu RBR Duo. Metode pengukuran dilaksanakan dalam satu tempat secara bersama-sama. LUWES menggunakan sensor ultasonik dengan setting alat berada di dermaga dan pengambilan data dalam 1 detik menghasilkan 6 data, sedangkan RBR Duo menggunakan sensor tekanan berada didalam laut dan pengambilan data dalam 10 menit menghasilkan 1 data. Verifikasi dilakukan pada parameter data tinggi gelombang rata-rata, dimulai dengan sinkronisasi waktu dan menggunakan metode perataan fase dalam pengolahan data. Penentuan gelombang LUWES dihasilkan dari tinggi air sebenarnya dikurangi data LUWES rata-rata, selain itu dilaksanakan filtering nilai puncak gelombang dan nilai lembah gelombang untuk menghasilkan tinggi gelombang rata-rata. verifikasi data tinggi gelombang rata-rata dua alat menunjukan sebaran data yang bergerak sejajar dan relatif sama. Nilai regresi linear sebesar 0.924 yang menggambarkan hubungan data yang dihasilkan kedua alat mendekati sempurna. Gelombang representatif alat LUWES mendapatkan H ave = 0,039 m, Hs = 0.70 m, dan H max = 0.122 m sedangkan alat RBR Duo mendapatkan H ave = 0.037 m, Hs = 0.073 m dan H max = 0.134 m. Dengan verifikasi tersebut maka alat LUWES dapat mengukur pasang surut gelombang permukaan air laut
Pembuatan ENC Menggunakan Perangkat Lunak Caris S-57 Composer 2.4 (Studi Kasus Perairan Teluk Banten) : Making ENC Using Caris S-57 Composer 2.4 Software (Case Study of Banten Bay Waters)
Menurut konvensi Safety of Lifeat Sea (SOLAS), semua kapal harus memiliki peta laut navigasi elektronik (ENC) dengan menggunakan Electronic Chart Display and Information System (ECDIS) sesuai standar IHO S-57 yang akan berlaku pada tahun 2018. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pembuatan ENC adalah tersedianya peta laut navigasi elektronik Teluk Banten yang sesuai dengan standar produk ENCS-57 edisi3.1. Kegiatan pembuatan ENC menggunakan data peta laut Indonesia nomor 98 Teluk Banten skala 1:25.000 edisi bulan mei tahun 2015 dalam format *.bmp yang diperoleh dari Dinas Peta Pusat Hidrografi dan Oseanografi.Metode yang digunakan adalah dengan mendigitasi langsung peta laut raster menggunakan perangkat lunak Caris S-57 Composer 2.4.Hasildari proses digitasi tersebut dikoreksi dengan optimasi,validasi dan analisa sesuai refensi S-58 sampai tidak ada nilai kesalahan yang muncul. Tampilan ENC sesuai dengan dokumen ENCS-52,sehingga peta ENC dapat digunakan pada ECDIS sebagai sarana bantu navigasi elektronik.ENC Teluk Banten telah tersedia sehingga dapat digunakan oleh berbagai macam jenis kapal yang telah menggunakan ECDIS untuk berlayar didaerah tersebut
Pengelolaan Data Batimetri Menggunakan Perangkat Lunak Caris Bathy Database (BDB) Versi 4.2: Bathymetric Data Management Using Caris Bathy Database (BDB) Software Version 4.2
Penulisan ini dilatarbelakangi oleh penyimpanan data multibeam echosounder MBES di PUSHIDROSAL melalui beberapa tahapan dan proses agar menghasilkan data MBES yang sesuai standar S-57 IHO, tahapan dan proses tersebut menggunakan perangkat lunak Computer Aided Resource Information System Bathy DataBASE (CARIS BDB) 4.2. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari dalam pengelolaan data MBES menggunakan perangkat lunak CARIS BDB 4.2 sesuai kaidah S-57 IHO. Perangkat lunak CARIS BDB 4.2 merupakan perangkat lunak dengan tampilan yang sederhana yang berfokus pada penyimpanan validasi data batimetri multibeam. Tahapan dalam pengelolaan data MBES meliputi Interpolasi, generalisasi, pembuatan garis contour (contouring), pembuatan area kedalaman (depth area) sounding dan penyimpanan data MBES ke dalam Database. Dengan menggunakan perangkat lunak CARIS BDB 4.2 akan menghasilkan data MBES sesuai standard S-57 IHO sebagai bahan kompilasi data dalam pembuatan peta laut
Pengolahan Data Bathymetry Dan Side Scan Sonar System Edgetech 6205 Untuk Pemetaan Kondisi Permukaan Dasar Laut (Studi Kasus Perairan Tanjungkubu, Kepulauan Riau): Bathymetry Data Processing And Side Scan Sonar System Edgetech 6205 For Mapping Seabed Surface Conditions (Case Study of Tanjungkubu Waters, Riau Islands)
Pemetaan kondisi permukaan dasar laut di daerah-daerah kritis seperti alur masuk pelabuhan, tempat berlabuh kapal-kapal, jalur pipa serta kabel bawah laut sering digunakan perpaduan beberapa alat survei yang berbeda seperti kombinasi penggunaan alat survei batimetri dan Side Scan Sonar (SSS) secara terpisah maupun dalam satu sounding boat.
Dengan kemajuan teknologi peralatan survei batimetri, kini telah hadir peralatan survei Edgetech 6205 yang dapat menghasilkan output dua data dalam proses akuisisinya yaitu data Multibeam Echosounder (MBES) dan SSS. Proses akuisisinya telah dilaksanakan oleh tim survei PT. Pageo Utama di Perairan Tanjungkubu, Kepulauan Riau.
Tulisan ini membahas pengolahan data MBES dan SSS Edgetech 6205. Hasil pengolahan data MBES diperoleh data angka kedalaman, image seabed surface (*.tiff) dan objek dasar laut yang belum diketahui secara pasti. Sedangkan hasil pengolahan data SSS diperoleh citra (foto) fitur dasar laut (*.tiff) . Sapuan data MBES dan sapuan data SSS sangat representatif sehingga objek temuan hasil pengolahan data MBES dapat diverifikasi dan didigitasi untuk mendapatkan data posisi dari fitur dasar laut yang dianggap benar. Dari dua data tersebut diperoleh informasi yang cukup akurat tentang kondisi permukaan dasar laut yang berupa fitur dasar laut, angka kedalaman dan kontur
Komparasi Pengolahan Data Sub-Bottom Profile (SBP) Menggunakan 2 (dua) Perangkat Lunak Coda Survei Engine Seismic + dan Sonarwiz (Studi Kasus Perairan Utara Karawang Jawa Barat): Comparison of Sub-Bottom Profile (SBP) Data Processing Using 2 (two) Software Coda Survey Engine Seismic + and Sonarwiz (Case Study of Northern Waters Karawang, West Java)
Pemetaan menggunakan SBP adalah teknik penginderaan bawah permukaan yang secara umum menggunakan alat khusus yang memancarkan gelombang akustik yang memiliki sistem gelombang satu saluran (single channel) dan digunakan untuk menampilkan profil seismik dasar laut dangkal. Alat yang digunakan untuk memetakan lapisan dasar laut adalah Sub-Bottom Profile (SBP). Tugas Akhir ini akan memberikan penjelasan tentang proses pengolahan data Sub-Bottom Profile (SBP) menggunakan (Dua) Perangkat Lunak Coda Survei Engine Seismic+ dan Sonarwiz yang mengidentifikasi dan mengukur variasi dari lapisan-lapisan sedimen yang berada dibawah dasar permukaan dasar laut. Proses pengolahan data Sub-Bottom Profile (SBP) menggunakan (Dua) Perangkat Lunak Coda Survei Engine Seismic+ dan Sonarwiz untuk mendapatkan gambaran lapisan dibawah permukaan dasar laut (longitudinal profile), ketebalan lapisan sedimen (isopach) serta mendapat kan perbedaan kekurangan dan kelebihan antar (Dua) sofware tersebut
Studi Karakteristik Parameter Meteorologi dan Gelombang untuk Operasi Amfibi di Perairan Singkawang Kalimantan Barat: Study of Meteorological Parameters and Wave Characteristics for Amphibious Operations in Singkawang Waters, West Kalimantan
Operasi amfibi merupakan Operasi Gabungan TNI yang mengintegrasikan berbagai jenis kekuatan yaitu kapal, pesawat udara dan pasukan pendarat dalam suatu serangan terhadap pantai musuh dan/atau berpotensi dikuasai musuh dan bersifat kelautan. Oleh karena itu, dalam melaksanakan operasi amfibi dibutuhkan data kelautan untuk menunjang operasi tempur laut yaitu data tentang laut dan lingkungannya atau data Hidro-oseanografi sebagai produk Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI-AL (Pushidrosal). Untuk mendukung pemenuhan data-data tersebut, Pushidrosal telah mendirikan stasiun meteorologi permanen sistem telemetri dengan menggunakan peralatan Automatic Weather Station (AWS) yang mampu mengirim data online melalui sinyal GPRS, yang didirikan di daerah operasi dan latihan TNI-AL yang salah satunya didirikan di Singkawang Kalimantan Barat. Dengan adanya stasiun meteorologi permanen yang menggunakan sistem telemetri ini, Pushidrosal dapat mengumpulkan data meteorologi di daerah operasi dan latihan secara realtime dan termonitor langsung dari kantor Pushidrosal di Jakarta.
Data meteorologi yang didapatkan dari stasiun meteorologi antara lain berupa data temparatur/suhu udara, lembab nisbi, tekanan udara, radiasi matahari, curah hujan dan kondisi angin. Data-data tersebut merupakan parameter-parameter meteorologi atau biasa disebut parameter cuaca. Dengan melakukan pengamatan terhadap parameter-parameter tersebut tentunya akan diperoleh informasi cuaca di daerah pengamatan. Selain mendapatkan informasi cuaca dari pengamatan parameter-parameter tersebut, dengan melaksanakan pengolahan dari hasil pengukuran kondisi angin dapat dihitung tinggi gelombang perairan daerah penelitian. Kebutuhan data cuaca sebagai bagian dari Data Cumemu (Cuaca Medan Musuh) dalam tahapan perencanaan operasi tempur laut, menjadi tanggung jawab TNI AL khususnya Pushidrosal.
Pengolahan data hasil pengukuran stasiun meteorologi Pushidrosal di Singkawang akan memperlihatkan karakteristik cuaca berupa temparatur/suhu udara, lembab nisbi, tekanan udara, radiasi matahari, curah hujan dan kondisi angin di daerah Perairan Singkawang. Pengolahan dan perhitungan data kondisi angin akan menunjukkan kondisi tinggi dan periode gelombang di Perairan Singkawang. Data karakteristik cuaca, kondisi tinggi dan periode gelombang sangat dibutuhkan dalam membuat suatu perencanaan operasi dan latihan pendaratan amfibi, agar operasi dan latihan dapat berjalan dengan baik serta keselamatan personil dan material yang terpenuhi
Pemodelan Arus Pasut 2D Menggunakan Perangkat Lunak Mike21 Dengan Metode Flexible Mesh (Studi Kasus Perairan Dermaga TNI AL Pondokdayung Tanjung Priok Jakarta): 2D Tidal Flow Modeling Using Mike21 Software With Flexible Mesh Method (Case Study of Indonesian Navy Jetty Waters Pondokdayung Tanjung Priok Jakarta)
Simulasi pemodelan arus pasang surut dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak DHI MIKE 21 Flow Model FM untuk menentukan pola arus pasang surut di teluk Jakarta tepatnya diarea sekitar dermaga Angkatan laut Pondokdayung.
Penelitian ini dilakukan dengan dua studi kasus yaitu pertama studi kasus area terdapat Breakwater dan kedua studi kasus area tanpa Breakwater. Pemodelan dilakukan selama 29 hari melalui proses pengolahan data serta running program pada bulan Juni - Juli 2009.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut di area sekitar dermaga Angkatan Laut Pondokdayung yaitu harian tunggal dengan kondisi arus pada saat pasang adalah bergerak ke arah selatan (menuju pantai) sedangkan pada saat surut bergerak ke utara (menuju laut). Kecepatan arus di sekitar dermaga dengan kondisi tanpa breakwater yang dihasilkan yaitu kecepatan minimum 0.000474m/s, kecepatan maksimum 0.284475m/s dan kecepatan rata-rata 0.082768m/s. sedangkan Kecepatan arus di sekitar dermaga dengan kondisi terdapat breakwater yang dihasilkan yaitu kecepatan minimum 0.000733m/s, kecepatan maksimum 0.262460m/s dan kecepatan rata-rata 0.067088m/s