Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
Not a member yet
4732 research outputs found
Sort by
Efforts to Prevent Recurrence of Stroke in Stroke Patients
Stroke is a major health problem for modern society today. A person who has had a stroke has a greater tendency to have a recurrence of stroke. This study aims to analyze efforts to prevent the occurrence of recurrent stroke in stroke patients at the Neurological Poly of Muhammdiyah Gresik Hospital. This type of research is correlational analysis, which is looking for a relationship between two variables, with a cross sectional approach between independent and dependent variables. The population in this study is all stroke patients at the Neurological Poly. The sample was taken by purposive sampling technique obtained by 48 respondents. The test results showed that the significance of the overall count results was less than 0.05 which meant that there was a significant relationship between prevention efforts, namely blood pressure control, bloodsugar control, obesity, medication adherence, family support and stress to the occurrence of recurrent strokes. Based on the results of the study, it is hoped that health workers can make efforts to prevent recurrent stroke as an important step in handling stroke patients and provide education about it to patients and their families. The hospital should make standard operational procedures or other forms of policies regarding efforts to prevent recurrent strokes.
Keywords : Efforts to Prevent Recurrent Stroke, Recurrent Stroke Incidenc
Exploring the Link between Acne Vulgaris Severity and Adolescents' Quality of Life in Gresik
Background :Adolescence is a transition period between childhood and adulthood, this creates conflict within adolescents which often gives rise to strange and awkward behavior, this is because during adolescence there is a period of puberty which can change physically and psychologically. So the appearance of acne vulgaris can disrupt teenagers' self-confidence. The aim of the study was to analyze the relationship between the severity of acne vulgaris and the quality of life of adolescents. Research design :The research design used is correlation research using a cross sectional approach. The population design used was teenagers in Gresik, the sample size was 210 teenagers, with a sampling technique using simple random sampling. Data collection used the CADI questionnaire and observation sheets. The variables measured were the severity of acne vulgaris and the quality of life of adolescents. Data analysis used cross tabulation and sperm rank test. Research result : Of the 210 students at SMAN who experienced mild degrees (46.2%), moderate degrees (45.2%), severe degrees (8.6%). Half of teenagers experience mild degrees. And regarding the quality of life of students and students who had no disturbances (1.0%), mild disturbances (25.7%), moderate disturbances (31.9%), severe disturbances (41.4%), half of the respondents experienced severe disturbances. The results of the Spearman rank test are p = <0.05, meaning there is a significant relationship. Conclusion : There is a relationship between the severity of acne vulgaris and the quality of life of adolescents in Gresik.
Keywords: Acne Vulgaris, Quality of Life, Adolescent
Hubungan Fungsi Kognitif Dengan Tingkat Kemandirian Activity Of Daily Living (ADL) Pada Lansia
Lanjut usia adalah orang dengan usia berada di tahap akhir kehidupan. Proses penuaan pada orang lanjut usia menyebabkan banyak perubahan pada organ tubuh lansia, seperti penurunan fungsi kognitif. Penurunan fungsi kognitif pada lansia penyebab utama ketidakmampuan lansia melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan tingkat kemandirian Activity Of Daily Living (ADL) di Panti Jompo Lestari Menganti. Pendekatan pada penelitian adalah “cross sectional”. Populasi sebanyak 40 lansia dan sampel sebanyak 40 lansia dengan teknik total sampling. Variabel independen fungsi kognitif dan variabel dependen tingkat kemandirian Activity Of Daily Living (ADL). Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE) dan Indeks Barthel. Uji statistik menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan hampir setengah lansia memiliki fungsi kognitif dengan kategori global buruk sebanyak 19 orang (47,5%) dan hampir seluruhnya memiliki tingkat kemandirian Activity Of Daily Living (ADL) kategori ketergantungan ringan sebanyak 35 orang (87,5%). Nilai p-value 0,683> 0,05. Tidak terdapat hubungan fungsi kognitif dengan tingkat kemandirian Activity Of Daily Living (ADL) pada lansia di Panti Jompo Lestari Menganti Gresik diharapkan bagi panti untuk selalu meningkatkan kesehatan lansia teruatama pada fungsi kognitif
Efektivitas Teknik Distraksi Audiovisual Terhadap Derajat Kecemasan Hospitalisasi Pada Anak Prasekolah
Hospitalisasi dapat menimbulkan perubahan pada anak seperti anak takut dengan lingkungan baru, hilang kontrol terhadap dirinya sendiri, anak lebih sering menangis, manja dan agresif, mengalami depresi dan regresi atau kemunduran perkembangan. Bagi anak, sakit, rawat inap, dan pengobatan merupakan pengalaman tidak menyenangkan, menakutkan, mengganggu, dan menimbulkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan teknik distraksi audiovisual pada anak prasekolah di ruang anak RS Muhammadiyah Gresik.
Desain penelitian ini menggunakan penelitian pra eksperimental design one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah rata-rata pasien anak prasekolah per bulan yang di rawat di ruang anak RS Muhammadiyah Gresik sejumlah 50 anak, sampelnya berjumlah 45 anak dengan teknik accidental sampling. Varibel bebas yaitu teknik distraksi audiovisual serta varible terikat yaitu kecemasan hospitalisasi. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner SCAS pre school for parent. Teknik analisis data menggunakan uji statistic Wilcoxon test.
Hasil penelitian ini didapatkan dari 45 responden, sebelum pemberian teknik distraksi audiovisual sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan berat sejumlah 25 (56%) anak dan cemas sedang sejumlah 15 (33%) anak, sesudah pemberian teknik distraksi audivisual sebagian besar mengalami tingkat kecemasan ringan sejumlah 30 (67%) anak dan cemas sedang sejumlah 5 (11%) anak. Uji statistic Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai p=0,00 jauh lebih rendah dari standart signifikan 0,05 (p<α).
Kesimpulannya adalah ada perbedaan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi sebelum dan sesudah diberikan teknik distraksi audiovisual pada anak prasekolah di ruang anak RS Muhamamdiyah Gresik.
 
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perawat Dalam Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Di Instalasi Rawat Inap
Keselamatan pasien merupakan parameter utama dalam sistem pelayanan kesehatan, yang diharapkan menjadi dasar untuk menghasilkan pelayanan yang maksimal dan menurunkan insiden bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perawat dalam penerapan sasaran keselamatan pasien di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 41 perawat, instrumen berupa pemberian kuesioner yang berisi pertanyaan terkait penerapan sasaran keselamatan pasien. Data yang diperoleh kemudian dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan lama kerja terhadap penerapan sasaran keselamatan pasien dengan p-value 0,003, ada hubungan pengetahuan perawat terhadap penerapan sasaran keselamatan pasien dengan p-value 0,004, ada hubungan motivasi perawat terhadap penerapan sasaran keselamatan pasien dengan p-value 0,033. Saran dari penelitian ini adalah Bagi Rumah Sakit Umum Daerah Undata palu Sulawesi Tengah Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan tentang sasaran keselamatan pasien
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Early Warning Score (EWS) Dengan Respon Time Kegawatdaruratan Di IGD UPT RSUD Banggai Kabupaten Banggai Laut
Early warning score (EWS) merupakan sebuah sistem untuk mendeteksi secara dini kondisi fisiologis berdasarkan respon klinis, yang biasanya digunakan di unit bedah medis dan unit gawat darurat. Proses pengkajian dan observasi sangat diperlukan tingkat pengetahuan perawat yang baik dalam melakukan tindakan pengkajian dan mengobservasi. Pengetahuan penting untuk dikuasai perawat, karena seseorang tidak dapat memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan akurat kalau perawat tersebut tidak mengetahui pengkajian kegawatdaruratan. Respon time merupakan kecepatan dalam penanganan pasien, dihitung sejak pasien datang sampai dilakukan penanganan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang early warning score (EWS) terhadap respon time kegawatdaruratan di IGD UPT RSUD Banggai Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 32 responden, dengan menggunakan teknik total sampling. analisi data menggunakan Chi-Square dengan uji alternatif Fisher Exact, dengan hasil p-value 0,005 (<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang early warning score (EWS) terhadap respon time kegawatdaruratan di IGD UPT RSUD Banggai Kabupaten Banggai Laut. Saran bagi UPT RSUD Banggai Kabupaten Banggai Laut agar dapat memfasilitasi perawat untuk mengikuti seminar atau pelatihan kegawatdaruratan agar perawat dapat memperoleh ilmu serta skill yang dapat diaplikasikan di rumah saki
PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENGURANGI OVERSTOCK PADA PROSES PRODUKSI AIR MINERAL DALAM KEMASAN (AMDK)
Perencanaan produksi merupakan aspek krusial yang harus dilakukan untuk menghindari berbagai masalah yang ada pada perusahaan. PT. Indra Karya menghadapi masalah kelebihan stok atau yang biasa disebut dengan overstock dalam produksi InFresh, yang memerlukan perencanaan produksi untuk mengoptimalkan kapasitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perencanaan produksi yang tepat guna meminimalkan overstock dan mengoptimalkan kapasitas produksi di masa mendatang. Proses perencanaan produksi dimulai dengan peramalan permintaan, diikuti oleh perencanaan agregat dan disagregat, serta penjadwalan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode peramalan yang terpilih adalah Multiplicative Seasonal Method (MSM), karena memiliki nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) terkecil, yaitu 9,56 untuk variasi 330ml, 37,76 untuk variasi 600ml, dan 17,44 untuk variasi galon. Hasil perencanaan agregat menunjukkan bahwa metode yang terpilih adalah Mixed Strategy. Metode penjadwalan yang terpilih adalah Earliest Due Date (EDD), dikarenakan urutan job dipilih berdasarkan tenggat waktu yang berjarak 7 hari dari waktu pemrosesan sehingga job yang dikerjakan adalah job yang tenggat waktunya tercepat. Setelah dilakukannya perencanaan produksi maka didapatkan pengurangan overstock untuk ketiga produk sebesar 105%
Measuring the Impact of Gamification on Motivation and English Language Learning Outcomes: A Case Study
This study investigates the impact of gamification on motivation levels, vocabularyacquisition, and speaking skills in English language learning. Employing a quantitativepre-experimental design, the research engaged 21 high school students. Mean scores werecalculated for baseline assessments and post-intervention evaluations, providing acomprehensive understanding of participants' initial proficiency and the observedenhancements. Results revealed a substantial increase in motivation levels post-gamification intervention, with a mean score rising from 3.8 to 4.7. This noteworthyimprovement underscores the positive influence of gamification on participants' overallengagement. Similarly, vocabulary acquisition exhibited significant progress, as reflectedin the increase from a baseline mean score of 4.2 to 5.2 post-intervention. The findingssuggest the potential efficacy of gamification in fostering enhanced vocabulary acquisitionamong learners. Speaking skills also demonstrated notable advancement, with a baselinemean score of 3.9 rising to 4.9 post-intervention. These improvements collectively highlightthe positive impact of the gamification strategy on specific learning outcomes, particularlyin enhancing participants' speaking skills. This study contributes valuable insights to thefield of English language education, offering evidence of the benefits of gamification inenhancing motivation and language learning outcomes. The findings can inform educators,curriculum designers, and policymakers in optimizing instructional approaches, creatingdynamic and engaging learning environments to facilitate improved language proficiencyamong students
Efektivitas Jahe Dan Daun Mint Untuk Mengatasi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I
Mual dan muntah atau emesis gravidarum adalah keluhan umum yang dialami ibu hamil pada trimester I, dengan gejala mual disertai muntah yang berlebihan dan biasanya terjadi pada pagi hari atau sering juga disebut morning sickness. Ibu hamil juga mengalami perubahan fisiologis yang disebabkan peningkatan hormon progesterone dan estrogen. Akibatnya ibu hamil pada trimester I sering mengalami mual bahkan muntah. Dalam menangani emesis gravidarum pada ibu hamil trimestr I dapat diobati dengan cara farmakologi dan non farmakoligi. Salah satu cara untuk menangani emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I dengan mengkonsumsi minuman herbal seperti jahe dan daun mint. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas dari konsumsi minuman jahe dan daun mint untuk mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Metode penelitian ialah literature review dengan menggunakan database elektronik, yaitu google scholar dengan menggunakan tiga kata kunci yaitu ” emesis gravidarum”, ”jahe”, dan ”daun mint’ . Hasil ditemukan enam jurnal untuk direview. Enam jurnal menyatakan bahwa jahe lebih efektif dari pada daun mint untuk menurunkan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I
Analysis of Distribution Channels and Promotional Mix at PT Varia Usaha Fabrikasi
Distribution channels are all marketing channels or intermediaries through which goods and services (including transportation and storage) go from producers to industrial users and consumers. Companies must be good at selling products. Companies must be able to see market opportunities to sell their products not only in domestic or local markets, but also internationally. Promotion Mix is a tool formed from a combination of advertising tools used by a company. In general, these promotional tools are related to each other, not separated, because they complement each other. Promotional mix or also called marketing mix is a plan for carrying out promotional activities. The aim of this research is to analyze the implementation of distribution channels and sales promotions at PT Varia, a fabrication business. The research method used is a qualitative method. The research results show that the distribution and promotion mix strategy taken by PT Varia, a fabrication business, is the right strategy for a company in carrying out the distribution and promotion mix process.