e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Not a member yet
    292 research outputs found

    Analisa Gelombang Menggunakan Pemodelan STwave (Steady State Wave) Studi Kasus Perairan Manokwari: Wave Analysis Using STwave Modeling (Steady State Wave) Case Study of Manokwari Waters

    No full text
    Dalam mendukung operasi militer sangat dibutuhkan fasilitas labuh yang dilengkapi dengan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan. Maka dibutuhkan tempat yang strategis untuk membangun atau mengembangkan yang sudah ada diseluruh Indonesia, khususnya fasharkan (fasilitas pemeliharaan dan perbaikan) Manokwari. Dalam perencanaan pembangunan dermaga diperlukan data-data Hidro-Oseanografi, antara lain data gelombang, kecepatan angin dan data batimetri. Data-data tersebut diperlukan untuk mengetahui tinggi gelombang di area dermaga.Informasi tentang tinggi gelombang diperoleh dengan melakukan simulasi model gelombang menggunakan pemodelan STWave (Steady State Wave). Penelitian ini membuat simulasi model gelombang dengan menggunakan perangkat lunak STWave. Pemodelan dilaksanakan untuk mendapatkan hasil gelombang signifikan dengan memasukan input berupa tiga nilai rentan kecepatan angin (3, 6, 9 m/s), parameter- parameter tersebut yang akan di masukan kedalam perangkat lunak STWave. Pemodelan gelombang dengan penggunaan metode STWave akan diperoleh hasil simulasi tinggi gelombang signifikan di perairan Manokwari. Dengan data kecepatan angin 9 (m/s) didapat tinggi gelombang kurang atau sama dengan 1,5 m.Data tersebut dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam perencanaan pembangunan dermaga

    Analisis Nilai Hambur Balik Pada Kapal Karam (Wreck) Menggunakan Data Multibeam Echosounder di Perairan Belawan: Analysis of Backscatter Values ​​on Wreck Using Multibeam Echosounder Data in Belawan Waters

    No full text
    Wreck (kapal karam) sangat membahayakan bagi pelayaran terutama di alur pelayaran, maka menjadi penting untuk dapat mengetahui posisi, dimensi dan karaktersik wreck tersebut. Pendeteksian wreck selama ini menggunakan magnetometer dan side scan sonar, padahal dengan kemampuan Multibeam Echosounder (MBES) saat ini pendeteksian itu dapat dilakukan oleh MBES, karena mampu menghasilkan data batimetri dan data hambur balik dari material dasar laut. Penelitian ini memanfaatkan data batimetri MBES untuk mendapatkan nilai kedalaman dan nilai intensitas dari wreck. Dari nilai intensitas inilah dapat diketahui material badan kapal yang tenggelam. Data yang digunakan adalah data MBES Kongsberg EM2040C hasil Survei Pushidrosal tahun 2016 di perairan Belawan. Pengolahan data menggunakan software Caris Hips and Ships 9.0 dengan cara membuat CUBE Surface untuk mendapatkan nilai kedalaman dan estimasi dimensi (panjang dan lebar) dari wreck. Untuk mendapatkan nilai hambur balik menggunakan metode Angular Response Analysis (ARA) dan Sediment Analysis Tool (SAT). Hasil penelitian ini diperoleh nilai intensitas dari kapal karam berkisar -9,7 sampai -3,02 dB pada wreck bermaterial besi dan -27,3 sampai -21,5 pada wreck bermaterial kayu dengan nilai koefisien refleksi 0.928 dan 0.414

    Halaman Depan Vol 5 No 2

    No full text

    Analisa Pengaruh Komponen Pasang Surut Periode Panjang untuk Prediksi Pasang Surut (Studi Kasus Perairan di Prigi dan Padang): Analysis of the Effect of Long Period Tidal Components for Tidal Prediction (Case Study of Waters in Prigi and Padang)

    No full text
    Pasang surut (pasut) terbentuk dari komponen-komponen pasut yang mempunyai beda frekuensi dan amplitudo, salah satunya komponen pasut periode panjang, komponen pasut ini adalah jenis pasut yang mempunyai frekuensi yang rendah antara 0 hingga 0,5 siklus/hari. Komponen pasut periode panjang dipengaruhi faktor astronomi dan meteorologi, contoh komponen pasut periode panjang adalah Fortnightly (Mf), Monthly (Mm), Semi annual (Ssa), dan Annual (Sa). Diangkatnya  penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komponen pasut periode panjang dalam prediksi pasut dengan menggunakan metode Least Square (kuadrat terkecil). Dari hasil penelitian menggunakan data ± 5 tahun di dapatkan hasil untuk komponen pasut Sa di Prigi dan komponen pasut Ssa di Padang mempunyai nilai paling besar daripada komponen pasut periode panjang yang lainnya, kemudian dari analisa dibuat prediksi pasut, selanjutnya divalidasi dari data yang diterima dengan prediksi, penulis juga menampilkan perbandingan validasi prediksi menggunakan komponen pasut periode panjang dan yang menggunakan 9 komponen utama pasut

    Kajian Peta Militer Digital untuk Duduk Kapal Selam (Studi Kasus Survei Area Latihan Kapal Selam Kangean): Digital Military Map Study for Submarine Seating (Case Study of Kangean Submarine Training Area Survey)

    No full text
                Additional Military Layer (AML) merupakan layer tambahan untuk peta laut yang berisikan data untuk memenuhi kebutuhan pertahanan di laut, di luar peta laut atau peta navigasi. AML memiliki 6 (enam) layer statis, diantaranya terdapat beberapa layer yang dapat digunakan pada saat pelaksanaan duduk kapal selam yaitu Contour Lines Bathimetry (CLB) dan Environment Seabed and Beach (ESB). Layer CLB merepresentasikan data kontur kedalaman dan area kedalaman sedangkan ESB merepresentasikan jenis dasar laut suatu area perairan. Pelaksanaan Duduk Kapal Selam memerlukan ketersedian data CLB dan ESB yang akurat dan sesuai kebutuhan sehingga perlu diadakan penelitian yang terkait dengan pelaksanaan operasi duduk kapal selam seperti kedalaman, gradien area dan jenis dasar laut. Peta Militer Digital seperti AML khususnya CLB dan ESB yang merupakan Vector Based Product memiliki kapasitas data yang sangat besar dibandingkan Peta Laut atau ENC oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui model spesifikasi produk yang efektif dan efesien agar AML bisa divisualisasikan secara optimal. Pada penelitian ini, Data batimetri dalam format Csar akan dijadikan data CLB dengan mengekstraksi menjadi kontur kedalaman dan area kedalaman dengan ketentuan standar performa ENC yang ukuran filenya kurang dari 5 (lima) megabytes (mb). Pada saat pembuatan layer CLB apabila ditemukan hasilnya melebihi 5 (lima) mb harus dilakukan proses taling untuk mendapatkan hasil ukuran kurang dari 5 (lima). Layer ESB di dapatkan dari ekstrasksi data batimetri untuk di analisa menjadi jenis dasar laut untuk lebih lanjut dibuat layer ESB. Dari hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa hasil pembuatan CLB dan ESB di area survei area latihan kapal kapal selam Kangean didapatkan 4 (empat) area yang direkomendasikan untuk tempat pelaksanaan duduk kapal selam. Dimana area tersebut merupakan kombinasi analisa dari CLB dan ESB yang memenuhi persyaratan untuk melaksanakan duduk kapal selam. Penelitian ini berada didaerah perairan Kangean Madura dengan menggunakan data dari survei diwilayah tersebut

    Studi Karakteristik Massa Air untuk Menentukan Shadow Zone di Selat Makassar: Study of Water Mass Characteristics to Determine Shadow Zone in Makassar Strait

    No full text
    Perairan Laut Indonesia memiliki arus yang bergerak dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindiadisebut Arus Lintas Indonesia (ARLINDO), ARLINDO membentukkarakteristik massaair yang khas di Perairan Laut Indonesia. Besaran nilai massa air dan ARLINDO mempengaruhi nilai-nilai parameter untuk penentuan Shadow Zone di Selat Makassar. Data CTD 1991, 2005 dan 2015 digunakan untuk menentukan Shadow Zone dengan karakteristik massa air. Metode yang digunakan dengan membagi 3 zona wilayah yang berdekatan dengan memperhitungkan titik ekstrim nilai massa air dan propagasi akustik bawah air. Dari hasil pengolahan dan analisis menunjukkan bahwa pada data CTD tahun 1991, 2005, dan 2015 di titik ekstrim maksimum Selat Makassar memiliki nilai massa air salinitas yang tinggi dan ditemukan massa air Eastern South Pacific Central Water(ESPCW). Massa air ESPCW  sangat berperan dalam mempengaruhi propagasi akustik bawah air. Massa air ESPCW  menghasilkan daerah Shadow Zone yang luas berada di lapisan permukaan dan dibawah pancaran sonar sedangkan di titik ekstrim minimum Selat Makassar memiliki nilai massa air salinitas yang rendah dan ditemukan massa air Western South Pacific Central Water(WSPCW). Massa air WSPCW tidak begitu berperan dalam mempengaruhi propagasi akustik bawah air. Massa air WSPCW menghasilkan daerah Shadow Zone hanya berada di bawah pancaran sonar sedangkan di lapisan permukaan cenderung tertutupi oleh sonar

    Pembangunan Purwarupa Peta Oseanografi Taktis untuk Navigasi Kapal Selam di Selat Sunda: The Construction of Prototype of A Tactical Oceanographic Map for Navigation of Submarine in Sunda Strait

    No full text
    Selat Sunda merupakan salah satu selat yang dilalui oleh Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI I) yang digunakan untuk kepentingan jalur pelayaran niaga, selain itu juga digunakan sebagai jalur pelayaran militer termasuk sebagai jalur lintas kapal selam. Dalam pelaksanaan tugas operasi kapal selam dibutuhkan suatu peta yang secara khusus dibangun untuk menunjang kegiatan operasi yang dibuat dari data-data oseanografi fisik seperti temperatur, salinitas, dan sound speed yang selanjutnya diolah untuk menentukan batas lapisan termoklin dalam empat musim serta rata-rata tahunan. Selain itu, juga digunakan data dimensi kapal selam dan data draft kapal terdalam untuk menentukan pembagian kontur terminologi kapal selam. Objek-objek pada purwarupa peta diklasifikasikan kedalam AML (Additional Military Layer). Dihasilkan 2 (dua) skema purwarupa peta dimana pada skema pertama berupa penambahan kontur terminologi kapal selam sedangkan skema yang kedua berupa hasil skema pertama yang ditambahkan klasifikasi objek IWC (Integrated Water Column). Seluruh data ditampilkan sebagai informasi pada purwarupa peta yang dibuat dengan menggunakan software GIS

    Penggunaan Data Citra Satelit Sentinel 2A Guna Mendukung Pemilihan Pantai Pendaratan Amphibi (Studi Kasus Pulau Selaru) : Use of Sentinel 2A Satellite Imagery Data to Support Amphibious Landing Beach Selection (Selaru Island Case Study)

    No full text
    Operasi amfibi (opsfib) merupakan salah satu proyeksi kekuatan militer dengan jalan mengintegrasikan berbagai jenis kekuatan kapal, pesawat udara, dan pasukan pendarat dalam suatu serangan terhadap pantai musuh. Dengan berkembangannya teknologi penginderaan jauh citra satelit saat ini diharapkan mampu untuk memberikan informasi-informasi terkait tentang pelaksanaan operasi pendaratan amfibi. Penelitian dilakukan di Pulau Selaru kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dengan menggunakan citra satelit Sentinel-2A milik European Space Agency (ESA) yang mempunyai resolusi spektral 10 meter. Dalam penggabungan citra satelit dan peralatan analisa spasial (yaitu indeks vegetasi, klasifikasi, dan regresi), informasi di area pesisir seperti, batas garis pantai, komposisi dasar laut, dan batimetri dapat di sediakan. Sebagai hasilnya, pada penelitian ini menggunakan dan menganalisa citra satelit Sentinel-2A untuk pemilihan area terkait mendukung latihan dan operasi pendaratan amfibi dan memberikan informasi yang diperlukan dalam pelaksanaannya

    Purwarupa Perangkat Lunak Akuisisi Data Single Beam Echosounder yang Dilengkapi dengan Differential Global Navigation Sattelite System: Prototype of Single Beam Echosounder Data Acquisition Software Equipped with Differential Global Navigation Sattelite System

    Get PDF
    Saat melaksanakan kegiatan survei batimetri tentunya sangat di butuhkan suatu perangkat lunak pengolahan data (Software). Perangkat lunak pengolahan data ini berfungsi untuk mengolah dan mengintegrasi data yang di hasilkan oleh sebuah perangkat keras (Hardware) alat survei batimetri, perangkat keras tersebut adalah berupa alat pengukur nilai angka kedalaman Single Beam Echosounder dan alat penentu posisi Differential Global Navigation Sattelite System. Pembuatan purwarupa perangkat lunak ini meliputi perancangan software survei akuisisi data batimetri yang akan dibandingkan dengan software pabrikan Hypack 2015 kemudian data yang dihasilkan dikomparasi berdasarkan nilai Root Mean Square (RMSE) dari masing-masing data yang dihasilkan. Perancangan software meliputi proses menghubungkan beberapa komponen elektronik, antara lain sensor modul MAX3232 arduino sebagai komponen yang berfungsi untuk membaca National Marine Electronics Association (NMEA) yang dihasilkan oleh hardware alat survei, dalam perancangan purwarupa perangkat lunak akuisisi data survei tersebut menggunakan bahasa pemrograman yang berbasis web. Data yang dihasilkan purwarupa perangkat lunak akuisisi data survei merupakan hasil integrasi antara nilai angka kedalaman yang sudah mempunyai posisi differential. Data tersebut disimpan pada sebuah basis data dan hasil output data berupa file berformat (.xyz). Data xyz tersebut dapat diolah untuk mendapatkan nilai RMSE dan direduksi dengan koreksi pasang surut sehingga hasil akhir dari data tersebut dapat dijadikan Bathimetri Data Base (BDB).&nbsp

    Halaman Depan Jurnal Hidropilar Vol 8 No 1

    No full text

    98

    full texts

    292

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇