Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
Not a member yet
4732 research outputs found
Sort by
PELATIHAN MANAJEMEN KOLABORASI DAN GROWTH MINDSET KELOMPOK NELAYAN MAJU JAYA, KELURAHAN SAMBULI, KOTA KENDARI
Upaya meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir terdampak berbagai aktivitas perkotaan memerlukan suatu upaya untuk membangun kolaborasi dan growth mindset secara mandiri dan kolaboratif. Tujuan pelatihan ini adalah untuk menumbuhkan kapasitas manajemen kolaborasi dan growth mindset terhadap kelompok nelayan. Metode pelaksanaan pelatihan terdiri ceramah/diskusi dan demonstrasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta sangat antusias dengan topik pelatihan yang spesifik dan belum pernah dialami oleh kelompok nelayan. Upaya mengembangkan manajemen kolaborasi dan growth mindset cenderung dapat meningkatkan kapasitas peserta dalam menghadapi perubahan dan implementasi pembangunan di wilayah pesisir. Upaya merawat peningkatan pengembangan kapasitas peserta dalam konteks, mekanisme dan dampaknya terhadap lingkungan. Peserta pelatihan memerlukan standar pelatihan profesional secara berkesinambungan. Upaya menciptakan lokal hero dengan pelatihan selama beberapa hari, disadari membutuhkan waktu dan upaya yang lebih mendalam perubahan pola pikir daripada sekadar pelatihan keterampilan. Program pelatihan dirancang untuk membantu kelompok nelayan yang terdampak kebutuhan memperoleh keterampilan dan kemampuan untuk mengambil tindakan kewirausahaan, peserta dalam program pelatihan seringkali juga gagal melakukannya
PENGENALAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) TERNAK SERTA PENGOLAHAN DAGING PADA MASYARAKAT DESA PULOSARI, KECAMATAN BARENG, KABUPATEN JOMBANG
Dewasa ini peternakan menjadi salah satu bidang yang menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia terlebih terdapat program unggulan yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan pemerintah saat ini merupakan program jangka panjang yang melibatkan berbagai macam sektor perekonomian baik dibidang industri, sosial budaya, pertanian, pariwisata, bahkan bidang peternakan itu sendiri. Pemerintah Indonesia melakukan banyak kegiatan – kegiatan percepatan guna dapat mewujudkan program kerja nasional baik berupa pelatihan – pelatihan tenaga profesional, pelatihan untuk peternak, penelitian terapan, teknologi aplikatif, seminar – seminar, hingga impor sapi dan susu guna mencantumkan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang. Kegiatan yang dilakukan pemerintah pada mewujudkan bukan tanpa hambatan, ditengah program percepatan tersebut untuk mendukung produksi dalam negeri Indonesia terdapat permasalahan non – teknis yaitu munculnya wabah penyakit yang menyerang mulut dan kuku ternak berkuku belah, atau biasa yang kita sebuh Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal tersebut menjadi permasalahan tersendiri bagi pemerintah, pelaku usaha, peternak hingga petugas medis dilapangan. Tujuan dilakukan program Pengabdian Masyarakat ini adalah media informasi dan sosialisasi kepada masyarakat peternak wilayah Kabupaten Jombang khususnya Desa Pulosari Kecamatan Bareng bahwa banyak faktor baik internal maupun eksternal yang dapat menyebabkan masifnya penularan penyakit PMK tersebut, baik bagi hewan rentan maupun hewan pembawa serta bagaimana mencegah hal – hal yang menjadi titik kritis penyebaran virus tersebut. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa sosialisasi dan penyuluhan dengan menitik beratkan faktor – faktor penyebab penularan penyakit tersebut serta pengetahuan bagaimana mencegah penyebaran penyakit tersebut. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi tahu bagaimana protokol pencegahan dan pelaporan jika terjadi wabah penyakit khususnya pada hewan ternak berkuku belah dan menanggulangi & menekan vektor – vektor penyebar penyakit PMK. Kesimpulan dari kegiatan ini merupakan kegiatan yang bermanfaat khususnya masyarakat Desa Pulosari Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang yang mayoritas penduduknya adalah bertani dan beternak, serta memberikan keyakinan bahwa daging hewan yang terdampak PMK masih sangat layak dikonsumsi dengan beberapa ketentuan – ketentuan
PENGEMBANGAN HARD SKILL DAN SOFT SKILL PADA SISWA MELALUI PENDEKATAN INTERPERSONAL SKILL
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 3 Kecamatan Bungah Gresik dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek hard skill dan soft skill melalui pendekatan interpersonal skill. Latar belakang kegiatan ini adalah pentingnya pembekalan keterampilan abad 21 yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi teknis (hard skill) seperti literasi digital, keterampilan akademik, maupun vokasional, tetapi juga keterampilan non-teknis (soft skill) seperti komunikasi, kerjasama, kepemimpinan, dan manajemen emosi. Interpersonal skill dipilih sebagai pendekatan utama karena diyakini mampu menjembatani penguasaan hard skill dengan penerapan soft skill secara efektif dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, simulasi, dan diskusi kelompok yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, serta lebih percaya diri dalam mengaplikasikan keterampilan teknis yang dimilikinya. Selain itu, siswa mampu menunjukkan sikap positif dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat, yang berdampak pada peningkatan motivasi belajar dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pengembangan hard skill dan soft skill melalui pendekatan interpersonal skill terbukti efektif dalam mendukung pembentukan karakter siswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi era kompetitif. Program ini diharapkan dapat menjadi model berkelanjutan bagi sekolah dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan penguatan keterampilan sosial dan emosional
ABDIMAS DI UMKM REMPEYEK MANGKOK : PEMBENAHAN KEUANGAN, BRANDING, DAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK CAPAIAN SDG'S NO 8
Kegiatan abdimas dilaksanakan di UMKM Rempeyek Mangkok, Perumahan Bumi Gedangan Indah, Sidoarjo, dengan tujuan meningkatkan pemahaman perhitungan HPP, penyusunan laporan keuangan, pemasaran digital, branding kemasan, serta kapasitas produksi melalui mesin teknologi tepat guna. Metode yang digunakan meliputi persiapan, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan pemilik usaha dalam menghitung HPP, menentukan harga jual, serta mencatat laporan keuangan. Kegiatan juga mendorong pemanfaatan platform digital untuk memperluas pasar dan menciptakan kemasan menarik yang konsisten dengan identitas merek, sehingga produk lebih mudah dikenali dan bersaing di pasar. Dari sisi produksi, pengadaan mesin spinner mempercepat proses penirisan minyak, menghasilkan rempeyek yang lebih kering, renyah, dan tahan lama. Mesin penggiling bumbu mempercepat persiapan bahan dan menghasilkan tekstur bumbu halus serta konsisten. Mesin cap sealing mempermudah pengemasan sekaligus menjaga kebersihan, keamanan, dan ketahanan produk sesuai standar pemasaran modern. Produktivitas meningkat sekitar 35–40%, dengan waktu produksi berkurang hampir setengah, kualitas produk lebih stabil dari segi rasa, tekstur, dan kemasan, serta ketahanan produk meningkat dari tiga menjadi empat minggu. Secara keseluruhan, kegiatan abdimas berhasil meningkatkan efisiensi, kualitas, pemasaran, dan daya saing UMKM secara menyeluruh. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada SDGs No. 8 dengan menciptakan peluang kerja tambahan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kapasitas produksi, dan memperluas akses pasar sehingga mendukung pencapaian pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar
PERANCANGAN UI/UX APLIKASI MOBILE UNTUK MENDUKUNG PEMASARAN IKAN DI DESA REJOSARI, KABUPATEN LAMONGAN
Perkembangan teknologi informasi pada era industri 4.0 telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem sosial dan ekonomi masyarakat. Sektor perikanan, sebagai salah satu penopang ekonomi nasional, turut terdampak oleh proses digitalisasi. Namun, di wilayah pesisir seperti Desa Rejosari, Kabupaten Lamongan, penerapan teknologi digital masih sangat terbatas. Sebagian besar masyarakat masih bergantung pada sistem pemasaran ikan tradisional yang bergantung pada tengkulak, sehingga keuntungan yang diperoleh relatif kecil dan harga kurang transparan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merancang antarmuka pengguna (User Interface/UI) dan pengalaman pengguna (User Experience/UX) pada aplikasi pemasaran ikan berbasis mobile yang sederhana dan mudah digunakan oleh masyarakat pesisir. Metode yang digunakan adalah Design Thinking, dengan tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil pengujian terhadap 30 responden menunjukkan bahwa 88% pengguna merasa aplikasi mudah digunakan dan 90% menilai tampilan aplikasi menarik serta sesuai dengan konteks perikanan lokal. Kegiatan ini menghasilkan rancangan aplikasi yang efisien, praktis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pemasaran hasil perikanan di Desa Rejosari
INOVASI AGROFEEDTECH: TRANSFORMASI LIMBAH PERTANIAN MENJADI PAKAN TERNAK UNTUK KETAHANAN PANGAN
Dusun Binangun, Desa Plintahan, memiliki potensi ketahanan pangan yang kuat didukung oleh kelompok tani produktif dan kepemilikan ternak rumah tangga (sapi dan kambing). Namun, keberlanjutan produktivitas ternak terhambat oleh ketergantungan pada pakan konvensional, mengabaikan potensi limbah pertanian (jerami, janggel, sekam) yang melimpah. Permasalahan ini sejalan dengan prioritas RPJMDes 2025–2027 untuk peningkatan swasembada pangan melalui pengelolaan limbah terintegrasi. Program Pengabdian Berdampak Berkelanjutan (PDB) ini bertujuan menjawab tantangan tersebut melalui diseminasi model AgroFeedTech, sebuah inovasi teknologi pangan dan manufaktur hijau yang menerapkan prinsip circular economy. AgroFeedTech mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak bergizi tinggi melalui teknologi fermentasi, hidrolisis, dan fortifikasi nutrisi, menciptakan produk yang efisien, terjangkau, dan ramah lingkungan. Pendekatan triple helix (akademisi UMSIDA, komunitas/Jamaah Tani Muhammadiyah, dan Pemerintah Desa) digunakan untuk mengkolaborasikan kelompok tani sebagai penyedia bahan baku dan kelompok peternak sebagai pengguna akhir. Hasil program ini menunjukkan transformasi ekonomi rumah tangga berbasis circular economy melalui integrasi sistem pertanian dan peternakan. Implementasi AgroFeedTech tidak hanya berhasil dalam pengelolaan limbah dan pengurangan jejak karbon, tetapi juga secara strategis mendukung penguatan ketahanan pangan lokal, peningkatan pendapatan petani, serta kemandirian ekonomi Dusun Binangun, sejalan dengan prioritas pembangunan daerah
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN ABON IKAN LELE DI DESA PEGUYANGAN KAJA DENPASAR
Kegiatan Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi ikan lele. Kegiatan dilaksanakan di Desa Peguyangan Kaja, Denpasar, dengan sasaran kelompok usaha mikro yang bergerak di bidang pengolahan pangan. Permasalahan yang diidentifikasi adalah belum mampu mencari solusi untuk ikan lele dengan berat berlebih, keterbatasan pengetahuan dalam pengolahan lele, Oleh karena itu, pengabdi memperkenalkan teknologi tepat guna dalam pengolahan lele menjadi abon. Kebaruan di dapat Mitra adalah Pembuatan Abon yang belum pernah dibuat, Mampu membuat Abon Lele Yang berukuran besar yang secara umum kurang disukai, selain itu menggunakan Spiner untuk menghilangkan Kadar minyak berlebih, serta dalam Pembuatannya menerapkan Prinsip GMP dan SSOP. Kegiatan diawali dengan sosialisasi, pendampingan teknis Pembuatan Abon, Pengemasan dan Pelabelan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam mengolah ikan lele menjadi produk abon yang berkualitas. Dampak dari kegiatan ini adalah peningkatan Kemampuan Mitra untuk diversifikasi produk olahan ikan, Menambah Sumber Penghasilan, Program ini juga diharapkan dapat berkelanjutan
Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Dan Total Asset Turnover Terhadap Return On Asset Pada Perusahaan Sektor Telekomunikasi Yang Terdaftar di BEI Tahun 2018-2022
Background – The ever-evolving era of globalization, accompanied by the continuous improvement of telecommunication network services worldwide, including in Indonesia, has driven telecommunication companies to compete for profits. The growth of the telecommunication sector, further supported by the Covid-19 pandemic, sets it apart from other sectors, which generally experienced declines under the same conditions.
Objective – To determine the influence of the Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), and Total Assets Turnover on Return on Assets (ROA).
Design / Methodology / Approach – This study was conducted on telecommunication sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2018-2022 period, with a research sample of 10 companies. The sampling method used was purposive sampling. The data analysis technique applied was multiple linear regression.
Findings – The partial test shows that the Current Ratio (CR) variable does not have a significant effect on the Return on Assets (ROA) variable. Meanwhile, the Debt to Equity Ratio (DER) and Total Asset Turnover (TATO) variables significantly influence the Return on Assets (ROA) variable. Simultaneous testing results indicate that the CR, DER, and TATO variables collectively affect ROA.
Research Implication – Reevaluating financial ratio values that are deemed unsatisfactory to facilitate assessment and improvement while maintaining or even enhancing the company's performance is crucial to achieving favorable financial ratios in terms of liquidity, solvency, activity, and profitability. This ensures that investors and creditors feel confident in investing or lending their capital to the company.
Limitations – The test results show that 27.8% of the variation in the Return on Assets (ROA) variable can be explained. Since some variables were found to have no significant effect, it is recommended to consider the potential influence of other variables, such as inventory turnover, cash turnover, accounts receivable turnover, working capital, and others
Analisis Iregularitas Dalam Proses Distribusi Logistik Pada PT. Pos Indonesia (Kantor Regional V Surabaya)
Background – Operational processes, especially in terms of shipment regulation, are important processes in companies operating in the service sector.
Objective – This study aims to identify factors causing late deliveries, wrong addresses or routes, and lost or damaged deliveries at PT. POS Indonesia (Regional Office V Surabaya).
Design / Methodology / Approach – The research method used is descriptive quantitative research with a survey approach and correlational data analysis.
Findings – The results of the study show that late delivery, wrong address or route, lost or damaged shipments are caused by individual negligence, so the first step taken is to give a warning, then the company also carries out training related to SOPs so that each officer understands the distribution workflow correctly.
Research Implication – This research demonstrates the importance of improving the logistics system at PT. POS Indonesia (Regional Office V Surabaya). Practically, these findings can encourage management to implement an integrated logistics information system and improve staff competency in the distribution process.
Limitations – This research is limited to a single location, PT. POS Indonesia (Regional Office V Surabaya), so the results cannot be generalized. The data used is qualitative and relies on respondents' perceptions, and does not include a comprehensive analysis of logistics costs or efficiency
RANCANG BANGUN APLIKASI PERPUSTAKAAN BERBASIS WEBSITE DI SMK MODEL PATRIOT IV CIAWIGEBANG
Munculnya digitalisasi dari berbagai sektor membuat dunia gencar melakukan hal tersebut dalam berbagai hal. Tak terkecuali pada perpustakaan yang ada di lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan. Perpustakaan di SMK Model Patriot IV Ciawigebang salah satunya yang memerlukan digitalisasi dalam bentuk teknologi informasi yang menunjang segala bentuk kegiatan dan keadministrasian. Hingga saat ini perpustakaan tersebut masih menggunakan cara konvensional seperti pengelolaan data buku, kehadiran, transaksi peminjaman dan pengembalian buku maupun barang, pengelolaan anggota yang masih menggunakan sebuah buku besar. Hal tersebut dinilai kurang efektif dan efisien untuk keberlangsungan perpustakaan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut maka perlu adanya sebuah aksi nyata yang dapat berupa aplikasi perpustakaan berbasis website. Untuk mewujudkan hal itu pada penelitian kali ini akan menggunakan metode R&D dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Dari tahapan itulah peneliti akan memproses penganalisisan permasalahan yang ada dan kebutuhan yang diperlukan, perancangan UML, ERD, perancangan Wireframe High-Fidelity dan Pengimplementasian dalam bahasa pemograman website, pengimplementasian menggunakan kuesioner functionality menggunakan black box testing, uji ahli perpustakaan dan kuesioner usability menggunakan skala likert. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini sangat layak digunakan, dengan skor functionality mencapai 100%, skor uji ahli perpustakaan mencapai 82.67% dan usability sebesar 88,41%