Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
Not a member yet
4732 research outputs found
Sort by
Pengaruh Persepsi Keamanan dan Kemanfaatan Terhadap Minat Penggunaan Kembali “Book Cabin” Melalui Kepercayaan
Background – The rise of online check-in applications, like 'Book cabin' by Lion Air Group, highlights the need for secure and useful features to build trust and drive reuse intention. Understanding these factors is essential for enhancing user adoption and satisfaction.
Aim – This research aims to analyze the influence of trust as a mediating variable of perceived security and perceived usefulness on interest in reusing Book cabin as an online check-in application at the Lion Air Group.
Design / methodology / approach – The population in this research were users of the Book cabin application with a sample of 200 respondents. The sampling technique in this research is purposive sampling. Data collection was carried out by distributing questionnaires via Google Form. The data processing method in this study uses Smart-PLS which is used to test the hypothesis.
Findings – The findings indicate that perceived security, perceived usefulness, and trust each have a significant positive impact on the intention to reuse the Book cabin application. Additionally, trust serves as an important mediator, strengthening the relationship between perceived security, perceived usefulness, and reuse intention.
Research implication – This study contributes to the marketing fields and existing literature by examining the influence of perceived security and perceived usefulness on the intention to reuse an online check-in application. It advances previous research by exploring trust as a mediating factor, providing a deeper understanding of how trust can bridge user perceptions and behavioral intentions in digital travel services.
Limitations – This study has several limitations, including the use of cross-sectional data that does not capture long-term behavioral changes and a focus on perceived security and usefulness without considering other factors like perceived ease of use, or e-WOM. Additionally, the sample is limited to users of the Book Cabin application, particularly those from the Lion Air Group. Future research should adopt a longitudinal approach, and expand the sample scope to achieve more comprehensive and generalizable findings
PENGARUH PENAMBAHAN PERASAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) PADA PAKAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)
Pakan yang memiliki nilai gizi tinggi akan membantu ikan berkembang dengan baik. Salah satu bahan alami yang berpotensi sebagai bahan tambahan pakan yaitu buah mengkudu (Morinda citrifolia). Kandungan senyawa metabolit sekunder pada buah mengkudu bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan perasan buah mengkudu pada pakan terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan di CV. Rejo Royal Vannamei Banyuwangi selama 30 hari. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan perasan buah mengkudu pada pakan dengan dosis : perlakuan A (400ml/kg pakan), B (500ml/kg pakan), C (600ml/kg pakan), D (700ml/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan perasan mengkudu dengan dosis berbeda, tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila. Perlakuan B dan C memberikan tingkat kelangsungan hidup tertinggi sebesar 83%. Penambahan perasan mengkudu dengan dosis berbeda, berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Perlakuan C memberikan pertumbuhan berat mutlak tertinggi sebesar 5,32 gr. Data kualitas airselama penelitian diperoleh suhu air berkisar 26,3- 28,5 oC, derajat keasaman berkisar 7,7-8,2, dan oksigen terlarut berkisar 4,61- 6,21 ppm
RANCANG BANGUN SISTEM OTOMATIS UNTUK PENGHITUNGAN, PEMILAHAN, DAN PENILAIAN KUALITAS TELUR DENGAN FITUR PENGIRIMAN INFORMASI KE WHATSAPP
ABSTRAK
Klasifikasi telur secara manual di peternakan ayam sering mengalami kendala seperti lambat dan kurang akurat. Penelitian ini bertujuan membuat alat otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 yang dapat menghitung, memilah berdasarkan berat, menilai kualitas telur dengan sensor photodioda, serta mengirim hasilnya ke WhatsApp. Alat ini menggunakan sensor Load Cell dan HX711 untuk mengukur berat, photodioda untuk mengecek kondisi cangkang, motor DC dan servo untuk memindahkan telur, serta LCD I2C untuk menampilkan informasi. Pengujian dilakukan di laboratorium dengan telur ayam ras. Hasil menunjukkan akurasi pengukuran berat mencapai 99%, penilaian kualitas 90%, dan waktu kerja lebih cepat 50% dibanding cara manual. Fitur pengiriman ke WhatsApp juga berjalan lancar selama internet stabil. Alat ini dinilai cocok untuk mendukung otomatisasi dalam industri peternakan
RANCANGAN JARINGAN ACCESS POINT MENGGUNAKAN ALGORITMA KRUSKAL
Penempatan access point yang optimal dan efisien menjadi aspek penting pada sebuah instansi. Merancang jaringan dengan baik dapat meningkatkan produktivitas. Permasalahan yang terjadi pada jurnal ini yaitu penempatan access point yang kurang optimal mengakibatkan jaringan yang sulit dijangkau oleh beberapa orang di Universitas Katolik Darma Cendika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuat rancangan jaringan yang lebih optimal agar akses jaringan pada ruangan-ruangan di Universitas Katolik Darma Cendika dapat lebih mudah untuk dijangkau. Menggunakan metode minimum spanning tree dan algoritma Kruskal dapat mengatasi permasalahan penempatan access point yang kurang optimal. Metode Minimum Spanning Tree merupakan metode untuk menemukan Kumpulan sisi graf yang menghubungkan semua simpul dalam graf tanpa membentuk siklus. Sedangkan algoritma Kruskal merupakan algoritma yang digunakan untuk menemukan jalur terpendek antara dua simpul dalam graf. Solusi yang diberikan ini adalah salah satu implementasi graf pada aspek kehidupan. Hasil dari penelitian ini yaitu rancangan access point yang lebih optimal di Universitas Katolik Darma Cendika
PELATIHAN KADER STUNTING MELALUI KEGIATAN KKN TEMATIK BIDADARI DI DESA JADI MULYA KECAMATAN AIR SUGIHAN OKI
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Stunting masih menjadi fokus perhatian pemerintah Indonesia karena tidak hanya menyebabkan kelainan fisik namun juga kognitif yaitu berupa kecerdasan yang kurang pada balita sehingga saat dewasa akan menurunkan produktivitas. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan yaitu, 1) koordinasi dengan masyarakat dan toko masyarakat setiap dusun yang ada di Desa Jadi Mulya dalam menentukan perwakilan kader stunting setiap dusun, 2) Melakukan pelatihan kader stunting dengan metode penyuluhan dan demonstrasi di Balai Desa Jadi Mulya; penyuluhan tentang pencegahan dan penatalaksanaan stunting, penyuluhan antropometri gizi terkait stunting, serta demonstrasi pangan lokal dan bergizi, 3) Serah terima SK dari toko masyarakat desa Jadi Mulya kepada kader stunting. Tingkat pengetahuan kader diukur dengan melihat perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat pengetahuan kader stunting setelah diberi pelatihan dengan perubahan nilai rata-rata menjadi 87. Peningkatan pemahaman kader stunting terpilih tentang pencegahan stunting, serta komitmen para kader stunting sebagai agen perubahan yang merupakan bagian integral dalam mengurangi angka stunting, meningkatkan kesehatan di Desa Jadi Mulya dan perkembangan anak-anak di masa depan
PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN LITERASI DIGITAL BAGI REMAJA PUTRI MELALUI PENDEKATAN PSIKOEDUKATIF KOMUNITAS
Remaja putri merupakan kelompok strategis dalam siklus kehidupan masyarakat yang memegang peran penting dalam menciptakan generasi sehat dan berkualitas. Di Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, masih ditemukan tantangan terkait rendahnya literasi kesehatan reproduksi dan pemanfaatan teknologi digital di kalangan remaja. Kondisi ini diperburuk oleh tingginya angka pernikahan dini dan risiko stunting. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai kesehatan reproduksi dan literasi digital sebagai bagian dari upaya pencegahan pernikahan dini dan reduksi stunting.
Metode yang digunakan adalah pendekatan Community-Based Research (CBR) yang menggabungkan keterlibatan dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Kegiatan edukasi dilakukan dalam bentuk psikoedukasi partisipatif, diskusi kelompok, dan simulasi. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest yang diberikan kepada 21 peserta pada dua topik utama, yaitu kesehatan reproduksi remaja dan literasi digital. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2024.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pada kedua topik. Nilai rata-rata pretest untuk kesehatan reproduksi adalah 8,29 dan meningkat menjadi 9,10 pada posttest. Pada literasi digital, skor meningkat dari 8,43 menjadi 9,43. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukatif berbasis komunitas yang disampaikan dengan pendekatan interaktif mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja putri terhadap isu-isu penting yang berkaitan dengan kesehatan dan digitalisasi.
 
PENDAMPINGAN PERSIAPAN PEMBENTUKAN SEKOLAH AMAN BENCANA DI TK AISYIYAH KHADIJAH BANGUNJIWO TIMUR KASIHAN BANTUL
Indonesia memiliki lebih dari 250.000 sekolah yang berada di daerah rawan bencana atau sekitar 75% dari total jumlah sekolah, sehingga diperlukan upaya pengurangan risiko bencana guna meminimalkan risiko dan dampak bencana. Kesiapan sekolah sebagai fasilitas dan tempat yang aman menghadapi ancaman bencana harus terus diupayakan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membentuk sekolah aman bencana di tingkat PAUD dan TK. Metode kegiatan pendampingan melalui beberapa tahapan sesuai dengan tahapan standar program sekolah aman atau di Indonesia disebut "Satuan Pendidikan Aman Bencana" (SPAB). Lokasi kegiatan di TK Aisyiyah Khadijah Bangunjiwo Timur, yang melibatkan pihak internal sekolah, yaitu kepala sekolah, guru, karyawan, pengurus (pimpinan cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Bangunjiwo Timur), serta pihak eksternal seperti guru TK lain di DIY dan LLHPB Aisyiyah DIY. Hasil kegiatan terdiri dari 4 tahapan pendampingan, yaitu: persiapan (FGD & self-assessment), Implementasi 10 langkah SPAB (Penyusunan SPO & Table top Exercise, Latihan lapangan pencegahan gempa bumi sesuai dengan Hazards dalam assessment), workshop SPAB dan Evaluasi
PERAN FUN GAMES TERHADAP FUNGSI KOGNITIF DAN KEMATANGAN EMOSIONAL PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH 18 SURABAYA
Perkembangan anak usia sekolah dasar merupakan tahap penting dalam pembentukan berbagai aspek psikologis, terutama fungsi kognitif dan kematangan emosional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi pengaruh fun games terhadap fungsi kognitif dan kematangan emosional siswa kelas 2 SD Muhammadiyah 18. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: Penyuluhan kesehatan untuk orang tua siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya dan kegiatan fun games untuk siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya. Kegiatan fun games yang diadakan untuk siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya diantaranya adalah: Permainan Puzzle, Permainan Ular Naga, Permainan Match Matching, Permainan Picture Memory, Permainan Lambang Bilangan dan Permainan Clap Boom Snatch. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini ditemukan skor fungsi kognitif yang secara keseluruhan baik. Melalui kegiatan abdimas ini, diharapkan terjadi peningkatan kemampuan berpikir dan kecerdasan emosional siswa SD Muhammadiyah 18 secara simultan
Niat Menggunakan Kembali Jasa Pengiriman Pos Express Ditinjau Dari Kualitas Layanan, Kemudahan, Dan Lokasi Di Surabaya
Abstract
Background - In the era of digital and globalization that is increasingly developing, the public's need for goods delivery services has increased significantly. Expedition service companies are required to provide fast, safe, and reliable services. Pos Express as one of the premium services from PT Pos Indonesia strives to answer this need through fast H+1 delivery and an integrated tracking system. However, based on data from Top Brand Indonesia, Pos Indonesia is still below its competitors such as JNE, J&T, and TIKI, indicating the need for improvements in terms of service quality, ease of access, and location strategy. This phenomenon underlies the importance of this study, considering that consumers are now increasingly demanding efficiency and convenience in using delivery services.
Objectives - This study aims to analyze and test the effect of service quality, ease of use, and location on consumer intentions in Surabaya in using Pos Express delivery services. This study also aims to identify which factors are most dominant in forming intentions to use the service.
Design / Methodology / Approach - This research employs a quantitative approach through a survey method. The participants consisted of Surabaya residents who had previously used Pos Express services, with a purposively selected sample of 100 respondents. Data were collected using questionnaires and analyzed through multiple linear regression to examine the relationships between variables. To validate the regression model, several classical assumption tests were conducted, including tests for normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation.
Findings - The findings show that reuse intention is positively and significantly influenced by three independent factors, namely service quality, convenience, and location. Among the three, service quality has the most dominant influence, followed by location and convenience. The R² value of 66.2% indicates that the model can explain more than half of the variation in reuse intention.
Research Implications - The results of this study contribute to the literature on service marketing management, especially in the context of logistics and delivery. These findings can be the basis for PT Pos Indonesia management in designing strategies to improve service quality, develop user-friendly digital systems, and select more strategic operational locations, in order to increase consumer intention to reuse Pos Express services.
Research Limitations - This study is limited to the Surabaya area and only involves respondents who have experience using Pos Express delivery services. Therefore, the selection of respondents was carried out purposively, with the main criteria that they must have used Pos Express services in order to provide relevant assessments of the variables studied.
 
Penerimaan dan Penyaluran Sarana dan Prasarana di SMAN Mumbulsari Jember
Background - The availability of educational facilities and infrastructure is an important foundation in ensuring the quality of teaching and learning services in schools. Amidst the challenges of facility inequality between urban and rural areas, effective management is a vital aspect. SMAN Mumbulsari Jember is a concrete example where educational logistics management plays a central role in supporting the learning process. This is where the urgency of this study lies: how the process of receiving and distributing goods is carried out, and how obstacles and supporting factors influence the effectiveness of such management.
Objectives - This study aims to thoroughly analyze the dynamics of receiving and distributing educational facilities and infrastructure at SMAN Mumbulsari. The primary objective is to analyze the extent to which administrative procedures and distribution mechanisms are implemented effectively, as well as to identify supporting and hindering factors. Additionally, this study is expected to formulate relevant strategies to improve the educational logistics management system at the school.
Design / Methodology / Approach - This study employs a descriptive qualitative approach using the case study method. Data collection techniques were conducted triangulatively, namely through direct observation in the field, semi-structured interviews with various related parties, and review of internal school documentation. This strategy allows researchers to reconstruct the receipt and distribution process comprehensively and contextually in accordance with the reality at SMAN Mumbulsari.
Findings - The research results indicate that the receipt of facilities and infrastructure has followed administrative standards, such as strict document and goods inspections. However, the distribution of goods faces several challenges, such as mismatches between goods and requests and a lack of technical training for managers. Support from the school principal and a responsive management team serves as a strengthening factor, while limited budgets and procurement delays are the main obstacles. Nevertheless, during the 2022–2025 period, no significant obstacles were identified thanks to effective coordination.
Research Implications - These findings highlight the importance of enhancing managerial capacity in educational logistics. Other schools can use SMAN Mumbulsari’s experience as a replicable management model, provided that regular evaluations and staff training remain priorities. Another practical implication is the importance of partnerships with third parties to ensure transparency and accountability in every procurement and distribution process for educational goods.
Research Limitations - This study is limited by its scope, which only covers one educational institution, SMAN Mumbulsari, so generalizing the results to other schools requires caution. Additionally, the qualitative approach used emphasizes depth over breadth, so quantitative dimensions such as cost efficiency or distribution speed have not been systematically measured.
Keywords: Reception, Distribution, Facilities, Infrastructure, Educational Managemen