Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
Not a member yet
4732 research outputs found
Sort by
Sistematika Pengelolaan Lingkungan dan Kelestarian Lingkungan Hidup: Studi Pengelolaan Sampah Medis RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu
Di era yang saat ini serba pelastik dimana limbah plastic ini dapat merugikan banyak orang termasuk sumber daya alam, maka pemerintah juga perlu memperhatikan mengenai kelestarian hidup bukan hanya di suatu kota namun juga di pedalaman desa yang di mana terkadang sebuah desa terpencil harus menjadi korban karna sungai yang mereka pakai untuk kebutuhan mereka harus tercemar oleh suatu instansi yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, pengelolaan limbah rumah sakit harus dilakukan dengan metode yang tepat, efisien, dan sesuai dengan standar sanitasi yang berlaku. Sebagai bahan sisa yang tidak lagi digunakan dan perlu dibuang, limbah harus ditangani secara optimal guna mencegah dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Selain itu, rumah sakit harus menyelaraskan kesehatan lingkungan dengan prioritas sistem kesehatan sesuai standar bangunan hijau. Konsep keberlanjutan juga harus diterapkan dalam layanan kesehatan sehingga dapat menciptakan ekosistem rumah sakit yang ramah lingkungan serta memberikan dampak positif bagi pasien dan masyarakat sekitar
DESAIN EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN JARAK TEMPUH MOBIL MAINAN BERPENGGERAK BALON DENGAN METODE TAGUCHI
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan performa mobil mainan dengan penggerak balon menggunakan pendekatan desain eksperimen metode Taguchi. Mobil mainan ini bekerja dengan prinsip dorongan udara dari balon yang ditiup, sehingga menghasilkan gerakan maju. Permasalahan seperti ketidakstabilan kecepatan, jarak tempuh yang tidak konsisten, dan komponen yang kurang optimal menjadi fokus utama penelitian ini. Lima faktor diuji, yaitu panjang botol, diameter roda, panjang penyangga roda, panjang sedotan, dan diameter balon, masing-masing dengan dua level. Penelitian menggunakan matriks ortogonal L8(2⁷) dan dilakukan replikasi sebanyak tiga kali untuk meningkatkan akurasi data. Analisis yang dilakukan mengindikasikan bahwa aspek yang memberikan dampak paling besar terhadap jarak tempuh adalah ketinggian botol, diameter roda, dan panjang penyangga roda. Kombinasi optimal untuk memperoleh jarak tempuh terjauh adalah ketinggian botol 14 cm, diameter roda 4 cm, panjang penyangga roda 10 cm, panjang sedotan 23 cm, dan diameter balon 58 cm. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas produk edukatif sederhana serta penerapan praktis metode Taguchi
Code-Switching, Code-Mixing, and Stylistic Identity in the Teen Drama Asmara Gen-Z
This research investigates Indonesian–English bilingual practices in the teen drama Asmara Gen Z, focusing on code-switching, code-mixing, and the use of slang and idiomatic expressions. The study is situated within the broader landscape of multilingual youth communication in digital-era Indonesia, where bilingual speech functions as a marker of identity, emotion, and stylistic preference. The research aims to describe the structural patterns and sociolinguistic functions of bilingual alternation in selected scenes, and to interpret how these linguistic choices construct Gen Z stylistic identity. Using a qualitative descriptive design, purposive sampling was applied to select seven emotionally salient scenes. Data were transcribed and analyzed using Poplack’s code-switching typology, Muysken’s code-mixing model, and Appel and Muysken’s sociolinguistic functions, alongside an examination of slang and idiomatic expressions. The findings show that inter-sentential switching and insertional mixing dominate the characters’ bilingual repertoire, especially during moments of conflict, vulnerability, and romantic tension. Bilingual alternation frequently fulfills expressive, directive, and poetic functions, while Gen Z–oriented slang and idioms intensify emotional stance and index youth identity. Overall, the study demonstrates that teen dramas not only mirror but also stylize contemporary multilingual youth culture, highlighting how Indonesian Gen Z use bilingualism to navigate relational, emotional, and social dynamics
Study of Components and Management Practices for History Learning in Samut Prakan Primary Educational Service Area Office 1
This research aimed to study the components and practices of history learning management in SamutPrakan Primary Educational Service Area Office 1 . The research was conducted in two steps as follows: 1 ) tostudy the components of history learning management in Samut Prakan Primary Educational Service Area Office1 by analyzing documents, related research, and site visits to study the successful history learning management ofthree model schools selected by purposive sampling; and 2) to study the practices of history learning managementin Samut Prakan Primary Educational Service Area Office 1 by meeting nine experts selected by purposivesampling. Qualitative data were analyzed using inductive analytic.The research results concluded that the history learning management components of Samut PrakanPrimary Educational Service Area Office 1 consisted of three main components: 1) collaboration, 2) curriculumintegration, and 3 ) practical application. Each component specified goals and guidelines, including activities andindicators of success, as follows: 1 ) collaboration, consisting of three sub components: school networks,collaboration with learning resources, and the role of local scholars. 2) curriculum integration, consisting of threesub components: local curriculum development, active learning design, and cross-subject integration. 3 ) real-lifeapplication, consisting of three sub components: projects, extracurricular activities, and knowledge disseminatio
Using the ARRCP supervision model to support teachers enhancing employability of students under the Secondary Educational Service Area Office, Loei Nong Bua Lamphu ,Thailand
This research aimed to study 1. the results of using the ARRCP supervision model to support teachers enhancing employability of students under the Secondary Educational Service Area Office, Loei - Nong Bua Lamphu ,Thailand. 1.1) Program to support teachers enhancing employability of students under the Secondary Educational Service Area Office, Loei - Nong Bua Lamphu. 1.2) Skills required for student employment 1.3) Student satisfaction with the use of area-based education programs to enhance students' skills necessary for employment 2. To study the results of teachers' satisfaction with the ARRCP supervision model to support teachers enhancing employability of students under the Secondary Educational Service Area Office, Loei - Nong Bua Lamphu. The essential skills required for employment are: 1. Leadership and teamwork 2. Problem-solving and adaptability 3. Technological competence 4. Interest in travel 5. Empathy and social responsibility 6. Interest in health and wellness and 7. Language skills The study employed a mixed-methods approach, implementing area-based educational programs in three distinct schools. Data were gathered from participating teachers and students through a combination of surveys, interviews, and direct classroom observation.
The findings suggest that the ARRCP model is an effective framework for developing student competencies. Key findings emphasize that student skill development is directly related to teacher-directed, thoughtful, and well-designed practices. Furthermore, the study highlights the crucial importance of ongoing collaboration and strategic planning to ensure the long-term success and sustainability of such educational interventions
Penerapan Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Mengurangi Ketakutan Terhadap Penilaian Negatif (Fear Of Negative Evaluation) Pada Kalangan Siswa SMA
ABSTRAK
Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan identitas, di mana siswa sering menghadapi ketakutan terhadap penilaian negatif (Fear of Negative Evaluation / FNE). Kegiatan magang ini bertujuan menurunkan FNE pada siswa SMA Muhammadiyah 10 GKB melalui teknik restrukturisasi kognitif. Penelitian menggunakan desain one group pretest–posttest pada 18 siswa kelas XI yang mengikuti empat sesi pelatihan mencakup pengenalan FNE, identifikasi pikiran negatif, latihan restrukturisasi kognitif, dan refleksi diri. Hasil analisis Paired Sample T-Test menunjukkan penurunan skor FNE dari 41,33 menjadi 20,11 (t(17) = 8,491; p < 0,001) dengan effect size 2,001, yang menegaskan bahwa restrukturisasi kognitif efektif mengurangi ketakutan terhadap evaluasi negatif serta meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam situasi sosial dan akademik.
Kata Kunci: Fear of Negative Evaluation, restrukturisasi kognitif, kecemasan sosial, siswa SMA.
ABSTRACT
Adolescence is a crucial period for identity formation and social development, during which individuals often face various academic and social demands. One common issue in this phase is the Fear of Negative Evaluation (FNE), the anxiety of being judged negatively by others. This internship project aimed to reduce FNE among students at SMA Muhammadiyah 10 GKB through cognitive restructuring techniques. Using a quantitative approach with a one-group pretest–posttest design, the intervention was conducted on 18 purposively selected eleventh-grade students. The four-session program included an introduction to FNE, identification of negative thoughts, cognitive restructuring exercises, and self-reflection. Analysis using the Paired Sample T-Test showed a significant decrease in FNE, with mean scores dropping from 41.33 to 20.11 (t(17) = 8.491; p < 0.001) and an effect size of 2.001. These results indicate that cognitive restructuring is effective in reducing fear of negative evaluation and enhancing students’ confidence in social and academic situations.
Keywords: Fear of Negative Evaluation, cognitive restructuring, social anxiety, high school students
Efektivitas Edukasi Dengan Lembar Balik Dan Video Animasi Tentang Gizi Seimbang Pada Ibu Menopause
Latar Belakang: Masa menopause rentan terhadap kesehatan. Seperti malnutrisi dan penyakit degeneratif yaitu diabetes, hipertensi dan kolesterol. Kurangnya pemahaman ibu menopause tentang gizi seimbang menjadi faktor pencetus gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas edukasi dengan lembar balik dan video animasi tentang gizi seimbang pada Ibu menopause di Desa Gredek.
Metode Penelitian: Metode yang digunakan quasi eksperiment dengan desain pretest-postest group design. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 30 Ibu menopause. Teknik sampling dengan simple random sampling. Terdiri dari 2 kelompok masing-masing kelompok 15 orang yaitu kelompok lembar balik dan kelompok video animasi. Instrumen: kuesioner, lembar balik dan video animasi. Analisa data yang digunakan adalah uji Man Whitney U.Hasil Penelitian: Diketahui kelompok lembar balik terdapat peningkatan pengetahuan dari rata-rata skor sebesar 28,51 menjadi 68,38. Pada kelompok video animasi terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rata-rata skor sebesar 26,70 menjadi 82,60. Hasil dari uji Man Whitney U diperoleh nilai p value 0,000<0,05 yang artinya pemberian penyuluhan dengan kedua media dapat meningkatkan pengetahuan ibu, dan video animasi adalah media yang paling efektif.Kesimpulan : Video animasi lebih efektif dibandingkan dengan lembar balik dalam pemberian edukasi gizi seimbang pada ibu menopause. Diharapkan edukasi dengan video animasi dapat meningkatkan pengetahuan karena mudah diingat, dimengerti, menarik dan mudah di akses
Isolasi dan Karakterisasi Enzim Amilase Dari Tepung Kacang Gude (Cajanus cajan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi enzim amilase dari tepung kacang gude (Cajanus cajan) dan membandingkan aktivitas enzimatik antara ekstrak kasar dengan fraksi enzim hasil pengendapan menggunakan ammonium sulfat bertingkat. Ekstraksi enzim dilakukan melalui homogenisasi tepung kacang gude dengan buffer fosfat, kemudian diikuti dengan sentrifugasi. Supernatan yang diperoleh merupakan ekstrak kasar. Ekstrak ini kemudian diendapkan (fraksinasi) menggunakan ammonium sulfat jenuh 50% dan 60%. Aktivitas enzim amilase diuji berdasarkan kemampuan enzim menghidrolisis pati menjadi gula pereduksi yang diukur menggunakan metode DNS (3,5-dinitrosalisilat). Hasil menunjukkan bahwa aktivitas enzim meningkat setelah pengendapan ammonium sulfat 60%, menandakan peningkatan kemurnian relatif. Penelitian ini menunjukkan potensi kacang gude sebagai sumber alternatif enzim amilase nabati
Extraksi Curcuminoid Berbahan Dasar Kunyit Putih Berbasis Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) : Studi Kinetika
Kunyit putih adalah keluarga dari zingiberaceae, dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan dikarenakan terdapat kandungan kurkumin yang memiliki sifat anti inflamasi, antioksidan, antikanker, dan antimikroba. Kurkumin pada kunyit putih bisa didapatkan melalui proses ekstraksi. Ekstraksi ultrasonik merupakan metode ekstraksi paling efektif karena bisa mendapatkan hasil kemurnian ekstraksi yang lebih tinggi dengan waktu yang relatif lebih singkat sehingga metode ultrasonik digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variabel ukuran partikel (60, 80, dan 100 mesh), suhu (40, 50, 60 oC), dan beda pelarut (Etanol dan Methanol) dengan pendekatan kinetika ekstraksi Pseudo second order dan Model Peleg. Hasil penelitian menunjukkan nilai konsentrasi tertinggi didapatkan pada variabel ukuran yaitu 100 mesh dengan konsentrasi kurkumin yang didapat 23,6705 mg/l, dengan variabel suhu optimum pada 60oC senilai 24,0460 mg/l, dan pada pelarut etanol didapatkan konsentrasi senilai 24,0460 mg/l. Pada kinetika ekstraksi didapatkan hasil pada model pseudo second order dengan K sebesar 0,0406 (mg/g.s) kemudian model K sebesar 1,0265 (1/sekon
Exploring Veterinary Students’ Practice and Challenges in Using Quizizz for Critical Reading in a Private University
This study explores the effectiveness of Quizizz in enhancing critical reading skills among veterinary students in an ESP (English for Specific Purposes) course. Using a descriptive qualitative research design, the study involved 90 veterinary students from a private university who regularly use Quizizz for reading practice. Data were collected through surveys and semi-structured interviews, focusing on students' experiences, benefits, and challenges. The responses were analyzed using thematic analysis to identify key patterns related to learning effectiveness and obstacles. The results indicate that Quizizz enhances engagement, motivation, and reading comprehension by integrating gamified features such as instant feedback, leaderboards, and interactive questions. However, the study also found limitations in fostering deeper critical reading skills, as the platform primarily supports surface-level comprehension rather than higher-order thinking. Challenges such as technical issues, lack of personalized feedback, and stress from competition were also noted. To address these challenges, the study suggests integrating discussion-based activities, incorporating instructor feedback, balancing competition with collaboration, and designing questions that promote analytical thinking. Future research should explore how adaptive learning technologies and AI-driven tutoring can further support critical reading skills in veterinary ESP courses.
Keywords: Quizizz, veterinary students, critical reading, gamification, digital learning