Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
Not a member yet
4732 research outputs found
Sort by
Menjaga Hafalan Alqu’ran Melalui Metode Murajaah Pada Siswa Kelas Tahfizh Di Tingkat Sekolah Dasar
Bagi sebagian orang, menghafal Alquran, atau yang lebih dikenal sebagai tahfizh, adalah tugas yang sulit. Sebagian orang lain pesimis tentang kemampuan untuk menghafal Alquran, terutama bagi orang non-Arab yang bahasa ibu mereka bukan bahasa Arab. Membaca saja sulit, apalagi menghafalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis implementasi menjaga hafalan Alquran melalui murajaah pada siswa kelas tahfizh di tingkat sekolah Dasar, menganalisif faktor pendukung dan penghambat keberhasilan menjaga hafalan Alqur’an tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis field reasearch, peneliti sebagai instrumen kunci dalam mengumpulkan data dan menganalisis data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data meliputi, reduksi, display data dan verifikasi data.Implementasi menjaga hafalan alqu’ran melalui metode murajaah pada siswa kelas tahfizh Di tingkat sekolah dasar di laksanakan setiap hari kecuali hari ahad, waktunya setiap sore menjelang maghrib dan setelah salat. Hasil implementasi menjaga hafalan alqu’ran melalui metode murajaah pada siswa kelas tahfizh Di tingkat sekolah dasar adalah para santri mampu menjaga hafalan Alquran mereka dan meningkatkan ingatan hafalan mereka. Faktor pendukung meliputi: niat dan motivasi diri yangk kuat, penghargan, motivasi orang tua, olah raga dan refreshing, bantuan doa guru dan orang tua. Sedangkan faktor penghambat meliputi: rasa malas siswa, kurang motivasi diri, kurang dukungan orang tua, kurang efektif penggunakan wakt
Perancangan Dashboard Workshop Berbasis Excel VBA Menggunakan Pendekatan Three Dimensions Engineering: Studi Kasus pada di Perusahaan Sepeda Motor
Pelaporan proyek secara manual Workshop di Perusahaan Sepeda Motor menyulitkan pemantauan progres, pencatatan absensi, dan pengelolaan material. Kondisi tersebut menjadi dasar pengembangan dashboard informasi berbasis Excel VBA yang dirancang agar data proyek dapat terintegrasi dan ditampilkan secara ringkas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Three Dimensions of Requirements Engineering yang mencakup tahap elicitation, specification, serta validation & verification. Sistem yang dibangun menghasilkan dua versi dashboard: versi Excel untuk kebutuhan input dan kontrol data oleh analis, serta versi PowerPoint sebagai media informasi visual di area kerja. Pengujian dilakukan bersama pengguna internal, meliputi aspek tampilan, fungsionalitas, dan kesesuaian dengan alur kerja. Hasilnya menunjukkan sistem mampu mempermudah pelacakan progres, mempercepat akses informasi, dan mengurangi hambatan akibat keterbatasan sistem manual dalam pengelolaan proyek di lingkungan workshop
PENGARUH PENGGUNAAN OVAPRIM EXPIRED TERHADAP KEBERHASILAN PEMIJAHAN BUATAN PADA IKAN LELE DUMBO DI DESA LOLOGOLU, KECAMATAN MANDREHE, KABUPATEN NIAS BARAT
This study aimed to evaluate the impact of using expired Ovaprim hormone on successful artificial spawning in farmed fish. The research was conducted in Lologolu Village, Mandrehe Sub-district, West Nias Regency using an experimental method involving two female broodstock that weighed 4 kg and 2 kg respectively. Ovaprim used had expired in 2023 at a dose of 0.5 ml/kg body weight mixed with distilled water in a 1:1 ratio. Spawning was conducted in a 2m x 1.5m concrete pond with a water depth of 30-40 cm and a flowing water circulation system. The results revealed that the use of expired Ovaprim could still trigger ovulation in both female parents. The hatching success rate only reached 40%, while 60% of the eggs died as indicated by a change in color to white and some reddish green after 4 hours of stocking. The water temperature at the time of hatching was below 26°C which may have contributed to the low hatching success rate. This study shows that although expired Ovaprim can still be used to trigger spawning, its effectiveness is significantly reduced when compared to the good hormone, so its use should be carefully considered in aquaculture practices.
DAFTAR PUSTAKA
Afrianto, E., & Liviawaty, E. (2020). Teknologi pemijahan ikan air tawar. Kanisius Press.
Ahmad, T., Rukyani, A., & Taufik, P. (2019). Efektivitas hormon ovaprim terhadap kematangan gonad dan ovulasi ikan mas (Cyprinus carpio). Jurnal Riset Akuakultur, 14(2), 89-98.
Alavi, S. M., & Cosson, J., (2021). Sperm motility and fertilizing capability in fish: The effect of temperature and pH. Aquaculture Research, 52(4), 1567-1580.
Baroiller, J. F., Guiguen, Y., & Fostier, A. (2019). Endocrine and environmental aspects of sex differentiation in fish. Cellular and Molecular Life Sciences, 76(20), 3963-3978.
Brzuska, E. (2020). Artificial spawning of carp (Cyprinus carpio L.): differences between female hormonal treatment and spawning parameters. Aquaculture International, 28(3), 1001-1015.
Cerdà, J., Bobe, J., Babin, P. J., Admon, A., & Lubzens, E. (2018). Functional genomics and proteomic approaches for the study of gamete formation and viability in farmed finfish. Reviews in Fisheries Science & Aquaculture, 26(2), 120-141.
De Silva, S. S., & Anderson, T. A. (2021). Fish nutrition in aquaculture. Chapman and Hall.
Drori, S., Ofir, M., Gothilf, Y., & Yaron, Z. (2019). GnRH and reproductive control in fish. General and Comparative Endocrinology, 276, 90-96.
Effendie, M. I. (2018). Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama.
Gonçalves, A. C., Carmo, T. S., & Santos, L. N. (2020). Effects of temperature on embryonic development and larval growth in tropical fish species. Journal of Thermal Biology, 87, 102456.
Harvey, B., & Carolsfeld, J. (2019). Induced breeding in tropical fish culture. International Development Research Centre.
Horváth, L., Tamás, G., & Coche, A. G. (2018). Carp and pond fish culture. FAO Training Series.
Kumar, S., Singh, B., & Akhtar, M. S. (2021). Comparative efficacy of different synthetic hormones for induced breeding in Indian major carps. Indian Journal of Fisheries, 68(1), 45-52.
Lahnsteiner, F. (2020). Semen cryopreservation in aquaculture species. Theriogenology, 144, 85-94.
Legendre, M., Linhart, O., & Billard, R. (2019). Spawning and management of gametes, fertilized eggs and larvae in Siluroidei. Aquatic Living Resources, 32, 15.
Muchlisin, Z. A. (2018). A review on the diversity of freshwater fishes in Aceh Province, Indonesia with evidence of declining populations. Reviews in Fish Biology and Fisheries, 28(2), 329-347.
Mylonas, C. C., Fostier, A., & Zanuy, S. (2020). Broodstock management and hormonal manipulations of fish reproduction. General and Comparative Endocrinology, 287, 113299.
Nugroho, E., Subagja, J., & Asih, S. (2019). Pengaruh dosis ovaprim terhadap keberhasilan pemijahan ikan mas strain majalaya. Jurnal Riset Akuakultur, 14(3), 145-154.
Peter, R. E., & Yu, K. L. (2018). Neuroendocrine regulation of ovulation in fishes: Basic and applied aspects. Reviews in Fish Biology and Fisheries, 7(2), 173-197.
Piper, R. G., McElwain, I. B., Orme, L. E., McCraren, J. P., Fowler, L. G., & Leonard, J. R. (2019). Fish hatchery management. American Fisheries Society.
Poortenaar, C. W., Hooker, S. H., & Sharp, N. (2021). Assessment of yellowtail kingfish (Seriola lalandi lalandi) reproductive physiology, as a basis for aquaculture development. Aquaculture, 201(3-4), 271-286.
Rahman, M. A., Arshad, A., & Yusoff, F. M. (2020). Effects of different salinities on growth and survival of Asian sea bass larvae. Aquaculture Research, 51(4), 1435-1442.
Siregar, A. P. (2020). Evaluasi penggunaan ovaprim kadaluarsa pada pemijahan buatan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal Akuakultur Indonesia, 19(2), 134-143.
Szkudlarek, M., & Zakęś, Z. (2019). Effect of stocking density on survival and growth performance of pikeperch, Sander lucioperca (L.), larvae under controlled conditions. Aquaculture International, 15(1), 67-81.
Tang, U. M., & Affandi, R. (2018). Biologi reproduksi ikan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan.
Woynarovich, E., & Horváth, L. (2021). The artificial propagation of warm-water finfish: A manual for extension. FAO Fisheries Technical Paper No. 201
PENGARUH PENAMBAHAN PAKAN BUATAN OTOHIME DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BERAT MUTLAK IKAN KERAPU CANTANG (EPINEPHELLUS FUSCOGUTTATUS-LANCEOLATUS) D50 - D80
Budidaya ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus-lanceolatus) merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk pasar domestik maupun ekspor. Namun, keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh manajemen pemberian pakan yang tepat, khususnya pada tahap larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pemberian pakan buatan Otohime terhadap pertumbuhan berat mutlak ikan kerapu cantang pada umur D50–D80. Penelitian dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo pada Juni–Juli 2024 menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas tiga perlakuan dosis pakan (5%, 7%, dan 9% dari bobot tubuh) dan enam ulangan. Parameter utama yang diamati adalah pertumbuhan berat mutlak dan kelangsungan hidup (SR), sedangkan parameter pendukung meliputi suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pakan 5% memberikan pertumbuhan berat mutlak terbaik dan efisien. Kesimpulannya, pemberian pakan buatan Otohime dengan dosis 5% dari berat tubuh larva merupakan perlakuan paling optimal untuk meningkatkan pertumbuhan ikan kerapu cantang. Disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan pada dosis di bawah 5% guna mengevaluasi efisiensi pakan lebih lanjut.
DAFTAR PUSTAKA
Afrianto, E., & Liviawaty, E. (2020). Teknologi pemijahan ikan air tawar. Kanisius Press.
Ahmad, T., Rukyani, A., & Taufik, P. (2019). Efektivitas hormon ovaprim terhadap kematangan gonad dan ovulasi ikan mas (Cyprinus carpio). Jurnal Riset Akuakultur, 14(2), 89-98.
Alavi, S. M., & Cosson, J., (2021). Sperm motility and fertilizing capability in fish: The effect of temperature and pH. Aquaculture Research, 52(4), 1567-1580.
Baroiller, J. F., Guiguen, Y., & Fostier, A. (2019). Endocrine and environmental aspects of sex differentiation in fish. Cellular and Molecular Life Sciences, 76(20), 3963-3978.
Brzuska, E. (2020). Artificial spawning of carp (Cyprinus carpio L.): differences between female hormonal treatment and spawning parameters. Aquaculture International, 28(3), 1001-1015.
Cerdà, J., Bobe, J., Babin, P. J., Admon, A., & Lubzens, E. (2018). Functional genomics and proteomic approaches for the study of gamete formation and viability in farmed finfish. Reviews in Fisheries Science & Aquaculture, 26(2), 120-141.
De Silva, S. S., & Anderson, T. A. (2021). Fish nutrition in aquaculture. Chapman and Hall.
Drori, S., Ofir, M., Gothilf, Y., & Yaron, Z. (2019). GnRH and reproductive control in fish. General and Comparative Endocrinology, 276, 90-96.
Effendie, M. I. (2018). Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama.
Gonçalves, A. C., Carmo, T. S., & Santos, L. N. (2020). Effects of temperature on embryonic development and larval growth in tropical fish species. Journal of Thermal Biology, 87, 102456.
Harvey, B., & Carolsfeld, J. (2019). Induced breeding in tropical fish culture. International Development Research Centre.
Horváth, L., Tamás, G., & Coche, A. G. (2018). Carp and pond fish culture. FAO Training Series.
Kumar, S., Singh, B., & Akhtar, M. S. (2021). Comparative efficacy of different synthetic hormones for induced breeding in Indian major carps. Indian Journal of Fisheries, 68(1), 45-52.
Lahnsteiner, F. (2020). Semen cryopreservation in aquaculture species. Theriogenology, 144, 85-94.
Legendre, M., Linhart, O., & Billard, R. (2019). Spawning and management of gametes, fertilized eggs and larvae in Siluroidei. Aquatic Living Resources, 32, 15.
Muchlisin, Z. A. (2018). A review on the diversity of freshwater fishes in Aceh Province, Indonesia with evidence of declining populations. Reviews in Fish Biology and Fisheries, 28(2), 329-347.
Mylonas, C. C., Fostier, A., & Zanuy, S. (2020). Broodstock management and hormonal manipulations of fish reproduction. General and Comparative Endocrinology, 287, 113299.
Nugroho, E., Subagja, J., & Asih, S. (2019). Pengaruh dosis ovaprim terhadap keberhasilan pemijahan ikan mas strain majalaya. Jurnal Riset Akuakultur, 14(3), 145-154.
Peter, R. E., & Yu, K. L. (2018). Neuroendocrine regulation of ovulation in fishes: Basic and applied aspects. Reviews in Fish Biology and Fisheries, 7(2), 173-197.
Piper, R. G., McElwain, I. B., Orme, L. E., McCraren, J. P., Fowler, L. G., & Leonard, J. R. (2019). Fish hatchery management. American Fisheries Society.
Poortenaar, C. W., Hooker, S. H., & Sharp, N. (2021). Assessment of yellowtail kingfish (Seriola lalandi lalandi) reproductive physiology, as a basis for aquaculture development. Aquaculture, 201(3-4), 271-286.
Rahman, M. A., Arshad, A., & Yusoff, F. M. (2020). Effects of different salinities on growth and survival of Asian sea bass larvae. Aquaculture Research, 51(4), 1435-1442.
Siregar, A. P. (2020). Evaluasi penggunaan ovaprim kadaluarsa pada pemijahan buatan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal Akuakultur Indonesia, 19(2), 134-143.
Szkudlarek, M., & Zakęś, Z. (2019). Effect of stocking density on survival and growth performance of pikeperch, Sander lucioperca (L.), larvae under controlled conditions. Aquaculture International, 15(1), 67-81.
Tang, U. M., & Affandi, R. (2018). Biologi reproduksi ikan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan.
Woynarovich, E., & Horváth, L. (2021). The artificial propagation of warm-water finfish: A manual for extension. FAO Fisheries Technical Paper No. 201
Aku Diperlakukan Berbeda, Dinamika Wanita Bercadar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyesuaian diri wanita bercadar di kota Makassar secara umum serta proses dinamika penyesuaian diri wanita bercadar di kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode campuran triangulasi. Responden dalam penelitian ini terbagi atas responden kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini yaitu wanita bercadar, dengan sampel kuantitatif sebanyak 350 responden dan sampel kualitatif sebanyak 6 responden. Hasil penelitian yaitu penyesuaian diri wanita bercadar berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 35%, kategori sedang sebanyak 33% dan kategori rendah sebanyak 32% dari total 350 responden. Penyesuaian diri wanita bercadar dipengaruhi oleh kematangan emosional, kematangan intelektual, kematangan sosial dan tanggung jawab atau dorongan. Namun hal yang paling kuat berpengaruh yaitu kematangan intelektual atau kognisi yang berkaitan dengan value wanita bercadar. Penyesuaian diri wanita bercadar secara umum melalui beberapa tahapan yaitu motivasi, persiapan, pengambilan keputusan, keterlibatan sosial, konsekuensi, keterbukaan, toleransi, kerjasama, kesadaran akan etika, keakraban, serta bertindak independen
Profil Resiliensi Akademik Berdasarkan Jenis Kelamin pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan
Background: Vocational High School students face a dual burden of academic demands and practical skills oriented toward the world of work. Such pressures often lead to academic stress, anxiety, and decreased learning motivation. Academic resilience becomes an important aspect that enables students to endure, adapt, and recover from learning challenges. Objective: The aim of the study is determining the level of academic resilience of students at SMK X and to test differences in academic resilience based on gender. Academic resilience is the ability of students to survive, adapt, and bounce back from pressure or obstacles in the context of learning. Method: This study uses a descriptive quantitative approach and a different test with an instrument in the form of an academic resilience scale. The sampling technique used is a population sample where the entire population becomes participants in this study. The number of research participants is 371 SMK X students. Result: The results of the analysis show that most students have a relatively low level of academic resilience. This indicates that many students do not have adequate resilience in facing academic challenges in the school environment. In addition, the difference test shows that there is no significant difference between the academic resilience of male and female students. This finding indicates that gender factors do not significantly affect the level of academic resilience. Conclusion: Based on these results, it is recommended that schools develop psychological programs or interventions that can improve students' academic resilience without distinguishing between genders
Evaluation of Antibacterial Activity Test For Active Extract Of Red Palm Fruit (Cyrtostachys renda Blume) against Staphylococcus aureus and Escherichia coli
The two bacterial species most commonly associated with human illnesses are Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The red palm (Cyrtostachys renda Blume) shows promise as a natural source of antibacterial agents due to its high concentration of metabolite compounds, which include phenolics, flavonoids, saponins, tannins, and terpenoids. Antibacterial activity was evaluated using the pitting diffusion method at concentrations of 92%, 46%, and 23%. The results indicated that the ethyl acetate extract exhibited the strongest antibacterial activity, with an inhibition zone measuring 26.93 mm against Eschericia coli and 20.50 mm against Staphylococcus aureus at the highest dose. Additionally, the aqueous extract demonstrated significant inhibition, while the n-hexane and dichloromethane extracts showed no antibacterial activity. The validity of the method was confirmed by using chloramphenicol as the positive control and 10% DMSO as the negative control. These findings suggest that red palm fruit has potential as a natural antibacterial agent derived from local Indonesian plants
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN REMATHOID ARTHRITIS PADA LANSIA DI DESA SLAHARWOTAN
Rheumatoid arthritis (RA) is a chronic autoimmune disease that primarily affects the joints and may cause long-term disability, especially in the elderly. This study aimed to determine the relationship between Body Mass Index (BMI) and lifestyle with the incidence of RA among elderly people in Slaharwotan Village. This research used an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. A total of 35 elderly people were selected through total sampling. Data were collected using a lifestyle questionnaire and direct anthropometric measurements, then analyzed using binary logistic regression. The results showed a significant relationship between BMI and RA (p = 0.029) as well as between lifestyle and RA (p = 0.037). The model had a Nagelkerke R² of 0.266, and the Hosmer and Lemeshow test yielded p = 0.927, indicating good model fit. In conclusion, BMI and lifestyle are influencing factors in the incidence of RA among the elderly. Education and community-based prevention programs targeting healthy weight and lifestyle habits are needed
EDUKASI DAN AKSI INDOOR RESIDUAL SPRAYING UNTUK PENGENDALIAN MALARIA DI DESA NENASSIAM
Latar Belakang: Malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang persisten di wilayah endemis, termasuk Desa Nenassiam, yang dipicu oleh rendahnya kesadaran terhadap pencegahan malaria dan terbatasnya upaya pengendalian vektor. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan praktik masyarakat dalam pencegahan malaria melalui edukasi kesehatan dan Indoor Residual Spraying (IRS). Intervensi ini dilaksanakan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara. Metode: Kegiatan meliputi edukasi malaria, pelatihan IRS, dan pelaksanaan IRS pada rumah tangga berisiko tinggi di 10 dusun. Hasil: Evaluasi pasca intervensi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar 85%, cakupan IRS mencapai 90% rumah sasaran, serta terjadi penurunan signifikan kepadatan nyamuk Anopheles di dalam rumah. Kesimpulan: Integrasi edukasi kesehatan dengan IRS merupakan strategi efektif dalam pengendalian malaria di komunitas endemis, mendukung pengendalian vektor berkelanjutan, dan sejalan dengan tujuan eliminasi malaria nasional
PENYULUHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MANAJEMEN KEARSIPAN MELALUI BUDAYA 5S PADA TENAGA KEPENDIDIKAN SEKOLAH
Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru, tetapi juga oleh peran tenaga kependidikan dalam mendukung manajemen administrasi sekolah, masih ditemukan berbagai persoalan, seperti manajemen kearsipan yang belum tertata, pengelolaan waktu yang kurang efektif, serta rendahnya kesadaran menjaga kebersihan ruang kerja. Permasalahan ini berdampak pada menurunnya efisiensi layanan administrasi dan kenyamanan lingkungan kerja. Untuk menjawab tantangan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan budaya kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) sebagai strategi peningkatan kapasitas tenaga kependidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui empat tahapan: (1) Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi permasalahan utama, (2) pelatihan dan workshop budaya 5S sebagai media transfer pengetahuan, (3) implementasi langsung di lapangan melalui penataan arsip, kebersihan ruang kerja, dan pengelolaan waktu, serta (4) evaluasi kegiatan dengan melibatkan mitra sekolah untuk mengukur keberhasilan dan partisipasi aktif. Data dikumpulkan melalui observasi, refleksi peserta, serta diskusi evaluatif, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan dalam keterampilan tenaga kependidikan. Arsip yang sebelumnya tidak tertata kini lebih sistematis, proses pencarian dokumen lebih cepat, ruang kerja lebih bersih dan nyaman, serta disiplin kerja meningkat melalui pembiasaan prinsip 5S. Partisipasi aktif mitra, khususnya kepala sekolah, menjadi faktor kunci keberhasilan karena menciptakan monitoring dan dukungan yang berkelanjutan. Dari kegiaatn tersebut penting bahwa penerapan budaya 5S terbukti efektif meningkatkan efisiensi kerja, membentuk kebiasaan disiplin, serta memperkuat profesionalisme tenaga kependidikan. Program ini dapat direplikasi di sekolah lain sebagai strategi berkelanjutan dalam meningkatkan mutu layanan administrasi pendidika