e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Not a member yet
    292 research outputs found

    Pembuatan Peta Tempur Gabungan Wilayah Situbondo Menggunakan Perangkat Lunak Caris Paper Chart Composer 2.1: Making a Combined Combat Map of the Situbondo Region Using Caris Paper Chart Composer 2.1 . Software

    No full text
    Peta Tempur Gabungan (PTG) dibuat untuk menyediakan informasi permukaan bumi sebagai bahan pendukung dalam kegiatan operasi atau latihan militer. Kegiatan pembuatan PTG melibatkan unsur - unsur peta darat, peta laut, dan peta aeronautika secara terpadu sesuai Petunjuk Teknis pembuatan Peta Tempur Gabungan Tentara Nasional Indonesia dan harus memberikan informasi yang sesuai kebutuhan pengguna. Pembuatan PTG di Pushidrosal saat ini menggunakan perangkat lunak CARIS GIS 4.5 dengan proses tahapan yang panjang dan waktu yang cukup lama. Caris Paper Chart Composer 2.1 (CARIS PCC 2.1) merupakan perangkat lunak yang mempunyai fungsi sama dengan CARIS GIS 4.5 dalam hal pembuatan peta laut. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah tersedianya PTG Situbondo yang sesuai dengan juknis pembuatan PTG TNI dengan proses tahapan pembuatan yang efektif dan efisien. Metode yang digunakan adalah dengan mendigitasi PTG Situbondo berupa raster menggunakan perangkat lunak CARIS PCC 2.1. Hasil digitasi tersebut dikoreksi dengan optimalisasi, validasi dan analisis hingga nilai kesalahan tidak ada yang muncul. PTG Situbondo yang telah sesuai dengan juknis pembuatan PTG TNI dapat digunakan oleh antar angkatan karena keberadaan PTG mutlak diperlukan untuk membantu pasukan darat, laut, dan udara

    Rezim Horisontal dan Vertikal Arus Monsun di Selat Sunda: Horizontal and Vertical Regime of Monsoon Flow in the Sunda Strait

    No full text
    Penggambaran pola arus secara horisontal dan vertikal  dilakukan  dengan  menggunakan  perangkat  lunak  ODV V.4.5.3, untuk menentukan pola arus horisontal dan vertikal di Selat Sunda. Penelitian ini dilakukan dengan dengan tujuan melakukan proses pengolahan dan menampilkan pola sirkulasi arus secara horisontal dan runtut waktu, melakukan proses pengolahan dan menampilkan pola sirkulasi arus vertikal dan runtut waktu, menentukan zonasi pola arus secara horisontal, dan menentukan zonasi pola  arus secara vertikal. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pengolahan telah terlaksana dengan baik dan menampilkan pola sirkulasi arus secara horisontal ( 3 layer utama : layer 1 untuk permukaan, layer 18 untuk pertengahan, dan layer 21 untuk dekat dasar). Hasil ditampilkan pula secara  runtut waktu (rerata bulanan mewakili musim, bulan Januari (musim barat), bulan April (musim peralihan pertama), bulan Juli (musim timur), dan bulan Oktober (musim peralihan kedua). Total telah  dihasilkan 171 gambar grafik ( terdiri dari 144 dua dimensi horisontal dan 27 grafik mawar arus). Dilakukan pula proses pengolahan dan menampilkan pola sirkulasi arus penampang vertikal berdasarkan potongan melintang (per 2 grid dengan total 24 penampang) dan membujur (per 1 grid dengan total 32 penampang). Berdasarkan 56 gambar grafik (yang terdiri dari 24 penampang melintang dan 32 penampang membujur), teridentifikasi antara 2 hingga 3 zonasi pola arus secara horisontal. Dua zonasi pola arus utama secara horisontal di lapisan permukaan adalah alur arus yang menyusur di tenggara Sumatra dan alur arus yang menyusur barat laut Jawa. Sedangkan satu zonasi lagi terkadang muncul, dimana pada alur arus yang menyusur barat laut Jawa terkadang terbagi menjadi 2 sub zona arus yang bergerak berlawanan arah. Pola arus secara per lapisan vertikal   teridentifikasi  2  zonasi. Dua zona pola arus utama tersebut adalah alur arus yang menyusur lapisan permukaan (layer 1), dan alur arus yang menyusur lapisan bawah permukaan(mulai dari layer 18 hingga layer dekat dasar) . Dimana pada alur arus lapisan permukaan dominan arah arus dari Selat Sunda menuju ke Samudra Hindia, sedangkan pada lapisan di bawahnya arah arus di Selat Sunda ada yang masuk dari Samudra Hindia dan ada yang masuk dari arah mulut utara Selat Sunda

    Pengolahan Data Multibeam Echosounder Menggunakan Perangkat Lunak CARIS HIPS and SIPS Versi 9.0 Dengan Menggunakan Metode CUBE: Multibeam Echosounder Data Processing Using CARIS HIPS and SIPS Software Version 9.0 Using CUBE Method

    No full text
    Teknologi Multibeam Echosounder (MBES) mampu memberikan informasi dasar laut dalam bentuk 3D (tiga dimensi) sehingga dapat mempermudah dalam interpretasi terhadap bentuk topografi dan objek dasar laut.Penelitian ini menggunakan data survei batimetri peralatan MBES Kongsbergs EM 2040C di perairan Pramuka kepulauan Seribu. Proses pengolahan data batimetri MBES menggunakan perangkat lunak CARIS HIPS and SIPS 9.0 dengan metode CUBE yang mempunyai kelebihan dalam hal proses filtering atau pembersihan noise pada proses Subset Editor, dapat menghasilkan permukaan Surface yang lebih halus dibandingkan dengan metode Swath Angle. Dalampengolahan data MBES menggunakan perangkat lunak CARIS HIPS and SIPS 9.0 dengan metode CUBE ada persyaratan yang harus dipenuhi yaitu memasukkan nilaiTotal Propragated Uncertainty (TPU). Penulisan ini untuk mengetahui proses pengolahan data batimetri MBES menggunakan perangkat lunakCARIS HIPS and SIPS 9.0 dengan metode CUBE sampai export data

    Penggambaran Co - Tidal Chart dari Data Satelit Altimetri (Studi Kasus Perairan Laut Jawa): Depiction of Co - Tidal Chart from Altimetry Satellite Data (Case Study of Java Sea Waters)

    No full text
    Pemanfaatan teknologi ruang saat ini banyak diterapkan untuk berbagai bidang, termasuk ilmu kelautan dan hidrografi. Satelit Altimetri digunakan untuk pengamatan dan pengukuran permukaan laut dan gelombang. Ketinggian pasang surut dapat berasal dari Satelit Altimetri. Manfaat satelit Altimetri adalah menjangkau area kovarage yang lebih luas dibandingkan dengan stasioner pasut. Berdasarkan kemampuan ini, grafik co-tidal 2 dimensi dapat diplot. Penelitian ini bereksperimen dan mengolah data Altimetri menjadi co-tidal chart di perairan laut jawa. Ada 3 set data naikdan 2 set data menurun dianalisis berdasarkan 13 konstanta. Konstanta tersebut adalah: SA, SSA, MSF, K1, O1, Q1, M2, S2, N2, K2, 2N2, M4, MS4. Validasi dilakukan dengan membandingkan data di persimpangan naik dan koordinat turun. Hasil validasi menunjukkan nilai konstanta fit yang baik

    Studi Kartografi untuk Pengolahan Data Bathymetric ENC (Studi Kasus Alur Pelabuhan Bakauheni, Lampung): Cartographic Study for ENC Bathymetric Data Processing (Case Study of Bakauheni Port Channel, Lampung)

    No full text
    Generasi ENC pada saat ini dibuat dengan cara mendigitasi peta kertas. Proses ini menyebabkan ketidak akuratan informasi detail topografi dasar laut pada saat diperbandingkan dengan sumber data surveinya. Informasi topografi dasar laut ini sangatlah penting pada area-area dimana kedalamannya cepat sekali mengalami perubahan,  salah satu contoh  proses alamiah seperti sedimentasi atau aktivitas-aktivitas manusia lainya yaitu pengerukan laut. Secara terus menerus data batimetri terbaru tersedia dengan publikasi yang kurang lengkap apabila dibandingkan dengan standar ENC yang diproduksi atau terupdate. Data batimetri yang terbarukan dapat digabungkan ke dalam ENC, untuk digunakan dalam bernavigasi oleh kapal-kapal. Salah satu datanya adalah data kontur kedalaman atau layer sounding yang akan ditampalkan ( overlay ) dengan data ENC yang lain. Dengan perangkat lunak CARIS GIS menggunakan metode base sueface dapat memproses garis kontur yang diinginkan. Kontur kedalaman yang dibuat menggunakan perangkat lunak Caris GIS pada Base Surface relatif sama dengan kontur lembar lukis teliti ( LLT ) dan cell ID4095R1. Proses pengujian dengan ECS atau ECDIS tidak mempengaruhi perubahan-perubahan topografi atau informasi peta lainnya. Oleh karena itu dinamakan Batimetri ENC. Batimetri ENC sangat tepat untuk keselamatan Navigasi

    Penentuan Posisi Titik Tetap Menggunakan Satu Receiver GPS Yang Diolah Secara Diferensial Dengan Titik Ikat Cors Menggunakan Software, Diolah Secara On-Line, Dan Diolah Secara Statistik: Fixed Point Positioning Using One GPS Receiver Differentially Processed With Cors Tie Point Using Software, Processed On-Line, And Processed Statistically

    No full text
    Pada umumnya, survei geodetik guna penentuan posisi titik tetap sebagai titik ikat dalam survei batimetri, garis pantai, dan detail pantai dilaksanakan menggunakan metode diferensial dengan diikatkan pada titik-titik Kerangka Dasar Geodesi Nasional (KDGN) orde-0 dan orde-1. Solusi alternatif penentuan posisi titik tetap dapat dilaksanakan dengan pengamatan GPS secara stand-alone.Dalam penelitian ini, pengamatan dilaksanakan menggunakan receiver GPS Trimble 5700 di titik N1.0294 dan HP.090053, kemudian data hasil pengamatan diolah secara diferensial dengan titik ikat Continuously Operating Reference Stations (CORS) menggunakan software Trimble Business Center (TBC), diolah secara on-line melalui layanan AUSPOS dan OPUS serta diolah secara statistik posisi absolut

    Akuisisi Data Batimetri Menggunakan Citra Satelit Spot-7 Diperairan Teluk Halong Kota Ambon: Bathymetry Data Acquisition Using Spot-7 Satellite Imagery in Halong Bay, Ambon City

    No full text
    Peta laut Indonesia dituntut harus selalu diperbaharui, namun pada kenyataannya tidak berjalan secara optimal bahkan sebagian peta laut belum diperbaharui sampai dengan saat ini. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka teknologi penginderaan jauh memberikan peluang besar untuk pemetaan batimetri perairan dangkal secara efektif dan efisien, terutama untuk daerah yang memiliki tingkat perubahan kedalaman secara cepat. Penelitian ini menggunakan data Citra Satelit Spot-7 dan Lembar Lukis Teliti (LLT) di perairan Teluk Halong Kota Ambon. Proses pengolahan data menggunakan metode Satellite Derived Bathymetry (SDB) yang dikembangkan Kano et al. (2011) mempunyai kelebihan dapat menganalisa suatu wilayah tanpa menyentuh atau berada di wilayah tersebut dengan rentang waktu yang relatif singkat. Tujuannya untuk mendapatkan seberapa besar tingkat ketelitian dan keakurasian data kedalaman laut hasil ekstraksi kedalaman laut dari citra satelit pada daerah Teluk Halong Kota Ambon. Dalam pengolahan data menggunakan metode SDB menunjukan bahwa Metode STR menghasilkan nilai korelasi tertinggi dibanding empat metode lainnya. Pada kedalaman 0 meter sampai dengan 2 meter memiliki ketelitian 0.21, pada kedalaman 2.1 meter hingga 5 meter memiliki ketelitian 0.23 meter, pada kedalaman 5.1 meter hingga 10 meter memiliki ketelitian 0.06 meter, dan pada kedalaman 10.1 meter hingga 20 meter memiliki ketelitian 0.08 meter

    Pembuatan Peta Konstanta Pasang Surut Selat Sunda Berdasarkan Data Pasang Surut Model TMD: Making a Map of the Sunda Strait Tidal Constants Based on Tidal Data Model TMD

    No full text
    Pasang surut adalah fenomena alam yang sering terjadi disekitar kita khususnya yang   terjadi di daerah tepi pantai naik turunnya permukaan air laut,  pesisir  alam yang ada di  pasang surut diartikan sebagai naik turunnya muka laut secara berkala akibat adanya gaya tarik benda-benda angkasa (astronomi) terutama matahari dan bulan terhadap massa air di bumi. Tempat penelitian kami  di Selat Sunda  pada tanggal 1 Juni 2017 menggunakan permodelan software Tidal Model Driver (TMD) yang menghasilakan konstanta pasang surut  K1, K2, M2, M4, Mf, Mm, N2, O1, P1, Q1, S2 dan dari tiap tiap konstanta pasang surut menghasilkan Amplitudo dan fase, lalu di gambarakan oleh software ArcGIS digambarkan menjadi 2D Horizontal dengan menggunakan ArcGIS dan hasil dari ArcGIS itu menghasilkan gambaran 2D Horizontal yaitu Konstanta Amplitudo dan Fase K1, K2, M2, M4, Mf, Mm, N2, O1, P1, Q1, S2, di Selat Sunda. Dari tugas akhir ini mengetahui nilai sebaran Amplitudo, dan Fase  konstanta pasut M2, S2, N2, K2, K1, O1, P1, Q1, Mf, Mm, M4 dapat dihasilkan oleh Tidal Model Drive (TMD).&nbsp

    Halaman Depan Jurnal Hidropilar Vol 4 No 2

    No full text

    Prototype Sistem Informasi Berita Pelaut Indonesia (BPI) Berbasis Android: Prototype of Indonesian Seafarers News Information System (BPI) Based on Android

    No full text
    Berita Pelaut Indonesia (BPI) adalah suatu informasi yang ditujukan kepada para pelaut dan berisikan tentang hal-hal penting yang mempengaruhi keselamatan navigasi, informasi hidrografi terbaru, perubahan saluran dan bantuan untuk navigasi serta data penting lainnya. Saat ini BPI disajikan dalam dua media, yaitu cetak (dalam bentuk buku) dan elektronik (berbentuk pdf) yang dapat didownload pada website Pushidrosal. Dewasa ini android banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan android memiliki beberapa kelebihan antara lain mudah penggunaannya. Berdasarkan hal terseput maka penulis mencoba membangun prototype sistem informasi BPI berbasiskan android. Sistem ini dilakukan dengan membuat basis data di Website khusus untuk BPI/IDNM yang nantinya dirubah dengan webview menjadi sebuah aplikasi file APK(aplikasi) yang bisa diinstal di Smartphone/Hendphone yang bisa didownload langsung untuk update peta laut Indonesia

    98

    full texts

    292

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇