Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
Not a member yet
4732 research outputs found
Sort by
TEKNIK PEMBENIHAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI HATCHERY PT. DELTA WINDU PURNAMA KABUPATEN SITUBONDO PROVINSI JAWA TIMUR
Larvae quality is the main input for the success of vannamei shrimp cultivation. Quality of larvae are produced with optimal production handling through standardized hatchery units. PT Delta Windu Purnama is one of the companies engaged in shrimp hatchery. This study aims to determine the results of shrimp larvae production such as Fecundity, Fertilization Rate, Hatching Rate, Survival Rate and Population at the Hatchery of PT. Delta Windu Purnama Situbondo, East Java. This study was conducted during one cycle in shrimp hatchery from November to December 2024. This study was conducted on modules A and B with concrete construction. The vannamei shrimp broodstock is F1 broodstock from Bencmark Genetic Shrimp. The nauplii that are spread are nauplii types N4 and N5. The feed given is in the form of natural feed such as Chaetocheros sp., Artemia salina and blended artificial feed and spread artificial feed. The fecundity obtained is 320.000 eggs/broodstock. Module A obtained Fertization rate of 90% and for module B it is 95%, then for SR in module A it is 79% and module B it is 87%. Egg hatching rate obtained is 85.7%. Based on the results of the research that has been done, module B shows better results compared to module A
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI CAMPUREJO KABUPATEN GRESIK
Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Campurejo merupakan salah satu sentra perikanan di Kabupaten Gresik yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Akan tetapi, keanekaragaman jenis ikan di Campurejo belum terdokumentasikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis ikan hasil tangkapan nelayan payang. Nelayan paling banyak menggunakan payang untuk menangkap ikan. Pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara pengamatan langsung terhadap hasil tangkapan nelayan di TPI Campurejo pada bulan Januari 2025. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi data produksi dari dinas terkait pada bulan November sampai dengan bulan Desember. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 21 jenis ikan dari 18 famili berhasil ditangkap dan didaratkan di Pelabuhan Perikanan Campurejo. Diantara jenis ikan tersebut, terdapat 2 jenis ikan yang paling banyak ditemukan yaitu ikan peperek (Leioghnatus bindus), dan ikan Gulamah/Tigawaja (Johnius borneensis). Nilai indeks keanekaragaman (H') sebesar 2,03 menunjukkan bahwa keanekaragaman tergolong sedang. Nilai indeks keseragaman (E) secara keseluruhan sebesar 0,67, berdasarkan nilai keseragaman tersebut maka populasi termasuk dalam kategori tinggi, hal ini dapat diartikan adanya variasi nilai struktur komunitas ikan yang tinggi. Dan indeks dominasi (C) selama penelitian sebesar 0,18 yang termasuk dalam kategori tidak ada jenis ikan yang dominan.
Kata Kunci: Alat tangkap payang, Keanekaragaman Ikan, PPP Campurej
Pengaruh Permainan Lego Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Pada Kelas A Di Ra Al-Kautsar Kota Banjar
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang berkembangnya semangat belajar anak-anak di kelompok A RA Al-Kautsar Banjar, terutama dalam mengenal konsep bilangan 1-10, dan masalah perhatian selama pembelajaran. Beberapa anak cenderung melamun, sulit menjawab pertanyaan guru, dan belum mampu membedakan atau membilang lambang bilangan 1-10. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan lego terhadap perkembangan kognitif anak usia dini. Masa usia dini merupakan periode penting bagi pengembangan potensi dan aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan kognitif. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak usia dini adalah permainan lego. Bermain lego membantu anak mengenal konsep bilangan dan memecahkan masalah, serta meningkatkan kemampuan imajinasi dan berpikir mereka. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, parsial item per indikator, normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai rata-rata perkembangan kognitif anak dari 58 (kategori cukup) sebelum intervensi lego menjadi 70 (kategori baik) setelah intervensi. Uji hipotesis menghasilkan thitung = 11,75 dan ttabel = 1,74, yang membuktikan adanya pengaruh signifikan permainan lego terhadap perkembangan kognitif anak usia dini di kelompok A RA Al-Kautsar Banjar.
Kata Kunci: Perkembangan Kognitif, Permainan Lego, Anak Usia Dini.
Abstract
This research is motivated by the lack of enthusiasm for learning among children in group A of RA Al-Kautsar Banjar, particularly in recognizing the concept of numbers 1-10, and issues with attention during lessons. Some children tend to daydream, have difficulty answering teachers' questions, and are unable to differentiate or count the symbols of numbers 1-10. Therefore, this study aims to determine the effect of Lego play on early childhood cognitive development. Early childhood is a crucial period for developing a child's potential and developmental aspects, including cognitive development. One of the factors influencing early childhood cognitive development is Lego play. Playing with Lego helps children recognize number concepts, solve problems, and enhances their imagination and thinking abilities. The method used is quasi-experimental with a one-group pretest-posttest design. Data analysis includes validity, reliability, partial item per indicator, normality, homogeneity, and t-tests. The results show a significant increase in the average cognitive development score of children from 58 (fair category) before the Lego intervention to 70 (good category) after the intervention. Hypothesis testing yields a t-value of 11.75 and a t-table value of 1.74, proving a significant effect of Lego play on early childhood cognitive development in group A of RA Al-Kautsar Banjar
Peran Permainan Tradisional dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini
Tidak dipungkiri kemajuan teknologi mampu menggeser kebiasaan anak usia sekolah berperilaku, termasuk dalam belajar dan bermain. Pola permainan anak awalnya di luar rumah bergeser menjadi di dalam rumah. Ini menjadi satu penyebab tergusurnya permainan tradisional Indonesia. Anak-anak lebih banyak memainkan permainan modern di dalam rumah. Anak terbiasa bermain sendiri sehingga keterampilan sosialnya kurang terasah. Keterampilan sosial erat kaitannya dengan cara seseorang memilih pola penyelesaian masalahnya. Hasil observasi yang dilakukan penulis pada anak-anak usia 3-10 tahun diketahui strategi penyelesaian masalah sosial anak cenderung negatif, seperti memaki, memukul, menendang, menjambak, dan mencubit. Penulis mengumpulkan informasi melalui berbagai sumber untuk mendalami sejauh mana permainan tradisional berpengaruh pada keterampilan sosial anak. Dapat disimpulkan permainan tradisional memiliki peranan yang penting mengembangkan keterampilan sosial anak. Pendidik dapat menjadikan permainan tradisional sebagai alternatif pembelajaran yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Permainan tradisional sebagai pendamping pembelajaran juga dapat digunakan mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah
Clean and Healthy Living Behavior Education and Anthropometric Examination at Kindergarten/Elementary School of Tunas Sebernaman
Efforts to improve public health must begin at an early age to build and realize a better environmental health status, by creating awareness, ability, and habit of applying clean and healthy living behavior. Efforts are needed by educating from an early age to get used to clean and healthy living behavior, one of the efforts is to educate in the school environment, related to clean and healthy living behavior the school environment is the first step to empowering students, teachers, and the community living in the school environment to be able to carry out clean and healthy living behavior in realizing a clean and healthy school environment.
The Real Work Lecture (KKN) program was carried out in Deli-Serdang Regency, Kutalimbaru District, Pasar X Village, Hamlet I at Kindergarten / Elementary School of Tunas Sebernaman, we agreed with the principal and teaching staff at the elementary school to carry out two real work lecture programs, namely health education related to clean and healthy living behavior and anthropometric examination of students of Kindergarten / Elementary School Tunas Sebernaman as for the series of activities in the form of pre-tests, exposure to clean and healthy living behavior material, anthropometric examination, post-test. The location of the KKN program at Tunas Sebernaman Tunas Sebernaman
PENERAPAN ALGORITMA DECISION TREE C4.5 UNTUK PREDIKSI CUACA DI KOTA SEMARANG
Cuaca adalah kondisi atmosfer yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti suhu, tekanan, dan kelembapan. Untuk memastikan bahwa aktivitas manusia tidak terganggu untuk berbagai apsek kehidupan, termasuk pertanian dan transportasi, sangat penting untuk membuat prediksi cuaca yang akurat. Di Kota Semarang, prediksi cuaca membantu masyarakat dan pemerintah dalam pengambilan keputusan. Namun, ketepatan prediksi sering terhambat oleh banyaknya parameter yang terlibat. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis klasifikasi curah hujan di Kota Semarang menggunakan algoritma Decision Tree C4.5 berbasis data cuaca dari BMKG periode 2016-2023. Algoritma C4.5 dipilih sebab kapasistasnya membentuk pohon keputusan yang bisa memberikan visualisasi hasil klasifikasi dengan akurasi tinggi. Data mining dilakukan menggunakan RapidMiner dengan membagi data ke dalam data training dan data testing yang memiliki rasio 90:10. Hasil strudi menunjukkan tingkat akurasi sebesar 99,12%, yang ada pada klasifikasi sangat baik (Excellent Classification).
Kata Kunci: Prediksi Cuaca; Data Mining; Algoritma C4.5; Decision Tree; Semarang
 
ARTIFICIAL BEE COLONY DALAM PEMODELAN DAN OPTIMASI: KAJIAN BIBLIOMETRIK
Penelitian ini menyajikan analisis bibliometrik terhadap tren penelitian yang berkaitan dengan algoritma Artificial Bee Colony (ABC) dalam pemodelan prediksi ekonomi. Sebanyak 40 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024 dianalisis untuk mengidentifikasi pola keterkaitan kata kunci serta bidang aplikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa ABC telah banyak diterapkan dalam bidang teknik dan optimasi energi, namun penerapannya dalam bidang ekonomi—terutama untuk prediksi harga emas berbasis indikator makroekonomi—masih jarang dijumpai. Melalui visualisasi jaringan, kata kunci ekonomi seperti “inflasi” dan “harga emas” tampak memiliki koneksi yang lemah dibanding klaster teknik. Hal ini menunjukkan adanya peluang pengembangan penelitian selanjutnya. Kajian ini juga menekankan kemampuan adaptif ABC dalam menangani data yang bersifat non-linier dan dinamis, yang sangat relevan untuk prediksi ekonomi. Penelitian menyimpulkan bahwa terdapat peluang signifikan untuk mengembangkan model prediksi ekonomi berbasis algoritma ABC, khususnya dalam mendukung pengambilan keputusan strategis pada kondisi pasar yang tidak pasti
HUBUNGAN FAKTOR PERSONAL DAN MANAJEMEN K3 DENGAN TINDAKAN UNSAFE ACTION (STUDI KASUS DI PT PETROKOPINDO SELARAS): HUBUNGAN FAKTOR PERSONAL DAN MANAJEMEN K3 DENGAN TINDAKAN UNSAFE ACTION (STUDI KASUS DI PT PETROKOPINDO SELARAS)
Latar Belakang : unsafe action adalah kesalahan akibat ketidakmampuan pekerja dalam melaksanakan kriteria dan tahapan pekerjaan sesuai dengan standar yang ada sehingga mengakibatkan kecelakaan kerja. Setelah dilakukan pengumpulan data maka rata-rata unsafe action yang terjadi sebesar 19,75% pada tahun 2022 dan 23,41% pada tahun 2023. Tujuan : Menganalisis hubungan faktor personal dan faktor manajemen K3 dengan tindakan unsafe action di Bengkel PT Petrokopindo Cipta Selaras. Metode : Jenis penelitian kuantitatif bersifat observational analitik dengan desain crosssectional melalui teknik simple random sampling berjumlah 58 pekerja bengkel PT Petrokopindo Cipta Selaras menggunakan analisis teknik uji korelasi rank Spearman. Hasil : Faktor personal pekerja bengkel PT PCS hampir setengahnya yakni 41.4% berkategori usia dewasa akhir, sementara sebagian besar 79.3% tingkat pendidikan terakhir yang dimiliki pekerja yakni SMA dengan sebagian besar masa kerja sedang sebesar 67.2%, serta hampir setengahnya 60.3% pekerja memiliki tingkat pengetahuan baik dan sikap kerja baik sebesar 75.9%. sebagian pekerja memperoleh promosi K3 berkategori baik sebesar 62.1% dan tingkat pengawasan baik sebesar 70.7%. unsafe action yang dilakukan pekerja dengan kategori sedang hampir seluruhnya sebesar 82.8% dibandingkan unsafe action berkategori tinggi sebesar 17.2%. Sedangkan hasil uji statistik p value usia (p-value = 0.039), tingkat pendidikan (p-value = 0.04), masa kerja (p-value = 0.044), tingkat pengetahuan (p-value = 0.031), dan sikap kerja (p-value = 0.036), promosi K3 (p-value = 0.021) dan pengawasan (p-value = 0.019). Kesimpulan : Faktor personal dan factor manajemen k3 berhubungan dengan tindakan unsafe action, sehingga diharapkan melakukan tindakan lebih lanjut
 
Pengaruh Kreativitas Guru Terhadap Efikasi Diri Peserta Didik Dalam Belajar Matematika Di Kecamatan Kebomas
Abstract
Perceptions of a lack of Teacher innovation in presenting the content in PLP 2 led some students to feel bored and uninterested in learning, which in turn spurred this research. Furthermore, several students were uncertain of their own replies to the teacher's questions and opted to check or match the answers provided by their classmates before responding. As a result, the researcher in Kebomas District set out to determine how students' perceptions of their own mathematical abilities were affected by teachers' levels of creativity in the classroom. Finding out how teachers' imaginations affect their pupils' confidence in their own mathematical abilities was the overarching goal of this research. Two hundred forty-six children from Kebomas District's seventh and eighth grade classes participated in the study. This study is a survey-based correlational analysis. The study found that students' self-efficacy in math learning is influenced by a total of 91.5% of the variables not included in this study, with 8.5% of that influence coming from teachers' creativity in the areas of classroom atmosphere, asking questions, innovative teaching practices, overcoming obstacles, and teaching style. As a result, the researcher in Kebomas District set out to determine how students' perceptions of their own mathematical abilities were affected by teachers' levels of creativity in the classroom. Finding out how teachers' imaginations affect their pupils' confidence in their own mathematical abilities was the overarching goal of this research. Two hundred forty-six children from Kebomas District's seventh and eighth grade classes participated in the study. This study is a survey-based correlational analysis. Teachers' confidence in themselves as educators, the quality of their classroom environments, their ability to help students overcome challenges, the frequency with which they ask questions, and the innovative practices they employ all have an impact on students' perceptions of their own mathematical abilities; however, other factors beyond the scope of this study account for the remaining 91.5% of the variation in students' perceptions of their own mathematical abilities.
Abstrak
Persepsi tentang kurangnya inovasi guru dalam menyajikan konten dalam PLP 2 menyebabkan beberapa siswa merasa bosan dan tidak tertarik dalam belajar, yang pada gilirannya memacu penelitian ini. Lebih jauh, beberapa siswa tidak yakin dengan jawaban mereka sendiri terhadap pertanyaan guru dan memilih untuk memeriksa atau mencocokkan jawaban yang diberikan oleh teman sekelas mereka sebelum menjawab. Akibatnya, peneliti di Distrik Kebomas berusaha untuk menentukan bagaimana persepsi siswa tentang kemampuan matematika mereka sendiri dipengaruhi oleh tingkat kreativitas guru di kelas. Mencari tahu bagaimana imajinasi guru memengaruhi kepercayaan diri murid-murid mereka terhadap kemampuan matematika mereka sendiri adalah tujuan utama dari penelitian ini. Dua ratus empat puluh enam anak dari kelas tujuh dan delapan Distrik Kebomas berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini adalah analisis korelasional berbasis survei. Penelitian ini menemukan bahwa efikasi diri siswa dalam pembelajaran matematika dipengaruhi oleh total 91,5% variabel yang tidak termasuk dalam penelitian ini, dengan 8,5% pengaruh tersebut berasal dari kreativitas guru dalam bidang suasana kelas, mengajukan pertanyaan, praktik mengajar yang inovatif, mengatasi rintangan, dan gaya mengajar. Hasilnya, peneliti di Kabupaten Kebomas berupaya untuk menentukan bagaimana persepsi siswa terhadap kemampuan matematika mereka sendiri dipengaruhi oleh tingkat kreativitas guru di kelas. Mencari tahu bagaimana imajinasi guru memengaruhi kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan matematika mereka sendiri adalah tujuan utama penelitian ini. Dua ratus empat puluh enam anak dari kelas tujuh dan delapan Kabupaten Kebomas berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan analisis korelasional berbasis survei. Kepercayaan diri guru terhadap diri mereka sendiri sebagai pendidik, kualitas lingkungan kelas mereka, kemampuan mereka untuk membantu siswa mengatasi tantangan, frekuensi mereka mengajukan pertanyaan, dan praktik inovatif yang mereka terapkan semuanya berdampak pada persepsi siswa terhadap kemampuan matematika mereka sendiri; Namun, terdapat faktor lain di luar cakupan penelitian ini yang menyebabkan 91,5% variasi persepsi siswa terhadap kemampuan matematika mereka sendiri
Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Kemandirian Belajar dan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP
This research is a correlational study with a quantitative approach which aims to determine the influence of self-efficacy on the self-regulated learning and mathematical communication abilities of class VII middle school students. The data analysis used is Structural Equation Modeling (SEM) using AMOS 23. The results of this research show that: (1) There is a positive and significant influence between self-efficacy and student self-regulated learning and C.R. scores. 6.942≥1.967 with a significance level of 0.000≤0.05. (2) There is an influence between self-efficacy and students' mathematical communication skills and C.R. scores. amounting to 2,851≥1,967 with a significance level of 0.004≤0.05. (2) There is a positive and significant influence between self-regulated learning and students' mathematical communication skills and C.R. scores. amounting to 2,752≥1,967 with a significance level of 0.006≤0.05. (4) Because all variables directly influence each other, this research did not find any intervening variables or intermediary variables