Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
Not a member yet
    256 research outputs found

    ANALISIS PENYEBAB TERJADI EROR DALAM TEGANGAN BATERAI 110 V PADA GARDU INDUK SEPATAN

    Get PDF
    Sistem transmisi daya berfungsi untuk mengurangi tegangan dari 150 kV menjadi 20 kV sebagai bagian integral dari gardu induk. Saat dalam operasi, gardu induk membutuhkan suplai daya listrik berjenis arus searah / DC (Direct Current) sebagai sarana kontrol untuk mendukung operasionalnya. Arus searah yang diperlukan oleh gardu induk dihasilkan melalui penyearah dan baterai yang terpasang dalam sistem instalasi. Sistem DC ini disusun sejajar dengan beban untuk mendukung fungsi gardu induk. Baterai berperan sebagai sumber cadangan daya DC. Hal ini diupayakan untuk memastikan keandalan, pemeliharaan baterai sangat penting agar dapat menyediakan daya DC dalam situasi gangguan. Perawatan berkala diperlukan agar baterai dapat beroperasi pada kinerja maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan dan kesesuaian baterai 110 V di gardu induk Sepatan setelah melalui proses perawatan. Pengumpulan data dilakukan untuk mendukung penelitian di Gardu Induk Sepatan 150 kV. Pengujian tegangan per-sel baterai 110 Vdc di Gardu Induk Sepatan dengan merek SAFT NIFE, tipe SBLE 300-2, kapasitas 300 Ah, dan jumlah sel 88 menunjukkan bahwa kondisi tegangan rata-rata baterai sebelum BCT (Baterry Capacity Test) sebesar 1,32 V. Pengisian daya dilakukan dengan menggunakan metode boosting baterai dengan rentang tegangan antara 1,30 V hingga 1,45 V. Suhu rata-rata pada baterai 110 Vdc mencapai 29°C, dan berat jenis elektrolit pada pengukuran baterai 110 Vdc mencapai 1,221 gr/cm3. Pengukuran tegangan pada setiap sel baterai 110 Vdc dilakukan selama 5 jam, dan tegangan total yang terukur mencapai 112,7 V. Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi baterai 110 Vdc di gardu induk 150 kV Sepatan dianggap selalu baik dan siap digunakan ketika menghadapi permasalahan.Functional power transmission system to reduce voltage from 150 kV to 20 kV as part of the main substation. During operation, the substation requires a DC power source as a control tool to support the performance of the substation. The source of direct current (DC) to the substation is taken from the rectifier and batteries installed in the installation parallel to the load or what is usually called a DC system. The battery is a backup DC source used to provide DC power to protection devices, PMT and PMS drive motors, as well as telecommunications equipment. To maintain battery reliability it is important to provide DC power in the event of a failure. Regular maintenance so that the battery can operate at peak performance. Battery maintenance is carried out by measuring voltage and weight, checking battery type, temperature and electrolyte capacity. This research was conducted to determine the reliability and suitability of 110V batteries at the Sepatan substation after maintenance. Results from testing the voltage per 110 Vdc battery cell at the Sepatan Main Substation with the SAFT NIFE brand, type SBLE 300-2, capacity 300 Ah, and a total of 88 cells. In the results of testing the voltage per 110 Vdc battery cell, the average battery voltage condition before BCT was 1.32 V, charging was carried out using the battery boosting method between 1.30 and 1.45 V, with this the average temperature of the battery 110 Vdc is 29oC and the specific gravity of the electrolyte in measuring this 110 Vdc battery is 1.221gr/cm3. In the 110 Vdc battery cell voltage test carried out for 5 hours with complete data, the total voltage measured was 112.7 V. In general, based on the capacity test results It could be said that the condition of the 110V batteries at the Sepatan 150 kV substation is always good and reliable or ready to be used when there is a problem

    PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK MENJADI POT BUNGA SEBAGAI DEKORASI TAMAN

    Get PDF
    Penggunaan plastik saat ini sudah meluas. Plastik banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga dan industri, khususnya untuk kemasan makanan dan minuman. Kemasan yang tersisa seringkali dibuang begitu saja sehingga terjadi peningkatan penumpukan sampah plastik. Setiap tahunnya sekitar 182,7 miliar kantong plastik dipakai di Indonesia, sehingga pada akhirnya berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat serta sampah botol plastik masih dianggap sebagai sampah yang kurang bernilai, termasuk pada permasalahan yang dihadapi mitra saat ini. Solusi untuk mengatasi permasalahan mitra ini salah satunya melalui pemanfaatan sampah botol plastik menjadi pot bunga. Kegiatan dan langkah ini jumlah sampah botol plastik bisa berkurang serta bernilai tinggi yang bisa digunakan sebagai media menanam tanaman dan bunga yang bisa dirangkai menjadi taman sederhana. Tujuan pengabdian ini yaitu pemanfaatan limbah botol plastik menjadi pot bunga sebagai dekorasi taman. Metode yang digunakan dalam program ini adalah melalui pendampingan kepada masyarakat selama satu minggu. Hasil pengabdian yaitu berkurangnya sampah botol plastic yang dibuang di tempat sampah dan terciptanya taman sederhana yang indah dari sampah botol plastik

    PELATIHAN URBAN FARMING HIDROPONIK PEMANFAATAN LIMBAH STYROFOAM DI KARANG TARUNA KRATONAN

    Get PDF
    Hidroponik adalah metode menanam sayuran yang efisien untuk model profesional urban farming. Remaja anggota Karang Taruna berpotensi terhadap pengembangan perekonomian mandiri bidang agribisnis. Permasalahannya adalah pengetahuan dan keterampilan terhadap pertanian modern masih cukup rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter keberhasilan pemahaman dan minat dalam melaksanakan bisnis hidroponik pada kalangan remaja. Metode yang diterapkan adalah praktek diluar ruangan secara kelompok dengan penilaian evaluasi menggunakan statistika liker terhadap skor hasil perkalian respon jawaban kuisioner setelah dan sebelum pelatihan. Hasil dari kegiatan  ini adalah bahwa skor hasil pemahaman terhadap manfaat pelatihan hidroponik ini mencapai karakter Sangat Baik, dan hasil minat mencapai karakter Baik. Evaluasi skor pemahaman menunjukkan kenaikan 50% dan skor minat mencapai 40%

    PELATIHAN PENCAPAN ZAT WARNA ALAM DENGAN HASIL OPTIMAL DAN WAKTU YANG SINGKAT PADA PENGRAJIN KAMPUNG BATIK KAUMAN SURAKARTA

    Get PDF
    Untuk meningkatkan jumlah penjualan batik di Kampung Batik Kauman maka perlu diupayakan adanya variasi jenis produk dan efisiensi dalam pembuatannya. Salah satunya dengan membuat produk kain printing/cap bermotif batik dengan zat warna alam yang  mudah dan cepat dalam pembuatannya sehingga biaya produksinya lebih murah. Produk  kain cap  ini  lebih   diminati  dan  memiliki  daya  saing   di  pasar domesti   dan  global   karena   produk   yang   dihasilkan   bersifat   ramah lingkungan. Selain itu dalam produksinya dapat mengurangi pencemaran, khususnya lingkungan perairan mengingat Kampung Batik Kauman berada ditengah-tengah pemukiman dan di jantung kota Surakarta.  Untuk  itu  pada  kegiatan  PkM  dilakukan pelatihan  pembuatan kain cap yang diikuti 20 pengerajin batik dari Kampung Laweyan. Pelatihan dimulai dengan penjelasan oleh mahasiswa mengenai bahan, peralatan, resep, dan tahapan dalam pencapan kemudian dilanjutkan dengan praktek  proses persiapan pada kain yang akan dicap, pembuatan pasta cap, dan proses pencapan pada kain. Diakhir pelatihan, peserta diberikan kuesioner untuk membuktikan keberterimaan ketrampilan pencapan  yang telah diperoleh dalam pelatihan. Hasil pengisian kuesioner menunjukkan 100% peserta menyatakan pelatihan yang diikuti dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya. 100% menyatakan hasil pelatihan dapat diterapkan untuk pengembangan usaha dan 89% peserta pelatihan  dapat melakukan sendiri pembuatan kain cap. Hasil pencapan dinilai sebagian besar pengerajin kualitasnya belum memuaskan karena dari hasil penilaian peserta hanya 32% saja yang menyatakan kualitas hasil pencapannya baik dan 68% peserta yang menilai ketuaan warna hasil pencapan cukup tua. Untuk itu masih perlu dilatihkan kepada pengerajin cara peningkatan kualitas hasil pencapan agar pembuatan kain cap zat warna alam benar-benar dapat diterapkan dalam pengembangan usahanya

    OPTIMASI PENGELASAN DISIMILAR METAL SS 304 DAN MILD STEEL UNTUK MEMINIMALKAN EFEK DISTORSI

    Get PDF
    The manufacturing industry is growing very rapidly, including welding. The welding process has an increasing trend, especially in the fields of ship trusses, bridge structures, railway construction, and others. Welding has the character of a strong connection, lightweight and simple. Welded joints for dissimilar metals have developed quite significantly and have their challenges. Metals that are widely used include SS 304 and mild steel. One of the problems with meta-dissimilar welding is distortion. Distortion occurs due to excessive thermal stress during the welding process, resulting in a change in the dimensions of the metal. This results in a fairly difficult assembly process. The purpose of this study was to find the optimal welding parameter setting value for welding between SS 304 material and mild steel, using Gas tungsten arc welding (GTAW). Welding parameters were searched using the Taguchi method. Welding parameter variables include plate thickness (mm), welding length (mm), strong current (A), and Welding Angle (o). The results of the combination of factors and optimal levels for welding SS 304 and mild steel plates that are recommended are using a welding current of 100A, the plate thickness of 3 mm, a welding angle of 80o, and a welding length of 100 mm.Industri manufaktur berkembang sangat pesat termasuk di dalamnya pengelasan. Proses pengelasan memiliki tren yang meningkat terutama bidang rangka kapal, struktur jembatan, konstruksi kereta api dan lain-lain. Pengelasan memiliki karakter sambungan yang kuat, ringan dan sederhana. Sambungan las untuk logam yang berbeda memiliki perkembangan yang cukup signifikan dan memiliki tantangan tersendiri. Logam yang banyak digunakan misalnya material SS 304 dan Mild Steel. Salah satu kendala pengelasan beda logam adalah terjadinya distorsi. Distorsi terjadi dikarenakan tegangan thermal yang berlebih pada saat proses pengelasan, sehingga mengakibatkan perubahan dimensi pada logam tersebut. Hal ini mengakibatkan proses perakitan yang cukup sulit.  Tujuan penelitian ini adalah mencari nilai pengaturan parameter pengelasan yang optimal untuk pengelasan antara material SS 304 dan Mild Steel, menggunakan pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Parameter pengelasan dicari menggunakan metode Taguchi. Variabel parameter pengelasan meliputi tebal plat (mm), panjang pengelasan (mm), kuat arus (A), dan sudut pengelasan (o). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi faktor dan level optimal untuk pengelasan plat SS 304 dan Mild Steel yang direkomendasikan adalah menggunakan ketebalan plat 3 mm, panjang pengelasan 100 mm, arus las 100 A, dan sudut pengelasan 80o

    PENGARUH VISKOSITAS BBM, JARAK DAN KECEPATAN PEMOMPAAN TERHADAP PERFORMA TEKANAN HIDROLIK INJEKTOR MESIN DIESEL

    Get PDF
    Standar emisi Euro-4 bagi kendaraan bermotor atau menerapkan sistem bahan bakar injeksi. Kualitas injektor hanya bisa diketahui dengan alat nozzle tester. Permasalahan utama adalah data tekanan hasil pengetesan pada nozzle tester saat sebelum dan setelah dilakukan servis tersebut menjadi acuan terhadap kesesuaian kualitas pengkabutan bahan bakar buku manual mesin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa tekanan minimal dan maksimal injektor diesel. Metode yang diterapkan adalah memberikan variasi jenis Bahan Bakar Minyak (BBM), jarak pemompaan dan interval pemompaan pada alat nozzle tester dengan desain eksperimen OA L4. Hasil yang dicapai adalah nilai maksimal tekanan kerja pada jack nozzle tester adalah 145 kg/cm2 dan minimal 126,6 kg/cm2. Komposisi ke-1 dengan variasi viskositas BBM solar, jarak penuh 24 cm, kecepatan penekanan tuas 10 kali/menit yang menghasilkan tekanan kerja maksimal. Sedangkan, tekanan minimal berada pada komposisi ke-4 dengan variasi viskositas BBM dexlite, jarak penuh 12 cm, kecepatan penekanan tuas 15 kali/menit. Sehingga alat ini bermanfaat dalam menentukan kualitas injektor diesel menggunakan teknik pengembangan dongkrak hidrolik botol.ABSTRACT   Euro-4 emission standards for motor vehicles or those implementing a fuel injection system. The quality of the injector can only be determined with a Nozzle tester. The main problem is that the pressure data from the test results on the nozzle tester before and after the service is used as a reference for the suitability of the fuel misting quality in the engine manual. The aim of this research is to determine the minimum and maximum pressure performance of diesel injectors. The method applied is to provide variations in fuel type, pumping distance and pumping interval on the nozzle tester with the OA L4 experimental design. The results achieved are that the maximum working pressure value on the jack nozzle tester is 145kg/cm2 and the minimum is 126.6kg/cm2. 1st composition with variations in diesel fuel viscosity, full distance 24cm, lever pressing speed 10 times/sc which produces maximum working pressure. And the minimum pressure is at the 4th composition with variations in dexlite fuel viscosity, full distance 12cm, lever pressing speed 15 times/sc.   Keywords: injector, fuel, pumping, nozzle teste

    PERENCANAAN KAMPUNG PRODUKTIF SEPRIH CILACAP UTARA MELALUI PENDAMPINGAN PENULISAN PROPOSAL SPONSORSHIP

    Get PDF
    Hampir seluruh masyarakat tidak memiliki kesiapan dalam menghadapi situasi pandemi, secara khusus masyarakat Kampung Seprih 005/001 Kebonmanis. Pembatasan aktivitas mengakibatkan menurunnya kegiatan perdagangan warga. Pengetahuan yang terbatas dan pengalaman yang belum memadai, menghambat perkembangan usaha dagang warga yang notabene penghasilan setiap bulannya tidak tetap. Berdasarkan hal tersebut, solusi yang dibutuhkan untuk peningkatan perekonomian warga adalah kegiatan kewirausahaan bersama di lingkungan Kampung Seprih. Kegiatan wirausaha bersama ini dapat terlaksana dengan memanfaatkan lahan warga yang belum produktif. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah menggambarkan potensi usaha mandiri Kampung Seprih menjadi Kampung Produktif Seprih dan memberikan pelatihan serta pendampingan penulisan proposal sponsorship kepada warga secara khusus GEMA (Gerakan Pemuda Nol Lima) Kampung Seprih. Kampung Produktif Seprih digambarkan pada denah pekerjaan yang terbagi menjadi 4 area, yaitu lahan produksi, lahan peternakan, lahan pertanian, dan lahan ruang baca (perpustakaan warga Kampung Seprih). Kegiatan pelatihan dan pendampingan penulisan proposal sponsorship dilaksanakan selama 12 kali pertemuan dan diikuti oleh pengurus dan anggota GEMA. Proposal sponsorship dikirimkan ke PFmuda 2022 melalui aplikasi yang tersedia pada tanggal 18 Mei 2022 pukul 19.44 WIB. Harapan dari Penulis dan tim beserta GEMA Kampung Seprih adalah proposal tersebut lolos dan didanai kegiatan selanjutnya. Namun jika hasilnya belum sesuai rencana, maka GEMA dapat mengajukan proposalnya ke instansi lain dengan bekal pelatihan yang sudah diterima

    DISEMINASI PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LINGKUNGAN INDUSTRI PENGECORAN LOGAM

    Get PDF
    Program keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu faktor pencegahan dan meminimalisir terhadap bahaya kecelakaan kerja yang terus disosialisasikan oleh pemerintah maupun pelaku kerja. Pencegahan Kecelakaan merupakan hal yang mendasar bagi perusahaan, karena menyangkut jiwa manusia atau tenaga kerjanya dan lingkungan kerja itu sendiri yang menjadi sebab timbulnya kecelakaan. Desa Batur, Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten banyak pelaku UMKM yang bergerak dibidang pengecoran logam yang belum mengoptimalkan dalam penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Dalam melaksanakan perkerjaan, pekerja tidak menggunakan alat pengaman, sehingga beresiko besar mengalamai kecelakaan kerja, dan hal ini berpotensi menghambat dalam mencapai produktivitas kerja yang diinginkan oleh perusahaan. Kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pebekalan terhadap para pekerja melalui salah satu karyawan manajemen dari perusahaan maupun perangkat desa di lingkungan industri pengecoran logam Desa Batur, Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, Tanggal 2 November 2022 di Kampus 1 Politeknik Manufaktur Ceper. Pembahasan yang didalami dalam program dan kegiatan ini meliputi resiko kecelakaan kerja, dan penggunaan alat pelindung diri dibengkel pengecoran logam. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test terdapat kenaikan pengetahuan dari setiap peserta dengan peningkatan 14% sampai 29% atau rata-rata 23,25% dari sebelum pemaparan materi pada kegiatan ini

    REKAYASA ALAT DOUGH DEVIDER PADA UKM ROTI AL BAKERY DI MERTOUDAN MOJOSONGO JEBRES SURAKARTA

    Get PDF
    UMKM Roti Al-Bakery merupakan salah satu usaha kecil menengah yang bergerak dalam bidang produksi roti, berproduksi sejak tahun 2007. Meski makanan pokok Indonesia nasi, namun roti tetap dicari apalagi jika pagi hari. Roti biasanya dikonsumsi untuk sarapan. Tak sedikit masyarakat Indonesia yang mencoba peruntungan dengan cara membuka usaha roti, karena usaha ini dinilai untung besar. Masalah yang dihadapi selama ini adalah frekuensi pemesanan dari pelanggan masih belum stabil, terkadang pada hari tertentu ramai pesanan. Ketika pesanan cukup banyak pihak pembuat roti terkendala pada proses pemotongan adonan roti. Sesuai hasil observasi dilapangan pemilik Roti Al Bakery yaitu bapak Priyo Maryono memerlukan peralatan dough devider yang dapat memotong dengan hasil yang relatif cepat dan berat relatif sama. Kemampuan produksi perhari selama ini baru mampu mengolah 25 Kg tepung. Pembuatan dough devider telah berhasil diselasaikan dengan penggerak extruder berupa motor 1 induksi 1 PK 3 Phase dan motor 2 berfungsi untuk menggerakkan pisau pemotong adonan yang keluar dari corong dengan motor Induksi 0.5 HP. Pemasangan Sensor dapat diatur posisinya sesuai berat yang diinginkan. Target keseluruhan Mesin dapat memotong 25 Kg adonan roti dengan waktu relatif cepat. Hasil pemotongan roti setelah diadakan pengujian mempunyai toleransi berat kurang dari 5 Gram

    INOVASI PRODUK OLAHAN HIDROPONIK SEBAGAI PANGANAN KHAS OLEH-OLEH DI TAMAN TANGGUL JEBOL, NGROMBO SUKOHARJO

    Get PDF
    Ngrombo adalah desa di kecamatan Baki, Sukoharjo, Indonesia. Desa ini dikenal sebagai produsen kerajinan gitar, bahkan penjualannya pun tembus ke mancanegara. Desa Ngrombo dikembangkan menjadi desa wisata atas adanya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang telah mendapatkan SK Kepala Desa Ngrombo No 141/17/VII/2019 tentang Pembentukan Kelompok Sadar Wisata Desa Ngrombo Kecamatan Baki Sukoharjo. Selain kerajinan gitar, wisata lain yang berkembang adalah Taman Tanggul Jebol (T2J ). Taman ini memiliki wisata air, wisata sayuran hidroponik dan tempat foto selfie yang menarik. Namun sayangnya , desa wisata ini belum memiliki makanan olahan dari sayuran hidroponik. Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat , tim pelaksana melakukan tiga hal yaitu ; (1) pelatihan pengolahan bahan makanan dari sawi menjadi stick pokcoy, (2) melakukan pendampingan dalam pembuatan merek dan kemasan stick pokcoy, dan (3) pendampingan penjualan produk olahan dalam kegiatan pameran bersama dinas UMKM dan dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo. Hasil monitoring dan evaluasi, mitra telah menerapkan olahan pangan dari stik pokcoy dan bisa melakukan penjualan secara mandiri melalui pameran UMKM dan mendapatkan respon positif dari pengunjung pameran. Melihat hal ini, selanjutnya tim pelaksana bersama mitra akan membuat strategi digital marketing dengan membuat media sosial dan mendaftarkan merek dagang produk tersebut ke DJKI

    218

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STT Warga (Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇