E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
    200 research outputs found

    PENGEMBANGAN FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIPCREAM EKSTRAK KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum Linn) SEBAGAI PEWARNA BIBIR

    Get PDF
    Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan buah-buahan tropika yang berasal dari Malaysia dan Indonesia. Namun kulitya berwarna merah masih belum dimanfaatkan secara maksimal, adanya warna merah tua terdapat antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami.Pada penelitian ini ekstrak etanol kulit buah rambutan diformulasikan menjadi sediaan lipcream dengan konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6, 8%, dan 10%. Pengujian terhadap sediaan yang dibuat meliputi pemeriksaan mutu fisik mencakup pemeriksaan homogenitas, daya sebar, daya lekat, uji oles, pemeriksaan pH, uji iritasi dan uji kesukaan (Hedonic Test). Formulasi lipcream menggunakan ekstrak kulit rambutan menunjukkan sediaan yang dibuat homogen, mudah dioleskan, memilki pH diantara 7-6, tidak menyebabkan iritasi, sediaan yang disukai adalah formula V (8%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah rambutan dapat digunakan sebagai pewarna dalam sediaan lipcream, dan tidak menyebabkan iritasi sehingga cukup aman digunakan. Kata kunci : Rambutan (Nephelium lappaceum L.), antosianin, lipcream

    PROFIL PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) DI APOTEK (STUDI KASUS DI APOTEK PHARMACARE PANDEGLANG) PERIODE MARET-MEI 2015

    No full text
    Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah bergeser orientasinya dari obat ke pasien yang mengacu kepada pharmaceutical care. Kegiatan kefarmasian yang semula berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan komprehensif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pharmaceutical care merupakan sebuah bentuk optimalisasi peran apoteker dalam melakukan terapi obat pada pasien guna meningkatkan derajat kesehatan pasien. Hal ini berarti mengubah bentuk pekerjaan apoteker yang semula berada di belakang layar menjadi sebuah profesi yang langsung bersentuhan dengan pasien. Tujuan pengamatan ini ialah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelayanan informasi obat di Apotek Pharmacare Pandeglang dan untuk mengetahui peran tenaga kefarmasian dalam melakukan pelayanan informasi obat di Apotek Pharmacare Pandeglang. Hasil pengamatan di apotek pharmacare sudah dilaksanakan, hal tersebut didukung dengan adanya papan praktek Apoteker, poster DAGUSIBU, leaflet, dan lembar dokumentasi PIO, hal tersebut sebagai penunjang dalam pelaksanaan PIO di apotek khususnya apotek pharmacare dan Sebagai tenaga kefarmasian yaitu Apoteker dibantu Tenaga Teknis Kefarmasian memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan informasi obat kepada pasien. Dalam hal ini apoteker pharmacare sudah melakukan pelayanan informasi obat kepada pasien yaitu, tentang indikasi obat, cara pemakaian, dosis, kontra indikasi, efek samping obat, harga obat, cara penyimpanan, dan cara membuang obat yang sudah kadaluarsa. Pelayanan informasi obat ini selalu dilakukan kepada setiap pasien, khususnya pasien yang membeli obat-obat yang berlogo “K†(keras), dan pasien yang melakukan pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol. Akan tetapi peneliti hanya fokus meneliti PIO pada tiga penyakit yaitu, diabetes militus, asam urat, kolesterol. Selain pelayanan informasi obat di apotek, Apoteker Apotek Pharmacare juga sering melakukan sosialisasi DAGUSIBU kepada masyarakat

    STUDI IN SILICO SENYAWA FLAVONOID DARI EKSTRAK KACANG PANJANG (Vigna sinensisL.) SEBAGAI PENUMBUH RAMBUT DENGAN RESEPTOR ANDROGEN

    Get PDF
    Alopecia merupakan kerontokan rambut secara abnormal. Flavonoid adalah salah satu senyawa yang terdapat pada buah kacang panjang (Vigna Vinanasi L.) yang biasanya digunakan sebagai pengobatan alami oleh masyarakat. Buah kacang panjang mengandung beberapa turunan senyawa flavonoid yaitu Quercetin 3-O-lucosideQuercetin, 3-O-6-acetylglucoside, Quercetin 3-O-dilglucosidea,Quercetin 7-OglucosideaQuercetin, Kaempferol 3-O-glucoside, Myricetin 3-O-glucosidea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaski senyawa flavonoid dari ekstrak buah kacang panjang (Vigna Vinensis L.). Pada reseptor androgen dengan minoksidil sebagai obat pembanding dan testosteron sebagai ligan alami reseptor androgen. Jenis penelitian ini adalah in silico dengan menggunakan metode molecular docking. Proses docking dilakukanmenggunakan perangkat lunak Autodock 4.2.6. Hasil docking menunjukkan bahwa senyawa quercertin memiliki energi bebas ikatan terendah dibanding senyawa turunan flavonoid lainnya. Pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai quercertin(-8.44 kkal/mol) lebih rendah dibanding minoksidil (-2.83 kkal/mol) akan tetapi tidak lebih rendah dari testosteron (-10.96 kkal/mol). Kata kunci: alopecia, flavonoid, molecular docking, Autodock.4.2.6

    UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES DARI EKSTRAK ETANOL 70% BUAH KIWI (Actinidia deliciosa) MELALUI PENGHAMBATAN AKTIVITAS ENZIM α- GLUKOSIDASE

    Get PDF
    Prevalensi penyakit diabetes terus meningkat di seluruh dunia. WHO memprediksikan peningkatan jumlah penyandang diabetes yang cukup besar untuk tahun-tahun mendatang. Buah kiwi memiliki banyak kandungan nutrisi, bahkan jumlahnya tersimpan lebihbanyak dibanding buah-buahan lain.Penelitian yang mendukung buah kiwi sebagai antidiabetes yaitu dari Buku Healts Secret of Kiwi Fruits tahun 2010 yang menyatakan bahwa buah kiwi bagus untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes. Buah kiwi (Actinidia deliciosa) mengandung senyawa flavanoid, alkaloid, dan saponin, yang berarti senyawa tersebut dapat menghambat aktivitas enzim α-glukosidase. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penghambatan α-glukosidase pada ekstrak etanol 70% buah kiwi (Actinidia deliciosa) sebagai pengobatan diabetes melitus. Simplisia di maserasi dengan etanol 70% sebanyak 3.500 ml pekatkan dengan rotary evaporator suhu 40ºCz. Berdasarkan hasil uji tersebut maka didapatkan IC50 4,251 ppm dan akarbose 13,672 ppm. Kata kunci: Prevalensi penyakit diabetes, buah kiwi (Actinidia deliciosa), enzim α-glukosidase, etanol70%

    PERAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN DI RSUD DR. ADJIDARMO RANGKASBITUNG PERIODE JULI 2015

    No full text
    Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan farmasi rumah sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Hal tersebut diperjelas dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1333/MenKes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit, yang menyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik, yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.Tujuan pengamatan untuk mengetahui bagaimana peran tenaga teknis kefarmasian dalam pelayanan kefarmasian di RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Dari hasil pengamatan didapat legalitas keberadaan tenaga teknis kefarmasian di RSUD Dr. Adjidarmo terdapat 17 orang non PNS, dan 4 orang yang sudah PNS, Tenaga teknis kefarmasian telah berperan sesuai dengan SK Direktur Rumah Sakit dan Tugas Pokok Farmasi yang dibuat oleh Instalasi Farmasi di RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung tersebut

    ALUR DISTRIBUSI OBAT DAN ALAT KESEHATAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MALINGPING

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian dirumah sakit umum Malingping tentang ketersediaan infrastruktur pelayanan kesehatan, seperti pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit yang terjangkau dari sisi jarak tempuh dan biaya ekonomis yang masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran mengenai Pendistribusian Obat dan Alat Kesehatan serta mempelajari gambaran mengenai terjadinya masalah yang dikaitkan dengan obat dan alat kesehatan bagaimana cara pengiriman dan cara penerimaan obat secara merata. Dengan menggunakan metode survey dan wawancara, Hasil penelitian menunjukkan mekanisme pendistribusian obat dan alat kesehatan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Malingping pada umumnya sudah efektif karena obat dan alat kesehatan di distribusikan secara merata untuk memenuhi kebutuhan para pasien yang membutuhkan, hal ini terbukti dengan pengiriman dan penerimaan obat yang selalu tepat waktu, tepat jenis dan jumlah yang tepat. Kata Kunci : Alat Kesehatan; Distribusi Oba

    SKRINING FITOKIMIA DAN PEMBUATAN KRIM EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH PISANG AMBON (MUSA PARADISIACA L) UNTUK LUKA BAKAR

    Get PDF
    Kulit buah pisang mengandung tanin. Tanin secara umum didefinisikan sebagai senyawa polifenol yang memiliki berat molekul cukup tinggi (lebih dari 1000) dan dapat membentuk kompleks dengan protein. Berdasarkan strukturnya, tanin dibedakan menjadi dua kelas, yaitu tanin terkondensasi (condensed tannins) dan tanin-terhidrolisiskan (hydrolysable tannins). Tanin digunakan untuk pengobatan luka bakar dengan cara mempresipitasikan protein dan karena ada daya antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas senyawa tanin dalam kulit buah pisang dibuat menjadi sediaan krim untuk mengobati luka bakar. Oleh karena itu, metode yang diambil adalah metode eksperimen. Kandungan kimia yang terdapat dalam kulit buah pisang adalah tannin, karena pada saat dilakukan uji skrining fitokimia terhadap filtrat terjadi perubahan warna saat ditetesi larutan FeCl3 yaitu berwarna hijau kehitaman. Perbandingan konsentrasi adepslanae pada 3 formula tidak berpengaruh terhadap warna, konsistensi dan homogenitas. Akan tetapi, berpengaruh pada aroma, daya sebar dan daya lekat. Dari uji daya sebar dapat dilihat bahwa F1 memiliki daya sebar yang lebih baik dibandingkan F2 dan F3. Selanjutnya pada uji daya lekat, F2 memiliki kemampuan melekat lebih kuat. Selain itu pada ketiga formula memiliki pH yang sama yaitu 6 dan menunjukan bahwa ke 3 formula sesuai dengan pH kulit. Kata kunci : Krim, Kulit buah pisang, Luka baka

    AKAR KUNING (Arcangelisia flava) SEBAGAI INHIBITOR EGFR : KAJIAN IN SILICO

    Get PDF
    Akar kuning (Arcangelisa flava) diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologi seperti antikanker. Beberapa metabolit sekunder akar kuning menunjukkan aktivitas antiproliferasi sel kanker. Overproliferasi pada sel kanker salah satunya disebabkan oleh kelainan pada EGFR, kelompok reseptor yang berperan pada saat inisiasi proliferasi sel. Inhibisi pada EGFR dapat menghambat proses proliferasi sel kanker. Penelitian ini bertujuan mengetahui metabolit sekunder dari akar kuning dengan potensi paling besar sebagai inhibitor berbagai EGFR. Metode yang digunakan adalah molecular docking beberapa metabolit sekunder akar kuning terhadap EGFR-1, EGFR-2, EGFR-3, dan EGFR-4. Hasil docking menunjukkan berberin memberikan energi bebas ikatan paling negatif dan konstanta inhibisi paling kecil pada seluruh EGFR, dengan afinitas paling tinggi ditunjukkan pada EGFR-2 dengan ΔG dan ki secara berturut-turut sebesar -9,34 kcal/mol dan 141,81 nM. Over-ekspresi aktivitas dari EGFR-2 sendiri seringkali terjadi pada kanker payudara, terutama kanker payudara HER2-positif. Hasil tersebut memberikan prediksi bahwa berberin memiliki aktivitas sebagai inhibitor EGFR terutama EGFR-2 dan berpotensi untuk dikembangkan pada terapi kanker payudara HER2-positif. Keyword : Akar Kuning, EGFR, Antikanker, Dockin

    FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN TABLET ALLOPURINOL MENGGUNAKAN PATI SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT

    No full text
    Salah satu sumber pati adalah pati singkong. Dalam kondisi panas, gel masih memiliki kemampuan mengalir yang flexibel dan tidak kaku. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian menggunakan pati singkong sebagai pengikat secara granulasi basah dengan menggunakan allopurinol sebagai model obat.Mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pati singkong terhadap fisik sediaan tablet allopurinol dan mengetahui konsentrasi yang paling baik pada formulasi tablet allopurinol.Pati singkong dibuat menjadi mucillago amily pada suhu 40°C selama ± 5 menit sampai terbentuk cairan berwarna putih bening seperti lem. Variasi konsentrasi pati singkong yang digunakan sebagai pengikat yaitu (F2) 7%, (F3) 9%, (F4) 13%, (F5) 15%, dan (F6) 17%. Uji preformulasi berupa laju alir, sudut diam, indeks kompresibilitas, kadar air dilakukan terhadap massa granul sebelum dicetak menjadi tablet. Setelah dicetak menjadi tablet dilakukan evaluasi tablet yaitu uji kekerasan, waktu hancur, kerenyahan, dan keseragaman bobot.Pati singkong dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada formulasi tablet allopurinol. Hasil uji preformulasi granul memenuhi syarat untuk semua formula. Pada evaluasi tablet allopurinol uji kekerasan, kerenyahan, dan waktu hancur memenuhi persyaratan. Semakin ditingkatkan konsentrasi pati singkong maka akan menghasilkan kekerasan dan kerenyahan yang baik, namun waktu hancur tablet semakin lambat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati singkong dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada formulasi tablet allopurinol secara granulasi basah dengan konsentrasi yang baik 13%

    PENGEMBANGAN FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL 70% DAUN LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.)Swatz)

    No full text
    Daun labu siam (Sechium edule (Jacq.)Swartz) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa ini diketahui dapat mencegah dan menghambat pembentukan radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan krim dari ekstrak etanol 70% daun labu siam (Sechium edule(Jacq.)Swartz) dengan konsentrasi 2%, 4%, 6% , 8% dan krim tanpa sampel (blanko). Pengujian yang dilakukan antara lain: organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, uji kemampuan proteksi, viskositas, dan uji tipe krim. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk sediaan yang didapat berupa setengah padat, berwarna hijau dan memiliki bau krim yang khas daun labu siam. Uji homogenitas menunjukan bahwa kelima formula memiliki homogenitas yang cukup baik. Uji pH krim berkisar 6,45-7,84 tidak memenuhi syarat; uji daya sebar terbaik pada formula F2 ( 2%) dan F3 (4%); uji viskositas dengan adanya variasi konsentrasi ekstrak mengalami penurunan. Kelima formula memiliki kemampuan proteksi terhadap lingkungan luar. merupakan tipe emulsi minyak dalam air (m/a). Kandungan kimia yang terdapat pada daun labu siam berupa alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, triterpenoid, steroid dan glikosida

    163

    full texts

    200

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇