E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
    200 research outputs found

    PENETAPAN POTENSI TABIR SURYA KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN CEREMAI (Phyllanthus acidus L.) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

    Full text link
    Paparan sinar matahari berlebih menyebabkan masalah kulit kemerahan, peradangan, bahkan kanker kulit. Cara melindungi kulit dari sinar matahari yaitu menggunakan tabir surya. Daun ceremai (Phyllanthus acidus L.) mengandung flavonoid dan tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai tabir surya. Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi tabir surya sediaan krim ekstrak etanol daun ceremai (Phyllanthus acidus L.) dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Potensi tabir surya ditentukan berdasarkan nilai persen transmisi eritema (%Te), persen transmisi pigmentasi (%Tp) dan nilai SPF. Dari penelitian, diperoleh potensi tabir surya berdasarkan %Te konsentrasi 250 ppm dan 300 ppm termasuk kategori regular suntan. Berdasarkan nilai %Tp pada konsentrasi 100 ppm hingga 300 ppm memberikan perlindungan total terhadap paparan sinar UV-A. Berdasarkan nilai SPF, krim pada konsentrasi 100 ppm dan 150 ppm termasuk kategori proteksi minimal (SPF 2,597 dan 3,624), konsentrasi 200 ppm proteksi sedang (SPF 5,129), konsentrasi 250 ppm proteksi ekstra (SPF 7,201), dan konsentrasi 300 ppm proteksi maksimal (SPF 10,225). Kata Kunci: Daun Ceremai, Flavonoid, Tanin, Potensi Tabir Sury

    FORMULASI NUTRASEUTIKAL GUMMY CANDIES SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

    Full text link
    Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan salah satu tanaman buah dari keluarga (Oxalidaceae) dengan marga (Averrhoa). Buah belimbing wuluh memiliki daya simpan yang relative singkat sekaligus memiliki rasa asam sehingga kurang disukai jika dikonsumsi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat dibuat menjadi sediaan nutraseutikal gummy candies serta dapat mengetahui formula manakah yang paling disukai responden dan hasil evaluasi fisik yang terbaik dalam sediaan gummy candies . sampel berupa buah belimbing wuluh dilakukan dengan metode spray drying yang diformulasikan menjadi sediaan gummy candies dengan variasi konsentrasi sukrosa 115 mg, 230 mg, 345 mg, 490 mg, 575 mg. semua sediaan di uji dengan pengujian organoleptis, keseragaman bobot dan hedonik. Hasil dari evaluasi sediaan gummy candies menyatakan bahwa sediaan gummy candies memenuhi mutu fisik. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan gummy candies sari buah belimbing wuluh menunjukkan hasil uji yang paling disukai dari sediaan gummy candies yaiitu pada formula 3 dengan kadar sukrosa 345 mg berdasarkan parameter rasa, warna, aroma dan bentuk.hasil dari uji keseragaman bobot yaitu pada formula 3 yang paling disukai panelis

    REVIEW ARTIKEL : ETNOFARMAKOLOGI TANAMAN TIN (Ficus Carica L.) (KAJIAN TAFSIR ILMI TENTANG BUAH TIN DALAM AL-QUR’AN)

    Full text link
    Buah Tiin adalah salah satu tanaman yang disebutkan al-Quran yang termuat di dalam Surah At-Tiin, hal ini memberikan isyarat bahwa dibalik kalimat sumpah Allah SWT kepada buah Tiin tersirat khasiat atau manfaat dari tanaman tersebut. Tiin (Ficus carica L.) (Moraceae) adalah tanaman yang sangat penting dalam pengobatan tradisional Arab karena sifat terapeutiknya. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan kontribusi pada pengetahuan tentang etnofarmakologis dari tanaman ini. Penelitian ini menggambarkan senyawa fitokimia dan sifat etnofarmakologis dari tanaman F. carica yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama beberapa dekade. Kandungan kimia terbesar dalam F carica. L yang telah diteliti adalah polifenol dan flavonoid. Senyawa bioaktif dalam tanaman tiin memiliki beragam aktivitas biologis. Dalam pengobatan tradisional, dilaporkan bahwa F. carica digunakan sebagai obat untuk bisul, gangguan pencernaan dan diare, sedangkan dalam beberapa penelitian ilmiah yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tiin memiliki aktivitas farmakologis yang luas diantaranya, antibakteri, antioksidan, antitumor, serta agen anti-inflamasi. Kata Kunci: Qasam, Tafsir Ilmi, Etnofarmakologi, Ficus carica

    FORMULASI SEDIAAN SPRAY DAUN DAN BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) SEBAGAI ANTINYAMUK Culex s.p

    Full text link
    Daun dan Batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan geraniol dan sitronelal yang berfungsi sebagai antinyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan spray antinyamuk dari tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dengan menggunakan metode destilasi yang akan diujikan terhadap aktivitas nyamuk Culex s.p. Bahan yang digunakan dalam pembuatan spray adalah minyak atsiri daun dan batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dengan variasi konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15%. Semua formula sediaan spray diuji stabilitas meliputi (pH dan viskositas) serta efektivitas terhahap nyamuk Culex s.p. Dari hasil pengujian pH dan viskositas menunjukan bahwa pH sesuai dengan standar pH pada kulit dan memiliki viskositas yang cukup baik. Hasil dari efektifitas sediaan spray menyatakan bahwa pada sediaan spray dengan konsentrasi ekstrak 15% memiliki daya tolak nyamuk yang cukup efektif. Kata Kunci: Spray Antinyamuk, Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.), Nyamuk Cule

    KAJIAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGGUNAAN OBAT NON RESEP PADA IBU HAMIL DI LAMPUNG-INDONESIA

    Full text link
    Badan Pusat Statistik Indonesia menyatakan bahwa selama satu bulan terakhir di tahun 2014 sekitar 20,99% Penduduk Indonesia memilih melakukan swamedikasi. Penelitian di Nigeria menunjukkan sebanyak 375 dari 518 wanita hamil (72,4%) melakukan swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, gambaran dan perilaku penggunaan juga hubungan antara tingkat pengetahuan penggunaan obat non resep pada ibu hamil dengan dengan perilaku penggunaannya di Desa Jatimulyo Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional dan data disajikan dalam bentuk deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 94 ibu hamil, sebanyak 56 orang menggunakan obat tanpa resep (59,57 %). Obat yang paling banyak digunakan yaitu parasetamol 28,57%. Tingkat pengetahuan ibu hamil dalam kategori cukup baik (68,95%). Tingkat perilaku penggunaan obat non resep dalam kategori baik (78,53%), dan terdapat hubungan positif antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan obat non resep dengan nilai signifikansi 0,001. Kata Kunci: Ibu Hamil, Obat Non Resep, Swamedikas

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Propionibacterium acnes

    Full text link
    Gadung (Dioscorea hispida Dennst.) adalah umbi liar yang banyak terdapat di wilayah Indonesia, khususnya di daerah Kabupaten Tasikmalaya, namun pemanfaatannya belum maksimal dibandingkan dengan tanaman umbi lainnya. Umbi gadung memiliki potensi besar dalam bidang farmasi, yaitu adanya senyawa fenol yang bermanfaat sebagai antimikroba. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol umbi gadung terhadap Propionibacterium acnes. Kadar fenol dianalisis menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu dan Spektrofotometer UV-Vis yang dinyatakan sebagai kadar fenol total (mg GAE/g ekstrak). Adapun uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode disk diffusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umbi Gadung mempunyai aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat 10,00±0.00 dengan kadar fenol total sebesar 127,5313 ± 0,2133 mg GAE/gram untuk ekstrak daging umbi gadung dan 85,6719 ± 0,1931 mg GAE/gram untuk ekstrak kulit umbi gadung. Meskipun diameter zona hambatnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif, namun hal ini menunjukkan adanya potensi antibakteri yang cukup bagus dari umbi gadung. Kata Kunci: Gadung, Fenol, Antibakteri, Jerawa

    TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP SISTEM PELAYANAN FARMASI DI APOTEK KIMIA FARMA 274 PAMEKASAN

    Full text link
    Apotek harus berpedoman pada standar pelayanan yang berlaku dalam melaksanakan praktek pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian mengalami perubahan yang semula hanya berfokus pada pengolahan obat (drug oriented) menjadi pelayanan yang komprehensif (pharmaceutical care) yaitu pelayanan yang langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap sistem pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma 274 Pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan kuisioner dengan skala Likert. Hasil dari penelitian yang dilakukan kepada 100 responden menunjukkan bahwa pelanggan apotek kimia farma 274 Pamekasan merasa sangat puas terhadap lokasi dan tata ruang apotek, ketersediaan perbekalan farmasi, waktu pelayanan, dan sikap tenaga kefarmasian dalam melakukan pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap apotek agar dapat meningkatkan pelayanan kefarmasian dimasa yang akan datang dan pemacu sarana pelayanan kefarmasian yang lain untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang lebih baik lagi kepada pelanggan. Kata Kunci: Apotek, Kimia Farma 274 Pamekasan, Kepuasan Pelanggan, Pelayanan Kefarmasia

    PERBANDINGAN POTENSI FOTO PROTEKTOR EKSTRAK ETANOL BUAH TAKOKAK DENGAN KRIM EKSTRAK ETANOL BUAH TAKOKAK (Solanum torvum Swartz) SECARA IN VITRO DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

    Full text link
    Pengujian potensi ekstrak buah takokak dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi menggunakan metode Maserasi kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator. Ekstrak kemusian di skrining fitokimia untuk mengetahui adanya senyawa tanin dan flavonoid kemudian dibuat dalam bentuk sediaan krim serta diuji mutu fisiknya baik dari homogenitas, pH, tipe emulsi dan stabilitas krim. Ekstrak buah takokak dan krim ekstrak buah takokak diukur serapannya setiap 5 nm pada rentang panjang gelombang 290 – 400 nm. Dari hasil penelitian diperoleh ekstrak dan krim ekstrak buah takokak hanya mampu memberikan nilai SPF minimal yaitu 2,199 pada ekstrak dengan konsentrasi 400 ppm, 2,615 pada ekstrak dengan konsentrasi 500 ppm dan 2,118 pada krim dengan konsentrasi 500 ppm, bila dilihat dari persentase eritema baik ekstrak ataupun krim belum memberikan perlindungan dari paparan sinar UVB, dilihat dari persentase transmisi pigmentasi baik ekstrak maupun krim memiliki kemampuan extra protection yang artinya ekstrak dan sediaan tersebut mampu menyerap hingga 85% sinar UVA. Kata Kunci: Buah Takokak, Tanin, Flavonoid, Potensi Foto Protekto

    Profil Kesesuaian Peresepan Obat Generik Dengan Formularium Rumah Sakit Pada Pasien BPJS Penyakit Jantung Koroner Rawat Jalan di RSU Kabupaten Tangerang Periode Februari-Juni 2019

    Full text link
    ABSTRAK Pemerintah RI telah mengeluarkan Permenkes RI No. HK.02.02/MENKES/068/I/2010 yang mewajibkan penulisan resep dengan nama generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah untuk mengantisipasi tingginya harga obat. Formularium Rumah Sakit merupakan daftar obat yang disepakati staf medis, disusun oleh Komite Farmasi dan Terapi yang ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit. Formularium bermanfaat sebagai acuan bagi penulis resep, mengoptimalkan pelayanan kepada pasien, memudahkan perencanaan, dan penyediaan obat pada fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian dilakukan di RSU Kabupaten Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persentase penulisan resep dalam nama generik dan kesesuaian dengan Formularium Rumah Sakit pada pasien BPSJ penyakit jantung koroner rawat jalan di RSU kabupaten Tangerang periode Februari-Juni 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase penulisan resep dengan nama generik periode bulan Februari-Juni 2019 sebesar 66,7% dan persentase penulisan resep dengan Formularium Rumah Sakit rata-rata sebesar 7,28%. Penulisan resep pasien BPJS penyakit jantung koroner rawat jalan di poli jantung RSU Kabupaten Tangerang belum sesuai dengan PerMenKes RI No. HK.02.02/MENKES/068/I/2010 dan Formularium RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2018. Kata kunci : BPJS Kesehatan, Formularium Rumah Sakit, Resep Obat Generik

    IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR PENTOXYFILLIN DALAM SEDIAAN TABLET SECARA SPEKTROFOTOMETRI FOURIER TRANSFORM INFRARED (FT-IR) DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBEL

    Full text link
    Aterosklerosis memiliki peranan penting dalam penyakit jantung koroner dengan ditandai dengan adanya penumpukan terus-menerus plak di dinding pembuluh darah arteri koroner. Pentoxyfillin merupakan turunan metilxantin. Pada pemakaian obat dalam pentoxyfillin digunakan untuk aterosklerosis atau diabetes mellitus dengan indikasi meredakan sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan metetapkan kadar dari pentoxyfillin. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran menggunakan spektrofotometri Fourier Transform Infra Red (FT-IR) dengan pembuatan pellet KBr. Pembuatan pellet dibuat dengan menggunakan tekanan menggunakan alat hand press dengan bobot tekanan 8 ton. Dilanjutkan dengan penetapan kadar pentoxyfillin dalam sediaan tablet menggunakan metode spektrofotometri UV-Visibel pada panjang gelombang maksimum ± 274 nm, dengan menggunakan methanol sebagai blangko. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapat hasil identifikasi berupa bilangan gelombang pada daerah 3000-2750 cm-1 yang menunjukkan gugus -CH, -CO, amida -CO rengang, pada bilangan gelombang 1750-1500 cm-1 yang menunjukkan gugus -CH dan pada bilangan gelombang 750 - 800 cm-1 menunjukkan gugus -CH2, dan hasil kadar 407 mg. Dari hasil pengujian kadar tablet pentoxyfillin dapat disimpulkan bahwa sediaan tablet pentoxyfillin memenuhi persyaratan Standar Internal

    163

    full texts

    200

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇