Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
Not a member yet
4732 research outputs found
Sort by
PENGENALAN ALAT PEMBERI PAKAN UDANG VANAME (AUTOMATIC FEEDER) KEPADA PETANI TAMBAK DESA PURWODADI
Udang merupakan salah satu komoditas perikanan dengan tingkat peemntaan yang tinggi.Berdasarkan data dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia, udang menjadikomoditas ekspor terbesar dibandingkan komoditas perikanan yang lain. Usaha budidayapembesaran udang di Indonesia tersebar di daerah-daerah pesisir. Salah satu diantaranyaada di Desa Purwodadi Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik. Pada umumnya pemberianpakan dilakukan secara manual dengan penjadwalan sesuai dengan takaran yang telahditetapkan. Biasanya pemberian pakan pada udang pembesaran dilakukan sehari satu kali.Kegiatan pemberian pakan ini membutuhkan tenaga kerja yang relatif cukup banyak padakegiatan budidaya skala besar. Saat ini, pembesaran udang vaname di Desa Purwodadimenerapkan tingkat padat penebaran tinggi berkisar 100-400 m-2. Berdasarkan hal tersebut,kajian artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan sebuah alat pemberi pakan udang secaraotomatis kepada para petani tambak di Desa Purwodadi. Tujuan dari pengenalan alat iniguna membantu petambak dalam menjalankan budidaya dan produktvitas budidaya dapatsemakin meningkat
EDUKASI LISTRIK SEDERHANA KEPADA SISWA TAMAN KANAK- KANAK NURUL HIKMAH DI KELURAHAN KARANGTURI, KECAMATAN GRESIK, KABUPATEN GRESIK
Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menambah pengetahuantentang listrik dan bahaya serta cara pemakaian listrik kepada anak-anak usia dini dimanaanak mengalami masa keemasan.Selain itu,pada usia inimerupakan usia yang sangatmenentukan dalam pembentukan karakter, kepribadian dan penyerapan informasi yangmaksimal bagi seorang anak. Usia dini ini juga sangat baik untuk diperkenalkan akan bahayayang berada disekitar lingkungan anak-anak, salah satunya bahaya listrik. Hal inilah yangmembuat pentingnya edukasi tentang listrik terhadap anak usia dini dalam kegiatan ini adalahPeserta didik TK Nurul Hikmah yang berlokasi di Kelurahan Karangturi,KabupatenGresik.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode penyampaian materiyang menarik bagi peserta didik untuk menyimak dan mudah dipahami yang meliputipengertian listrik, bahaya listrik, dan penggunaan listrik,praktek dan simulasi dengan mainanyang menggunakan tenaga listrik dari baterai dan tenaga surya atau matahari.Anak-anaksangat antusias dalam kegiatan dan aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab juga pada saatkegiatan praktek didalam dan diluar kelas.Dampak dari kegiatan edukasi ini seluruh peserta didik senang dalam mengikuti kegiatan danjuga mendapatkan peningkatan pengetahuan. Peningkatan tersebut antara lain peningkatanpemahaman mengenai listrik dan kesadaran akan bahaya listrik serta menumbuhkan sifatberpikir kreatif pada anak. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiataanedukasi ini dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran mengenalkan listrik padaanak TK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN DALAM MATERI DRAMA UNTUK SISWA KELAS V SD: PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN DALAM MATERI DRAMA UNTUK SISWA KELAS V SD
Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan model bermain peran pada materi drama dikelas V SD. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif deskriptif untuk mengetahui keterampilan berbicara pada siswa kelas V SD. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menemukan informasi bahwa untuk melihat keberhasilan penggunaan model pembelajaran bermain peran sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas V terutama dalam materi drama dapat dilihat kesesuaian dengan indikator pemilihan kata, ketepatan ucapan, ketepatan sasaran pembicara, keberanian dan ekspresi. Perlu adanya perhatian dari sektor pendidikan untuk mendukung kegiatan ini sehingga program akan terus berkelanjutan yang bermanfaat untuk siswa sebagai tempat mengekspresikan kreativitasnya, dan juga mengembangkan potensi minat dan bakatnya masing-masing
SOSIALISASI DAN PEMBUATAN ALAT PEMBAKARAN SAMPAH MINIM ASAP MENGGUNAKAN DRUM OLI BEKAS DI DESA PURWODADI KEC. SIDAYU KAB. GRESIK
Pembakaran sampah secara terbuka masih menjadi metode utama pengelolaan sampah di Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Meskipun desa ini memiliki tempat pembuangan akhir (TPA), kapasitas yang terbatas membuat masyarakat tetap membakar sampah disekitar rumah mereka, menyebabkan masalah polusi udara. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan kegiatan sosialisasi dan pembuatan alat pembakaran sampah minim asap dengan memanfaatkan drum oli bekas sebagai bahan utama. Kegiatan ini mencakup tiga tahapan utama: analisis kebutuhan masyarakat, pembuatan alat, dan sosialisasi. Alat pembakaran yang dirancang bertujuan untuk mengurangi emisi asap secara signifikan, serta menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan dan mudah dioperasikan. Dalam sosialisasi, masyarakat diberi penjelasan mengenai bahaya pembakaran sampah tanpa kontrol dan diajarkan cara pembuatan serta penggunaan alat tersebut. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik dan menawarkan solusi praktis dalam mengurangi dampak buruk dari pembakaran sampah terbuka. Dengan alat ini, diharapkan Desa Purwodadi dapat menerapkan metode pembakaran sampah yang lebih aman dan efisien
PEMBUATAN SISTEM PENERANGAN DENGAN TEKNOLOGI PANELSURYA PADA GAPURA PETERNAKAN DI DESA SAMBIPONDOK
Menuju Masa Depan Hemat Energi dengan Lampu Sensor Otomatis di Desa Sambipondok dalam era modern ini, efisiensi penggunaan energi menjadi fokus utama. Kesadaran akan perlunya menjaga lingkungan dan mengelola sumber daya secara bijaksana semakin meningkat, mendorong inovasi teknologi untuk membantu masyarakat dalam menghemat energi. Salah satu inovasi tersebut adalah lampu sensor otomatis, yang menggunakan teknologi sensor gerakan dan cahaya untuk menyala hanya saat dibutuhkan, sehingga mengurangi pemborosan energi. Di Indonesia, konsumsi energi rumah tangga mencapai 12,97% dari total konsumsi energi nasional, membuka peluang besar untuk penerapan teknologi hemat energi di sektor ini. Desa Sambipondok di Kabupaten Gresik dipilih untuk memperkenalkan teknologi lampu sensor otomatis. Melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik melakukan sosialisasi, pelatihan, dan implementasi lampu sensor otomatis di desatersebut.Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya efisiensi energi dan memperkenalkan lampu sensor otomatis sebagai solusi hemat energi.Hasilnya menunjukkan peningkatan kesadaran yang signifikan, dengan banyak warga yang mulai mengadopsi teknologi ini. Langkah ini adalah awal penting dalam mengubahpola konsumsi energi di Desa Sambipondok menuju keberlanjutan. Teknologi ini menunjukkan bahwa dengan edukasi dan penerapan yang tepat, masa depan yang lebih hemat energi dan berkelanjutan dapat tercapai di Indonesia
Philosophy of Education in the Digital Age: The Balance between Technology and Humanism
This research aims to explore the integration of educational philosophy in the context of the digital age to achieve a balance between the utilisation of technology and humanistic values, focusing on the influence of technology on educational practices and students' learning experiences. Through data collection that included interviews with educators, surveys of students' perceptions of technology in learning, and analyses of educational policies, it was found that while technology can improve access to information and interactivity, there is a risk of neglecting essential humanistic values in education. Results show that a balanced approach between technology and humanism not only increases student motivation and engagement, but also strengthens interpersonal relationships in the teaching and learning process. The findings have deep significance in the context of education, where the application of technology must be accompanied by the cultivation of strong moral and social values. The implications of this study point to the importance of developing holistic educational policies, which not only facilitate technology integration, but also support students' character growth and empathy in acquiring knowledge. As such, this research contributes to the endeavour of creating a more humanised educational environment in the growing digital age, and serves as a reference for educators and policy makers to formulate effective strategies in facing today's educational challenges
Curriculum Relevance to Employment in Indonesia
Quality, relevance and competence are three aspects of higher education that are interrelated and have a direct contribution to increasing the nation's competitiveness in the field of human resources. This study uses qualitative research methods. The increasingly fierce competition for job seekers from higher education graduates in Indonesia demands the attention of higher education providers to always make adjustments to the curriculum. Increasing the relevance of this education should be the target of continuous quality improvement as part of an overall higher education quality assurance system
Penerapan Cooperative Learning Tipe Thing Pair Share dengan Media Circulatory Bottle pada Volume Kelas Besar terhadap Hasil Belajar IPA
Penelitan ini betujuan untuk mengamati hasil belajar siswa SDN 49 Gresik. Metode penelitian ini menggunkan metode campuran(mix method) dengan desain sequential eksplanatori menggunakan penelitian kuantitatif pra experimental pada pretest dan posttest. Pengumpulan data kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Subjek peniltian 32 peserta didik kelas V UPT SD Negeri 49 Gresik yang dipilih menggunakan metode penelitian campuran(mix method). Hasil yang diteliti memperlihatkan data pretest dan post test pada kelas ekperimen dianalisis menggunakan uji normalitas memiliki distribusi normal dengan tingkat signifikansi sebesar 0,322 > 0,05 dan untuk kelas kontrol 0,200 > 0,05. uji independent sample t-test hasil thitung sebesar 0,074 dengan nilai signifikan 0,05 (0,074 < 0,05) diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0,05. Hasil uji gain diperoleh nilai mean kelas eksperimen dengan nilai 75,7% yang memperlihatkan bahwa rata-rata hasil berada pada tingkat yang tinggi keberhasilan penerapan pembelajaran cooperative learning tipe thing pair share dengan menggunakan media circulatory bottle dalam hasil belajar kelas V di UPT SDN 49 Gresik sedangkan untuk kelas kontol memperlihatkan bahwa rata-rata hasil berada pada tingkat yang sedang keberhasilan sebesar 36.5%. Hasil data kualitatif memperlihatkan bahwa penggunaan media circulatory bottle menerapkan pembelajaran kooperatif dan juga penggunaan media circullatory bottle pemberian pemahaman peserta didik pada kelas besar dalam penguasaan materi peredaaran darah. Dengan demikian penelitian ini dapat menjadi dasar penerapan pembelajaran kooperatif dengan media circulatory bottle lebih efektif dalam hasil belajar peserta didik.: This research aims to observe the learning outcomes of students of SDN 49 Gresik. This research method uses a mixed method with a sequential explanatory design using pre-experimental quantitative research on pretest and posttest. Qualitative data collection through interviews, observation, and document analysis. The research subjects were 32 UPT SD Negeri 49 Gresik fifth grade students who were selected using mixed research methods. The results showed that the pretest and post test data in the experimental class analyzed using the normality test had a normal distribution with a significance level of 0.322> 0.05 and for the control class 0.200> 0.05. independent sample t-test results tcount of 0.074 with a significant value of 0.05 (0.074 < 0.05) obtained a significance level of 0.05. The results of the gain test obtained the mean value of the experimental class with a value of 75.7% which shows that the average results are at a high level of success in the application of cooperative learning type thing pair share by using circulatory bottle media in class V learning outcomes at UPT SDN 49 Gresik while for the dick class shows that the average results are at a moderate level of success of 36.5%. The results of qualitative data show that the use of circulatory bottle media implements cooperative learning and also the use of circullatory bottle media provides students with understanding in large classes
The Vocational High School Students' Perceptions of Collaborative Learning in Reading
This research explores vocational high school students' perceptions regarding the application of collaborative learning in the context of reading recount and biographical texts. This research uses quantitative descriptive methods to measure and analyze attitudes, experiences and results related to collaborative learning techniques among students. Data was collected through a structured questionnaire distributed to vocational school students. Findings indicated that students generally had positive perceptions of cooperative learning, highlighting its increased understanding and engagement with retelling and biographical texts. Additionally, the results show collaborative learning fosters a supportive learning environment that encourages student participation and interaction. These insights are invaluable for educators who wish to implement cooperative learning strategies to improve reading skills in vocational education settings
EFL Students’ Interpretation of Implicature and Gender Representation in Memes
The purpose of this study is to examine how EFL students interpret implicature in memes, more specifically those that contain gender representation. A total of 30 undergraduate students majoring in English were used as the respondents. They were asked to fill out a questionnaire containing 7 memes which contain representations of men and women. Considering that memes are multimodal constructions as they are commonly made up of a combination of texts and images, the interaction between these two were also investigated to see how they were able to assist the students in interpreting the hidden meaning behind the memes. The findings revealed that a lot of the students were unable to properly deduce or comprehend the implied meaning regarding gender representation even though they felt that the texts and images did indeed help them in understanding the memes. It was found that they mostly interpreted the memes explicitly. This shows that they still lack pragmatic competence overall. Therefore, it was suggested that language teachers pay more attention to the teaching of implicatures, especially in memes