e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Not a member yet
292 research outputs found
Sort by
Purwarupa Antar Muka Graphical User Interface CTD Profiler : CTD Profiler Graphical User Interface Prototype
Tulisan ini menjelaskan tentang perakitan purwarupa CTD profiler, yang meliputi desain serta pembuatan casing, desain rangkaian elektronika, desain bahasa program untuk rangkaian elektronika, serta pembuatan program antarmuka untuk akuisisi data. Data tersebut dibutuhkan oleh echosounder untuk mengoreksi pembiasan dan penyerapan berkas suara sepanjang survei batimetri. Purwarupa ini dirancang untuk mengukur suhu, tekanan, dan konduktivitas pada interval yang dibutuhkan pada saat diturunkan sampai kedalaman tertentu pada area survei. Purwarupa ini juga dirancang dapat bekerja dengan ketersediaan pasokan listrik, maupun tanpa pasokan listrik yang stabil. Pada wahana apung yang tidak terdapat pasokan listrik, purwarupa ini menggunakan baterai. Program antarmuka di desain sedemikian rupa pada sistem operasi windows sehingga mudah dimengerti, mudah diinstall dan mudah dijalankan. Penulisan bahasa program untuk instrumen purwarupa menggunakan platform arduino IDE yang bersifat open source. Sedangkan pembuatan program antarmuka menggunakan platform Borland Delphi 7
Perencanaan Operasi Survei dan Pemetaan Hidro-Oseanografi Berdasarkan Ketelitian C-13 dan Pemeliharaan Peta Laut Sesuai Dengan S-4 B600 IHO : Operational Planning for Hydro-Oceanographic Surveys and Mappings Based on C-13 Accuracy and Maintenance of Marine Maps According to IHO S-4 B600
Penulisan tugas akhir ini dilatar belakangi oleh publikasi S-44 tentang standar Manual Hydrografi. Dalam menentukan survei terdapat proses pembuatan lajur perum sehingga mendapatkan hari perum pada peta yang direncanakan, dalam hal ini penulis menggunakan peta laut Indonesia no 06 (kajian penulis ini) perhitungan lajur perum sesuai dalam ketentuan C-13 yaitu dimana perencanaan tersebut menggunakan orde sesuai dengan kedalaman yang terdapat di Peta Laut Indonesia no 06, proses penilaian dilakukan dengan cara membandingkan perbedaan antara perencanaan konvensional atau sebelumnya dengan perencanaan dengan menggunakan orde, proses penilaian tersebut menggunakan parameter IHO C-13 chapter 1 (kriteria prinsip hidrografi survei), setelah melakukan klasifikasi luasan area yang terdapat di peta laut Indonesia akan dilakukan penilaian dengan S4-B600 dimana dengan luasan area yang direncanakan masuk kedalam katageori yang mana. Saran dan masukan yang didapat dalam penulisan ini sebagai acuan dimana perencanaan pada peta yang bertampalan bisa dilakukan secara langsung dengan menggunakan ketentuan orde. Adapun tindakan yang dilakukan adalah data yang sudah ada bisa digunakan apabila ada pembuatan peta baru dengan no peta yang baru
Peningkatan Resolusi Data Sub-Bottom Profile (SBP) dan Interpretasinya untuk menentukan Lapisan Keras Sedimen Bawah Laut (Studi Kasus Perairan Selat Madura): Improved Sub-Bottom Profile (SBP) Data Resolution and Its Interpretation to Determine Sub-Sediment Hard Layers (Case Study of Madura Strait Waters)
Salah satu teknik yang umum digunakan untuk menunjukkan kondisi sedimen di bawah dasar laut yang dikenal sebagai Sub-Bottom Profile (SBP). Dalam istilah umum, SBP adalah salah satu dari jenis metode yang menggunakan alat atau perangkat khusus yang memiliki kemampuan untuk memancarkan atau mengeluarkan gelombang akustik dengan sistem channel tunggal yang biasanya digunakan untuk memetakan lapisan sedimen dengan struktur geologi dan benda-benda yang ada di bawah dasar laut. Dalam tugas akhir ini, secara khusus memperhatikan atau fokus kepada satu jenis tipe SBP yang disebut boomer. Tugas akhir ini menjelaskan tentang urutan atau rangkaian proses untuk mengoptimalkan resolusi data SBP menggunakan perangkat lunak Coda Octopus Survey Engine Seismic+ v.5 dan hasilnya untuk mengidentifikasi atau mengenali struktur geologi dan ketebalan sedimen yang dikenal sebagai peta Isopach
Komparasi Komponen Pasut Utama Hasil Pengolahan Data Satelit Altimetri dengan Data Stasiun Pasang Surut (Studi Kasus Perairan Serang Banten) : Comparison of Main Tidal Components Resulting from Altimetry Satellite Data Processing with Tidal Station Data (Case Study of Serang Banten Waters)
Pasang surut adalah proses naik turunnya permukaan air laut secara hampir periodik karena gaya tarik menarik bumi dengan benda-benda angkasa, terutama bulan dan matahari. Pasang surut tidak hanya mempengaruhi lapisan di bagian permukaan saja, melainkan seluruh massa air dengan energi yang sangat besar. Data pengamatan pada bulan Agustus 2016 yang diolah menggunakan Least Square dan mendapatkan konstata pasut M2, S2, N2, K2, K1, O1, P1, M4 ,MS4 data tersebut dibandingkan dengan data Konstanta pasut yang sama dan dimodelkan dari Satelit Altimetri oleh Oregon State University, Model Kontanta Pasut tersebut bernama Tidal Model Driver (TMD) yang menghasilkan konstanta pasang surut M2, S2, N2, K2, K1, O1, P1, M4 ,MS4 dan dari tiap tiap konstanta pasang surut menghasilkan Amplitudo dan Fase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemiripan dan selisih data yang dihasikan dan, kemudian digambarkan menggunakan Software Ocean Data View (ODV) menjadi 2D Horizontal di perairan utara Serang Banten
Purwarupa Receiver GPS Geodetik Berbasis Microcontroller Dengan Perhitungan Post Processing : Microcontroller Based Geodetic GPS Receiver Prototype With Post Processing Calculation
Data pasang surut merupakan data yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, diantarannya Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) merupakan lembaga Hidrografi Nasional yang mewakili pemerintah Indonesia pada International Hydrographic Organization (IHO). Salah satu tugas pokok Pushidrosal adalah melaksanakan pembinaan Hidro-Oseanografi TNI AL dalam rangka mendukung kepentingan TNI dan kepentingan sipil. Oleh karena itu Pushidrosal juga memiliki tanggung jawab untuk ikut andil dalam mendukung pengembangan ilmu penegetahuan terutama dibidang hidrografi, termasuk diantarnya GPS sebagai peralatan yang menyediakan data posisi. Peralatan yang mampu menghasilkan data posisi dengan dilengkapi output raw data masih sangat terbatas. Pada tugas akhir ini penulis telah membuat Purwarupa Receiver GPS Geodetik yang bisa menghasilkkan raw data yang cukup memadai sehingga data hasil pengamatan bisa diolah dan divalidasi. Receiver GPS tersebut dibuat dengan menggunakan Chip Ublox Neo M8T dengan sistem perekaman berbasis microcontroler raspberry pi3. Purwarupa receiver GPS ini telah diuji dengan metode pengamatan absolute menggunakan raspberry pi3 dan perangkat lunak ucenter yang merupakan perangkat lunak asli chips ublox neo M8T. Lebih lanjut purwarupa receiver GPS ini juga diuji dengan metode pengamatan NTRIP yang menggunakan data koreksi dari base station Luwes CORS UI Depok. Hasil pengamatan kemudian divalidasi untuk mendapatkan nilai standard deviasi, selain itu juga dilaksanakan pengolahan jaring kontrol horizontal diperangkat lunak TBC 2.2 terhadap hasil pengamatan 24 jam yang diikatkan terhadap titik CORS BIG CJKT dan CTGR. Hasil validasi pengamatan tiap metode dan pengolahan jaring kontrol horizontal menunjukan nilai yang cukup baik.
Purwarupa Pencitraan Bawah Laut Menggunakan Sensor Waterproof Ultrasonic : Underwater Imaging Prototype Using Ultrasonic Waterproof Sensor
Pencitraan bawah laut sangat diperlukan di bidang hidrografi, oseanografi, pelayaran, proyek teknik, perikanan, pariwisata, dan manajemen bencana. Hal ini memiliki konsekuensi untuk ketersediaan pencitraan bawah laut dalam skala besar, praktis, ekonomis, akurat, dan akses data cepat. Dalam penelitian ini penulis bermaksud untuk mengembangkan purwarupa peralatan pencitraan bawah air menggunakan sensor waterproof ultrasonic, hal ini merupakan salah satu dari usaha mewujudkan kemandirian teknologi nasional untuk kemajuan suatu bangsa agar dapat berkembang dan bersaing dengan negara lain. Pembuatan purwarupa ini dirancang menggunakan modul JSN ( dan Sensor waterproof ultrasonic. Uji coba telah dilakukan di Pantai Ancol selama 2 hari mulai 0 desember hingga 0 Desember 2019. Dan alat pabrikan Sonar Starfish yang digunakan sebagai alat perbandingan. Data dari hasil uji coba tersebut diproses dan dianalisis perbedaannya. Hasil analisis data akan digunakan sebagai referensi untuk pengembangan purwarupa selanjutnya
Pembuatan Peta Wisata Bahari (PWB) Menggunakan Perangkat Lunak Caris Paper Chart Composer 2.1 (Studi Kasus Wilayah Labuan Bajo dan Pulau Komodo): Making Marine Tourism Map (PWB) Using Caris Paper Chart Composer 2.1 Software (Case Study of Labuan Bajo and Komodo Island)
Peta Wisata Bahari (PWB) dibuat untuk menyajikan informasi tentang lokasi tempat – tempat wisata, ada banyak ikon/simbol yang mudah dikenali dan disertai informasi singkat tentang tempat tersebut, serta sebagai sarana pendukung bantu bernavigasi dalam pelayaran sehingga mempermudah para wisatawan dalam menentukan pilihan wisata-wisata yang ada yang akan dijadikan sebagai destinasi wisata. PWB Wilayah Labuan Bajo dan Pulau Komodo yang telah sesuai dapat digunakan oleh para pengguna dan kapal-kapal wisatawan secara efektif.Pembuatan PWB di Pushidrosal saat ini menggunakan perangkat lunak CARIS GIS 4.5 dengan proses tahapan yang panjang dan waktu yang cukup lama. Caris Paper Chart Composer 2.1 (CARIS PCC 2.1) merupakan perangkat lunak yang mempunyai fungsi sama dengan CARIS GIS 4.5 dalam hal pembuatan peta laut. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah tersedianya PWB Wilayah Labuan Bajo dan Pulau Komodo yang sesuai dengan juknis pembuatan PWB dengan proses tahapan pembuatan yang efektif dan efisien. Metode yang digunakan adalah dengan mendigitasi PWB Wilayah Labuan Bajo dan Pulau Komodo berupa raster menggunakan perangkat lunak CARIS PCC 2.1. Hasil digitasi tersebut dikoreksi dengan optimalisasi, validasi dan analisis hingga nilai kesalahan tidak ada yang muncul
Karakteristik Gelombang Laut untuk Informasi Pembangunan Dermaga ( Studi Kasus Lanal Tahuna ): Characteristics of Ocean Waves for Wharf Construction Information (Lanal Tahuna Case Study)
TNI-AL Lanal Tahuna khususnya, telah menerima hibah lahan dari Pemkab Sangihe yang berlokasi di Desa Pananaru, Kecamatan Tamako, di wilayah Teluk Dago, Kabupaten Sangihe yang mana lahan tersebut rencananya akan digunakan sebagai area untuk pembangunan dermaga Lanal Tahuna(Lantamal VIII, 2017). Dengan adanya hibah lahan tersebut, maka terbuka peluang untuk direalisasikannya sebuah fasilitas dermaga bagi Lanal Tahuna untuk mendukung operasional KRI.
Akan tetapi selama ini banyak sekali permasalahan dalam proses pembangunan dermaga, salah satunya adalah diperlukannya data gelombang yang mencakup seluruh musim, terutama pada musim dimana gelombang-gelombang besar itu terjadi karena gelombang merupakan faktor utama di dalam penentuan tata letak bangunan pantai (Triatmodjo, 1999). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pola arah dan kecepatan angin pada 4 musim, untuk mengetahui bagaimanakah pola arah, periode dan tinggi gelombang signifikan pada 4 musim, untuk mengetahui bagaimanakah hubungan (Regresi) antara kecepatan angin dan tinggi gelombang, dan juga untuk mengetahui bagaimanakah periode ulang tinggi gelombang ekstrim 2-100 tahun ke depan di wilayah perairan Pulau Sangihe, dengan jenis penelitian yang dilakukan dalam penulisan tugas akhir ini adalah metode historis yaitu menggunakan data angin dan gelombang laut 10 tahun yang lampau untuk mengetahui kesimpulan yang akurat sebagai informasi pembangunan dermaga di wilayah tersebut di masa yang akan datang
Pembuatan Peta Laut indonesia No. 63 Menggunakan Perangkat Lunak Caris Paper Chart Composer 2.1 (Studi Kasus Perairan Selat Gelasa) : Making Indonesian Marine Map No. 63 Using Caris Paper Chart Composer 2.1 Software (Case Study of Gelasa Strait Waters)
Peta laut adalah peta yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan navigasi laut. Peta laut Indonesia yang berstandar Internasional mutlak dibutuhkan keberadaannya mengingat tingginya tingkat pelayaran di Indonesia dan tidak menutup kemungkinan untuk pelaut asing berlayar di Indonesia. Karena itulah dibutuhkan ketentuan atau spesifikasi yang dipublikasikan oleh International Hydrographic Organization (IHO) yaitu S-4 dan S-57 Untuk mendapatkan peta laut dengan standar Internasional. Pembuatan PLI di Pushidrosal saat ini masih menggunakan perangkat lunak CARIS GIS 4.5 dengan proses dan tahapan yang cukup panjang. CARIS Paper Chart Composer 2.1 (CARIS PCC 2.1) merupakan perangkat lunak yang mempunyai fungsi sama dengan CARIS GIS 4.5 dalam hal pembuatan peta laut namun dengan proses dan tahapan pembuatan yang lebih efektif dan efisien