E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
    200 research outputs found

    EVALUASI PERILAKU SWAMEDIKASI SECARA RASIONAL OBAT ANALGETIK PADA MASYARAKAT DESA TALAGASARI KECAMATAN CIKUPA TANGERANG

    No full text
    Swamedikasi adalah upaya awal yang dilakukan sendiri dalam mengurangi atau mengobati penyakit-penyakit ringan menggunakan obat-obatan dari golongan obat bebas dan obat bebas terbatas. Melakukan swamedikasi secara benar, masyarakat memerlukan informasi yang jelas dan dapat dipercaya, dengan demikian penentuan jenis dan jumlah obat yang diperlukan harus berdasarkan kerasionalan sehingga apabila swamedikasi dilakukan dengan benar maka swamedikasi ini merupakan sumbangan yang sangat besar bagi pemerintah. Tujuan dilakukan pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui kerasionalan penggunaan obat analgetik secara swamedikasi yang dilakukan oleh masyarakat desa Talagasari kecamatan Cikupa Tangerang. Obat analgetik yang dipakai untuk penelitian ini adalah parasetamol, parasetamol dengan kombinasi kafein dan ibuprofen. penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua masyarakat desa Talagasari kecamatan Cikupa Tangerang dengan jumlah populasi 6072 kepala keluarga, jumlah sampel yang diambil pada penelitian ini sebanyak 98 kepala keluarga. Penelitian ini diambil pada bulan mei sampai juli. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa obat yang sering dipakai atau digunakan oleh responden adalah parasetamol sebanyak 60 responden (61,2%) sedangkan parasetamol dengan kombinasi kafein yaitu 35 responden (35,7%) dan ibuprofen yaitu hanya 3 responden (3,1%). Perilaku swamedikasi penggunaan obat analgetik secara rasional pada masyarakat desa Talagasari kecamatan Cikupa Tangerang belum cukup rasional, ini ditandai dengan persentase perilaku swamedikasi yang rasional lebih rendah dibandingkan yang tidak rasional, yaitu 64 responden (65,3%) yang tidak rasional dan sebanyak 34 responden yang berperilaku swamedikasi secara rasional kemudian dari hasil uji Chi-Square didapatkan P Value =0,015 < 0, 050 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara dagusibu dengan perilaku swamedikasi penggunaan obat analgetik yang rasional

    PENENTUAN KUALITAS AIR MINUM TERHADAP PARAMETER pH, TDS, COD, BESI, KESADAHAN TOTAL, KANDUNGAN BAKTERI E. COLI DAN COLIFORM PADA BEBERAPA RUMAH MAKAN DI SEKITAR AIR TAWAR KOTA PADANG

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai kualitas air minum di beberapa rumah makan sekitar Air Tawar Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air minum yang disediakan rumah makan tersebut terhadap parameter pH, TDS, COD, besi, kesadahan total, kandungan bakteri E.Coli dan Coliform. Pengambilan sampel dilakukan secara periode setiap minggu analisis selama empat minggu. Pengukuran pH dilakukan dengan menggunakan pHmeter dengan nilai pH yang didapatkan berkisar antara 6,58-8,33. Total padatan terlarut (TDS) dianalisis dengan metode gravimetri, nilai yang diperoleh berkisar 70-680 mg/L. Untuk kebutuhan oksigen kimia (COD) dilakukan dengan metode titrasi permanganometri diperoleh nilai berkisar antara 0,2-0,9 mg/L. Kandungan logam besi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri visible dengan panjang gelombang 520 nm, nilai Fe yang didapat berkisar 0,0996-0,1980 mg/L. Tingkat kesadahan total dianalisis dengan metode titrasi kompleksometri nilai yang dihasilkan berkisar 39,8358-302,1114 mg/L. Sementara untuk parameter bakteriologis yaitu bakteri E.Coli dan Coliform dilakukan dengan metode Most Probable Number (MPN) atau angka paling mungkin. Nilai MPN pada E.Coli diperoleh antara 21-240 per 100 mL sampel, sedangkan untuk bakteri Coliform diperoleh nilai berkisar antara 27-240 per 100 mL sampel. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kualitas air minum dikategorikan kurang bagus. Berdasarkan hasill pengujian secara total terhadap parameter di atas, dapat diketahui bahwa kualitas air minum di beberapa rumah makan tersebut belum memenuhi kualitas standar yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002. Kata Kunci : air minum rumah makan, pH, TDS, COD, besi, kesadahan tota

    ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS ( DRPs) PADA HIPERTENSI TANPA KOMPLIKASI TERHADAP PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG PERIODE JANUARI 2012 – JUNI 2012

    Get PDF
    Analisis Drug Related Problems ( DRPs ) pada kasus hipertensi tanpa komplikasi terhadap pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Januari - Juni 2012. Latar belakang dilakukan analisis pada DRPs pada kasus hipertensi tanpa komplikasi adalah karena hipertensi dewasa ini mempunyai kecendrungan menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan, hal ini seiring dengan makin tingginya umur harapan hidup dan makin meningkatnya kesejahteraan masyarakat. DRPs adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan dalam suatu pengobatan. DRPs termasuk hal yang kadang ditemui dalam dunia kesehatan yang sebenarnya hal itu dapat dihindari dengan berbagai cara. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa banyak kejadian DRPs yang terjadi, khususnya pada pasien hipertensi tanpa komplikasi di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Hipertensi itu adalah keadaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik yang dilakukan secara restrospektif . Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bulan Januari - Juni 2012 didapat jumlah pasien sebanyak 122 orang, setelah dianalisis maka didapat jumlah pasien yang tereklusi sebanyak 49 orang dan pasien yang masuk kategori inklusi sebanyak 73 orang. Berdasarkan analisis yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan , bahwa wanita lebih banyak menderita hipertensi dgn jumlah 46 orang ( 64.81% ). Pasien yang terindikasi DRPs sebanyak 21 kasus ( 28,77% ). Dari hasil analisis ini ditemukan beberapa kasus DRPs. Kata Kunci : Drugs Related Problems ( DRPs ), Hipertensi, Pasien Rawat Jala

    PENGGUNAAN DAUN SAGA (ABRUS PRECATORIUS) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF UNTUK MEMBANTU MENGOBATI SARIAWAN DI KAMPUNG CISIMEUT KECAMATAN LEUWIDAMAR RT 002 RW 002

    Get PDF
    Sariawan memang bukan penyakit yang serius, tapi kondisi ini sangatlah mengganggu karena menyulitkan untuk makan dan berbicara. Penyebab sariawan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kekurangan vitamin C, kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu dan kawat gigi yang tidak pas, gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi), alergi, infeksi bakteri dan jamur, kelainan pencernaan, faktor psikologi, luka gigitan pada bibir dan lidah pada saat makan, kondisi tubuh yang tidak fit, mengkonsumsi makanan atau minuman panas dan kekurangan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah masyarakat di Kampung Cisimeut Kecamatan Leuwidamar RT/ 002 RW/002 menggunakan daun saga dalam pengobatan dan cara penggunaan daun saga untuk mengobati sariawan. Jenis penelitian yaitu merupakan deskritif observasional. Populasi pada penelitian ini adalah kepala keluarga yang tinggal di Kampung Cisimeut RT 002 RW 002 Kecamatan Leuwidamar. Sampel penelitian adalah 40 responden kepala keluarga di Kampung Cisimeut RT 002 RW 002 Kecamatan Leuwidamar. Metode yang digunakan yaitu metode kuesioner. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu 90 % responden menggunakan saga sebagai obat sariawan, 57,5 % responden yang cara penggunaannya daun saga yang baru dipetik dijemur beberapa menit agar agak layu, sedangkan 32,5% responden menggunakannya dengan cara langsung dikunyah-kunyah sampai halus. Kata Kunci : Sariawan, Daun saga, Obat Alternatif, Pengobatan Sariawan

    ANALISIS KADAR CEMARAN TIMBAL (Pb) DAN KADMIUM (Cd) PADA SAMPEL IKAN AIR TAWAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA)

    Get PDF
    Ikan adalah produk perikanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat yang dapat dimungkinkan mengandung logam berat. Jenis pencemaran ikan oleh logam timbal dan kadmium dapat disebabkan oleh lingkungan tempat hidup ikan. Lingkungan tempat hidup ikan adalah salah satu penyebab rentannya terjadi pencemaran dan keberadaan logam dalam lingkungan perairan yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan perairan dan bagi manusia yang mengonsumsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar cemaran logam timbal dan kadmium pada ikan nila, ikan mas, dan ikan lele yang diambil di daerah Subang. Sampel ikan kemudian didestruksi dengan metode destruksi basah dengan HNO3 dan H2O2. Serapan logam dalam sampel diukur dengan spektrofotometer serapan atom (SSA) pada panjang gelombang 283,3 nm untuk Timbal dan 228,8 nm untuk Kadmium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel ikan lele mengandung timbal sebesar 2,7544 bpj, ikan nila sebesar 2,7142. Kata kunci: kontaminasi, ikan, kadmium, spektrofotometri serapan atom (SSA), timbal.

    UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% HERBA SELEDRI (Apium graveolens, L.) SEBAGAI DIURETIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR SPRAGUE DAWLEY

    Get PDF
    Seledri diketahui memiliki khasiat sebagai diuretik secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas ekstrak etanol 70% herba seledri (Apium graveolens L.) memiliki efektivitas sebagai diuretik dan hubungannya dengan peningkatan dosis ekstrak etanol 70% herba seledri (Apium graveolens L.) pada tikus putih jantan galur sprague dawley. Sebanyak 25 ekor hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu : kelompok kontrol normal (suspensi Na.CMC 0,5%), kelompok kontrol positif (suspensi furosemid), kelompok ekstraketanol 70% herba seledri 1,5 g/200grBB, kelompok ekstrak etanol 70% herba seledri 0,75g/200grBB, dan kelompok ekstrak etanol 70% herba seledri 0,375g/200grBB. Pengujian terhadap efek diuretik dilakukan dengan melihat volume urin yang dikeluarkan selama 6 jam. Hasil yang didapat, aktivitas diuretik meningkat pada pemberian ekstrak etanol 70% herba seledri . Data dianalisis menggunakan spss ver.15., beda nyata setiap perlakuan diuji dengan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey dan LSD untuk melihat perbedaan antar setiap kelompok perlakuan. Kelompok ekstrak etanol 70% herba seledri menunjukkan aktivitas diuretik yang optimum, dan berbeda tapi tidak bermakna terhadap furosemid. Peningkatan dosis ekstrak etanol 70% herba seledri tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% herba seledri memiliki efektivitas sebagai diuretik. Kata Kunci : ekstrak etanol 70% herba seledri, diuretik, sprague dawley

    PENGGUNAAN NAKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI DUNIA KESEHATAN MENURUT HUKUM ISLAM

    No full text
    Narkotika dan Psikotropika adalah persoalan fenomenal diabad ini. Banyaknya korban tewas akibat penyalahgunaan Nakotika dan psikotropika, menunjukan bahwa minat terhadap barang haram ini tidak pernah berhenti, meskipun resiko yang dihadapi sangat tinggi dari hukuman mati, kecanduan bahkan kematian. Namun pada hakekatnya, Narkotika dan psikotropika tidak seluruhnya menimbulkan dampak yang negatif. Jika dimamfaatkan secara positif makan barang ini justru memberikan mamfaat yang besar terhadap hajat kehidupan manusia. Di dunia kesehatan, Narkotika dan psikotropika adalah bahan pengobatan yang dapat membantu pasien dari rasa nyeri dsb. Namun bagaimana kedudukan hukumnya dalam Al-Quran maupun Hadis, tulisan ini mencoba menelitik tinjauan hukum narkotika dan psikotropika secara syar’i agar hilangnya keraguaan dalam penggunaannya

    ANALISIS KADAR BESI (Fe) DAN TIMBAL (Pb) DALAM PANGAN ORGANIK DARI KABUPATEN BANDUNG

    Get PDF
    Salah satu permasalahan dalam sistem pertanian organik adalah penggunaan air dari alam maupun jaringan irigasi teknis yang seadanya dan sering terkontaminasi oleh polutan. Mengonsumsi pangan organik sangat baik bagi tubuh manusia, lebih aman dan dari segi organoleptik lebih baik. Unsur mikro merupakan unsur yang diperlukan tubuh manusia dalam jumlah sedikit dan memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. Zat besi merupakan komponen mikroelemen esensial di dalam tubuh yang diperlukan dalam pembentukan darah, terutama dalam sintesis hemoglobin.Penelitian mengenai analisis kadar Fe dan Pb dalam pangan organik yaitu beras dan sayuran dilakukan dengan metode spektrofotometri serapan atom.Kandungan Pb sebesar 0,039µg/gram dalam wortel, 0,037µg/gram dalam casim dan 0,078 mg/gram dalam brokoli. Kadar Fe sebesar 6,04µg/gram dalam wortel, 8,23 mg/gram dalam casim dan 8,11 µg/gram dalam brokoli. Hasil analisis kandungan Pb dalam semua sampel memiliki kadar melebihi persyaratan yang diperbolehkan untuk sayuran yaitu 2 µg/gram. Kadar Fe dalam sampel tidak mencukupi angka kecukupan zat besi untuk tubuh. Kata Kunci: Beras organik, sayuran organik, spektrofotometri serapan ato

    UJI AKTIVITAS LARVASIDA DARI EKSTRAK ETANOL 96% TANAMAN ANTING-ANTING (Acalypha indica L.) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti INTISAR III

    Get PDF
    Pada awal tahun 2016 demam berdarah dangue menempati salah satu kejadian luar biasa didaerah kabupaten tangerang. Salah satu upaya pencegahan penyebaran penyakit ini dengan cara memutus rantai penyebaranya yaitu dengan memberantas vektor endemik demam berdarah nyamuk Aedes aegypti. Seringnya pengunaan larvasida sintetik dapat menyebabkan terjadinya resistensi terhadap larva nyamuk Aedes aegypti sehingga perlu adanya pengembangan larvasida alternatif. Ekstrak etanol 96% herba anting-anting telah dilakukan skrining fitokimia kemudian dilakukan uji aktivitas larvasida pada larva nyamuk Aedes aegypti intisar III mengunakan metode Rancang Acak Lengkap. Ekstrak dengan konsentrasi berbeda (0, 100, 200, 500, dan 1000 ppm) telah diujikan bersama dengan kontrol positif Abate sebagai pembanding dan dilakukan pengamatan selama 24 jam pada kondisi terkontrol. Jumlah kematian larva dihitung pada saat sebelum pemberian dan setelah pemberian ekstrak. Hasil pengamatan kemudian diolah secara statistik menggunakan metode analisa probit. Dari hasil skrining fitokimia yang telah dilakukan diketahui bahwa tanaman anting- anting mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, gikosida, fenol, alkaloid, triterpenoid, steroid, tannin dan saponin. Dari hasil uji aktivitas larvasida nyamuk Aedes aegypti mengunakan metode rancang acak lengkap (RAL) diketahui nilai LT50 ekstrak etanol 96% tanaman anting-anting 0, 100, 200, 500, dan 1000 ppm secara berturut adalah 10.82, 2.65, 2,31, 1.66, dan 1.59 hari sedangkan nilai LC50 sebesar 246,219 ppm. Kata kunci: larvasida, Acalypha indica, Aedes aegypti, LT50, LC50, Analisis probit, Abate.

    PENGARUH PELAKSANAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL TERHADAP CAKUPAN KEGIATAN, MANAJEMEN DAN MUTU PELAYANAN PUSKESMAS DI KABUPATEN TANGERANG

    Get PDF
    Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan meliputi pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.Untuk mengetahui tingkat kinerja puskesmas yang berkualitas perlu dilakukan penilaian kinerja secara rutin meliputi cakupan kegiatan, manajemen puskesmas dan mutu pelayanan.Jumlah Puskesmas di Kabupaten Tangerang berjumlah 43 yang terdiri dari 7 Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) dan 36 Puskesmas tanpa tempat perawatan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian penjelajahan (exploratory study) dengan desain studi perbandingan (comparative study).Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yaitu Laporan Kinerja seluruh Puskesmas di Kabupaten Tangerang Tahun 2013, 2014 dan 2015. Hasil pengujian Paired sample t test menunjukkan bahwa pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berpengaruh signifikan terhadap cakupan kegiatan puskesmas (membandingkan penilaian cakupan kegiatan pada tahun 2013 dengan tahun 2014), manajemen puskesmas (membandingkan penilaian manajemen puskesmas pada tahun 2013 dengan tahun 2015) dan mutu pelayanan (membandingkan penilaian mutu pelayanan pada tahun 2013 dengan tahun 2014) Kata Kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, Puskesmas, Manajemen, Mutu Pelayana

    163

    full texts

    200

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇