Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
Not a member yet
    256 research outputs found

    PENGOLAHAN LIMBAH MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMATERAPI BERNILAI JUAL DALAM GERAKAN 3R

    Get PDF
    Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang sampah terbesar di dunia. Tak terkecuali di Kelurahan Bandarharjo yang memiliki jumlah penduduk yang besar sehingga produksi sampah rumah tangga pun berbanding lurus dengan jumlah penduduknya. Pengolahan limbah sampah rumah tangga perlu mendapatkan perhatian khusus baik dari skala rumah tangga hingga skala nasional, selama ini limbah sampah rumah tangga hanya dikumpulkan ke suatu TPS dan berakhir menjadi timbunan di TPA. Hal ini tidak bisa terus dibiarkan karena timbunan sampah tersebut dapat menjadi sumber pencemaran dan penyakit bagi masyarakat. Minyak goreng bekas atau jelantah adalah salah satu sampah buangan yang pasti ada di setiap rumah tangga. Maka tim pengabdi melaksanakan kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pengolahan limbah minyak goreng bekas atau jelantah yang kemudian diolah menjadi lilin aromaterapi dengan tujuan mengubah sampah menjadi produk bernilai jual tinggi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berupa sosialisasi dan demonstrasi yang dilakukan dalam satu hari. Hasilnya, gerakan 3R (reduce, reuse, recycle) yang diajarkan memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat dalam mengelola kebersihan bumi. Tim berharap pelatihan ini juga dapat disebarluaskan di kelurahan sekitar.Indonesia is one of the largest waste-contributing countries in the world. This is no exception in Kelurahan Bandarharjo which has a large population so that household waste production is directly proportional to the population. The processing of household waste needs special attention, both from the household scale to the national scale. So far, household waste has only been collected at a TPS and ends up piled up in a TPA. This cannot continue because these piles of rubbish can become a source of pollution and disease for the community. Used cooking oil or jelantah is a type of waste that must be found in every household. So the service team carried out outreach activities and demonstrations on the processing used cooking oil waste or jelantah which was then processed into aromatherapy candles to turn waste into high-value selling products.. The method used in this service is in the form of socialization and demonstrations carried out in one day. As a result, the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) movement provides an increase in public knowledge in managing the cleanliness of the earth. The team hopes that this training can also be disseminated in the surrounding district

    PENGEMBANGAN SITUS WEB UNTUK TOKO ONLINE E-COMMERCE UMKM MUMA COOKIES & SNACK

    Get PDF
    This research delves into the crucial domain of e-commerce website development, explicitly emphasizing its role in bolstering MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises). The case study focuses on Muma Cookies & Snacks in Kudus City and provides a comprehensive exploration. The primary goal is to conceptualize and execute a dynamic website tailored to Muma Cookies & Snacks, aiming to amplify its market presence and enhance operational efficiency through e-commerce integration. The chosen methodology is the waterfall model, initiating with a thorough analysis of business and technical requirements. This informs meticulous website design, addressing crucial aspects of aesthetics and functionality. Implementation includes coding the website, subject to rigorous testing for robust security, optimal performance, and responsiveness. Routine maintenance procedures are executed to uphold the website's quality and performance. The research highlights the successful development of an e-commerce website for Muma Cookies & Snacks. Beyond being responsive and user-friendly, the website integrates seamlessly with a secure online payment system, increasing sales and operational efficiency. This achievement positively contributes to MSMEs' progression in the digital era, aiming to inspire others to harness e-commerce potential. Innovative solutions, such as e-commerce websites, not only broaden market reach for MSMEs but also substantiate overall sector growth by embracing technology in the digital era.Penelitian ini mengangkat isu krusial mengenai pengembangan situs web e-commerce yang berfokus pada dukungan tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil, serta Menengah (UMKM). Studi kasus tersebut menyoroti Muma Cookies & Snack di Kota Kudus sebagai objek penelitian. Tujuan utama penelitian adalah merancang dan mengimplementasikan situs web yang tidak hanya memperluas pangsa pasar bagi Muma Cookies & Snack, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional melalui platform e-commerce. Pendekatan yang diadopsi dalam penelitian ini adalah model waterfall. Proses dimulai dengan analisis mendalam terhadap kebutuhan bisnis dan teknis, diikuti dengan perancangan situs web yang mencakup aspek tampilan dan fungsionalitas yang esensial. Tahap implementasi melibatkan pengodean situs web yang kemudian diuji untuk memastikan keamanan, kinerja, dan responsivitas yang optimal. Terakhir, dilakukan pemeliharaan rutin untuk menjaga kualitas dan kinerja situs web. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan situs web e-commerce yang sukses untuk Muma Cookies & Snack. Situs ini tidak hanya responsif dan mudah digunakan, tetapi juga terintegrasi dengan sistem pembayaran online yang aman. Keberhasilan ini bukan hanya berarti peningkatan penjualan dan efisiensi operasional bagi Muma Cookies & Snack, tetapi juga memberikan kontribusi positif pada perkembangan UMKM dalam era digital. Melalui penelitian ini, diharapkan temuan tersebut dapat menginspirasi UMKM lainnya untuk mengadopsi potensi e-commerce guna mengembangkan bisnis. Penerapan solusi inovatif seperti situs web e-commerce tidak hanya memperluas jangkauan bisnis UMKM, tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor UMKM secara keseluruhan dalam pemanfaatan teknologi di era digital

    PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK KOMPOS DI DESA MUNGKID

    Get PDF
    Sampah merupakan salah satu permasalahan yang pada umumnya banyak ditemukan di daerah perkotaan. Keterbatasan lahan dan kurangnya pengetahuan masyarakat di dalam melakukan pengelolaan sampah menjadi faktor utama adanya permasalahan ini. Desa Mungkid merupakan desa yang terdapat di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Desa ini termasuk ke dalam desa maju, namun di desa ini memiliki permasalahan terhadap pengelolaan sampah, sehingga perlu dilakukan pendekatan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan dan pengolahan sampah yang ada. Salah satu upaya pemanfaatan sampah yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan dan mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan jual. Pembuatan pupuk organik padat dapat menjadi alternatif di dalam melakukan pengolahan sampah guna mengoptimalkan pekarangan rumah masyarakat. Pada kegiatan ini dilakukan sosialisasi mengenai pemanfaatan dan pengelolaan sampah, serta praktik pengelolaan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna seperti pupuk organik padat. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan masyarakat menjadi mengetahui mengenai pemanfaatan dan pengolahan sampah yang tepat sehingga dapat meningkatkan pangan masyarakat sekitar.Waste is one of the problems that are generally found in urban areas. Limited land and lack of public knowledge in managing waste are the main factors in this problem. Mungkid Village is a village located in Mungkid District, Magelang Regency. This village is included in the advanced villages, but this village has problems with waste management, so it is necessary to approach the community regarding the utilization and processing of existing waste. One effort to utilize waste that can be done is to utilize and process waste into products that have utility and sales value. Making solid organic fertilizer can be an alternative in processing waste to optimize people's yards. In this activity, socialization was carried out regarding the utilization and management of waste, as well as the practice of managing waste into products that have utility value such as solid organic fertilizer. Based on the activities carried out, the community became aware of the proper utilization and processing of waste so that it can increase the food of the surrounding community

    IMPLEMENTATION OF SOLAR ENERGY FOR PUBLIC STREET LIGHTING IN SEGOROGUNUNG VILLAGE, KARANGANYAR REGENCY

    Get PDF
    The world's energy sources have undergone several changes, from initially mostly using biomass to fossil fuels, which was triggered by the Industrial Revolution in the 1900s. The increasing use of fossil energy causes an increase in greenhouse gas emissions. One alternative that can be done is the use of solar power plants. An example of its use is in fulfilling electrical energy, such as lighting, by using electrical energy that still uses a small amount of power. Sekolah Tinggi Teknologi “Warga” Surakarta of Indonesia, together with UC TATI Malaysia, collaborated in the use of solar-based renewable energy, which was implemented in Segorogunung Village, Ngargoyoso District, Karanganyar Regency. Several points at this location still have minimal lighting, making them prone to accidents and crime. The method used in this community service activity is providing knowledge about solar cells, solar cell wiring diagrams, and how to check and repair solar-based public street lighting. The results obtained from this community service show that the community understands and can install and repair solar cell-based public street lighting. In conclusion, the presence of public road lighting on several roads in Segorogunung Village can reduce the accident rate and provide a sense of security for the community when crossing the road

    EDUKASI KESELAMATAN LALU LINTAS DI KALANGAN EMAK-EMAK RW 02 DESA SOGO KABUPATEN BLORA

    Get PDF
    Kurang sadarnya masyarakat dalam hukum berlalu-lintas dapat dilihat dalam perilaku seperti semakin meningkatnya pelanggaran lalu lintas. Selain itu, pengetahuan tertib berlalu lintas yang minim dan praktik berkendara yang buruk juga menjadi penyebab yang memperparah tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas. Tingkat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2021 di Kabupaten Blora sepanjang tahun 2021 mengalami peningkatan dibanding dibanding tahun 2020. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan edukasi etika berlalu lintas di kalangan emak-emak Desa Sogo Kabupaten Blora. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada hari Kamis, 27 April 2023 Pukul 15.00 – 17.00 WIB menggunakan metode tatap muka. Edukasi yang dilakukan telah mampu meningkatkan kemampuan emak-emak dalam pemahaman berlalu lintas dan etika berkendara. Evaluasi kegiatan pengabdian dilakukan melalui Pre dan Post Test, Berdasarkan indikator per item soal, hasil rata-rata hasil pre-test menunjukkan angka sebesar 69,35%, sedangkan hasil post-test mengalami peningkatan 30,65%. Secara keseluruhan hasil capaian persentase post-test per item soal mencapai 100%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa edukasi yang dilakukan telah berhasil meningkatkan kemampuan emak-emak dalam pemahaman berlalu lintas dan etika berkendara. Dengan demikian, para emak-emak tersebut telah dianggap mampu untuk berbagi informasi dan pemahaman terkait etika berlalu lintas kepada anak-anak mereka dan tetangga serta dapat menerapkannya dalam berperilaku selama berlalu lintas di jalan sebagai tindak lanjut kegiatan ini.The public's lack of awareness of traffic laws can be seen in behavior such as the increasing number of traffic violations. Apart from that, minimal knowledge of traffic rules and poor driving practices are also causes that exacerbate the high rate of traffic accidents. The rate of traffic accidents 2021 in Blora Regency throughout 2021 has increased compared to 2020. One effort to overcome this problem can be made by educating traffic ethics among the mothers of Sogo Village, Blora Regency. Service activities were carried out on Thursday, April 27 2023 at 15.00 – 17.00 WIB using the face-to-face method. The education carried out has been able to improve mothers' abilities to understand traffic and driving etiquette. Evaluation of service activities is carried out through pre-and post-tests. Based on the indicators per question item, the average pre-test results show a figure of 69.35%, while the post-test results have increased by 30.65%. Overall the results of the post-test percentage achieved per question item reached 100%. It can be concluded that the education carried out has succeeded in improving mothers' abilities to understand traffic and driving etiquette. In this way, these mothers are considered capable of sharing information and understanding related to traffic etiquette with their children and neighbors and can apply it in their behavior during traffic on the road as a follow-up to this activity

    PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA UNTUK SEKOLAH DASAR SE-DABIN II KORWIL BIDIK KECAMATAN BLORA KABUPATEN BLORA

    Get PDF
    Permasalahan guru sekolah dasar pada daerah binaan II koordinator wilayah Kecamatan Blora Kabupaten Blora adalah minimnya bahan ajar yang dikembangkan oleh guru untuk siswa dalam membelajarkan matematika di kelas. Adanya program pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan guru tentang pengembangan bahan ajar matematika dan memberikan contoh tentang kreativitas guru tentang pengembangan bahan ajar matematika. Daerah binaan II ini membawahi 12 sekolah yaitu SD Islam Baitunnur, SDN 1 Kunden, SDN 2 Kunden, SDN 1 Jetis, SDN 2 Jetis, SDN Tambahrejo, SDN Kedungjenar, SDN 1 Beran, SDN 2 Beran, SDN 1 Kamolan, SDN 2 Kamolan, SDN 3 Kamolan. Dabin II ini terletak di Kecamatan Blora Kabupaten Blora. Pada program ini terdapat 60 peserta yang terdiri dari 30 guru kelas rendah dan 30 guru kelas tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 1 Kunden yang terletak di Kecamatan Blora Kabupaten Blora. Metode pada program pengabdian ini adalah ceramah yang dilakukan secara luring dua arah. Hasil pada program pengabdian ini adalah pendampinngan pelatihan bahan ajar ini sangat efektif untuk memberikan pengetahuan guru di Daerah binaan II Korwil Bidik Kecamatan Blora tentang pengembangan bahan ajar matematika dan memberikan contoh dan pengetahuan tentang kreativitas guru di Daerah binaan II Korwil Bidik Kecamatan Blora tentang pengembangan bahan ajar matematika.The problem of elementary school teachers in the areas supported by II, Blora District Regional Coordinator, Blora Regency, is the lack of teaching materials developed by teachers for students in teaching mathematics in class. This mentoring program aims to provide teachers with knowledge about the development of mathematics teaching materials and provide examples of teacher creativity regarding the development of mathematics teaching materials. This II target area oversees 12 schools, namely Baitunnur Islamic Elementary School, SDN 1 Kunden, SDN 2 Kunden, SDN 1 Jetis, SDN 2 Jetis, SDN Tambahrejo, SDN Kedungjenar, SDN 1 Beran, SDN 2 Beran, SDN 1 Kamolan, SDN 2 Kamolan, SDN 3 Kamolan. Dabin II is located in Blora District, Blora Regency. In this program, there are 60 participants consisting of 30 low class teachers and 30 high class teachers. This activity was carried out at SDN 1 Kunden which is located in Blora District, Blora Regency. The method in this service program is lectures conducted offline in two directions. The results of this service program are that the accompanying training on teaching in Blora District regarding the development of mathematics teaching materials and providing examples and knowledge about the creativity of teachers in the area targeted in Blora District regarding the development of teaching materials mathematics. This can be seen from the increase in knowledge of training participants by 78.75%

    MELATIH MURID PAUD MENCEGAH KARIES & MAKANAN KARIOGENIK DENGAN Si KAGI

    Get PDF
    Murid PAUD merupakan kelompok yang paling rentan terhadap karies gigi. Faktor kebiasaan konsumsi makanan kariogenik dan pemeliharaan rongga mulut yang dilakukan anak-anak pada usia dini dapat memengaruhi kesehatan gigi mereka. PAUD Sanggar Fortune berada di wilayah puskesmas kecamatan pasaar minggu.. Lokasi PAUD berada ditengah kawasan padat perumahan penduduk di kelurahan Ragunan kecamatan Pasar Minggu dimana akses nakes ke sekolah hanya bisa dilakukan dengan melewati kendaraan roda dua atau berjalan kaki diantara rumah warga, kesulitan tersebut menjadi hambatan tenaga kesehatan dalam membawa logistik penyuluhan yang interaktif pada murid-murid sekolah tersebut. Oleh karena itu tim pengabmas bermaksud melakukan kegiatan Edukasi visual menghindari Si KAGI (Karies Gigi & Makanan Kariogenik) pada Murid PAUD Sanggar Fortune. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kemampuan anak PAUD Sanggar Fortune untuk mengenali tanda karies gigi dan makanan kariogenik. Metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dengan screening karies gigi, penyuluhan dengan media Si KAGI, pembagian peralatan menyikat gigi dan makanan non kariogenik serta pembimbingan sikat gigi bersama. Sasaran kegiatan berjumlah 38 anak. Hasil kegiatan menunjukkan 66% anak memiliki karies gigi, anak mampu mengenali tanda gigi yang mengalami karies, kemampuan mayoritas anak mengenali sikat gigi yang baik (meningkat dari 97% ke 100%,) dan kemampuan mayoritas anak memilih makanan sehat/non kariogenik (meningkat dari 66% ke 92%,). Kesimpulan kegiatan berhasil meningkatkan kemampuan anak untuk mengenali tanda karies gigi dan makanan kariogenik. Rencana tindak lanjut kedepannya adalah kegiatan bisa terlaksana secara rutin, berkelanjutan dan melibatkan sasaran dari lokasi lain sehingga kemanfaatan kegiatan akan lebih banyak dirasakan kelompok anak usia prasekolah dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut.Preschool students are the most vulnerable group to dental caries. The cariogenic food consumption habits and oral cavity maintenance that children do at an early age can affect their dental health. PAUD Sanggar Fortune is located in the puskesmas area of Pasaar Sunday sub-district. The location of the PAUD is in the middle of a dense residential area in the Ragunan sub-district of Pasar Minggu sub-district, where health workers' access to the school can only be done by passing two-wheeled vehicles or walking between residents' houses. This difficulty is an obstacle for health workers in carrying interactive counseling logistics to school students. Therefore, the community service team intends to conduct visual education activities to avoid Si KAGI (dental caries and cariogenic food) for PAUD Sanggar Fortune students. The purpose of the activity is to improve the ability of PAUD Sanggar Fortune children to recognize signs of dental caries and cariogenic foods. The method of implementation of the activity was carried out by screening dental caries, counseling with Si KAGI media, distribution of tooth brushing equipment and non-cariogenic foods, and tooth brushing guidance together. The targets of the activity amounted to 38 children. The results of the activity showed that 66% of children had dental caries; children were able to recognize signs of caries; the ability of the majority of children to recognize a good toothbrush increased from 97% to 100%; and the ability of the majority of children to choose healthy or non-cariogenic foods increased from 66% to 92%. In conclusion, the activity succeeded in improving children's ability to recognize signs of dental caries and cariogenic foods. The future follow-up plan is that activities can be carried out routinely, sustainably, and involve targets from other locations so that the benefits of activities will be felt by more groups of preschool children in maintaining oral health

    STUDY OF VARIATION OF WEIGHT FRACTION ON THE TENSILE STRENGTH OF GLASS FIBER REINFORCED POLYMER HYBRID COCONUT COIR

    Get PDF
    Komposit hybrid dalam studi ini menggabungkan serat sintetis dan serat alam untuk mencapai kekuatan yang optimal sekaligus memanfaatkan serat alam yang sangat melimpah pada pesisir pantai Indonesia. Serat sintetis yang digunakan adalah glass fiber dalam bentuk woven roving, sedangkan serat alam memakai sabut kelapa dalam bentuk mat. Penggunaan glass fiber yang dikenal kuat dan mempunyai kelenturan yang baik, bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanik sabut kelapa. Komposit hybrid dibuat menggunakan metode hand lay-up dengan susunan Glass Fiber / Sabut Kelapa / Glass Fiber [GF/SK/GF]. Fraksi berat dari komponen penyusun komposit ini divariasikan dengan tujuan mencari fraksi berat yang menghasilkan komposit hybrid dengan kekuatan tarik terbaik. Spesimen komposit dibuat dan dilakukan uji tarik dengan mengikuti standar ASTM D-638. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata kekuatan komposit hybrid ini sebesar 46 MPa dengan modulus elastisitas sebesar 1029 MPa. Fraksi berat paling optimum untuk komposit ini adalah 11% glass fiber, 19% sabut kelapa, dan 70% resin yang menghasilkan kekuatan tarik sebesar 56 MPa.This research is about studying a hybrid composite that combines synthetic and natural fibres to achieve optimal strength while utilizing natural fibres, which are abundant on the Indonesian coast. The synthetic fibre used in this research is glass fiber in the form of woven roving, while the natural fibre uses coconut fibre in the form of a mat. The use of glass fibre, which is known to be strong and has good flexibility, aims to improve the mechanical properties of coconut fibre. Hybrid composites are made using the hand lay-up method with a Glass Fiber/ Coconut Fiber / Glass Fiber [GF/SK/GF] layer arrangement. Weight fractions are varied to find the optimum weight fraction that produces a hybrid composite with the best tensile strength. Composite specimens were made and subjected to tensile tests following ASTM D-638 standards. The test results show that the average strength of this hybrid composite is 46 MPa with an elastic modulus of 1029 MPa. The optimum weight fraction for this composite is 11% glass fibre, 19% coconut fibre, and 70% resin, producing a tensile strength of 56 MPa

    THE EFFECT OF WEATHER EXPOSURE ON THE DENSITY OF POLYESTER COMPOSITE WITH PETUNG BAMBOO (DENDROCALAMUS ASPER) FIBER REINFORCEMENT

    Get PDF
    Hingga saat ini, serat sintetis telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan karena sulit terurai. Salah satu upaya penyelesaiannya adalah dengan mengurangi penggunaan serat sintetis dan menggantinya dengan serat alam. Sebagai salah satu sumber daya alam yang berkelanjutan, bambu menjadi alternatif yang menjanjikan untuk menggantikan serat sintetis. Namun, belum ada penelitian yang menginvestigasi bagaimana komposit serat bambu bertahan terhadap paparan cuaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dampak paparan cuaca terhadap densitas komposit poliester dengan serat bambu petung ( Dendrocalamus Asper ). Penelitian ini mencakup tiga jenis spesimen, yakni poliester murni, komposit poliester serat bambu petung tanpa perlakuan alkali, dan komposit poliester dengan perlakuan alkali. Pembuatan komposit dilakukan menggunakan metode hand lay-up, sementara perlakuan paparan cuaca dilakukan secara alami selama enam bulan. Hasil menunjukkan adanya fluktuasi densitas pada semua jenis spesimen, dengan peningkatan densitas hingga puncaknya pada bulan Februari, diikuti penurunan hingga bulan April. Densitas tertinggi tercatat pada bulan Februari, dengan nilai densitas poliester murni mencapai 1,193 gr/cm3, komposit dengan perlakuan alkali mencapai 1,173 gr/cm3, dan komposit tanpa perlakuan alkali mencapai 1,169 gr/cm3.Until now, synthetic fibers have caused various environmental issues due to their difficulty in decomposing. One solution is to reduce the use of synthetic fibers and replace them with natural fibers. Bamboo, as one of the sustainable natural resources, emerges as a promising alternative to replace synthetic fibers. However, there has been no research investigating how bamboo fiber composites withstand weather exposure. This study aims to explore the impact of weather exposure on the density of polyester composite with Petung bamboo fibers (Dendrocalamus Asper). The study encompasses three types of specimens: pure polyester, polyester composite with untreated bamboo fibers, and polyester composite with alkali-treated bamboo fibers. Composite fabrication was conducted using the hand lay-up method, while weather exposure treatment was carried out naturally for six months. The results indicate fluctuations in density across all specimen types, with density increasing to its peak in February, followed by a decrease until April. The highest density was recorded in February, with pure polyester density reaching 1.193 gr/cm3, alkali-treated composite reaching 1.173 gr/cm3, and untreated composite reaching 1.169 gr/cm3

    PENGEMBANGAN USAHA KATERING MENUJU INDUSTRI MIKRO BERDAYA SAING TINGGI

    Get PDF
    The catering business is one of the businesses that is in great demand as a business opportunity. Bu Eny's catering was a food service business, especially snacks and packaged foods on a micro scale. This business was classified as a micro business because its annual sales have not reached IDR 300 million. Bu Eny Catering's biggest problem in serving consumers was the limited equipment to support the speed of the production process. Another problem was that marketing methods are still dominated by the dissemination of information via WhatsApp (WA) and mouth to mouth, there was no financial bookkeeping or purchasing of materials. The aim of this community service program was to assist Bu Eny's Catering in developing its business both in terms of facilities, marketing, as well as production and financial management. Method of catering assistance was planned in the form of increasing production speed, improving financial and production management, as well as marketing development. The results of this assistance were able to increase gross income by 4.1% and 16.5% in August and September 2023 respectively compared to July 2023. Production was more controlled with the production control board. Financial management was also more organized by using an income and expenditure book which was filled in every day. Marketing methods have been enhanced by the use of WhatsApp for business, but the impact cannot yet be measured. Based on the results of the mentoring program, the development of micro businesses to increase their competitiveness needs to be developed in many sectors. Micro-industry assistance has been proven to be able to increase its competitiveness amidst increasingly fierce competition in micro industries.Usaha katering merupakan salah satu usaha yang banyak diminati dalam peluang bisnis. Katering Bu Eny merupakan usaha pelayanan makanan terutama untuk jenis snack dan makanan dalam box dalam skala mikro. Usaha ini dikelompokkan usaha mikro karena besarnya penjualan per tahun belum mencapai Rp 300 juta. Permasalahan terbesar Katering Bu Eny dalam melayani konsumen adalah terbatasnya peralatan untuk mendukung kecepatan proses produksi. Permasalahan lain adalah metode pemasaran masih didonimasi oleh penyebaran informasi melalui WhatApps (WA) dan dari mulut ke mulut, belum adanya pembukuan keuangan dan pembelian bahan-bahan. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mendampingi Katering Bu Eny dalam mengembangkan usahanya baik dari sisi sarana, pemasaran, dan manajemen produksi serta keuangan. Metode pendampingan Katering Bu Eny direncanakan berupa peningkatan kecepatan produksi, perbaikan manajemen keuangan dan produksi, dan pengembangan pemasaran. Hasil pendampingan mampu meningkatkan pendapatan kotor sebesar 4,1% dan 16,5% pada bulan Agustus dan September 2023 dibandingkan bulan Juli 2023. Produksi lebih terkontrol dengan adanya papan tulis control produksi. Manajemen keuangan juga lebih tertata dengan menggunakan buku pemasukan dan pengeluaran yang diisi setiap hari. Metode pemasaran ditingkatkan dengan penggunaan WhatApps bisnis, namun efek yang ditimbulkan belum dapat terukur. Berdasarkan hasil program pendampingan ini, pengembangan usaha mikro agar dapat meningkatkan daya saingnya perlu dikembangkan di banyak sektor. Pendampingan industry mikro terbukti mampu meningkatkan daya saing mereka di tengah persaingan yang semakin keta

    218

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇