Open Journal Systems of University of Muhammadiyah Gresik
Not a member yet
4732 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI VOLUME MEDIA DAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.)
Tanaman melon merupakan komoditi buah-buah semusim yang mempunyai keunggulan pada rasanya yang manis, tekstur daging renyah, warna daging yang bervariasi dan mempunyai aroma yang khas. Penurunan produksi tanaman melon diakibatkan oleh kualitas media tanam yang sedang menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan volume media dan dosis pupuk kandang ayam yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian dilaksanakan di polybag pada lahan terbuka Desa Baron, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik dengan ketinggian tempat 15 meter di atas permukaan laut. Waktu pelaksanaan dimulai pada bulan November 2024 – Februari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri atas 3 ulangan. Faktor yang digunakan adalah volume media (P) dan dosis pupuk kandang ayam (A). Variabel yang diamati meliputi panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot buah tanaman, diameter buah, tingkat kemanisan buah dan bobot brangkasan basah. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam 5%, jika adanya perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (duncan multiple range test) 5% dan uji korelasi untuk mengetahui keeratan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi di semua variabel perlakuan. Perlakuan tunggal volume media menunjukkan berbeda sangat nyata terhadap variabel bobot buah tanaman, diameter buah dan tingkat kemanisan buah. Perlakuan tunggal dosis pupuk kandang ayam menunjukkan berbeda sangat nyata terhadap semua variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tunggal volume media terbaik ditunjukkan oleh perlakuan P3¬ (volume media 7kg/polybag), serta perlakuan tunggal dosis pupuk kandang ayam terbaik ditunjukkan oleh perlakuan A2 (dosis pupuk 20 ton/ha).
Kata kunci: Melon, Pupuk kandang ayam, Volume medi
Parameter pH terhadap Kelimpahan Plankton di Kolam Pembenihan Ikan (Osteochilus hasseltii) Nilem Balai Benih Ikan Tambaksogra, Banyumas
Kualitas air khususnya pH merupakan faktor utama yang memengaruhi keberlangsungan ekosistem perairan, termasuk dalam pembenihan ikan Nilem (Osteochilus hasseltii). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh pH terhadap kelimpahan plankton di kolam pembenihan ikan Nilem Balai Benih Ikan Tambaksogra, Banyumas. Pengukuran pH dilakukan menggunakan Water Quality Checker (WQC), sedangkan sampel plankton dikumpulkan menggunakan plankton net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH kolam berkisar antara 7,0–8,0, yang berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan plankton. Sebanyak 21 genus plankton dari tiga kelas berhasil diidentifikasi, yaitu Bacillariophyceae (8 genus), Chlorophyceae (10 genus), dan Copepoda (2 genus). Kelas Chlorophyceae mendominasi komunitas plankton dengan Pandorina sebagai genus paling melimpah (225 individu). Sementara itu, zooplankton dari kelas Copepoda ditemukan dalam jumlah yang lebih rendah, yang menunjukkan ketergantungan terhadap ketersediaan fitoplankton. Kondisi pH yang stabil dalam rentang optimal mendukung keseimbangan ekosistem perairan dan produktivitas perikanan budidaya.
DAFTAR PUSTAKA
Ainalyaqin, M. I., & Abida, I. W. 2024. Korelasi Kandungan Oksigen Terlarut dan pH terhadap Keanekaragaman Plankton di Sungai Kalidami Kota Surabaya. Environmental Pollution Journal, 4(1), 895-905.
Aisyah, D., Ramadhani, A. W., Fattah, M., Sofiati, D., & Anandya, A. (2023). Pengaruh Kelimpahan Plankton Dan Kualitas Air Terhadap Performa Pertumbuhan Udang Vanname Pada Sistem Budidaya Intensif. Jurnal Lemuru, 5(2), 173-182.
Desmawati, I., Ameivia, A., & Ardayanti, L. B. 2020. Studi Pendahuluan Kelimpahan Plankton di Perairan Darat Surabaya dan Malang. Rekayasa, 13(1): 61-66.
Fauziah, S. M., & Laily, A. N. 2015. Identifikasi mikroalga dari divisi chlorophyta di waduk sumber air jaya dusun krebet Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi, 8(1): 20-22.
Handayani, M., & Nuzapril, M. 2024. Variasi Komunitas Plankton Di Daerah Penangkapan Ikan Perairan Brondong, Kabupaten Lamongan. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap, 1(1).
Lubis, R. R., Hasibuan, S. & Syafriadiman. 2017. Kelimpahan zooplankton pada kolam tanah gambut terhadap pemberian amelioran formulasi. Berkala Perikanan Terubuk, 45(1): 70-81.
Nasuka, N. A., As’ari, H., Kurniawan, R., Ardiyansyah, F., & Nurmasari, F. (2024). DINAMIKA HARIAN PLANKTON DI TELUK PANGPANG BLOK JATI PAPAK TAMAN NASIOAL ALAS PURWO. JURNAL BIOSENSE, 7(01), 156-162.
Pemerintah Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Sekretariat Negara
Wijayanti, K.A.N., Murwantoko, M. and Istiqomah, I., 2021. Struktur Komunitas Plankton pada Air Kolam Ikan Lele yang Berbeda Warna. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada, 23(1): 45-54.
Zainuri, M., Indriyawati, N., Syarifah, W., & Fitriyah, A. 2023. Korelasi intensitas cahaya dan suhu terhadap kelimpahan fitoplankton di Perairan Estuari Ujung Piring Bangkalan. Buletin Oseanografi Marina, 12(1), 20-26
ANALISIS KADAR KALSIUM PADA COOKIES DARI TEPUNG TULANG IKAN TUNA (Thunnus sp) DAN TEPUNG TULANG IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis)
Limbah tulang ikan dapat dimanfaatkan sebagai tepung tulang ikan untuk bahan tambahan dalam pembuatan cookies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar kalsium pada cookies yang dibuat dari tepung tulang ikan tuna dan tepung tulang ikan cakalang. Cookies dibuat dengan penambahan tepung tulang ikan tuna dan cakalang dengan proporsi yang sama. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuatitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies dengan penambahan tepung tulang ikan cakalang 25 gram memiliki kadar kalsium 30,4 mg/100g yang lebih tinggi dibandingkan dengan cookies dengan penambahan tepung tulang ikan tuna 29,0 mg/100g dan cookies control (tanpa ada penambahan tepung tulang ikan) 27,7 mg/100g. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung tulang ikan dengan 25 gram dapat meningkatkan kadar kalsium pada cookies, sehingga berpotensi sebagai sumber kalsium yang baik dalam diet sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Andarwulan, N., F. Kusnandar., dan D. Herawati. 2011. Stated that the level of hardness is the amount of force required to crush the product.
Astawan M, Wresdiyati T, Widowati S,. (2013). Phsyco-chemical characteristics and functional properties of tempe made from different soybeans varieties. Jurnal Pangan 22(3): 241–251.
Almatsier,S. (2002). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Darmansyah, 2019. The Influence of Environmental, Social, and Governance (ESG) Disclosure on Firm Financial Performance’, IPTEK Journal of Preceedings Series , 5, pp. 278–290.
Djunaedi, H. 2000. Kalsium. Majalah Kedokteran Indonesia, 12, 565 –569.
Ferazuma H, Marliyati SA, and Amalia L. 2011. Substitution of Dumbo Catfish (Clarias gariepinus sp) Flour to Increase the Calcium Content of Crackers. Journal of Nutrition and Food, Vol. 6 No.1 : 18-27
Guthrie & Picciano. (1995). Absorpsi kalsium paling banyak. Konsumsi kalsium., Endang Mulyani, FKM UI, 2009
Goulding, C. (2000). The museum environment and the visitor experience. European Journal of Marketing, 34(3-4), 261–278
Hadinoto, S., & Idrus, S. 2018. Proporsi dan Kadar Proksimat Bagian Tubuh Ikan Tuna Ekor Kuning
Kementrian Kelautan Perikanan, 2018. Tentang Jenis Komoditas Wajib Periksa Karantina Ikan, Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan.
Khalishi, Zehra. 2011. Karakterisasi dan Formulasi Rengginang Tepung Ikan · Tembang (Sardinella fimbriata). Skripsi. Bogor: IPB. Koswara, Sutrisno. 2009
Kurniawan, F. B. 2015 Praktikum kimia klinik analisis Kesehatan, Jakarta.
Lisnawati T, Rizki F, Mustika W, Maria M N M T. 2023. Metabolisme Zat gizi. Cita media Nusantara. Surabaya
Muchtadi, D. 2010. Teknik Evaluasi Nilai Gizi Protein.
Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Larantuka. 2007. Fasilitas pelabuhan perikanan di kota Larantuka, Nusa Tenggara Timur.
Putranto HF, Asikin AN, dan Kusumaningrum I. 2015. Karakterisasi tepung tulang ikan belida (Chitala sp.) sebagai sumber kalsium dengan metode hidrolisis protein. ZIRAA’AH 40(1):11-20
Saanin. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Bina Rupa Aksara. Jakarta. SNI 6139. 2009.
Standar Nasional Indonesia SNI 2973. 2011. Syarat Mutu dan Cara Uji Biskuit.
Shita, dan Sulistiyani. 2010. Pengaruh Kalsium Terhadap Tumbuh Kembang Gigi Geligi Anak. Bagian Pedodonsia. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember, Stomatognatic (J.K.G Unej), 7(3): pp. 40–44.
Syamsiyah, N., Supriatna, A., Novianti, E., Isniah, S., & Prawesti, G. (2024). Strategi marketing digital homestay dalam upaya pengembangan pariwisata desa wisata Cikolelet Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, Banten. Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 2(1), 123–131. https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i1.417
Trilaksani W, Salamah E, and Nabil M. 2006. Pemanfaatan limbah tulang ikan tuna (Thunnus sp.) sebagai sumber kalsium dengan metode hidrolisis protein. Buletin Teknologi Hasil Perikanan 9(2): 34-45
Tangke, Umar. 2020. Teknik pembuatan tepung tuang Ikan tuna pada kegiatan pengabdian ppupik rumah ikan. Jurnal dediksa, Vol. 22, No 1.
Winarno, F.G. 2015Pangan Gizi, Teknologi, dan Konsumen. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
SISTEM OTOMATISASI PERPINDAHAN SUMBER DAYA LISTRIK PLN-GENSET BERBASIS IOT DENGAN MIKROKONTROLER ESP32-ARDUINO
Pemadaman listrik yang tidak terduga mengganggu aktivitas operasional berbagai sektor yang mengandalkan kontinuitas daya listrik. Sistem perpindahan manual dari PLN ke genset memiliki keterbatasan waktu respons dan efisiensi operasional. Penelitian ini mengembangkan sistem otomatisasi perpindahan sumber daya listrik yang melakukan switching otomatis antara PLN dan genset menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 untuk komunikasi IoT dan Arduino sebagai kontroler utama, dilengkapi teknologi Automatic Transfer Switch (ATS) dan Automatic Main Failure (AMF). Implementasi menggunakan Solid State Relay untuk switching daya, sensor tegangan untuk deteksi status PLN, dan UPS sebagai backup power. Sistem dilengkapi fitur monitoring jarak jauh melalui aplikasi Android dan mekanisme retry starter genset. Hasil pengujian menunjukkan sistem berhasil melakukan perpindahan otomatis dengan waktu respons cepat, mampu beroperasi dalam mode otomatis dan manual, serta dapat dikontrol secara real-time. Sistem ini memberikan solusi praktis untuk meningkatkan kontinuitas daya listrik dan mengurangi ketergantungan operator manual
IMPLEMENTASI KOMBINASI CAESAR CIPHER DAN POLYALPHABETIC CIPHER UNTUK KEAMANAN DATA PRIBADI PADA E-VOTING DALAM PEMILIHAN KETUA HUMANIKA
Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut peningkatan keamanan data, terutama pada sistem e-voting yang rentan terhadap serangan siber. Penelitian ini mengimplementasikan kombinasi algoritma kriptografi Caesar Cipher (mod 10) dan Polyalphabetic Cipher (mod 26 berbasis Tabula Recta) untuk mengamankan data pribadi mahasiswa seperti nama dan NIM dalam pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HUMANIKA) di Universitas Yudharta Pasuruan. Metode ini dirancang untuk melindungi data dari kebocoran dan manipulasi melalui proses enkripsi dan dekripsi berlapis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kedua algoritma ini menghasilkan sistem enkripsi yang efisien dan efektif dalam meminimalkan risiko serangan brute force serta analisis frekuensi. Caesar Cipher digunakan untuk mengenkripsi data numerik (NIM), sementara Polyalphabetic Cipher diterapkan pada data teks (nama). Pengujian keamanan dengan berbagai skenario kunci membuktikan bahwa sistem ini mampu menjaga kerahasiaan dan integritas data pemilih. Implementasi pada sistem e-voting berbasis web juga menunjukkan kemudahan penggunaan dan kecepatan proses tanpa mengorbankan keamanan
APLIKASI BLYNK IOT UNTUK MONITORING PARAMETER VITAL PADA INKUBATOR BAYI
Bayi prematur membutuhkan kondisi inkubator yang stabil, sehingga pemantauan parameter vital seperti suhu, kelembapan, detak jantung, saturasi oksigen, dan intensitas cahaya perlu dilakukan secara real-time untuk mencegah risiko kesehatan. Penelitian ini mengembangkan sistem monitoring inkubator berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor DHT22, MAX30100, dan LDR. Data yang diperoleh sensor dikirimkan secara nirkabel menuju aplikasi Blynk untuk memungkinkan pemantauan jarak jauh melalui smartphone. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan pembacaan suhu dengan error 0–1,64%, kelembapan 1,7–3,6%, detak jantung 0–1,6%, saturasi oksigen 0–1%, dan intensitas cahaya 0–3,7%. Waktu pengiriman data menuju Blynk berada pada kisaran 1,1–1,3 detik, tanpa ditemukan kegagalan pengiriman maupun gangguan koneksi selama pengujian berulang. Sistem juga berhasil memberikan notifikasi otomatis ketika parameter melampaui batas aman sesuai standar. Berdasarkan hasil tersebut, sistem monitoring inkubator bayi yang dikembangkan dapat bekerja secara akurat dan stabil, serta memenuhi kebutuhan pemantauan real-time pada prototipe inkubator bayi. Sistem ini dinilai layak digunakan sebagai perangkat pendukung yang meningkatkan kecepatan respons medis dan keamanan pemantauan inkubator
Psychological Distress Pada Orang Dengan Hiv/Aids (Odha) Ditinjau Dari Tingkat Resiliensi
Background: People living with HIV/AIDS (PLWHA) often face various forms of stigma while managing their illness, which makes them more vulnerable to psychological distress. However, some PLWHA demonstrate the ability to recover and adapt well, effectively managing their psychological condition—these individuals typically possess strong resilience. Objective: This study examines the relationship between resilience and psychological distress among PLWHA in Sorong City. Method: The study involved 99 male and female participants, recruited through a snowball sampling technique. Data were collected using the CD-RISC scale to measure resilience and the DASS-21 scale to assess psychological distress. A correlational quantitative method was employed, with Spearman’s rank-order correlation used for analysis. Result: The results revealed a significant correlation between resilience and psychological distress (p = 0.005; p < 0.05), with a correlation coefficient of -0.278. Conclusion: The study concludes that there is a negative relationship between resilience and psychological distress. In other words, the higher the resilience of PLWHA, the lower their likelihood of experiencing psychological distres
Hubungan Kematangan Karir Dan Komitmen Kerja Pada Karyawan Tetap
Background: Commitment is very necessary, even though in reality not all employees can show their commitment to the company, especially in Indonesia. Objective: This study aims to empirically examine the relationship between career maturity and work commitment in permanent employees. This research is expected to contribute to psychology, especially in the field of industrial and organizational psychology, and can be used as a guideline for further research. Method: The method in this study uses a correlational quantitative method. The sampling technique used in this study uses purposive sampling. The sample in this study is 75 permanent employees who work for a company or agency with a minimum working period of two years. The measurement of the scale of work commitment in this study uses the Three Component Organizational Commitment Scale and the measurement of the career maturity scale uses the Career Maturity Inventory Form C (CMI Form C) which is compiled using the Likert scale. The research data was analyzed using the Product Moment correlation technique. Result: Based on the results of the analysis that has been carried out, a correlation coefficient value of 0.795 and a significance value of 0.000 were obtained. Conclusion: These results show that in this study the accepted hypothesis is that there is a very significant positive relationship between career maturity and work commitment in permanent employees
PREDIKSI JENIS KEBOCORAN DATA KESEHATAN DI AS BERDASARKAN LAPORAN HIPAA MENGGUNAKAN LIGHTGBM DAN KERANGKA OSEMN
Meningkatnya insiden kebocoran data pada sektor kesehatan di Amerika Serikat mendorong perlunya analisis komprehensif terhadap pola, tren, dan prediksi jenis pelanggaran yang terjadi. Penelitian ini menganalisis 1654 laporan pelanggaran data berdasarkan publikasi resmi HIPAA dari tahun 2009 hingga 2016. Dengan pendekatan kerangka kerja OSEMN (Obtain, Scrub, Explore, Model, and Interpret), dilakukan eksplorasi data deskriptif dan text mining untuk mengidentifikasi distribusi insiden berdasarkan waktu, lokasi geografis, jenis entitas, serta lokasi penyimpanan data. Selanjutnya, model prediksi jenis pelanggaran data (Type of Breach) dibangun menggunakan algoritma Light Gradient Boosting Machine (LightGBM) yang dikombinasikan dengan teknik preprocessing, one-hot encoding, SMOTE untuk penyeimbangan kelas, dan tuning hyperparameter melalui GridSearchCV. Evaluasi menggunakan F1-score macro menunjukkan bahwa model mampu melakukan klasifikasi multi-kelas dengan performa baik, khususnya pada kelas mayoritas. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman risiko keamanan informasi kesehatan dan menjadi dasar pengembangan sistem deteksi dini berbasis data historis
Making Organic Masks from Avocado Peel, Green Tea and Rice Powder by Conducting Quality Test on Masks
Organic masks are masks made from natural ingredients that are in demand by consumers because they are considered safer for skin health. The development of organic face masks is a more attractive skin care alternative. Natural ingredients such as avocado skin, green tea and rice powder have many benefits for the skin, so this study aims to make organic masks using avocado skin green tea and rice powder, by testing the quality of masks with the pH test method, flavonoid test, effectiveness test and organoleptic test. In this study, the pH test obtained a pH of 5, the flavonoid test showed positive results for flavonoid compounds, the effectiveness test showed that the mask dried within 18 minutes and the organoleptic test in this test the mask was quite liked by the panelists